Tips Menggunakan Pestisida Yang Baik dan Benar. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Penggunaan pestisida pada lahan budidaya tidak selamanya menimbulkan kerugian pada lingkungan dan kesehatan manusia. Peranan pestisida masih sangat berarti dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, terutama apabila tidak melebihi ambang batas pengendalian atau ambang batas ekonomi. rev 27/04/21
Penggunaan pestisida yang terkontrol akan memberikan kebaikan pada tanaman budidaya, lingkungan, maupun kesehatan manusia. Sehingga dalam penggunaan pestisida perlu untuk mengetahui sasaran yang akan dikendalikan dan jenis pestisida yang akan diaplikasikan.
Pestisida merupakan bahan kimia yang berguna untuk mengendalikan dan membasmi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pada tanaman budidaya yang umumnya sangat bermanfaat pada bidang pertanian.
Selain memberikan manfaat, pestisida juga memiliki potensi untuk dapat menimbulkan dampak buruk apabila penggunaannya tidak terkendali. Misalnya saja pada beberapa kasus keracunan pestisida secara langsung yaitu ketika menyemprotkan pestisida.
Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan akan mengakibatkan banyak dampak, antara lainnya dampak kesehatan bagi manusia yaitu timbulnya keracunan pada petani itu sendiri dan dampak pada lingkungan yaitu pencemaran baik tanah, air, maupun udara.
Pestisida dan Penggolongannya
1. Pestisida berdasarkan bentuk fisik dan formulasinya
- Padatan, dalam hal ini bisa berbentuk butiran, tepung atau pun pasta. Bentuk padatan diformulasikan dalam bentuk Granular (G), tepung hembus atau Dust, Wettable (WP) dan Soluble Powder (SP).
- Cairan, diformulasikan dalam bentuk Emulsifiable Concentrate (EC), Water Soluble Concentrate (WSC) dan Solution (S).
- Gas, diformulasikan dalam bentuk aerosol yaitu cairan yang dengan tekanan tinggi dikeluarkan menjadi butiran uap yang sangat halus.
2. Pestisida berdasarkan organisme sasaran
- Insektisida, merupakan jenis pestisida untuk membasmi hama serangga seperti ulat, semut, belalang, kecoa, wereng, kutu busuk, rayap, dsb. Contoh insektisida : diazinon, tiodan, basmion, timbel arsenat, magnesium fluorosilikat, dll.

- Herbisida, merupakan jenis pestisida untuk membasmi gulma atau tumbuhan pengganggu seperti rumput teki, eceng gondok, dan alang-alang. Contoh herbisida : gramoxone, totacol, pentakloro fenol, dan amonium sulfonat.
- Nematisida, merupakan pestisida untuk membasmi hama cacing yang bisa merusak akar dan umbi tanaman. Contoh nematisida : oksamil dan natrium metam.
- Fungisida, merupakan pestisida untuk membasmi jamur (fungi). Contoh fungisida : carbendazim, tembaga oksiklorida, dan natrium dikromat.
- Rodentisida, merupakan pestisida untuk memberantas binatang pengerat seperti tikus. Contoh rodentisida : warangan (senyawa arsen) dan thalium sulfat.
- Bakterisida, merupakan jenis pestisida untuk membasmi bakteri patogen yang menyebabkan penyakit pada tanaman seperti penyakit layu bakteri dan penyakit busuk bakteri. Contoh bakterisida : Agrept ( Cara pemakaian agrept bisa petani lakukan dengan penyemprotan dan penyiraman ) dan Arashi.
- Moluskisida, merupakan pestisida untuk mengendalikan hama tanaman jenis moluska seperti siput, keong, dan bekicot.
Jenis, Cara Kerja Dan Cara Menggunakan Pestisida
3. Pestisida berdasarkan bahan aktifnya
- Pestisida organik, yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari bahan organik seperti bagian dari tumbuhan atau hewan. Misalnya pestisida yang berasal dari ekstrak daun nimba atau neem oil.
- Pestisida elemen, yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari alam. Misalnya sulfur.
- Pestisida kimia, yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari zat-zat kimia. Misalnya klorotalonil, mankozeb, abamektin, dsb.
4. Pestisida berdasarkan cara kerjanya
- Pestisida kontak, merupakan pestisida yang cara kerjanya akan bereaksi saat bersentuhan dengan hama. Kelebihan pestisida
kontak adalah reaksinya langsung, tidakmenunggu hama memakan bagian tanaman. Kekurangannya adalah bisa hilang bila tersiram air. Pestisida ini cocok untuk tanaman yang telah terserang hama.
- Pestisida sistemik, merupakan pestisida yang dapat masuk dan terserap tanaman, sehingga tanaman akan menjadi racun bagi hama yang memakannya. Kelebihan pestisida sistemik adalah tidak mudah hilang bila tersiram air. Kekurangannya adalah menunggu ada hama yang memakan bagian tanaman, baru terjadi reaksi. Pestisida ini cocok untuk pencegahan.
Cara Penggunaan Pestisida Yang Tepat Guna
TIPS MENGGUNAKAN PESTISIDA YANG BAIK DAN BENAR
Pengertian menarik yang menyatakan bahwa pestisida adalah racun ekonomis. Jadi Pestisida adalah racun yang mempunyai sifat ekonomis, penggunaan pestisida dapat memberikan keuntungan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian.
Pengalaman menunjukan bahwa penggunaan pestisida sebagai racun, sebenarnya lebih merugikan banding menguntungkan, yaitu dengan munculnya berbagai dampak negatif akibat dari penggunaan pestisida tersebut. Karena alasan tersebut, maka dalam penggunaan pestisida harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Penggunaan Pestisida hanya sebagai alternatif terakhir, apabila belum menemukan cara pengendalian daya racun rendah dan bersifat selektif.
- Apabila terpaksa menggunakan pestisida, maka gunakan pestisida yang mempunyai daya racun rendah dan bersifat selektif.
- Apabila terpaksa menggunakan pestisida, lakukan secara bijaksana.
Penggunaan Pestisida secara bijaksana adalah penggunaan pestisida yang memperhatikan prinsip 5 (lima) tepat, yaitu :
1. Tepat Sasaran
Menentukan terlebih dahulu untuk pengendalian jenis tanaman dan hama sasarannya, sebaiknya tentukan pula unsur-unsur abiotik dan biotik lainnya. Sasaran yang tepat akan mempermudah dalam usaha pengendalian hama dan penyakit yang ada.
2. Tepat Jenis
Setelah mengetahui hasil analisis agro ekosistem, maka dapat menentukan pula penggunaan jenis pestisida apa nantinya, misalnya : untuk hama serangga gunakan insektisida, untuk tikus gunakan rodentisida, untuk nematode gunakan nematisida, untuk bakteri gunakan bakterisida atau jenis pestisida sesuai dengan sasaran.
Pilihlah pestisida yang paling tepat antara sekian banyak pilihan, misalnya : untuk pengendalian hama ulat grayak pada tanaman kedelai. Berdasarkan Izin dari Menteri Pertanian tersedia ± 150 nama dagang insektisida.
Jangan menggunakan pestisida tidak berlabel, kecuali pestisida botani racikan sendiri yang membuatnya berdasarkan ketetapan anjuran yang ada sesuai pilihan tersebut dengan alat aplikasi yang tersedia atau akan tersedia.
Pengaplikasian Pestisida
3. Tepat Waktu
Waktu aplikasi adalah pilihan rentang waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida. Pestisida paling tepat jika pengaplikasian pada saat organisme pengganggu tanaman berada pada stadium paling peka terhadap pestisida. Aplikasi pada waktu yang tepat juga seringkali lebih murah dan lebih aman. Harus menetukan waktu pengendalian yang paling tepat berdasarkan :
- Stadium rentan dari hama yang menyerang tanaman, misalnya stadium larva instar I, II,dan III.
- Pengendalian yang paling tepat untuk kepadatan populasi dengan melakukan aplikasi pestisida berdasarkan Ambang Kendali atau Ambang Ekonomi.
- Kondisi lingkungan, misalnya jangan melakukan aplikasi pestisida pada saat hujan, kecepatan angin tinggi, cuaca panas terik.
- Lakukan pengulangan sesuai dengan kebutuhan waktunya.
Penggunaan Pestisida Yang Baik Dan Benar
4. Tepat Dosis / Konsentrasi
Gunakan konsentrasi/dosis pestisida yang sesuai dengan anjuran pihak Menteri Pertanian. Untuk itu bacalah label kemasan pestisida. Jangan melakukan aplikasi pestisida dengan konsentrasi dan dosis yang melebihi atau kurang sesuai dengan anjuran, karena dapat menimbulkan dampak negatif.
5. Tepat Cara
Lakukan aplikasi pestisida dengan cara yang sesuai dengan formulasi pestisida dan ketetapan anjuran yang ada. Cara pengendalian organisme pengganggu untuk setiap jenis pestisida (fungisida, insektisida, dan herbisida) sangat bervariasi begitu juga dengan formulasinya.
Oleh sebab itu sebelum menggunakan pestisida, harus memilih jenis dan merek dagang pestisida yang sesuai dengan hama dan penyakit tanaman, formulasi yang sesuai dengan peralatan yang tersedia dan bagaimana menggunakan pestisida secara baik dan benar.
Sangat penting melakukan penggunaan pestisida secara baik dan benar agar hasil budidaya maksimal tanpa harus merusak lingkungan maupun membahayakan kesehatan.
Demikian ulasan singkat tentang Tips Penggunaan Pestisida yang Baik dan Benar. Apabila ada yang kurang jelas dengan tips tersebut, bisa berkonsultasi dengan Toko Pertanian Online LMGA AGRO (GRATIS). Toko Online LMGA AGRO juga menyediakan dan menjual aneka pestisida seperti yang telah tersebutkan pada atas, benih, pupuk, dan alat/sarana pertanian sebagai penunjang budidaya Anda dengan harga murah dan terjangkau.
LMGA AGRO siap mengirim ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, TIKI, KI8, dsb. Silakan hubungi Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Budi Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA : 0812 5222 117.
