Pupuk Kangkung Agar Subur Terbaik Idola Petani

Pupuk majemuk lengkap, pupuk organik cair, pupuk cair, sayuran kangkung, hidroponik kangkung
Beri Penilaian

Pestisida yang petani gunakan harus sesuai dengan hama dan penyakit yang sedang menyerang tanaman kangkung yang sedang petani budidayakan.

Beberapa jenis pestisida yang bisa petani gunakan pada lahan pertanian adalah fungisida, insektisida, akarisida, herbisida, dan bakterisida.

Selanjutnya petani bisa melakukan pemanenan tanaman kangkung yang tumbuh dengan subur karena tidak terserang hama dan penyakit tanaman.

Petani bisa sukses dan mendapatkan keuntungan dengan menjual hasil panen yang tinggi dan berkualitas super yang menjadi andalan pedagang pasar.

Baca Juga : Budidaya Kangkung Peluang Usaha Menguntungkan Petani

Perawatan Tanaman Kangkung Dengan Baik Dan Benar

 

Pupuk majemuk lengkap, pupuk organik cair, pupuk cair, sayuran kangkung, hidroponik kangkung
Merawat Tanaman Kangkung Agar Tanaman Subur

Tanaman kangkung merupakan salah satu tanaman yang tahan terhadap kondisi kesuburan tanah yang sedang.

Pada dasarnya dalam pemeliharaan tanaman kangkung, pemupukan awal yang petani berikan sudah cukup untuk mencukupi nutrisi pada tanaman kangkung.

Akan tetapi, semua itu tergantung dengan kondisi kesuburan lahan pertanian pada masing-masing lahan pertanian yang petani gunakan.

Lahan pertanian yang merupakan bekas petani tanaman tumbuhan kacang-kacangan lebih cenderung tidak perlu membutuhkan pupuk tambahan.

Petani hanya perlu menggunakan pupuk organik dasar yang petani berikan pada lahan pertanian pas awal melakukan pengolahan lahan.

Banyak petani bertanya, Bagaimana cara merawat tanaman kangkung ?.

Berikut merupakan cara perawatan tanaman kangkung yang baik dan benar :

Penyiangan

Tanaman kangkung merupakan tanaman yang memiliki siklus cepat dan adakalanya tanaman yang masih muda bisa kalah bersaing dengan gulma.

Hal itu terjadi terutama ketika benih petani tebar pada lahan pertanian dan membuat pertumbuhan benih kangkung menjadi tersalip gulma.

Untuk mengatasi hal itu petani bisa melakukan penyiangan atau pemberantasan gulma yang terdapat pada sekitar tanaman kangkung yang petani tanam.

Pemberantasan gulma bisa petani lakukan setiap 2 minggu sekali dengan metode mencabut semua gulma dengan tangan atau menggunakan sabit.

Penyiangan harus petani lakukan dengan teliti agar gulma bisa bersih dan sudah tak tersisa lagi pada lahan pertanian yang petani gunakan.

Penyiraman

Tanaman kangkung membutuhkan asupan air yang banyak untuk tumbuh pada lahan pertanian yang sedang petani gunakan untuk budidaya tanaman kangkung.

Lalu, berapa kali harus menyiram kangkung ?. Petani perlu melakukan penyiraman tanaman secara rutin terutama ketika memasuki musim kemarau petani perlu menyiram tiap pagi dan sore hari.

Apabila tanaman kangkung sudah terlihat layu pada siang hari, petani perlu melakukan penyiraman dengan dosis yang cukup.

Apabila dosis penyiraman kurang tercukupi akan membuat tanaman kangkung bisa layu bahkan bisa membuat tanaman kangkung mati.

Pemupukan

Dalam budidaya tanaman kangkung, pemupukan tanaman kangkung cukup petani lakukan pada awal penanaman dengan hanya menggunakan pupuk kandang saja.

Pupuk kandang petani taruh pada bedengan dengan dosis kira-kira 10 ton untuk satu hektar lahan pertanian. Selanjutnya hanya perlu petani biarkan saja selama kira-kira 2 – 3 hari.

Apabila tanaman kangkung yang petani tanam terlihat kurang subur, maka petani perlu melakukan pemupukan susulan agar nutrisi tanaman tercukupi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *