Pengendalian OPT Pada Usaha Pertanian

pengendalian, opt, usaha, pertanian

Pengendalian OPT Pada Usaha Pertanian. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Indonesia merupakan negara dengan sebagian penduduknya berprofesi sebagai petani. Masyarakat sudah bertani sejak zaman dahulu.

Petani melakukan budidaya tanaman pada lahan pertanian. Petani banyak membudidayakan berbagai jenis tanaman termasuk juga tanaman horikultura.

Sektor pertanian ini sangat penting untuk menggerakan roda ekonomi. Selain itu pertanian juga dapat menjadi penyuplai bahan pangan negara agar tidak impor bahan pangan dari luar negeri.

Dalam pertanian sering kali banyak petani menemukan kendala yang merugikan. Kendala tersebut berupa kegagalan panen saat melakukan budidaya tanaman.

Kegagalan panen ini banyak sekali penyebabnya. Salah satu penyebab kegagalan panen pada usaha budidaya tanaman adalah organisme pengganggu tanaman atau OPT.

Baca Juga : Insektisida Pelindung Budidaya Tanaman Dari Hama Serangga

Pengertian OPT

OPT atau Organisme Pengganggu Tanaman merupakan organisme yang merugikan petani karena dapat menurunkan hasil panen dan merusak tanaman petani.

Organisme pengganggu tanaman dapat merusak tanaman secara fisik seperti merusak batang, daun, akar, tangkai, umbi maupun buah dari tanaman.

Bahkan yang lebih parah dapat membuat tanaman menjadi layu kemudian mati. Sehingga petani memerlukan pengendalian atau penanggulangan agar tidak merugikan petani.

Pengendalian dan penanggulangan serangan organisme pengganggu tanaman dapat petani lakukan dengan beberapa cara yang baik dan benar.

Banyak sekali jenis dari organisme penggangu tanaman yang sering kali merugikan para petani ketika usaha budidaya tanaman. Berikut ini adalah kelompok organisme pengganggu tanaman :

Hama

Hama merupakan hewan yang merugikan petani dengan merusak tanaman pertanian. Organisme hama biasanya menyerang beberapa bagian tanaman.

Bagian tanaman yang sering menjadi sasaran oleh hama adalah daun, batang, akar dan juga buah atau umbi dari tanaman.

Berikut adalah contoh dari hama yang sering merusak tanaman petani :

Moluska

Moluska merupakan salah satu hama yang juga merugikan petani. Hama moluska merupakan hewan dengan ukuran kecil bertubuh lunak dan terkadang ada yang memiliki cangkang sebagai pelindung atau rumahnya.

Contoh hewan moluska yang menjadi hama :

Keong

Hama keong merupakan salah satu jenis moluska yang sering merugikan petani. Hal ini karena keong merupakan hama yang sering menyerang tanaman padi.

Keong menyerang tanaman padi dengan cara memakan tanaman padi yang masih muda. Tanaman padi muda yang terserang lama kelamaan akan rusak dan mati karena serangan keong.

Bekicot

Bekicot merupakan salah satu hewan moluska yang sering petani temukan terutama pada lingkungan sawah. Hama bekicot sering memakan tunas, kuncup bunga dan juga akar muda pada tanaman.

Tanaman muda yang bagiannya termakan oleh bekicot lama kelamaan akan layu dan mati. Hal ini sangat berugikan petani karena mendapat kerugian dengan serangan bekicot.

Serangga

Serangga juga merupakan salah satu hewan yang sering merugikan petani. Hama serangga memikiki ukuran yang kecil dan juga perkembangbiakannya sangat pesat.

Hal ini membuat populasi serangga sangat banyak. Populasi serangga yang banyak ini sangat mengkhawatirkan terutama untuk tanaman para petani.

Hama Wereng

Hama wereng sering menyerang daun dan juga batang dari tanaman. Tanaman yang terserang wereng biasanya daun dan batangya berlubang dan mengering hingga mengakibatkan tanaman mati.

Hama Ulat

Hama ulat merupakan salah satu jenis hewan yang banyak merugikan petani. Ulat sering memakan daun dan juga buah dari tanaman petani.

Tanaman yang ulat makan akan berlubang dan lama – kelamaan akan mati. Ulat juga sering menyerang buah pada tanaman yang mengakibatkan pembusukan pada buah.

Hama Kutu Daun

Hama kutu daun merupakan organisme yang sering menghisap cairan pada tanaman jagung. Kutu daun sering merusak jagung jika tidak segera petani kendalikan.

Hama Belalang

Hama belalang menyerang berbagai jenis tanaman petani. Terutama menyerang bagian daun dan buah tanaman.

Belalang sering juga memakan tunas muda tanaman. Populasi belalang yang banyak harus petani kendalikan agar tanaman petani tidak rusak karena serangan belalang.

Ulat Grayak

Ulat grayak merupakan larva kecil yang memakan daun tanaman petani. Hama ulat grayak sering menyerang tanaman petani saat musim kemarau.

Kumbang Bubuk

Hama kumbang bubuk sering merugikan petani dengan cara memakan biji tanaman petani. Kumbang bubuk sering memakan biji kedelai, kacang tanah, beras, dan jagung.

Lalat Buah

Hama lalat buah lebih sering menyerang buah pada tanaman. Lalat buah meletakkan telur pada bagian buah dan kemudian menetas menjadi larva.

Larva dari lalat buah akan memakan buah dan lama kelamaan buah akan berubah menjadi busuk dan berlubang dan akhirnya mati.

Mamalia

Mamalia merupakan hewan menyusui dan berdarah panas. Hewan mamalia juga ada yang menjadi hama tanaman ada juga yang menjadi predator dari hama tersebut.

Hama Tikus

Hama tikus merupakan salah satu jenis mamalia penyebab kerusakan pada tanaman petani. Hal ini karena tikus sering merugikan petani dengan cara memakan buah, biji maupun umbi dari tanaman petani.

Hama tikus sering menyerang tanaman petani pada saat malam hari. Hama tikus sering membuat sarang pada pinggiran lahan pertanian.

Babi

Babi juga merupakan mamalia yang sering merugikan petani. Hama babi biasanya menyerang tanaman petani pada malam hari.

Babi sering memakan bagian buah maupun daun dari tanaman petani. Babi juga kadang memakan umbi pada tanaman.

Bajing / Tupai

Tupai juga merupakan jenis mamalia yang sering menjadi hama bagi tanaman petani. Tupai sering memakan buah tanaman petani untuk menjadi makananya.

Codot / Kelelawar

Hama codot atau kelelawar sering menyerang tanaman petani terutama bagian buahnya. Biasanya kelelawar memakan buah yang bergelantungan dan membiarkannya berlubang.

Hama codot atau kelelawar aktif pada malam hari. Lubang sisa gigitan dari codot dapat berpotensi menjadi tempat bersarangnya hama lain seperti lalat buah.

Nematoda

Nematoda merupakan hewan yang tidak bersekat dan bersifat parasit. Salah satu jenis nematode yang sering merusak tanaman petani adalah cacing.

Cacing Liang

Cacing liang merupakan salah satu jenis nematoda yang merusak tanaman petani. Hama cacing liang berada dalam tanah dan sering menyerang akar tanaman.

Akar tanaman yang terserang cacing liang akan menghambat pertumbuhan tanaman dan membuat tanaman menjadi kerdil.

Penyakit Tanaman

penyakit, tanaman

Penyakit tanaman merupakan gangguan yang terjadi pada tumbuhan yang terjadi akibat serangan mikroorganisme.

Jenis penyakit pada tanaman bisa terjadi karena virus, bakteri, maupun cendawan. Beberapa jenis penyakit dapat menular ke tanaman lain dan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman.

Virus Tanaman

Virus tanaman adalah hewan parasit berukuran sangat kecil yang menginfeksi dan menyerang pada tanaman. Jika tidak segera ditangani virus akan cepat menyebar dan merusak tanaman lainnya.

Virus tanaman dapat menular melalui tanah, akar, serangga, nematoda, benih, gulma dll. Sehingga pengendalian virus dapat petani lakukan dengan pemilihan benih yang unggul dan tahan virus.

Selain itu petani juga melakukan rotasi tanaman untuk mengurangi penyebaran. Pembasmian serangga pembawa virus juga perlu petani lakukan agar tidak menyebar pada tanaman lain.

Beberapa jenis virus yang sering menyerang tanaman petani :

– Gemini Virus
– CMV (Cucumber Mozaic Virus)
– TMV (Tobacco Mozaic Virus)
– GSV (Grassy Stunt Virus)
– CVPD (Citrus Stunt Phloem Degeneration)
– Virus Y & Virus X

Bakteri Tanaman

Bakteri tanaman merupakan organisme multisel yang juga sering merugikan petani. Mikroba atau bakteri memiliki bentuk yang beragam dan bersifat parasite.

Bakteri yang sering merugikan tanaman memiliki bentuk tongkat dengan tipe bacillus. Bakteri menyerang tanaman dengan cara mereproduksi sel baru dan menyebabkan penyakit pada tanaman.

Beberapa bakteri yang sering menyerang tanaman petani adalah :

Ralstonia solanacearum
Xanthomonas campestris pv oryzae
Candidatus Liberibacter asiaticus
Rhadinaphelencus cocophilus

Jamur / Cendawan

Jamur atau cendawan juga merupakan organisme yang merusak tanaman. Cendawan atau jamur dapat menyerang akar, batang daun dan juga buah tanaman.

Penyebaran jamur dapat terjadi dengan perantara air, serangga, angin dan sentuhan tangan. Sehingga jamur merupakan salah satu penyebab dari beberapa penyakit yang menimbulkan kerusakan pada tanaman petani.
Beberapa jenis jamur yang sering merusak tanaman pertanian :

– Jamur Helmintosporium oryzae
– Cendawan Rhizoctonia sp
– Jamur Fusarium moniliforme
– Cendawan Fusarium oxysporum
– Jamur Sclerospora maydis
– Cendawan Colletotrichum capsici
– Jamur Ceratocyctis paradoxa
– Cendawan Marasmius palmivorus sharples

Gulma

Gulma merupakan tanaman liar yang tumbuh secara bebas dan menganggu pertumbuhan tanaman dengan cara menyerap unsur hara yang meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman.

Tanaman gulma dapat membuat tanaman menjadi kurang ternutrisi sehingga dapat menyebabkan tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya. Gulma terdapat beberapa jenis yaitu :

Rumput – rumputan

Rumput – tumputan memiliki ciri daun yang tersusun dari dua deret. Daun soliter dan tulang daun sejajar.

Gulma jenis ini sering petani temukan pada lingkungan persawahan. Hal ini karena tanaman gulma akan merugikan pertumbuhan tanaman dengan cara menyerap nutrisi yang seharusnya tanaman butuhkan.

Beberapa jenis gulma rumput – tumputan :

– Imperata cylindrica
– Cynodon dactylon
– Panicum rapens
– Echinochloa crusgalli

Teki – tekian

Teki – tekian merupakan gulma dengan ciri batang yang berbentuk segitiga dan tidak berongga. Gulma jenis ini memiliki daya tahan kuat karena memiliki umbi batang yang menancap dalam tanah. Contoh dari gulma teki – tekian :

– Cyperus rotundus
– Fimbristylis littoralis
– Scripus juncoides

Gulma pakis – pakisan

Gulma pakis – pakisan merupakan jenis tanaman paku pendek berumbai yang memiliki akar merayap. Contoh gulma pakis :

– Dryopteris Aridus
– Neprolepsis Biserata
– Neporolepsis Exaltata

Gulma daun lebar

Tanaman gulma daun lebar merupakan salah satu gulma dengan ciri daun yang lebar dan bertulang daun berbentuk seperti jala. Contoh gulma daun lebar :

– Monocharia vaginalis
– Limnocharis flava
– Eichornia crassipes
– Amaranthus spinosus
– Portulaca olerace
– Lindernia sp

Baca Juga : Hama dan Penyakit Serta Pestisida Pengendalinya Pada Budidaya Cabai

Pengendalian OPT Gulma

Pengendalian organisme pengganggu tanaman khususnya gulma bisa petani lakukan dengan cara pencegahan, pengendalian fisik, kimia dan biologi.

Upaya pengendalian gulma ini bertujuan agar tanaman gulma tidak berkembang biak dan akhirnya merugikan tanaman pertanian.

Pencegahan

Pencegahan merupakan awal usaha untuk mengendalikan gulma agar tidak tumbuh pada awal masa penanaman.

Sebelum melakukan penanaman, sebaiknya lahan disterilkan dari bibit gulma yang mungkin nantinya dapat tumbuh di lahan pertanian.

Memilah benih tanaman yang mungkin saja terkontaminasi dengan bibit gulma. Pupuk kandang yang digunakan sebagai pupuk awal sebaiknya yang sudah diolah matang agar tidak tercampur benih gulma.

Pengendalian Fisik

Pengendalian fisik pada organisme pengganggu tanaman khususnya gulma dilakukan dengan cara pengolahan tanah.

Selain itu juga dapat dilakukan pembasmian dengan cara dipangkas dan dibakar. Pemasangan mulsa plastik pada bedengan di lahan pertanian juga bisa dilakukan.

Pengendalian Kimia

Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan pemberian herbisida. Penggunaan herbisida sebaiknya sesuai dosis dan tidak berlebihan.

Pemberian herbisida yang berlebihan dapat mencemari lingkungan dan juga membuat gulma menjadi resisten.

Pengendalian Biologi

Pengendalian gulma dengan cara biologi dilakukan dengan melibatkan beberapa musuh alami dari gulma.

Beberapa musuh alami dari gulma diantaranya adalah hewan ternak dan ikan. Hewan ternak seperti kambing, domba biasanya dimanfaatkan agar memakan gulma pada lahan pertanian.

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman

pengendalian, hama, penyakit, tanaman

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman perlu dilakukan agar tidak merusak tanaman pertanian yang bisa mengakibatkan kegagalan panen.

Usaha pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara. Terutama pencegahan di awal masa penanaman agar nantinya tanaman tidak terserang hama dan penyakit.

Pengendalian OPT Secara Kimiawi

Pengendalian OPT secara kimiawi dilakukan dengan cara pemberian bahan kimia seperti pestisida.
Pestisida biasanya diberikan dengan cara disemprotkan pada tanaman. Penggunaan pestisida kimia sebaiknya tidak berlebihan.

Pestisida yang diberikan secara berlebihan lama kelamaan akan membuat hama menjadi resisten atau kebak.

Selain itu penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat mencemari lingkungan terutama pada hasil panen karena residu dari pestisida kimia.

Berikut adalah contoh pestisida kimiawi yang sering digunakan untuk mengendalikan hama :

Insektisida

Insektisida merupakan jenis pestisida kimia yang digunakan untuk membasmi serangga. Contoh dari insektisida adalah :

– Magnesium fluorosilikat
– Timbel arsenat
– Diklorovinil dimetil fosmat
– Tiodan
– Basmion
– Basudin
– Diazinon
– Propoksur

Herbisida

Herbisida adalah pestisida yang berfungsi untuk mematikan dan mencegah pertumbuhan gulma. Hal ini karena gulma merupakan salah satu tanaman yang mengganggu pertumbuhan dari tanaman pertani. Berikut adalah contoh herbisida :

Amonium sulfonat
– Totacol
– Gramaxone
– Pentaklorofenol

Nematisida

Nematisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi cacing. Berikut adalah contoh dari nematisida :

– Natrium metam
– Oksamil

Rodentisida

Rodentisida merupakan pestisida yang digunakan untuk membasmi hama pengerat seperti tikus. Contoh rodentsida sebagai berikut :

Thalium sulfat
– Senyawa arsen (warangan)

Fungisida

Fungisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur. Berikut adalah contoh dari fungisida :

– Natrium dikromat
– Carbendazim
– Tembaga oksiklorida
– Timbel (I) oksida

Baca Juga : Petunjuk Menggunakan Pestisida  Secara Bijak dan Benar

Pengendalian OPT Secara Alami

Pengendalian OPT secara alami dapat petani lakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Upaya pengendalian opt secara alami memiliki kelebihan yaitu tidak mencemari lingkungan.

Salah satu pengendalian opt secara alami adalah dengan menggunakan pestisida nabati. Hal ini karena pestisida nabagi sangat aman dan ramah lingkungan.

Pestisida nabati dapat merusak perkembangan dari telur, larva dan pupa. Selain itu pestisida nabati juga memiliki bau menyengat yang dapat mengusir serangga.

Pestisida nabati dapat digunakan untuk mengendalikan dari pertumbuhan bakteri dan juga jamur. Pestisida nabati juga dapat merusak saraf dan juga sistem hormone pada tubuh serangga.

Berikut adalah beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan sebagai pestisida nabati :

– Kunyit
– Jahe
– Laos
– Gadung
– Brotowali
– Mindi
– Surian
– Sirsak
– Kluwek
– Selasih
– Sembung

Pengendalian organisme pengganggu tanaman sangat penting petani lakukan agar tanaman pertanian dapat tumbuh dengan baik.

Tanaman pertanian yang tumbuh dengan baik sudah pasti akan menguntungkan petani. Pengendalian organisme pengganggu tanaman bertujuan agar tidak terjadi kegagalan saat panen.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman dapat petani lakukan dengan beberapa cara seperti pencegahan dan pengendalian.

Jika ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Toko Pertanian LMGA AGRO melalui SMS / WA 0812 5222 117. Demikian sekilas pembahasan dari kami tentang Pengendalian OPT Pada Usaha Pertanian.