Fungisida Sistemik Untuk Cabai Solusi Cabe Bebas Penyakit

fungisida sistemik untuk cabai,budidaya cabe,fungisida,fungisida sistemik,pestisida,lmga agro
Beri Penilaian

Jenis Penyakit Tanaman Cabe

Organisme pengganggu tanaman atau OPT menjadi ancaman seluruh usaha budidaya tanaman termasuk budidaya cabe. Sehingga, petani cabe harus waspada terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman.

Penyakit tanaman cabe memiliki beberapa jenis berbeda dan terjadi akibat infeksi dari OPT yang berbeda. Sehingga, petani harus memiliki wawasan yang cukup luas agar mengetahui cara mencegah dan mengendalikan penyakit tanaman cabe.

Penyakit tanaman cabe banyak terjadi akibat serangan jamur patogen dan bakteri patogen yang menginfeksi tanaman cabe. Namun, juga terdapat beberapa penyakit tanaman yang terjadi akibat serangan hama serangga.

Penyakit tanaman bisa petani cegah sejak awal dengan melakukan beberapa langkah atau kunci sukses pada budidaya cabe. Sehingga, pertumbuhan tanaman cabe akan tetap berkualitas dan berpotensi hasilkan panen cabe terbaik.

Penggunaan sarana pertanian pendukung seperti pestisida juga sering petani lakukan untuk membantu mencegah dan mengendalikan penyakit tanaman. Berikut ini terdapat beberapa jenis penyakit tanaman yang sering terjadi pada tanaman cabe di lahan pertanian.

Layu Fusarium

Penyakit tanaman pertama yang seringkali menyerang tanaman cabe di lahan pertanian adalah layu fusarium. Penyakit layu fusarium terjadi akibat serangan jamur Fusarium oxysporum pada tanaman cabe.

Gejala utama dari penyakit layu fusarium adalah daun mengalami layu dari bagian bawah dan menjalar hingga ranting muda. Apabila infeksi terus terjadi maka tanaman cabe kemungkinan besar akan mengalami layu.

Petani bisa mengendalikan serangan penyakit layu fusarium dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi. Selain itu, penggunaan agen hayati seperti Trichoderma spp juga bisa petani lakukan bersamaan dengan pemupukan.

Layu Bakteri

Layu bakteri merupakan jenis penyakit tanaman cabe akibat serangan bakteri Ralstonia solanacearum. Sehingga, kualitas pertumbuhan tanaman cabe menurun dan beberapa bagian tanaman cabe mengalami kerusakan.

Gejala umum serangan penyakit layu bakteri terbagi menjadi daun fase berbeda, yaitu pada tanaman muda dan tanaman tua. Sehingga, petani harus mewaspadai serangan penyakit tanaman akibat bakteri ini.

Pada tanaman muda, serangan layu bakteri memiliki gejala layu pada daun bagian atas tanaman cabe. Sedangkan gejala penyakit saat tanaman tua adalah layu pada daun bagian bawah tanaman.

Apabila kondisi layu petani biarkan akan merembet ke bagian daun lain dan akhirnya seluruh daun cabe layu permanen. Selain itu, serangan juga bisa terjadi pada buah dan mengakibatkan buah menjadi kuning dan busuk.

Petani bisa melakukan pengendalian dengan cara melakukan rotasi tanaman, menggunakan benih sehat, dan memusnahkan tanaman yang sakit. Selain itu, penggunaan Trichoderma pada saat pemupukan dan bakterisida sesuai dosis juga bisa petani lakukan.

Busuk Buah Antraknosa

Jenis penyakit tanaman cabe selanjutnya adalah busuk buah antraknosa yang terjadi akibat serangan jamur patogen. Jamur patogen yang menyerang dan menyebabkan antraknosa adalah Collectrotichum gloeospoiroides.

Gejala umum dari serangan antraknosa adalah terdapat bercak kecil yang mengkilap dan berair pada buah cabe. Bercak kecil ini memiliki warna hitam, orange, dan coklat yang merupakan struktur dari jamur patogen.

Apabila bercak kecil pada buah cabe petani biarkan, maka akan membesar dan melebar hingga 30 mm. Sehingga, buah cabe akan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan akhirnya membusuk.

Petani bisa mencegah dan mengendalikan antraknosa dengan cara rutin membersihkan buah yang terinfeksi agar tidak menularkan pada buah lain. Selain itu, penggunaan benih sehat dan tahan antraknosa bisa menjadi pilihan terbaik petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *