LATAR BELAKANG

Budidaya Tanaman Sawi yang Baik dan Benar. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur – sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran.(Rev.21-10-2020)
Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Karena caisim ini sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik.
Meninjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia.
Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional dengan sebutan green mustard, chinese mustard, indian mustard ataupun sarepta mustard. Orang Jawa, Madura menyebutnya dengan sawi, sedang orang Sunda menyebut sasawi.
MANFAAT
Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.
JENIS-JENIS SAWI
Budidaya tanaman sawi secara umum jenis tanaman yang tanam biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa terbudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma.
Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi monumen. Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak terjajakan pada pasar-pasar dewasa ini.
Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.
Sawi yang ada di pasaran saat ini adalah Jenis Sawi Manis : Sawi Tosakan, Sawi Shinta, Sawi Cristina, Sawi Kumala, Sawi Green Pack Choy, Sawi Putih : Sawi Aikun, Sawi Maxell, Sawi Itto, Sawi Summer Highland, Sawi Exellent, Delli CR, Sawi Pahit Morakot, Sawi Daging F1 Nauli, Sawi Daging F1 Gardena, Sawi Daging F1 Flamingo.
SYARAT TUMBUH
Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya wilayah Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga bisa berkembang pada wilayah Indonesia .
Budidaya tanaman sawi dapat tumbuh baik pada tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya memperoleh hasil yang lebih baik pada dataran tinggi.
Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter pada atas permukaan laut. Namun biasanya pembudidayaanya pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat tertanam sepanjang tahun.
Pada musim kemarau perlu memperhatikan masalah penyiraman yang harus secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk maka lebih cepat tumbuh apabila tanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang.
Dengan demikian, tanaman ini cocok bila tanam pada akhir musim penghujan. Dalam menanam sawi tanah yang cocok adalah tanah gembur, banyak mengandung humus dan subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
BUDIDAYA TANAMAN SAWI
Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional pada lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Dapat menanam Sawi secara monokultur maupun tumpang sari. Tanaman yang dapat tumpang sari dengan tanaman sawi antara lain adalah bawang daun, wortel, bayam, kangkung darat.
Sedangkan menanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih dahulu. Berikut ini akan kita bahas mengenai teknik budidaya tanaman sawi secara konvensional pada lahan.
PEMBENIHAN
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.
Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya.
Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan terambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari.
Dan penanaman sawi yang akan menjadi benih, terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan terjadi misalnya dengan penganginan, tempat penyimpanan dan harapan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.
PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.
Bila hendak menggemburkan Tanah, bersihkan dulu dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.
Kemudian cangkul kedalaman tanah sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk kandang fermentasi 3 – 5 ton/ha. Lakukan pemberian Pupuk kandang fermentasi saat penggemburan, agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.
Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya lakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajat keasam tanah. Lakukan pengapuran ini jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya.
Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak proses tanam. Gunakan jenis kapur seperti kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).
PEMBIBITAN
- Melakukan pembibitan dapat bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Hal tersebut agar lebih efisien dan benih bisa lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya.
- Ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Jika curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan sebaiknya buat setinggi 20 – 30 cm.
- Dua minggu sebelum penaburan benih, taburi bedengan pembibitan dengan pupuk kandang kemudian tambahkan 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.
- Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : taburkan benih, lalu tutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu siram dengan sprayer.
- Pindahkan tanaman ke bedengan setelah berumur 3 – 4 minggu sejak persemaian.
PENANAMAN
- Lakukan pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm.
- Untuk seminggu sebelum penanaman, lakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu dengan pupuk kandang 3 – 5 ton/ha, TSP 40 kg/ha, Kcl 15 kg/ha.
- Sedang untuk jarak tanam dalam bedengan buat pada ukuran 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
- Lakukan pemilihan bibit yang tumbuh sehat dan baik, kemudian pindahkan bibit dengan hati-hati ke lahan tanam. Kemudian buat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.
PEMELIHARAAN
- Pertama-tama yang perlu perhatian adalah penyiraman. Penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan terasa lebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada.
- Sebaliknya bila musim kemarau tiba, kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman, lakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
- Penjarangan melakukannya pada 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
- Penyulaman adalah tindakan penggantian tanaman yang sudah tanam awal dengan tanaman baru yang sama. Caranya sangat mudah yaitu gantikan tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit dengan tanaman yang baru.
- Penyiangan biasanya melakukannya 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, menyesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya perlakuan penyiangan pada 1 atau 2 minggu setelah penanaman.
- Apabila perlu lakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.
- Pemberian Pemupukan tambahan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan urea 20 kg/ha.
PENANAMAN VERTIKULTUR
- Semaikan benih pada kotak persemaian denagn media pasir. Rawat bibithingga siap tanam pada umur 14 hari sejak benih tersemaikan.
- Sediakan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur secara merata.
- Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag yang berukuran 20 x 30 cm. Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam ke dalam polibag yang tersedia. Pemindahan tanaman biasanya yang telah berdaun 3 – 5 helai.
- Susun Polibag yang sudah tertanami pada rak-rak yang tersedia pada Lath House.
PENANAMAN HIDROPONIK
- Siapkan wadah persemaian. Masukkan media berupa pasir halus yang sudah steril setebal 3 – 4 cm. Taburkan benih sawi pada atasnya selanjutnya tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal 0,5 cm.
- Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu), cabut bibit dengan hati-hati, selanjutnya cuci bagian akarnya dengan air hingga bersih, dan gunting akar yang terlalu panjang.
- Isi bak penanaman bagian bawahnya dengan kerikil steril setebal 7 – 10 cm, selanjutnya pada sebelah atas tambahkan lapisan pasir kasar yang juga sudah steril setebal 20 cm.
- Buat lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit ke lubang tersebut, tutupi bagian akar bibit dengan media hingga melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan media.
- Berikan larutan hidroponik lewat penyiraman, dapat pula pemberian dilakukan dengan sistem drip irigation atau sistem lainnya, tanaman baru selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.

Mohon informasi jenis sayur yg cocok di dataran rendah utk budidaya di pekarangan.
Terima kasih untuk bapak Sujani yang sudah berkunjung ke Blog kami, salam kenal bapak, semoga sehat selalu. Untuk tanaman jenis sayu yang bisa untuk pekarangan bapak bisa menanam :Kacang Panjang, Bayam , Kangkung dll tapi kalau bapak ingin tanaman yang mempunyai Nilai Ekonomi tinggi bapak bisa menanam tanaman sayur : Kubis, Bunga Kol, Cabai, Tomat, Waluh daging merah, Labu air. Apabila kurang jelas bapak bisa telepon kami di Budi Hp : 082 141 747 141. Terima kasih.