JUAL BENIH CABE BESAR F1 IMPERIAL 10

CABE BESAR F1 IMPERIAL 10, CARA MENANAM CABE IMPERIAL 10, TANAMAN CABE IMPERIAL 10, BUDIDAYA CABE IMPERIAL 10, LMGA AGRO
CABE BESAR F1 IMPERIAL 10

Jual benih cabe besar F1 Imperial 10 cap Kapal Terbang. Benih dapat diperoleh di Toko pertanian Online Indonesia LMGA Agro, hubungi P. Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Benih cabe besar F1 imperial 10, tahan penyakit layu bakteri produksi dari PT BISI International Tbk.

LMGA Agro menerima dan melayani konsultasi gratis pertanian tentang cara menanam cabe besar F1 Imperial 10. Juga permasalahan yang mungkin ditemui di lapangan saat budidaya cabe besar F1 imperial 10.

LMGA Agro menyediakan benih-benih dari buah dan sayur dari berbagai varietas produksi pabrik-pabrik terkemuka di wilayah Indonesia. Juga alat-alat pertanian, sarana dan prasarana untuk membantu Anda dalam bercocok tanam pertanian baik di lahan luas maupun di rumah.

BENIH CABE BESAR F1 IMPERIAL 10

Benih cabe besar F1 Imperial 10 adalah benih cabai merah andalan petani saat ini. Benih cabe besar F1 Imperial 10 sangat cocok ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Budidaya cabe besar F1 Imperial 10 mudah dalam perawatannya.

Cabe besar F1 Imperial 10 merupakan tipe tanaman tegak dan toleran terhadap penyakit layu bakteri. Buahnya besar, memiliki panjang ± 15,5 cm dan diameter buah ± 1,2 cm.

Kulit buah cabe besar F1 Imperial 10 berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah cerah saat tua. Kondisi buah cukup lentur sehingga cukup tahan pengangkutan jarak jauh dan sedikit sekali jumlah buah yang rusak selama dikemas.

BACA JUGA : BENIH CABAI BAJA TAHAN VIRUS DAN PENYAKIT LAYU

Kadar air cabe besar F1 Imperial 10 rendah sehingga cocok dijadikan cabai kering. Cabe besar F1 Imperial 10 dipanen pada umur ± 73 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil mencapai hingga ± 25 ton/ha. Kebutuhan benih untuk menanam cabe besar F1 Imperial 10 adalah 100 – 150 g/ha. Jarak tanam yang dianjurkan 60 x 60 cm.

Banyak petani tertarik menanam cabe besar karena budidaya cabe besar mudah perawatannya namun mendapatkan hasil hingga berlipat-lipat. Kota Banyuwangi yang dikenal sebagai sentra budidaya cabai menerapkan managemen dalam menanam cabai.

Yaitu dengan mencari celah yang tepat menanam cabe agar mendapatkan hasil hingga berlipat-lipat. Kelompok petani di kota Banyuwangi menggunakan cara dengan memperkirakan waktu kapan perkiraan panen tanaman cabe agar didapatkan harga panen terbaik.

CARA BUDIDAYA CABE BESAR F1 IMPERIAL 10

CABE BESAR F1 IMPERIAL 10, JUAL BENIH CABE IMPERIAL 10, CARA MENANAM CABE IMPERIAL 10, TANAMAN CABE IMPERIAL 10, CABE MERAH IMPERIAL 10, LMGA AGRO
TANAMAN CABE IMPERIAL 10

Hal yang perlu diperhatikan dalam menanam cabe besar yaitu mengetahui syarat tumbuh dari tanaman cabe itu sendiri. Secara umum, tanaman cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi yaitu 2000 m dpl.

Suhu udara yang cocok yaitu antara 24 – 27 °C dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada jenis tanah sawah maupun tanah tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan tidak miskin air.

Permukaan tanah yang ideal untuk menanam cabe yaitu tanah datar dengan sudut kemiringan 0 – 10 °C, membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ada naungan. Tanah memiliki pH tanah optimal antara 5,5 – 7.

BACA JUGA : MENANAM CABE  KERITING BENIH OR TWIST 42

Tanaman cabe menghendaki pengairan yang cukup, namun juga tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu lembab atau air menggenang. Kelembaban yang tinggi dapat merangsang tumbuhnya jamur dan bakteri. Namun jika kekurangan air, tanaman akan menjadi kurus, tumbuh kerdil, tanaman menjadi layu kemudian mati.

PERSEMAIAN BIBIT CABE BESAR F1 IMPERIAL 10

Persemaian bibit cabe besar F1 Imperial 10 merupakan tahap awal dalam budidaya cabe besar, dengan tujuan mendapatkan calon tanaman yang sehat, kuat dan tumbuh seragam hingga saatnya panen nanti.

Media semai yang dipakai sebaiknya mempunyai struktur yang remah, air mudah mengalir ( porous ) dan banyak mengandung unsur hara bagi tanaman.

Bahan media yang baik adalah campuran tanah, kompos dan pasir dengan perbandingan yang sama. Untuk memperkaya nutrisi, dapat ditambahkan pupuk NPK. Sebelum digunakan, bahan media diayak hingga halus lebih dahulu.

Selanjutnya bahan media yang telah tercampur rata, dimasukkan ke polybag ukuran 8 x 9 cm sampai terisi 90% dari tinggi plastik. Plastik diberi lubang agar air dapat mengalir keluar, lubangi di bagian bawah polybag. 

BACA JUGA : JUAL BENIH CABE RAWIT MADUN MUTIARA BUMI

Polybag-polybag diatur di bedeng semai yang telah disiapkan, dibuat dengan tinggi 20 – 50 cm, lebar 80 – 100 cm dan panjang sesuai kondisi tempat. Arah bedengan dibuat membujur utara-selatan dan diberi atap penutup yang terbuat dari plastik.

Dipasang tiang penyangga di sebelah timur dengan tinggi 100 cm dan sebelah barat 80 cm atau atap dibuat model setengah lingkaran. Tujuan dibuat model setengah lingkaran ini agar bibit mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga tidak mengalami etiolasi.

PERSIAPAN MENANAM CABE BESAR F1 IMPERIAL 10
  • Lahan tempat menanam cabe besar F1 Imperial 10 harus bersih dari segala jenis gulma, sisa tanaman, sisa akar dan kerikil-kerikil. Bila gulma cukup banyak dapat diberantas menggunakan herbisida. Herbisida yang cocok dapat dikonsultasikan ke Toko pertanian Online LMGA Agro.

  • Selanjutnya lahan dapat digaru atau dibajak dengan alat traktor atau hewan ternak, atau dengan dicangkul. Tujuannya adalah mendapatkan tanah yang gembur dan menghilangkan jasad pengganggu dalam tanah.

  • Membuat bedengan dengan ukuran lebar 100 – 110 cm, tinggi bedengan 50 – 60 cm dan lebar parit 50 – 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan luas lahan.

  • Mengukur pH tanah menggunakan alat pH meter, bila pH rendah kurang dari 5 maka lakukan pengapuran menggunakan dolomit dosisnya 2 – 4 ton/ha atau 200 – 400 g/m² sampai pH nya normal. Dolomit diberikan saat penggemburan tanah atau saat membuat bedengan bersamaan pemberian pupuk dasar.

  • Pupuk dasar yang diberikan sebanyak 10 – 20 ton/ha atau ½ – 1 zak per 10 m panjang bedengan. Dapat juga ditambahkan pupuk NPK untuk pupuk dasarnya.

  • Memasang mulsa plastik hitam perak dengan cara membentang dan menarik kedua sisinya dan warna yang perak bagian atasnya. Setiap ujung sisi mulsa ditancapkan pasak dari bambu. Memasang mulsa yang tepat dilakukan di siang hari saat terik matahari.

  • Sehari sebelum penanaman bibit cabe besar F1 Imperial 10, pada mulsa dibuat lubang tanam dengan jarak 60 x 60 cm. Membuat lubang tanam dapat menggunakan alat pelubang tanam yang dapat dibeli di toko pertanian online LMGA Agro.

  • Bibit cabe besar F1 Imperial 10 umur 21 – 24 dapat dipindahtanamkan ke lahan tetap ( muncul 3 – 4 helai daun sejati ). Menyemaikan bibit cabe dilebihkan sebanyak 10% dari total tanaman untuk penyulaman nantinya.

PEMELIHARAAN TANAMAN CABE BESAR F1 IMPERIAL 10
  1. Penyiraman dilakukan 3 hari sekali ( musim kemarau ) dan 4 – 5 hari sekali ( musim hujan ) atau disesuaikan kondisi tanah. Tanaman cabe besar F1 Imperial 10 yang masih muda/kecil penyiraman dilakukan dengan cara dikocor menggunakan air bersih untuk mencegah kelayuan tanaman. 

  2. Penyulaman segera dilakukan bila ada bibit yang baru ditanam tiba-tiba mati atau bibit tampak layu. Sesegera mungkin dilakukan agar tanaman nanti dapat tumbuh baik dan seragam, dapat panen bersamaan.

  3. Memasang ajir dilakukan sebelum tanaman berumur ± 4 minggu.  Tujuannya untuk menopang tanaman agar tidak roboh. Ajir ditancapkan berjarak 4 cm dari pangkal batang. Saat tanaman sudah berumur 1 bulan, tanaman mulai diikat ke ajir menggunakan tali salaran ( dapat dibeli di toko pertanian Online LMGA Agro ).

  4. Pewiwilan/perempelan yaitu membuang tunas air dan dilakukan setelah tanaman berumur ± 3 minggu. Tunas air yang dibuang adalah semua tunas yang berada di bawah cabang utama. Untuk sekali musim tanam pewiwilan dilakukan sampai 2x dan dengan interval 2 – 3 minggu sekali. Tujuannya agar pertumbuhan tanaman dapat tegak, kekar, seragam dan cabang utama terbentuk optimal.

  5. Penyiangan gulma dilakukan untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit. Tanaman cabe besar F1 Imperial 10 juga terhindar dari gangguan rumput liar. Seringkali gulma dan rumput liar menjadi inang atau tempat bersembunyi hama pembawa penyakit.

PEMUPUKAN SUSULAN CABE BESAR F1 IMPERIAL 10

Pemupukan susulan yang ke-1 dilakukan pada umur 10 hari setelah semai dengan cara dikocor. Sistem pengocoran lebih efektif karena larutan pupuk dapat segera terserap akar tanaman dan tidak ada yang terbuang atau menguap ke udara.

Pupuk susulan cabe besar F1 Imperial 10 diberikan dengan 2 cara, yaitu pengocoran dan ditabur. Kedua cara tersebut aplikasinya disesuaikan dengan cuaca. Di musim kemarau lebih efektif pemberian pupuk dengan cara dikocor. Sedangkan di musim hujan lebih baik dilakukan dengan cara ditabur.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE COLUMBUS HASIL 30 TON

Sistem kocor lebih menguntungkan karena pupuk dapat segera diserap tanaman, juga dapat hemat waktu dan tenaga karena pemupukan sekaligus juga melakukan penyiraman.

Dosis pupuk susulan dimulai umur 10 hari setelah semai dan diulang setiap 10 hari sekali. Pemberian dengan cara dikocor, pupuk dilarutkan dengan 250 liter air dan diberikan ke tanaman sebanyak 250 ml per tanaman.

Untuk cara ditabur, pupuk diberikan pada lubang pupuk yang berjarak 15 cm dari pangkal batang. Untuk bedengan yang tidak ada mulsa, pupuk diberikan disekeliling  batang tanaman dengan jarak 15 cm lalu pupuk ditutup tanah.

Berikut dosis yang diberikan per 1000 tanaman :
  • Pemupukan ke-1, umur 10 hari setelah semai, dengan sistem kocor, pupuk yang diberikan 4 kg NPK 16. 

  • Pemupukan ke-2, umur 17 hari setelah semai, dengan sistem kocor, pupuk yang diberikan 6 kg NPK 16. 

  • Pemupukan ke-3, umur 24 hari setelah semai dapat diberikan dengan cara dikocor atau ditabur.  Pupuk yang diberikan total 8 kg yaitu : 1 kg Urea + 4kg NPK + 1 kg KNO Putih + 1 kg TSP + 1 kg MKP. 

  • Pemupukan ke-4, umur 30 hari setelah semai dan diberikan dengan 2 cara. Total pupuk yang diberikan 10 kg, yaitu 1 kg Za + 4 kg NPK + 1 kg KNO Putih + 2 kg TSP + 1 kg MKP.

  • Pemupukan ke-5, umur 40 hari setelah semai dan diberikan dengan 2 cara. Total pupuk yang diberikan 12 kg, yaitu 6 kg NPK + 2 kg KNO Putih + 2 kg TSP + 2 kg MKP.

  • Pemupukan ke-6, umur 50 hari setelah semai dan diberikan dengan 2 cara. Total pupuk yaitu 15 kg, yaitu 8 kg NPK + 2 kg KNO Putih + 3 kg TSP + 2 kg MKP.

  • Pemupukan ke-7 dan ke-8 diberikan dengan interval 10 hari sekali. Dosis pemupukan dan cara pemberian sama dengan pemupukan ke-6. Pemberian pupuk terus dilakukan sampai panen ke-7 karena semakin lama tanaman cabe tidak lagi produktif.

BACA JUGA : JUAL BENIH CABE BESAR GADA F1 | CARA MENANAM CABE

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Tanaman budidaya kita yang terserang hama dan penyakit dapat dikendalikan dengan cara mekanis, biologis, kimiawi dan lain-lain. Bila serangan hama dan penyakit masih di bawah ambang batas ( serangan tidak terlalu parah ) sebaiknya dikendalikan dengan cara mekanis.

Tetapi bila serangan hama dan penyakit sudah parah maka pengendalian dilakukan dengan cara mekanis dan kimiawi ( menyemprotkan pestisida ). Beberapa hal yang diperhatikan dalam melakukan penyemprotan yaitu :

  1. Mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang dengan melakukan pengamatan terhadap gejala yang ada.

  2. Memilih jenis pestisida apa yang tepat, baik pestisida kontak atau sistemik.

  3. Menentukan dosis yang tepat sesuai petunjuk pada kemasan pestisida.

  4. Menentukan waktu dan cara yang tepat untuk menyemprotkan pestisida. Ada hama yang efektif di semprot malam hari seperti ulat grayak, ada yang efektif pada pagi hari seperti lalat buah.

Pengendalian teknis yang baik dilakukan yaitu, antara lain :

  1. Untuk hama yang aktif di malam hari, maka pencarian hama dilakukan di malam hari dengan mengambil dan dikumpulkan lalu dibakar.

  2. Memasang perangkap lalat menggunakan perekat diteteskan pada kapas lalu dimasukkan ke botol minuman mineral.

  3. Memangkas daun-daun yang sakit, mencabut tanaman yang mati karena penyakit, dikumpulkan jadi satu lalu dibakar di tempat yang agak jauh dari penanaman.

  4. Pemakaian mulsa plastik hitam perak dapat menekan serangan hama.

  5. Melakukan pemupukan yang tepat dan berimbang, baik pemberian pupuk unsur makro maupun mikro.

  6. Mengatur jarak tanam, membersihkan lahan dan pergiliran tanaman.

PANEN TANAMAN CABE BESAR F1 IMPERIAL 10
CABE BESAR IMPERIAL 10, CARA MENANAM CABE IMPERIAL 10, TANAMAN CABE IMPERIAL 10, JUAL BENIH CABE IMPERIAL 10, HARGA MURAH, LMGA AGRO
BENIH CABE IMPERIAL 10

Panen tanaman cabe besar F1 imperial 10 dilakukan pada umur ± 73 hari setelah pindah tanam. Pemetikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering.

Panen memilih buah cabe besar F1 Imperial 10 yang telah matang 90 – 100%. Pemanenan dilakukan dengan interval 3 – 4 hari sekali, tergantung dari kebutuhan/permintaan pasar, kondisi kematangan buah cabai dan kondisi pasar.

Panen cabe besar F1 Imperial 10 dilakukan berulang-ulang hingga tanaman cabe berumur 6 bulan sampai maksimal 24 bulan. Buah cabe yang dipanen bersama tangkainya agar dapat tahan lama dalam penyimpanan ( tetap segar ).

Demikian artikel tentang benih cabe besar F1 Imperial 10 cap Kapal Terbang. Benih dapat diperoleh di Toko pertanian Online LMGA Agro, hubungi P. Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Juga melayani konsultasi gratis terutama tentang bagaimana menanam cabe besar F1 Imperial 10.

BACA JUGA : JUAL BIBIT CABE VERY WELL TUNAS AGRO

LMGA Agro juga menyediakan benih-benih hibrida lain dar berbagai varietas, alat-alat pertanian, sarana dan prasarana kebutuhan Anda dalam bercocok tanam pertanian.

LMGA Agro siap mengirimkan benih cabe besar F1 Imperial 10   pesanan Anda dengan cepat ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi seperti JNE, TIKI, POS, KI8 dan lain-lain.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *