Tanaman Hortikultura Jadi Peluang Usaha Tani Di Masa Pandemi

Tanaman, hortikultura, peluang, usaha, tani, masa, pandemi

Tanaman Hortikultura Jadi Peluang Usaha Tani Di Masa Pandemi. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Di masa pandemi seperti ini, masyarakat harus mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kuat. Untuk memiliki sistem imun yang kuat maka diperlukan makanan yang bergizi.

Selain makanan yang bergizi juga diperlukan rempah – rempah yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sumber makanan bergizi bisa di dapat dari jenis tanaman hortikultura seperti sayur, buah dan tanaman herbal.

Di Indonesia banyak ditemukan petani yang membudidayakan tanaman hortikultura. Budidaya hortikultura banyak ditemukan mulai dari daerah dataran rendah, dataran menengah dan dataran tinggi.

Hortikultura

Hortikultura merupakan cabang ilmu yang membahas tanaman pertanian seperti sayuran, buah, tanaman herbal dll.

Hortikultura sendiri berasal dari bahasa latin yaitu hortus yang berarti tanaman kebun dan cultura yang berarti budidaya. Jadi hortikultura adalah budidaya tanaman di kebun.

Tanaman Hortikultura

Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang dibudidayakan di lahan perkebunan dan menggunakan berbagai metode pertanian.

Tanaman hortikultura dapat dibudidayakan di lahan yang luas maupun lahan seadanya yang tidak luas.
Di Indonesia banyak petani yang melakukan usaha pertanian dengan membudidayakan tanaman hortikultura.

Tanaman hortikultura sendiri merupakan salah satu komoditas utama yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Hal ini dapat dijadikan peluang usaha oleh petani untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan cara membudidayakan tanaman hortikultura.

Budidaya Tanaman Hortikultura

Budidaya tanaman hortikultura menguntungkan bagi petani Indonesia karena hasil dari panen dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Hasil panen tanaman hortikultura banyak di jual di pasar tradisional maupun pasar modern sebagai bahan pangan.

Masyarakat memanfaatkan hasil panen tanaman hortikultura sebagai bahan makanan dirumah maupun seabagai bahan baku industri makanan tertentu.

Budidaya tanaman hortikultura sendiri banyak dilakukan mayoritas masyarakat lokal sehingga negara Indonesia juga dikenal dengan sebutan negara agraris.

Baca Juga : Bercocok Tanam Buah dan Sayuran Jadi Hobi Menguntungkan

Manfaat Tanaman Hortikultura

Manfaat tanaman hortikultura sangat banyak dan baik jika dikonsumsi dengan porsi yang baik dan benar.

Tanaman hortikultura menjadi salah satu jenis bahan pangan yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat dan juga dapat membantu memenuhi gizi di dalam tubuh.

Selain bermanfaat untuk konsumsi masyarakat. Tanaman hortikultura juga bermanfaat bagi para petani karena dijadikan sebagai peluang budidaya untuk mendapatkan pundi – pundi rupiah.

Selain itu petani juga sangat senang karena dengan budidaya tanaman hortikultura dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat dan juga dapat menambah devisa negara.

Jenis Tanaman Hortikultura

Jenis tanaman hortikultura sangat beragam dan dapat dijadikan sebagai peluang usaha budidaya oleh petani maupun masyarakat.

Petani maupun masyarakat juga harus mengetahui berbagai jenis tanaman hortikultura sebelum membudidayakannya.

Jika sudah mengetahui jenis tanaman hortikultura yang akan ditanam maka akan tau bagaimana cara membudidayakan yang baik dan benar sehingga dapat menguntungkan bagi petani maupun masyarakat.

Contoh Tanaman Hortikultura

Contoh tanaman hortikultura yang sering di budidayakan di Indonesia sebagai bahan pangan oleh masyarakat adalah sebagai berikut :

Sayuran

Sayuran merupakan salah satu contoh tanaman hortikultura yang sering digunakan sebagai bahan makanan dan bermanfaat bagi tubuh untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Bagian dari sayuran yang sering dimanfaatkan adalah daun, umbi dan batang muda. Bagian tersebut biasanya mengandung kadar air dan bisa dikonsumsi.

Sayuran sering diolah menjadi berbagai olahan masakan dan ada juga yang dimakan langsung sebagai lalapan.

Contoh dari sayuran yang sering dikonsumsi sawi, pakchoy, bayam, kangkung, kol, kubis, brokoli, cabe, tomat, timun dll.

Caisim

Caisim atau sawi hijau adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang sering dikonsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Caisim sering dimasak menjadi beberapa olahan masakan atau campuran masakan seperti bakso, sayur sup, tumis dll.

Caisim memiliki bentuk daun oval melebar berwarna hijau dan batang berwarna hijau keputihan dan tulang daun semakin mengecil.

Sawi Sendok

Sawi sendok atau biasa dikenal dengan sebutan pakchoy/bokchoi adalah jenis sawi yang hampir mirip dengan sawi hijau.

Sawi sendok memiliki bentuk daun bulat seperti sendok. Sawi sendok memiliki ukuran lebih kecil dan pendek dariapada sawi hijau.

Batang dari sawi sendok berwarna hijau agak putih dan lebih lebar. Daun sawi sendok juga lebih kaku dibandingkan sawi hijau.

Buah

Buah juga termasuk salah satu contoh jenis tanaman hortikultura. Buah identik memiliki daging yang berasa manis dan berwarna beragam.

Buah juga merupakan salah satu komoditi holtikultura yang banyak dibudidayakan karena dapat menguntungkan bagi petani.

Hal ini dikarenakan buah sangat sering dikonsumsi oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Masyarakat sering memanfaatkan buah sebagai salad, jus maupun dikonsumsi langsung.

Buah sendiri ada yang dipanen secara musiman dan tahunan. Buah musiman biasanya dipanen pada saat musim tertentu sedangkan buah tahunan bisa dipanen tanpa mengenal musim.

Buah musiman yang sering dibudidayakan adalah buah garbis, melon, semangka, durian, manga, duku dll.

Sedangkan buah tahunan yang sering dibudidayakan adalah buah anggur, apel, jambu, rambutan, manggis dll.

Buah Semangka

Buah semangka merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sering dibudidayakan di Indonesia.

Buah semangka adalah buah yang masih berkerabat dengan labu – Labuan. Tanaman semangka tumbuh dengan cara merambat.

Buah semangka sering dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi masyarakat sebagai buah pencuci mulut maupun diolah menjadi olahan lainnya seperti salad, jus dll.

Buah semangka memiliki ciri buah berbentuk bulat, oval, kotak tergantung dari jenisnya. Kulit buah semangka berwarna hijau tua, ada yang berwarna kuning tergantung jenisnya.

Daging buah semangka memiliki kandungan air yang sangat banyak. Daging buah semangka ada yang berwarna merah, kuning tergantung dari jenisnya.

Buah Melon

Buah melon merupakan buah yang masih berkerabat dengan labu – Labuan seperti semangka. Buah melon banyak dibudidayakan karena rasa dan khasiat dari buah ini yang bermanfaat bagi kesehatan.

Buah melon memiliki bentuk buat bulat dengan tekstur kulit agak keras berjaring – jarring. Daging buah melon ada yang berwarna putih kehijauan, kuning dan orange tergantung jari jenisnya.

Tanaman melon tumbuh dengan jara menjalar di tanah. Daunnya memiliki bentuk menjari dengan lekukan. Batangnya tidak berkayu berwarna hijau muda dan berbulu.

Tanaman Hias

Tanaman hias atau bunga adalah salah satu contoh jenis tanaman hortikultura yang juga sering dibudidayakan.

Tanaman hias dan bunga sering dimanfaatkan sebagai dekorasi di dalam ruangan maupun diluar ruangan.

Dengan memanfaatkan tanaman hias sebagai dekorasi maka suasana di dalam ruangan maupun diluar ruangan akan menjadi lebih indah.

Selain itu tanaman hias juga ada yang memiliki aroma harum. Aroma harum ini dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi maupun penyegar di dalam ruangan.

Beberapa contoh tanaman hias atau bunga yang sering dibudidayakan adalah bunga matahari, anggrek, mawar, melati, kenanga, bunga sedap malam(harum malam), geranium, lavender dll.

Tanaman Obat

Tanaman obat juga merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura. Tanaman obat sering dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit karena khasiatnya yang manjur.

Tanaman obat telah berkhasiat dan sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengobatan karena mengandung beberapa senyawa tertentu.

Tanaman obat dibedakan menjadi dua macam yaitu rimpang dan non rimpang. Tanaman obat rimpang adalah jenis tanaman yang mayoritas bagian umbinya dimanfaatkan sebagai obat.

Selain dimanfaatkan sebagai obat tradisional, tanaman obat non rimpang juga dimanfaatkan sebagai bumbu masakan. Contoh tanaman obat rimpang adalah jahe, kunyit, lengkuas, temulawak, kunci, kencur dll.

Sedangkan tanaman obat non rimpang adalah tanaman obat yang dimanfaatkan bagian selain umbinya seperti bunga, buah, daun, akar dan batang.

Contoh dari tanaman obat non rimpang yang sering dimanfaatkan adalah mahkota dewa, kayu manis, lidah buaya dll.

Tanaman Obat Keluarga Solusi Sehat Hemat di Masa Pandemi

Tanaman, obat, keluarga, solusi, sehat, hemat, masa, pandemi

Tanaman obat keluarga bisa dijadikan solusi untuk tetap hidup sehat dan hemat agar tubuh tetap terjaga imunitasnya dari virus di masa pandemi ini.

Di masa pandemi seperti ini sangat penting untuk menjaga imunitas agar terhindar dari serangan virus maupun bakteri yang merugikan tubuh.

Dengan menanam tanaman obat rimpang rimpangan disekitar rumah masyarakat dapat menggunakannya sebagai bahan untuk bumbu masakan maupun jamu yang menyehatkan.

Dengan menanam rimpang disekitar rumah masyarakat juga bisa menghemat pengeluaran. Selain itu jika memang lahan agak luas maka juga bisa dijadikan peluang bisnis keluarga.

Khasiat dan manfaat tanaman obat rimpang – rimpangan sudah banyak digunakan sejak dahulu kala sebagai obat alami yang dapat menyembuhkan dan menyehatkan tubuh.

Investasi Kesehatan Dengan Mengkonsumsi Rimpang

Investasi kesehatan dengan mengkonsumsi rimpang sebenarnya sujak sejak lama dilakukan oleh masyarakat jaman dulu.

Hal ini dikarenakan manfaat dan khasiat rimpang – rimpangan yang sangat menyehatkan bagi tubuh. Selain itu rimpang juga merupakan produk alami yang aman jika dikonsumsi.

Tetapi mengkonsumsi rimpang harus dengan dosis atau takaran tertentu atau tidak berlebihan agar dapat bermanfaat dan tidak memberi dampak negatif bagi kesehatan.

Mengkonsumsi rimpang bisa dilakukan setiap hari dengan takaran tertentu. Sebaiknya jika mengkonsumsi setiap hari dilakukan dengan cara mengkonsumsi berbeda jenis rimpang setiap harinya.

Hal ini dimaksudkan agar tubuh mendapat manfaat dan khasiat dari rimpang yang banyak jenisnya dan fungsinya masing – masing bagi kesehatan tubuh.

Meskipun tidak sakit kita dapat mengkonsumsi rimpang sebagai investasi kesehatan untuk diri kita sendiri. Karena rimpang memiliki beragam jenis dan manfaatnya masing – masing untuk kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi rimpang juga bisa dijadikan alternatif selain dengan mengkonsumsi obat kimia sintetis. Rimpang aman dikonsumsi karena merupakan tanaman alami.

Baca Juga : Bercocok Tanam Sebagai Peluang Usaha Menguntungkan

Tanaman Jahe

Tanaman jahe merupakan salah satu jenis rimpang yang biasa dijadikan rempah – rempah maupun untuk obat.

Jahe biasa dikonsumsi sebagai obat dengan cara dijadikan seduhan. Jahe memiliki rasa yang pedas tetapi menghangatkan.

Batang tanaman jahe tumbuh dengan tinggi mencapai 30 – 100 cm. Akar tanaman jahe berbentuk rimpang dengan warna kuning dan ada juga yang berwarna merah.

Daun tanaman jahe berbentuk menyirip sepanjang 15 sampai 23. Tangkai daun memiliki bulu – bulu halus.

Kandungan Jahe

Kandungan jahe yang menyehatkan sering dimanfaatkan untuk dijadikan salah satu alternative sebelum mengkonsumsi obat. Berikut adalah kandungan jahe :

– Serat
– Protein
– Karbohidrat
– Kalori
– Lemak
– Gula
– Zat Besi
– Kalium
– Vitamin B3
– Vitamin B6
– Vitamin C
– Magnesium
– Zinc
– Niacin
– Riblofavin
– Folat
– Fosfor

Khasiat Jahe

Khasiat jahe sudah tidak diragukan lagi dalam membantu menajaga kesehatan maupun untuk mengobati beberapa penyakit. Berikut adalah khasiat jahe :

Meringankan Gejala Flu

Jahe yang diolah menjadi wedang bersama cengkeh, madu dan kayu manis akan bermanfaat untuk meredakan gejala flu seperti pilek.

Meredakan Mual

Jahe juga dapat digunakan untuk meredakan rasa mual karena mabuk perjalanan, masuk angin dan juga dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh.

Jahe juga dapat membantuk untuk mengeluarkan gas berlebih yang dapat menyebabkan mual di dalam sistem pencernaan.

Menyehatkan Pencernaan

Kandungan phenolic di dalam jahe dapat membantu pergerakan makanan dan minuman ketika berada di sistem pencernaan.

Budidaya Jahe

Budidaya jahe sangat cocok dilakukan di daerah tropis seperti Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Di Indonesia kebutuhan jahe juga banyak karena masyarakat banyak yang memanfaatkan untuk dikonsumsi dan dijadikan rempah – rempah.

Budidaya jahe dapat dilakukan dengan skala rumahan maupun dibudidaya dengan lahan yang luas untuk dijual dengan skala besar di pasaran.

Budidaya Jahe Merah Peluang Bisnis di Masa Pandemi

Budidaya, jahe, merah, peluang, bisnis, masa, pandemi

Budidaya jahe merah dapat menjadi peluang bisnis di masa pandemi, karena kita tahu bahwa jahe maupun jahe merah juga dapat berkhasiat untuk menjaga sistem imun.

Di masa pandemi seperti saat ini sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari berbagai serangan virus maupun bakteri.

Salah satu cara untuk menjaga kekebalan tubuh adalah dengan mengkonsumsi beberapa jenis rimpang salah satunya adalah jahe.

Jahe sudah sejak lama digunakan untuk menjaga imunitas agar terhindar dari beberapa serangan penyakit.

Jahe merah adalah salah satu jenis jahe yang memiliki ciri khas berwarna merah dan memiliki rasa yang lebih pedas dari jahe biasanya.

Jahe merah memiliki nama latin Zingiber officinale var. Rubrum merupakan tanaman herbal yang memiliki rimpang berwarna merah.

Jahe merah juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih banyak dibanding dengan jahe biasa yang menjadikan jahe merah memiliki rasa yang lebih pedas dari jahe biasa.

Baca Juga : Hortikultura, Jenis Tanaman Yang Membuat Petani Untung

Cara Menanam Jahe Merah

Cara menanam jahe merah dengan mudah dapat dilakukan dimana saja termasuk di rumah maupun di lahan luas.

Sebelum melakukan penanaman hendaknya menyiapkan lahan untuk menanam. Lahan yang digunakan digemburkan dahulu dengan cangkul.

Untuk penanaman di lahan yang luas dilakukan pembuatan bedengan dengan lebar 1 meter , tinggi 30 cm dan panjang diesuaikan dengan luas lahan.

Jarak tiap bedengan adalah 50 cm. Kemudian lakukan pemberian pupuk kompos dengan perbandingan 10 kg untuk bedengan dengan luas 10 meter.

Beri lubang pada pedengan dengan jarak 25 x 25 cm dan kedalaman 30 cm. Kemudian isi lubang dengan pupuk kompos dengan dosis 0,5 kg. Tunggu selama seminggu baru kemudian bisa ditanami.

Kemudian siapkan benih berupa rimpang jahe merah. Rimpang yang ditanaman meiliki ukuran yang besar dengan kondisi masih segar dan kadar air banyak.

Letakkan rimpang pada wadah dan tempatkan pada lokasi yang sejuk. Siram dengan air dan biarkan rimpang jahe merah bertunas.

Jika sudah bertunas maka benih jahe merah siap untuk pindah tanam di lahan penanaman. Masukkan benih jahe yang sudha bertunas ke dalam lubang penanaman dan tutup dengan tanah.

Tetapi jangan sampai menutup bagian dari tunas jahe merah. Siram dengan air secukupnya dan tunggu hingga tanaman jahe tumbuh.

Pemupukan lanjutan dilakukan ketika berumur dua bulan dan tiga bulan setelah tanam. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk kandang.

Lakukan penyiangan selama 2 atau 3 minggu sekali agar gulma dan rumput tidak mengganggu pertumbuhan dari tanaman jahe merah. Pemanenan jahe merah bisa dilakukan ketika berumur tiga sampai empat bulan.

Jika ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Toko Pertanian LMGA AGRO melalui SMS / WA 0812 5222 117. Demikian sekilas pembahasan dari kami tentang Tanaman Hortikultura Jadi Peluang Usaha Tani Di Masa Pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *