PENGGUNAAN ZPT TANAMAN PADI

ZPT Tanaman Padi,ZPT, Super Gibb, Cair, Padi, Hormon, LMGA, AGRO, Rendemen padi, Cara Aplikasi, Gibrelin, Gibrelic Acid, Harga Murah, Toko Online
SUPER GIBB 40 SL

ZPT Tanaman Padi Dan Cara Penggunaan ZPT Tanaman Padi Yang Benar. LMGA AGRO jual produk ZPT Tanaman Padi, silahkan hubungi : 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO.

Negara Indonesia terkenal sebagai Negara Agraris yang mana masyarakat dan negara sangat bertumpu besar dengan aktivitas pertanian pada intinya.

Karena itu perlu untuk memperhatikan pengelolaan, pembinaan, penghargaan dan pengalokasian dan perhatian terhadap sektor pertanian.

Selayaknya pemerintah Indonesia dalam kepemimpinan presiden Bapak Jokowi dan wakil presiden Muhammad Jusuf Kalla bisa membangkitkan dan menggerakkan sektor pertanian.

Maksud dari hal ini, agar pertanian bisa menjadi tulang punggung bangsa dalam penggerak ekonomi nasional.

Daya Saing Petani Negara Indonesia

Hanya dengan menghidupkan daya saing petani maka negara kita akan mampu menjadi negara yang mandiri. Karena secara otomatis sektor yang lain juga akan ikut bergerak dengan pertanian negara yang bergerak.

Karena itu pemerintah baru Indonesia harus segera menggulirkan Program kemandirian petani. Pembangunan Fisik sarana pertanian yang terprogramkan saat ini seperti : membuka lahan baru, bantuan pemerintah berupa Bibit, Obat, Pupuk, Alat Mekanisasi Pertanian.

Serta pembangunan sarana Bendungan dan Irigasi untuk areal pesawahan. Itu hanya segelintir dari permasalahan pertanian pada indonesia yang harus segera  teratasi.

Tidak kalah pentingnya adalah pemerintah menghidupkan kembali Bulog Nasional. Sehingga bisa mengatur kembali tata niaga pertanian serta membenahi sistem distribusi rantai perdagangan produk pertanian.

Yang mana rantai perdagangan tersebut sering kali terlalu panjang dan tidak berpihak ke petani sehingga gejolak harga yang timbul bisa terkendali.

Pembenahan sistem data lapangan yang biasanya kita dapat dari Balai Pusat Statistik dll harus ada pembaharuan, sehingga data benar valid. Data valid akan berguna dan benar saat kita merencanakan program pertanian.

Sebagai contoh tentang penggunaan Data Statistik tahun 2014, adalah polemik tentang rencana pemerintah mengimpor beras tidak perlu terjadi jika negara ini memiliki data statistik pangan yang akurat.

Polemik ini mengemuka setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data angka sementara produksi padi nasional 2014 pada awal Maret 2015. Menurut data tersebut, produksi padi nasional 2014 mencapai 70,83 juta ton GKG (setara dengan 41 juta ton beras).

Potensi Produksi Beras Nasional

Dengan asumsi jumlah penduduk sekitar 250 juta orang dan angka konsumsi beras mengacu pada standar BPS sebesar 113,48 kilogram per kapita per tahun. Maka kebutuhan beras nasional mencapai 28,37 juta ton.

Jika semua data tersebut benar, pada awal 2015 terdapat surplus produksi beras diatas 10 juta ton. Pertanyaannya, mengapa pemerintah mewacanakan mengimpor beras? Mengapa harga beras tetap stabil tinggi hingga kini?

Selama ini, data statistik konsumsi beras antar kementerian/lembaga sangat beragam. Kementerian Pertanian mematok angka 139,15 kilogram per kapita per tahun. BPS menggunakan angka 113,48 kilogram per kapita per tahun.

Sedangkan Data Susenas 2012 mematok angka 98 kilogram per kapita per tahun. Beragamnya data ini sangat menyulitkan penghitungan surplus produksi beras yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *