CARA PEMUPUKAN CABE YANG TEPAT DAN HASIL BUAH LEBAT

CARA PEMUPUKAN CABE, PUPUK CABE, PUPUK NPK, NPK MUTIARA, JUAL PUPUK, LMGA AGRO
CARA PEMUPUKAN CABE

Cara Pemupukan Cabe yang tepat dan hasil buah lebat. Jual benih cabe beragam varietas hibrida terbaik di Toko Online Pertanian LMGA Agro, hubungi bapak Budi 082141747141 (telepon) dan 08125222117 (SMS/WA). Tersedia juga jenis-jenis pupuk, pestisida dan alat-alat pertanian sarana prasarana bercocok tanam pertanian petani.

Toko Online Pertanian LMGA Agro melayani gratis konsultasi seputar bercocok tanam cabe dan cara pemupukan cabe serta permasalahan yang Anda temui selama melakukan budidaya dan cara pemupukan cabe. Kami dapat membantu permasalahan Anda dan mencarikan solusinya yang tepat sejak mulai pembibitan, pemilihan benih hingga panen hasil akhir.

Cara pemupukan cabe merupakan proses yang penting dalam budidaya cabe. Banyak hal yang dibahas dalam cara pemupukan pada cabe. Terdapat 2 pemberian cara pemupukan cabe yaitu cara pemupukan dasar dan cara pemupukan susulan ( tambahan ).

Artikel ini akan menjabarkan cara pemupukan cabe untuk mendapatkan pertumbuhan cabe yang subur. Menyediakan unsur hara bagi cabe agar dapat berproduksi baik setelah panen yang pertama dan panen-panen berikutnya.

PUPUK ORGANIK PADA CARA PEMUPUKAN CABE

Cara pemupukan cabe menggunakan pemupukan organik harus lebih banyak diberikan pada budidaya cabe. Pupuk organik baik bagi pertumbuhan dan perkembangan cabe, baik juga bagi kelestarian tanah dan lingkungan. Karena cara pemupukan organik mengandung bahan-bahan alami yang tidak membahayakan lingkungan juga tidak meninggalkan residu kimia yang berbahaya bagi cabe.

Bagi petani, cara pemupukan cabe secara organik wajib dilakukan pada pemupukan dasar. Pemupukan organik yang dipakai pada cara pemupukan dasar adalah menggunakan kompos (dari daun-daunan). Paling dominan adalah menggunakan pupuk kandang berasal dari kotoran hewan ternak yang sudah difermentasi atau dikeringkan menjadi pupuk organik cair.

Cara pemupukan organik terdiri dari unsur-unsur alami yang berasal dari makhluk hidup. Seperti daun, batang, akar dan sisa-sisa bahan organik lainnya. Cara pemupukan secara organik terjadi pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia. Bentuk pupuk organik dapat berupa bentuk padat maupun cair. Cara pemupukan organik berguna untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

CARA PEMUPUKAN CABE SECARA ORGANIK DAN PEMBERIAN UREA (AN-ORGANIK )
CARA PEMUPUKAN CABE, PUPUK CABE, DOSIS PUPUK CABE, CARA MENANAM CABE, LMGA AGRO
PUPUK NPK MUTIARA

Kompos memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap baik unsur makro maupun mikronya. Namun dalam takaran yang kecil dan komposisi yang tidak pasti. Tiap-tiap kompos memliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Namun bila menggunakan Urea, misalnya hanya mengandung unsur Nitogen dalam jumlah banyak, dan tidak mengandung unsur hara lain.

Cara pemupukan cabe menggunakan kompos, tanaman cabe lebih sulit dan lama dalam menyerap dan mencerna nutrisi dan zat hara didalamnya. Karena nutris dan zat hara tersebut masih berupa ikatan yang kompleks. Namun hal ini baik untuk jangka panjang, karena dapat meningkatkan Kapasitas Tukar kation tanah sehingga memudahkan tanaman cabe menyerap unsur hara dalam tanah.

Cara pemupukan menggunakan urea merupakan pemupukan yang cepat tersedia bagi tanaman cabe dan dapat segera diserap tanaman cabe. Namun kelemahannya adalah zat hara ini sangat mudah hilang dari tanah karena erosi.

Cara pemupukan cabe secara organik berguna untuk jangka panjang kelestarian lingkungan karena sifatnya menggemburkan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Sehingga dalam jangka panjang kesuburan tanah tetap terjaga.

Sedangkan cara pemupukan cabe menggunakan Urea, karena mengandung unsur kimia sintetis walapun efek reaksinya cepat. Namun untuk jangka panjangnya menyebabkan kepadatan pada tanah dan berkurangnya kesuburan tanah.

Untuk kepentingan lingkungan dan ekosistem hidup, cara pemupukan cabe menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan perkembangan organisme pengurai tanah. Tanah yang kaya akan organisme pengurai tanah, unsur hara akan selalu tersedia secara berkelanjutan. Aktivitas organisme tersebut akan selalu menguraikan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman cabe.

Cara pemupukan cabe menggunakan pupuk kimia/an-organik seperti misalnya cara pemupukan menggunakan urea yang berlebihan  justru dapat membunuh organisme tanah. Karena dosis pemberiannya selalu terjadi penambahan sehingga dapat meninggalkan residu pada tanah dan tanaman cabe.

BACA JUGA : TANAMAN CABE SUBUR, CEPAT BERBUAH SERTA LEBAT

CARA PEMUPUKAN CABE MENGGUNAKAN PUPUK NPK

Pemupukan  berdasarkan kandungan unsur haranya dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pemupukan pupuk tunggal dan majemuk. Pemupukan tunggal hanya terkandung satu jenis unsur hara sedangkan pemupukan majemuk mengandung beberapa jenis unsur hara makro dan mikro.

Pemupukan menggunakan NPK sering digunakan petani terutama dalam cara pemupukan cabe. Pemupukan dengan NPK praktis dan lebih efisien karena terkandung banyak unsur hara yaitu unsur hara pokok seperti Nitrogen, Phospate dan Kalium. Juga unsur lain Magnesium dan Kalsium dalam jumlah yang sedikit ( unsur mikro ).

Setiap jenis dan merk NPK memiliki persentase dan komposisi unsur hara yang berbeda-beda. Pada kemasan wadahnya ditandai dengan angka seperti NPK 16-16-16, NPK 15-15-15 atau NPK 12-12-12. Arti angka tersebut adalah persentase kandungan unsur N, P dan K nya dan untuk unsur mikro tidak dituliskan karena jumlahnya sangat kecil.

 CARA PEMUPUKAN CABE MENGGUNAKAN KOMPOS

Cara pemupukan cabe menggunakan kompos adalah salah satu cara pemupukan organik yang dibuat dengan cara penguraian sisa-sisa tanaman dan hewan dan bantuan dari pengurai dalam tanah atau organisme hidup. Untuk membuat kompos diperlukan bahan baku yaitu material organik dan organisme pengurainya. Organisme pengurainya dapat berupa mikroorganisme atau makroorganisme.

Penguraian bagian-bagian tumbuhan, daun kering dan lainnya dapat terjadi secara alami di alam bebas. Contoh adanya humus di hutan, merupakan contoh pengomposan secara alami. Proses terjadinya kompos berjalan sangat lambat, bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Dengan perkembangan ilmu, manusia dapat memodifikasi proses alami yang berjalan lambat tadi, bisa dipercepat dalam beberapa hari.

Pemakaian kompos pada cara pemupukan cabe diberikan pada awal sebelum penanaman atau sebagai cara pemupukan dasar. Petani menyebut pupuk kandang adalah kompos karena penguraiannya melalui proses pengomposan menjadi kompos.  Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan terutama hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam dan kelinci.

Komposisi unsur hara pada pupuk kandang tergantung dari jenis hewan, umur hewan, alas kandangnya dan pakan yang diberikan pada hewan ternak tersebut. Setiap hewan memiliki kandungan hara yang unik namun secara umum mengandung unsur hara makro yaitu N, P, K juga Mg, Ca dan S.

Berdasarkan proses pembuatannya, ada kompos aerob dan kompos anaerob. Pembuatan kompos aerob melibatkan oksigen dan menggunakan bahan bakunya menggunakan sisa tumbuhan, kotoran hewan atau campuran keduanya. Proses pembuatannya memakan waktu 40 – 50 hari.

Bokashi merupakan tipe kompos an-aerob yang sering dipakai untuk pemupukan organik. Bokashi menggunakan EM4 ( Effective-Microorganism ) sebagai starternya. EM4 campuran berbagai mikroorganisme pilihan yang mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif.

CARA PEMUPUKAN CABE MENGGUNAKAN PUPUK PHONSKA

Phonska adalah cara pemupukan cabe an-organik dan jenis pupuk NPK yang banyak dipilih petani dalam budidaya cabe. Phonska dipercaya petani cabe dan dianggap merupakan cara pemupukan cabe dengan komposisi yang tepat. Phonska terbukti mampu merangsang pertumbuhan daun, memperkuat akar, daun tumbuh subur dan membuat tanaman cabe menghasilkan buah yang lebat.

Phonska mendapat subsidi dari Pemerintah sehingga tidak merepotkan biaya produksi cara pemupukan cabe bagi petani cabe baik yang sudah berpengalaman maupun yang masih belajar. Para petani umumnya memakai Phonska dalam bentuk cair dan disiramkan pada akar tanaman cabe setelah pemindahan bibit ( fase vegetatif ).

Cara pemupukan cabe dalam bentuk cair lebih cepat diserap tanaman cabe sehingga pupuk tidak sempat untuk menguap dan tidak ada yang terbuang sia-sia. Di bawah ini akan dijabarkan cara membuat Phonska Cair, yaitu :

  • Membuat larutan Phonska Cair membutuhkan juga pupuk an-organik lain sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman. Siapkan TSP sebanyak 1 kg, KCl sebanyak 1 kg dan Phonska sebanyak 2 kg.

  • Siapkan beberapa ember bersih dan masih bagus dan diisi air bersih.

  • Dalam 1 ember masukkan 8 liter air bersih kemudian masukkan 1 kg TSP, 1 kg KCl dan 2 kg Phonska. Lalu aduk rata hingga larutan siap digunakan.

  • Larutan Phonska sudah jadi.

Cara Aplikasi Larutan Cara Pemupukan Phonska Cair

Cara pemupukan Phonska Cair pada cara pemupukan cabe terutama pada fase pertumbuhan yaitu dengan cara :

  • Ambil 1 liter dari 8 liter larutan adonan pupuk Phonska yang sudah dibuat sebelumnya.

  • Satu liter tadi dicampur air 20 liter air bersih. Jadi jika ada 8 liter larutan adonan pupuk Phonska tadi, campurkan dengan air bersih sebanyak 160 liter.

  • Tujuan pencampuran dengan air tersebut adalah cara agar larutan menjadi lebih encer sehingga sewaktu diberikan ke tumbuhan tidak terlalu panas.

  • Setelah diencerkan, masukkan dalam alat semprot lalu disemprotkan ke bagian akar dari tanaman cabe.

  • Bila dikocorkan dengan cara menggunakan gayung maka untuk 1 tanaman cukup berikan ½ gayung larutan Phonska yang telah diencerkan dengan air bersih tadi.

  • Jika larutan Phonska Cair sudah habis maka Anda dapat membuat larutan Phonska Cair dengan cara yang sama. Pemberian Phonska Cair dapat menghasilkan buah cabe yang lebat dan subur.

Cara pemupukan cabe menggunakan Phonska Cair diberikan mulai umur 20 hari pertama sejak bibit dipindahkan ke bedengan bermulsa. Cara pemupukan cabe yang kedua setelah berumur 40 hari, 60 hari dan 80 hari.  Pemberian Phonska pada umur 1 – 3 bulan dengan perawatan yang intensif.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE RAWIT DI POLYBAG HALAMAN RUMAH

PUPUK DASAR CARA PEMUPUKAN CABE DENGAN DOSIS YANG TEPAT

Cara pemupukan dasar pada cabe yaitu diberikan saat pengolahan tanah atau pembuatan bedengan. Tujuannya adalah untuk menambah unsur hara dalam tanah dan memenuhi kebutuhan tanaman cabe akan unsur hara.

Pemupukan dasar dilakukan pada awal tanam dan cara pemupukan, jenis dan dosis pemberiannya disesuaikan dengan pH tanah dan kesuburan tanah yang akan ditanami. Pemberian dosis pemupukan sesuai dosis anjuran pada kemasan.

Setelah pengolahan tanah atau penggemburan, tanah lalu di cek nilai pH -nya yang nanti karena dapat menentukan jumlahkapur Dolomit yang akan disebarkan. Cara pemberian Kapur Dolomit saat 7 – 10 hari sebelum pemberian kompos. Pastikan bahwa Dolomit tercampur dalam tanah, namun bila sulit tercampur dapat disiram air dulu agar Dolomit dapat cepat diserap tanaman cabe.

CARA PEMUPUKAN CABE, CARA MENANAM CABE, BUDIDAYA CABE, PUPUK CABE, LMGA AGRO
   DOLOMIT TANAMAN CABE

Kapur Dolomit mengandung unsur hara Magnesium dan Kalsium yang berbentuk tepung. Dolomit berfungsi memperbaiki kualitas tanah yang bersifat masam. Penaburan Dolomit harus disesuaikan pH tanah dan sebelum ditaburkan, tanah harus disiram air dulu atau pastikan sudah tersiram hujan.

Kompos sangat baik dan tepat bila diberikan saat pemupukan dasar karena sangat baik sekali untuk kesuburan tanah dan tanaman cabe. Dosis pupuk kandang maupun kompos adalah 20 ton/ha.

Pupuk kandang yang diberikan dapat berupa bentuk padat teksturnya mirip tanah atau pupuk kandang yang telah difermentasi menjadi Pupuk Organik Cair ( POC ). POC biasanya diaplikasikan oleh petani pada tanaman cabe yang baru dipindahkan ke bedengan baik yang bermulsa maupun tidak.

Cara pemupukan cabe untuk mencegah serangan penyakit layu Fusarium dapat menggunakan “Tricho Pukan ” atau Tricho Kompos”. Pemberian saat pemupukan dasar dengan cukup mencampurkan rata pada tanah saat pengolahan tanah.

Cara Pemupukan Cabe Untuk Pupuk Dasar Menggunakan Pupuk Kimia

Pemupukan dasar menggunakan pupuk kimia adalah campuran TSPKCl dan ZA dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Untuk dosis pupuk kimia yang diberikan saat pemupukan dasar atau awal adalah ± 1 ton/ha. Rincian dosisnya per hektarnya adalah 500 kg TSP, 250 kg KCL dan 250 kg ZA.

TSP, KCl dan ZA dicampur, diaduk menjadi satu dan ditaburkan dipermukaan bedengan. Para petani cabe biasanya saat pemupukan dasar pada tengah bedengan. Karena tanaman cabe yang masih muda dan akarnya pendek belum mampu untuk menjangkau unsur haranya. Sehingga pemupukan TSP, KCl dan ZA tadi dapat dimanfaatkan saat bibit cabe sudah cukup kokoh dan kuat

Cara pemupukan dasar pada cabe pemberian pupuk kimia sebaiknya dilakukan 7 – 10 hari setelah pemberian kompos. Setelah pemupukan kimia, tutup kembali dengan tanah atau aduk dan gemburkan merata. Selanjutnya biarkan 10 – 15 hari sesudahnya kita dapat memasang mulsa plastik hitam perak pada permukaan bedengan.

Cara pemupukan cabe menggunakan unsur hara mikro Boron ( Bo ) diberikan cukup sedikit saja yaitu 1 gram/batang. Unsur hara Boron mengandung Borax  pemberiannya ke bedengan bersamaan atau dicampurkan dengan TSP, KCl dan ZA.

Unsur hara Boron dalam tanah berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah, air permukaan dan air tanah dari pengaruh zat berbahaya. Untuk budidaya cabe, unsur hara Boron dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan cabe dan hasil panen nanti. Pemberian unsur hara Boron juga dapat memaksimalkan aktivitas mikroorganisme dalam tanah.

Walaupun Unsur Boron dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi perannya bagi tumbuhan sangatlah penting. Jika tidak diberikan pada pemupukan cabe maka dampaknya kurang bagus, diantaranya buah cabe akan berkulit kasar dan mudah keropos karena tingkat kematangannya kurang maksimal.

CARA PEMUPUKAN CABE SISTEM KOCOR DAN TABUR

Cara pemupukan cabe sistem kocor diberikan saat pemupukan susulan atau pemupukan tambahan. Pemupukan susulan dimulai setelah penanaman bibit cabe pada lahan sesungguhnya. Pemupukan susulan dilakukan dengan 2 cara yaitu cara pengocoran dan cara ditabur. 

Cara pemupukan cabe kedua cara tersebut disesuaikan dengan kondisi dan cuaca. Penanaman di musim kemarau, cara pemupukan cabe lebih efektif dengan cara pengocoran untuk pemupukan susulannya. Dan sebaliknya, di musim hujan pemupukan susulan dilakukan dengan cara ditabur.

Cara pemupukan cabe SISTEM kocor lebih menguntungkan karena akar cabe lebih cepat menyerap unsur hara, juga dapat hemat waktu dan tenaga karena pemupukan sekaligus melakukan penyiraman. Cara pemupukan cabe sistem kocor dapat mempercepat pertumbuhan cabe karena pupuk sudah larut dalam air sehingga unsur hara sudah dapat langsung diserap tanaman cabe.

Namun demikian, cara pemupukan cabe ini baiknya diberikan saat tanaman masih muda, saat jarak akar dan batang masih dekat. Bila tanaman sudah dewasa, cara sistem kocor kurang efektif karena dosis pemupukan yang diberikan sedikit sedangkan akar batang cabe sudah jauh dari batang pohonnya. Sehingga untuk pohon cabe yang sudah tua, cara pemupukan cabe menggunakan sistem tabur menggunakan alat gejik. Dengan cara menggunakan gejik, unsur hara yang tersedia dalam jumlah yang cukup bagi tanaman.

Dosis pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan pohon cabe. Bila dimasa pertumbuhan atau fase vegetatif, pemupukan banyak mengandung unsur hara Nitrogen yang lebih banyak dengan tujuan merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun.

CARA PEMUPUKAN CABE SESUAI UMUR CABE

Tanaman cabe yang masih muda dan memerlukan unsur hara untuk pertumbuhan akar, batang dan daun. Unsur Nitrogen merupakan unsur yang paling dibutuhkan saat tumbuhan masih muda, karena Nitogen merangsang pertumbuhan vegetatif dari pohon cabe.

Bila pohon cabe kekurangan unsur Nitrogen maka menyebabkan daunnya berwarna kuning karena kekurangan klorofil, pertumbuhan pohon cabe sangat lambat, pertumbuhan kurang subur sehingga produksi menurun.

Pemberian unsur Nitrogen yang berlebihan juga tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan pohon cabe, menyebabkan percabangan cabe sangat rimbun karena banyaknya daun yang tumbuh.

Daun-daun banyak yang berwarna hijau muda, batang pohon cabe menjadi lemah dan mudah terserang hama dan penyakit. Kelebihan unsur Nitrogen menyebabkan batang cabe banyak mengandung air dan mudah rebah/roboh.

Setelah melewati masa vegetatif dengan baik karena cara pemupukan cabe yang tepat, perkembangan cabe akan memasuki masa generatif. Perkembangan cabe memasuki masa generatif lebih banyak membutuhkan unsur Phospor, Kalium, Kalsium dan lain-lain agar pembentukan bunga, buah dan pembesaran buah menuju matang bisa dapat maksimal.

BACA JUGA : BENIH CABE | LMGA AGRO

1. Cara Pemupukan Cabe Pertama Menggunakan Sistem Kocor

Pada hari ke-10 setelah penanaman bibit, mulai pemupukan susulan pertama. Pemberian NPK dan dibawah ini adalah dosis cara pemupukan cabe untuk 1000 tanaman.

Pemupukan pada masa vegetatif menggunakan sistem kocor dan Unsur Nitrogen lebih banyak karena perkembangan cabe dalam masa vegetatif. Perkembangan cabe membutuhkan lebih banyak unsur Nitrogen untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembanagn cabe.

Dosis per 1000 pohon, caranya larutkan 4 kg NPK 16 kedalam air bersih sebanyak 250 liter air. Setelah tercampur maka kocorkan langsung disekitar pohon cabe sebanyak 250 ml per pohon.

2.  Cara Pemupukan Cabe Umur 17 Hst

Diberikan pada umur 17 hari setelah penanaman dengan menggunakan NPK 16 namun dosis ditambah sedikit. Diberikan dengan cara dikocor, larutkan 6 kg NPK 16 dalam 250 liter air. Lalu dikocorkan di sekitar batang cabe sebanyak 250 ml/pohon.

3. Cara Pemupukan Cabe Umur 24 Hst

Umur cabe yaitu 24 hari setelah tanam, unsur hara yang dibutuhkan untuk perkembangan cabe semakin bertambah sehingga dosis dan jenis pemupukan yang diberikan bertambah. Cara pemberian dengan cara dikocor atau ditabur. Pemupukan menggunakan 1 kg Urea, 4 kg NPK, 1 kg KNO Putih, 1 kg TSP dan 1 kg MKP ( jumlah 8 kg ).

Dengan cara kocor, dilarutkan dalam 250 liter air dan dikocorkan sebanyak 250 ml/pohon cabe. Dengan cara ditabur, buat lubang di sisi kiri kanan batang cabe berjarak 15 cm dari batang 8 kg per 1000 pohon. Setelah pemupukan dengan cara ditabur lalu ditutup dengan tanah.

4. Cara Pemupukan Cabe Umur 30 Hst Dosis 10 kg

Saat cabe berumur 30 hari setelah tanam dosis bertambah menjadi 10 kg dengan rincian 1 kg Urea, 4 kg NPK, 2 kg KNO Putih, 2 kg  TSP dan 1 kg MKP. Diberikan menggunakan sistem  cara kocor dan ditabur.

5. Cara Pemupukan Cabe Umur 40 Hst

Pemupukan susulan ke-5 diberikan pada umur 40 hst jumlah dosis 12 kg. Yaitu 6 kg Pupuk NPK , 2 kg KNO Putih, 2 kg TSP dan 2 kg MKP. Pemberian menggunakan cara dikocor atau ditabur.

6. Cara Pemupukan Cabe Umur 50 Hst

Pemupukan susulan ke-6 diberikan setelah berumur 50 hst dengan dosis sebanyak 15 kg. Pemupukan ini menggunakan 8 kg Pupuk NPK, 2 kg KNO Putih, 3 kg TSP dan 2 kg MKP. Pemberian menggunakan cara dikocor atau ditabur.

7. Cara Pemupukan cabe Umur 60 Hst

Pemupukan susulan ke-7 diberikan pada umur 60 hst sebanyak dosis 18 kg. Pemupukan yang diberikan adalah 10 kg NPK, 2 kg KNO Putih, 4 kg TSP dan 2 kg MKP. Cara aplikasi pemupukan menggunakan cara dikocor atau dengan cara tabur.

8. Cara Pemupukan Cabe Pemupukan Susulan ke-8 dan selanjutnya, cara dan dosis yang digunakan sama dengan cara pemupukan susulan ke-7 diatas. Pemupukan selanjutnya diberikan dengan interval 10 hari sekali.

Pemupukan susulan masih terus dilakukan sampai panen buah cabe yang ke-7 setelah itu tidak perlu pemupukan kembali. Karena setelah panen yang ke-7, biasanya produktifitas hasil panen akan menurun. Khusus bagi varietas  cabe yang berumur panjang, pemupukan dilakukan sampai produktivitas panen cabe menurun atau berhenti.

CARA PEMUPUKAN CABE MENGGUNAKAN PUPUK DAUN

Pemupukan lewat daun juga penting dilakukan pada budidaya cabe meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Sama seperti pemupukan  lewat tanah, pemupukan lewat daun diberikan juga dalam bentuk organik dan an-organik. Cara aplikasinya dengan cara disemprotkan ke daun.

Pemupukan lewat daun  bertujuan untuk memenuhi unsur hara tertentu yang tidak ada pada pemupukan akar ( NPK atau Urea, TSP dan KCl ). Juga untuk mencegah tanaman cabe menjadi jenuh karena pemupukan akar yang berlebihan dan untuk menjaga struktur tanah tidak rusak karena pemupukan menggunakan bahan kimia.

Pemupukan daun harus hati-hati dan memperhatikan label kemasannya. Jumlah dosis dan cara aplikasi pemupukan daun biasanya terdapat petunjuk di kemasannya. Jarak penyemprotan cara pemupukan  daun harus diperhatikan agar penyemprotan yang mengenai permukaan daun-daun pohon cabe dapat merata dengan baik.

Waktu penyemprotan yang tepat adalah pagi hari dan udara cerah, sinar matahari tidak terlalu terik ( sekitar pukul 09.00 ). Jika pemupukan daun dilakukan pada siang hari maka unsur haranya akan cepat menguap sebelum diserap oleh daun, batang dan bagian cabe lainnya. Sehingga penyemprotan akan sia-sia dan menghabiskan biaya pemupukan saja.

Pemupukan daun dihentikan bila telah mulai muncul bunga atau tunas baru. Pada kondisi tersebut, perkembangan cabe sangat peka terhadap keberadaan benda asing. Tunas muda mati dan bunga akan rontok bila terkena semprotan pemupukan daun. Jadi penyemprotan yang tepat saat tunas muda sudah tumbuh daun yang cukup dewasa dan bunga sudah menjadi bakal buah.

Hindari pencampuran pemupukan daun dengan bahan kimia lain kecuali bila terdapat penjelasan bahwa pupuk daun aman bila dicampur bahan kimia lain.

BACA JUGA : BUDIDAYA CABE RAWIT HIBRIDA HASIL PRODUKSI TINGGI 

CARA PEMUPUKAN CABE MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK CAIR

Pupuk Organik cair ( POC ) merupakan pemupukan berasal dari hasil pembusukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, kotoran hewan atau manusia juga sisa-sisa tumbuhan yang mengandung unsur hara lebih dari satu.

Sampah organik yang dibuat ekstraknya maka kita dapat memanfaatkan semua nutrisi yang ada pada sampah organik tersebut. Sampah organik juga mengandung mikroorganisme baik seperti jamur, protozoa dan nematoda.

Unsur Kalium ( K ) yang ada dalam POC berperan penting dalam setiap proses metabolisme tanaman cabe. Yaitu dalam sintesis asam amino dan pembentukan protein dari ion-ion amonium. Unsur K juga berperan dalam menjaga tekanan turgor dengan baik sehingga proses metabolisme menjadi lancar.

Unsur Nitrogen ( N ) dalam POC membantu proses penyusunan protein. Pemupukan Organik Cair juga mengandung unsur mikro Mn, Zn, S, B, Ca dan Mg berperan sebagai katalisator dalam proses sintesa protein dan pembentukan klorofil.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Untuk Tanaman Cabe

Pembuatan Pupuk Organik Cair tak luput dari peran EM4 atau Effective-Microorganism adalah sejenis bakteri yang membantu proses penguraian sampah menjadi pupuk organik. EM4 adalah pupuk organik yang berasal dari proses fermentasi menggunakan bakteri EM4.

Dalam EM4 berisi mikroorganisme Lactobacillus sp. ( bakteri penghasil asam laktat juga terdapat bakteri Streptomyces dan ragi dalam jumlah sedikit. Tahapan cara membuat Pupuk Organik Cair adalah :

  1. Bahan-bahan yang diperlukan adalah EM4 1 liter, pupuk kandang, dedak dan air secukupnya.

  2. Siapkan alat-alat yaitu drum, ember plastik yang kapasitasnya 12 liter.

  3. Isilah drum dengan air sebanyak setengah drum.

  4. Ditempat yang terpisah, larutkan molase sebanyak 250 gram kedalam 1 liter air. Molase adalah berupa cairan dari sari tetes tebu. Molase bisa dibuat manual yaitu dengan cara melarutkan gula merah/putih ke dalam air bersih dengan perbandingan 1 : 1.

  5. Masukkan molase dan EM4 ke dalam drum dan aduk hingga rata secara perlahan-lahan.

  6. Masukkan pupuk kandang lalu aduk perlahan juga agar larutan terserap oleh pupuk kandang.

  7. Tambahkan air hingga drum penuh lalu tutup rapat drum.

  8. Rutin diaduk setiap pagi selama 4 hari sebanyak masing-masing 5 aduk putaran. Setelah 4 hari pupuk siap digunakan.

Cara pemupukan Cabe menggunakan Pupuk Organik Cair ini diaplikasikan dengan cara disemprotkan agar daun, batang, bunga dan buah dapat maksimal menyerap unsur haranya. Pemupukan Organik Cair biasanya oleh petani digunakanuntuk pemupukan dasar yang disiramkan 2 hari sebelum penanaman bibit cabe. Penyemprotan setelah tanam, intervalnya 6 – 7 hari sekali.

Cara Pemupukan Cabe Menggunakan Pemupukan Daun dan Hormon Organik

Agar dapat menghemat biaya produksi budidaya cabe, pemupukan daun dan hormon Organik dapat dibuat sendiri. Kita dapat memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada di sekitar kita. Cara membuatnya cukup mudah dan praktis.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pemupukan daun Organik adalah hasil pangkasan bagian tumbuh-tumbuhan/kacang-kacangan, dedak dan air dengan perbandingan 1: 1 :1. Hasil pangkasan tadi dicampur dedak lalu diaduk merata dan dimasukkan dalam karung yang diberi lubang udara. Campuran tadi dimasukkan drum dan rendam dengan air lalu drum ditutup.

Lama penutupan selama 45 hari, lalu drum dibuka dan air rendaman disaring. Hasil penyaringan tadi merupakan pupuk daun organik yang bisa digunakan untuk menyemprot tanaman cabe.

Cara membuat hormon Organik yang dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan pohon cabe. Cara membuatnya adalah : ambillah tunas air dari pohon cabai, siapkan 10 gram gula pasir dan 20 – 30 gram gula merah. Lalu tunas air dirajang kecil-kecil, taburkan gula di atas rajangan. Tutup dengan plastik lalu letakkan di tempat yang sejuk.

Setelah 5 – 7 hari kemudian, rajangan tadi akan mengeluarkan air/cairan. Tambahkan air sampai seluruh rajangan terendam air. Biarkan rajangan membusuk dan larut dalam air. Setelah benar-benar larut maka air rendaman dalam rajangan tadi disaring. Air hasil saringan tersebut dapat digunakan sebagai hormon organik cabe yang untuk pemupukan.

CARA PEMUPUKAN CABE MENGGUNAKAN PUPUK KCl DAN TSP

KCl dan TSP merupakan jenis pemupukan an-organik  untuk menambah unsur hara dalam tanah. Bersama unsur hara Nitrogen, pemupukan TSP dan KCl dapat membantu pertumbuhan cabe  agar lebih subur lagi karena mengandung unsur hara yang cukup tinggi.

Pemupukan KCl mengandung unsur Kalium tinggi, bentuk struktur KCl berbentuk kristal berwarna merah atau putih. Dalam KCl terkandung unsur Kalium 60% ( K2O ) dan Klorida ( Cl ) 35%. Beberapa fungsi dan manfaat KCL adalah :

  • Meningkatkan hasil panen.

  • Menguatkan batang tanaman cabe.

  • Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar.

  • Menguatkan daya tahan tanaman cabe dari kekeringan dan serangan hama penyakitnya.

  • Meningkatkan kualitas buah dimana pada budidaya cabai, pemupukan KCl dapat menguatkan rasa asli pedas pada cabai.

Unsur Kalium yang dibutuhkan pada budidaya cabe terdapat pada NPK juga, sehingga biasanya petani cabe menggunakannya untuk pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar diaplikasikan dengan cara ditaburkan pada bedengan, sedangkan pemupukan susulan diaplikasikan dengan cara ditaburkan pada sekeliling batang cabe. Atau dikocorkan pada akar cabe dengan cara melarutkan pupuk KCl dengan dosis tertentu sesuai kebutuhan.

Pemupukan an-organik sebaiknya diberikan pada tanaman cabe yang sudah dipindahkan ke lahan tetap, dan bukan pada cabe yang masih muda dan masih di tempat persemaian. Bibit cabe  yang baru disemai masih beradaptasi dengan kondisi tanahnya sehingga apabila sudah langsung dilakukan pemupukan an-organik, bibit cabe akan kaget/stress. Akibat selanjutnya bibit cabe justru akan mati atau layu karena tidak dapat beradaptasi dengan senyawa unsur kimia pemupukan an-organik.

Cara Pemupukan Cabe : Pupuk An-organik Urea, TSP dan ZA

TSP mengandung unsur Phospate 44 – 46% merupakan unsur hara yang paling penting untuk semua jenis tumbuhan terutama cabai. Phospate mampu memicu perkembangan akar cabai sehingga akar menjadi kuat dan sehat juga lebat.

Manfaat dari pemupukan TSP bagi pertumbuhan cabe adalah :

  • Dapat menguatkan batang pohon cabe sehingga tidak mudah roboh.

  • Meningkatkan daya tahan perkembangan cabe terhadap serangan hama dan penyakit. Pemupukan TSP yang tepat dan sesuai kebutuhan tanaman cabe dapat mencegah serangan hama penyakit.

  • Dapat mempercepat proses pembungaan dan pemasakan biji sehingga dapat mempercepat masa panen tanaman cabe.

Pemupukan ZA adalah pemberian unsur hara Nitrogen yang sama dengan pemupukan Urea, perbedaanya terletak pada kandungan Nitrogennya. Pemupukan Urea mengandung N berkadar tinggi ( 46% ) dan sangat diperlukan tumbuhan. Sedangkan pemupukan ZA mengandung Nitrogen 21% dan Belerang 24%. Belerang bermanfaat bagi pohon cabai yang terkandung dalam pemupukan Urea.

Kegunaan pemupukan Urea bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe adalah :

  • Membuat daun tampak lebih hijau segar dan banyak mengandung klorofil ( hijau daun ).

  • Mempercepat pertumbuhan cabe, meliputi tinggi, jumlah anakan, tunas, cabang dan lain-lain ).

  • Menambah kandungan protein dalam tanaman cabe.

  • Pemupukan Urea yang tepat dan benar serta berimbang menyebabkan dapat tumbuh segar, sehat dan hasil produksi yang berlipat-lipat.

Cara pemupukan cabe untuk pemupukan dasar selain menggunakan Urea, petani cabe menggunakan pupuk Cantik dan  ZA. Selain unsur N, kedua jenis pupuk tersebut juga mengandung unsur lain yang dibutuhkan tanaman cabe. Pupuk Cantik mengandung Nitrogen 27% dalam bentuk Nitrat 13,5% dan Amonium 13,5%, juga terkandung unsur Kalsium ( CaO ) 12%. Kalsium bermanfaat bagi tanaman cabai yang tidak ada pada pupuk Urea.

Pentingnya Unsur Hara Sulfur ( S ) Bagi Tanaman Cabe

Cara pemupukan Cabe tak lepas dari pentingnya unsur hara Sulfur ( S ) pada cara tanam cabe. Sulfur diperlukan untuk cabe dalam hal pembentukan zat hijau daun, penyusunan protein dan vitamin. Sulfur yang terkandung dalam batang cabe 90% tersedia dalam bentuk asam amino. 

Sulfur diperoleh dari pupuk kandang juga dari pemupukan ZA, pupuk daun dan pemupukan multi-micro yang mengandung 5,3% Sulfur. Dampak kekurangan unsur ini sangat mempengaruhi kualitas dan hasil panen buah cabe. Dampak sangat jelas pada tanaman cabe yang masih muda yakni pada pucuk daun pohon cabe. Kekurangan Sulfur menyebabkan daun muda klorosis ( menguning ) dan layu.

Fungsi unsur Sulfur ( S ) bagi pertumbuhan cabe antara lain :

  • Membantu proses pembentukan asam amino.

  • Membantu pertumbuhan tunas.

  • Merangsang pembentukan bintil akar tanaman cabe.

  • Berperan dalam pembentukan zat hijau daun ( klorofil ).

  • Meningkatkan kekebalan tanaman cabe dari serangan cendawan.

Sumber unsur hara Sulfur diperoleh dari sisa-sisa tumbuhan dan jasad renik yang telah lapuk, unsur hara belerang, mineral magnesium sulfat, kapur Gypsum, ZA, NPK Phonska dan lain-lain.

Pentingnya Unsur Hara Kalsium ( Ca ) Bagi Pertumbuhan Cabe

Unsur Kalsium ( Ca ) penting bagi pertumbuhan cabai baik pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Unsur Kalsium salah satu unsur hara yang banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan cabai. Banyak sekali manfaat Kalsium bagi pertumbuhan cabai, antara lain :

  • Dapat merangsang pembentukan bulu-bulu akar tanaman cabe.

  • Berperan dalam pembentukan protein atau bagian yang aktif dari tanaman cabe.

  • Dapat memperkuat/mengeraskan batang pohon cabe.

  • Merangsang pembentukan biji buah cabe.

  • Dapat menetralkan asam-asam organik hasil dari proses metabolisme tanaman cabe.

  • Batang dan daun pohon cabe yang didalamnya terkandung Kalsium mampu menetralisir tanah yang sifatnya asam.

  • Mencegah rontok dan gugurnya bunga dan buah cabai.

  • Meningkatkan daya tahan tanaman cabe dari serangan penyakit dan minimnya air sehingga tidak mudah layu.

Unsur hara Kalsium memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman cabe. Bila kekurangan unsur hara Kalsium dapat berdampak pada pertumbuhan akar, batang dan daun serta proses produksi buah cabe. Berikut yang terjadi pada tanaman bila kekurangan Kalsium :

  1. Percabangan cabai tumbuh lambat, tumbuh kerdil dan mudah roboh.

  2. Akar pohon cabai pendek dan mudah busuk serta pertumbuhan bulu-bulu akar pohor cabai dan tunas-tunas muda yang lambat.

  3. Akar tanaman cabe tidak mampu menyerap dengan baik sehingga meskipun sudah dipupuk pertumbuhan cabe masih tampak layu.

  4. Tanaman cabe mudah layu, tidak tahan dengan kekeringan dan rentan terserang penyakit akibat jamur dan bakteri.

  5. Seluruh bagian dari pohon cabe menguning dan mudah gugur/rontok. Mulai bunga, tangkai buah muda hingga ke pucuk buah, buah juga mudah gugur. Jika dibelah, daging buah dan biji cabai berwarna coklat kehitaman.

  6. Bentuk dan warna buah cabai tidak sempurna, keriput dan bengkok. Serta daun-daun mengalami perubahan warna, ujung dan tepi daun mengalami klorosis dan menjalar diantara tulang-tulang daun sehingga daun mudah rontok.

  7. Kuncup/tunas muda yang telah tumbuh menjadi mati, ujung daun membengkok dan biji dari buah cabe yang telah tua kopong/tidak bernas.

CARA PEMUPUKAN CABE YANG TEPAT DAN BERIMBANG

Pemupukan yang berimbang baik pada pemupukan dasar dan pemupukan susulan setelah penanaman bibit cabe, maka pertumbuhan dan perkembangan cabai akan tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang lebat. Tidak perlu lagi mengandalkan fungisida dan bakterisida kimia untuk mengatasi masalah penyakit tanaman cabe seperti masalah penyakit layu.

Penyemprotan pestisida merupakan salah satu cara dan bukan satu-satunya cara dari upaya pengendalian terhadap serangan penyakit tanaman cabe. Faktor pemupukan juga memberikan pengaruh terhadap intensitas serangan jamur dan bakteri. Sebagai contoh adalah pemupukan unsur hara Nitrogen yang berlebihan, tidak sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan cabe, menyebabkan tanaman cabe rentan dan mudah terinfeksi penyakit.

BACA JUGA : CARA MENANAM CABE DI MUSIM HUJAN BEBAS PATEK

Demikian artikel Kami tentang Cara Pemupukan Cabe yang Tepat dan Hasil Buah Lebat. Toko Online Pertanian LMGA Agro jual benih cabe dan benih sayur dan buah lainnya. Hubungi Pak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ). Menerima juga layanan gratis konsultasi tentang cara pemupukan cabe yang tepat dan hal-hal lainnya mengenai pertanian.

Cara pemupukan cabe. Kami Siap mengirimkan pesanan Anda dengan jasa ekspedisi JNE, POS, TIKI, KI8 dan lain-lain. Toko Online Pertanian LMGA Agro menyediakan juga pupuk, pestisida, dan alat pertanian seperti alat kocor/semprot, mulsa plastik hitam perak, tali salaran dan lain-lain.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *