Jual Pepaya California Orange Lady Murah

orange lady murah, benih, bibit, jual pepaya california, papaya, kates, gedang
Beri Penilaian
  1. Pembumbunan

Tanah di sekitar tanaman sering terkikis oleh erosi air pada saat pengairan atau pada musim hujan. Untuk itu, pembumbunan perlu untuk petani lakukan. Dengan melakukan pembumbunan, maka tanaman akan menjadi tegak.

  1. Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan bisa petani lakukan setelah tanaman berumur 1 minggu. Gunakan pupuk NPK dengan dosis sebanyak 200 gram per pohon. Setelah tanaman berumur 3 bulan, gunakan pupuk NPK lagi dengan dosis sebanyak 300 gram per pohon.

Pada saat pohon pepaya sudah berumur 6, 9 dan 12 bulan berikan kembali pupuk NPK dengan dosis sebanyak 500 gram dicampurkan dengan pupuk kandang dengan dosis sebanyak 40 kg per pohon. Saat sudah mulai berbuah, berikan pupuk KCl agar rasa buahnya lebih manis dan daya tahannya menjadi lebih kuat.

Baca Juga : Hama Budidaya Tumbuhan Membuat Petani Merugi

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit

Meskipun memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, selalu waspada terhadap ancaman hama dan penyakit tetap harus petani lakukan. Hama dan penyakit dalam budidaya papaya California terdiri dari berbagai jenis.

Beberapa hama dan penyakit dalam budidaya pepaya California Orange Lady yaitu :

  1. Penyakit Tepung (Powdery Mildew)

Penyakit embun tepung terjadi akibat serangan jamur Oidium Caricae. Pada bagian bawah daun terdapat serbuk putih yang terlihat seperti tepung. Sedangkan pada bagian atas daun terdapat bintik – bintik berwarna hijau atau kuning pucat. Pada bagian lain seperti batang dan tangkai daun muda akan menjadi bertepung dan agak basah.

Penyakit ini tumbuh secara subur pada daerah dengan cuaca / iklim hangat dan kering. Selain itu, penyakit ini sering terjadi pada bagian atas daun. Tetapi penyakit ini juga bisa menyerang bagian tunas, bunga, buah muda, dan batang muda. Perkembangan penyakit ini akan semakin pesat pada suhu 15 – 32° C serta tidak mendapatkan sinar matahari langsung.

Gejala serangan penyakit tepung adalah terdapat bercak – bercak putih keabuan seperti bedak. Bercak tersebut memiliki ukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari ukuran jarum pentul dan berbentuk bulat.

Warnanya pada awalnya putih, lalu berubah menjadi kuning kecoklatan, lalu berubah lagi menjadi hitam. Bercak tersebut pada umumnya berkelompok / berkoloni. Itulah yang dimaksud dengan cleistothecia atau selongsong tubuh jamur.

Untuk mengatasi serangan penyakit embun tepung, cara yang bisa petani lakukan adalah mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan rotasi tanaman, mengurangi penggunaan pupuk dengan kadar N tinggi, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.

  1. Antraknosa

Salah satu penyebab menurunnya kualitas dari buah pepaya adalah terserang penyakit antraknosa. Penyakit antraknosa terjadi akibat serangan cendawan Colletotrichum gloesporiodes.

Di Indonesia sendiri penyakit antraknosa sudah lama terkenal sebagai salah satu penyakit yang mampu menyebabkan kerusakan yang merugikan bagi pepaya. Pada daerah dengan curah hujan relatif tinggi penyakit antraknosa akan lebih mudah petani temui.

Peran serta iklim dan cuaca yang mendukung perkembangan penyakit ini akan menyebabkan serangan yang parah, dan bisa juga menimbulkan gejala serangan berbeda daripada gejala pada umumnya.

Gejala serangan penyakit antraknosa pada papaya yaitu pada bagian akar dan pangkal batang akan membusuk berwarna kecoklatan, pada jaringan batang terdapat cekungan / lekukan, pada daun terdapat bintik – bintik berwarna oranye, serta daun menjadi gugur.

Untuk mengatasi penyakit antraknosa yang sudah menyerang, caranya untuk mengendalikan penyakit ini seperti menjaga kebersihan lahan tanam, membuat sistem drainase yang baik, melakukan penyiangan gulma, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.

  1. Bercak Cincin

Penyakit bercak cincin terjadi akibat Papaya Ringspot Virus (PRSV) / virus bercak cincin pepaya. Penyakit ini menular dari satu tanaman ke tanaman lainnya melalui hama vector atau penular. Beberapa hama yang bisa menularkan penyakit ini meliputi tungau, thrips, kutu kebul, dan kutu daun.

Gejala serangan penyakit bercak cincin pada tanaman ditandai dengan adanya bercak – bercak dan cincin – cincin pada buah, daun menjadi belang dan bentuknya mulai menyempit, tangkai daun menjadi lebih pendek, serta bagian tangkai dan batang muncul garis – garis berwarna hijau tua.

Dengan begitu, tanaman yang terserang penyakit bercak cincin akan menghambat pertumbuhan tanaman dan hanya mampu menghasilkan buah dalam jumlah sedikit.

Untuk mengatasi serangan penyakit bercak cincin, caranya bisa dengan melakukan pemotongan dan pemusnahan tanaman yang terserang dengan cara pembakaran, menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *