Jenis Pestisida Pada Pertanian Di Indonesia

Jenis, pestisida, pertanian, Indonesia

Jenis Pestisida Pada Pertanian Di Indonesia. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Indonesia merupakan salah satu negara agraris. Sebagian besar masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani.

Petani sering mengalami gangguan saat bercocok tanam di lahan pertanian karena disebabkan oleh beberapa faktor. Gangguan ini sering merugikan petani karena bisa saja menyebabkan kegagalan panen.

Kegagalan panen ini dapat terjadi karena serangan dari organisme pengganggu tanaman seperti serangga, nematoda, hewan pengerat, jamur dan juga tumbuhan liar pengganggu.

Organisme yang merugikan tersebut dapat dibasmi dengan menggunakan pestisida. Pestisida yang digunakan untuk membasi organisme pengganggu terdapat beberapa jenis sesuai fungsinya masing – masing.

Penggunaan pestisida di harapkan dapat mengurangi bahkan melindungi tanaman agar tetap tumbuh dengan baik tanpa dirugikan oleh organisme pengganggu tanaman.

Pestisida

Pestisida merupakan bahan yang berguna untuk membasmi atau menggendalikan organisme yang dapat mengganggu tumbuh kembang tanaman pertanian.

Pestisida dapat dibuat dari bahan alami maupun zat kimia. Pemakian pestisida hendaknya memperhatikan aturan dan tidak berlebihan agar tidak memberikan dampak negative bagi lingkungan.

Pestisida terdiri dari beberapa jenis sesuai fungsinya masing – masing. Pestisida sangat berperan penting untuk mengendalikan maupun membasmi organisme yang menganggu tumbuh kembang tanaman.

Organisme pengganggu tersebut biasanya terdiri dari jenis nematoda, hewan pengerat, serangga, jamur dan juga tumbuhan liar yang mengganggu.

Kandungan Pestisida

Kandungan pestisida terdiri dari beberapa macam senyawa kimia sintetis yang memiliki fungsi masing – masing sesuai jenis dari pestisida.

Kandungan senyawa kimia di dalam pestisida berfungsi untuk menyerang dan mematikan organisme pengganggu tanaman petani.

Pestisida mengandung beberapa bahan aktif kimia yang sering diketahui oleh para petani seperti abamektin, siflutrin dan sipemetrin.

Untuk mendapat izin edar di Indonesia bahan aktif di dalam pestisida harus memenuhi standar mutu, terjamin efektifitasnya, terdaftar dan aman bagi lingkungan dan manusia.

Beberapa jenis bahan aktif di dalam pestisida seperti Dikloro difenil trikloroetan (DDT), Etilen dibromida (EDB), Monosodium metam arsonat (MSMA), Metoksiklor, Natrium klorat, Formaldehida, Klordimefon dll adalah jenis bahan aktif yang dilarang di Indonesia.

Fungsi Pestisida

Fungsi pestisida yang utama adalah untuk membasmi dan mengendalikan organisme pengganggu tanaman pertanian.

Organisme pengganggu tanaman tersebut dapat terdiri dari hewan pengerat, serangga, nematode, jamur dan juga tumbuhan pengganggu.

Pestisida dapat berfungsi dengan baik jika diberikan dengan mengikuti aturan tertentu agar hasilnya optimal dan tidak berlebihan.

Penggunaan pestisida harus dilakukan sesuai aturan dan tidak berlebihan agar tidak membahayakan lingkungan terutama kesehatan konsumen.

Jenis Pestisida

Jenis pestisida yang sering digunakan para petani untuk memberantas organisme pengganggu tanaman terdapat beberapa jenis dengan fungsinya masing – masing.

Jenis pestisida dapat dikelompokkan berdasarkan organisme pengganggu yang dibasmi, bahan baku dan juga cara kerja dari pestisida.

Berikut ini adalah jenis – jenis pestisida yang sering digunakan petani agar terhindar dari organisme pengganggu tanaman yang merugikan petani.

Baca Juga : Cara Menyimpan Pestisida Yang Baik dan Benar

Jenis Pestisida Berdasarkan Organisme Pengganggu yang Dibasmi

Jenis pestisida berdasarkan organisme penggangu yang dibasmi terdiri dari insektisida, fungisida, herbisida, rodentsida, nematisida, moluskisida dan akarisida.

Beberapa jenis pestisida tersebut memiliki fungsi masing – masing sesuai sasaran yang akan dibasmi. Berikut penjelasan dari jenis pestisida tersebut :

Insektisida

Insektisida adalah jenis pestisida yang berguna untuk membasmi serangan serangga pengganggu seperti kutu busuk, rayap, semut, belalang, ulat, wereng dll.

Insektisida bekerja dengan menyerang sistem pencernaan, perkembangbiakan dan merusak sistem hormon dari serangga.

Serangga yang terkena insektisida akan mengakibatkan kematian pada serangga secara langsung maupun secara perlahan.

Fungisida

Fungisida merupakan salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur. Jamur yang menyerang tanaman bisa dimusnahkan dengan menggunakan fungisida.

Herbisida

Herbisida adalah jenis pestisida yang berguna untuk mencegah dan membasmi gulma. Gulma merupakan tumbuhan pengganggu tanaman pertanian.

Beberapa jenis gulma yang sering tumbuh mengganggu tanaman pertanian adalah rumput teki, alang – alang, enceng gondok.

Gulma merugikan tanaman di lahan pertanian karena dapat menyerap nutrisi pada lahan pertanian yang seharusnya digunakan oleh tanaman di lahan pertanian.

Rodentisida

Rodentisida merupakan jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi binatang pengerat seperti tikus.

Rodentisida bekerja dengan cara merusak sistem pencernaan dari binatang pengerat seperti tikus.
Diperlukan proses beberapa waktu agar efek dari rodentisida bekerja dengan baik di tubuh hewan pengerat tikus.

Penggunaan rodentisida juga harus memperhatikan lingkungan agar mamalia lain seperti kucing tidak terkena rodentisida yang seharusnya diperuntukkan untuk tikus.

Nematisida

Nematisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi nematoda seperti cacing. Cacing merupakan parasite yang dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman pertanian.

Cacing sering menyerang umbi dan akar dari tanaman pertanian. Terutama tanaman berumbi seperti wortel, singkong, ubi jalar, bawang dll.

Moluskisida

Moluskisida adalah salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi moluska seperti bekicot, siput dll.

Senyawa kimia di dalam moluskisida dapat membunuh hewan moluska seperti bekicot, siput dll. Moluskisida sangat bermanfaat untuk mengendalikan serangan hama bekicor dan siput.

Akarisida

Akarisida merupakan salah satu jenis pestisida yang berguna untuk membasmi caplak, tungau laba-laba dll.Senyawa kimia yang terkandung di dalam akarisida dapat membunuh caplak, tungau, laba – laba dll.

Jenis Pestisida Berdasarkan Bahan Pembuatan

Jenis pestisida berdasarkan bahan pembuatan terdiri dari dua jenis yaitu organik dan anorganik. Fungsi dari dua jenis pestisida yang berdasarkan bahan bakunya yang utama adalah mengendalikan dan membasmi organisme pengganggu.

Jenis Pestisida Organik

jenis, pestisida, organik

Jenis pestisida yang terbuat dari bahan organik merupakan jenis pestisida yang ramah lingkunan.
Pestisida organik terbuat dari senyawa yang berbahan dasar dari alam. Pestisida organik sangat baik digunakan karena ramah lingkungan.

Pestisida organik saat ini sudah mulai banyak diproduksi karena dapat digunakan untuk membasmi dan mengendalikan organisme pengganggu dengan cara yang ramah lingkungan.

Bahan aktif untuk pembuatan pestisida organik bisa di dapatkan dari beberapa sumber. Berikut adalah bahan aktif alami beserta sumbernya :

– Anononain, Resin bersumber dari sirsak
– Allisin bersumber dari bawang putih
– Azadirachtin, Salanin, Nimbenen bersumber dari mimba
– Diosgenin, Steroid Saponin, Alkoloid dan Fenol bersumber dari gadung
– Silika bersumber dari serai
– Papain bersumber dari pepaya
– Nikotin bersumber dari tembakau

Kelebihan Pestisida Alami

Pestisida alami merupakan alternatif untuk membasmi organisme pengganggu tanaman dengan bahan yang ramah lingkungan dan aman bagi lingkungan maupun manusia. Kelebihan dari pestisida alami adalah sebagai berikut :

– Tidak merusak tanaman
– Aman untuk tanaman dan manusia
– Tidak membuat organisme seperti serangga menjadi kebal pestisida
– Tidak mencemari lingkungan

Kekurangan Pestisida Alami

Selain memiliki kelebihan, pestisida alami juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini adalah kekurangan dari pestisida alami :

– Pembuatannya memerlukan waktu agak lama
– Tidak mempunyai daya simpan lama
– Kerja lambat sehingga harus mengulangi penyemprotan
– Lebih cepat teruari

Cara Membuat Pestisida Alami

Pestisida alami dapat dibuat sendiri dirumah dengan beberapa bahan aktif alami yang ramah lingkungan tetapi bermanfaat untuk membasmi beberapa organisme pengganggu tanaman.

Penggunaan pestisida alami dapat digunakan sebagai alternatif selain menggunakan pestisida kimia sintetis.

Bahan pembuatan pestisida yang mudah di dapat dan ramah lingkungan sangat bermanfaat untuk membasmi beberapa organisme pengganggu tanaman.

Jahe Sebagai Pestisida Alami

Jahe merupakan salah satu jenis rimpang yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaat dari jahe adalah dapat digunakan untuk melancarkan pencernaan dan juga menghangatkan tubuh.

Selain dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Jahe juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk dijadikan sebagai pestisida.

Membuat pestisida alami dari jahe cukup mudah. Jahe dengan ukuran satu telapak tangan dihaluskan dengan cara diparut.

Masukkan parutan jahe ke dalam ember yang telah diisi dengan air bersih. Ratakan air dan parutan jahe dengan cara mengaduknya.

Diamkan selama satu hari kemudian saring. Air saringan di masukkan ke dalam botol penyemprotan atau tanki penyemprotan dan kemudian siap digunakan sebagai pestisida alami.

Pestisida Alami Dari Bawang Putih

Pestisida alami dari bawang putih dapat dibuat dengan mudah dirumah karena bawang putih sudah pasti ditemukan di dapur.

Selain sebagai rempah – rempah bawang putih juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami. Bawang putih mengandung bahan aktif allisin yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami.

Cara membuat pestisida dari bawang putih cukup mudah. Tinggal disiapkan satu suing bawang putih yang telah dihaluskan.

Kemudian di masukkan ke dalam botol air dan ditambah dengan gelas air. Lakukan pengocokkan botol agar air dan bawang putih tercampur.

Biarkan selama satu malam dan keesokan harinya pestisida alami dari bawang putih sudah siap untuk digunakan.

Jenis Pestisida Anorganik

Jenis pestisida anorganik terbuat dari jenis senyawa kimia non alami dan dibuat di pabrik. Pestisida anorganik mudah diaplikasikan tetapi memiliki dampak negatif jika digunakan untuk waktu lama.

Jenis pestisida anorganik memiliki dampak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia jika digunakan secara berlebihan.

Pestisida anorganik dapat menimbulan radikal bebas yang dapat mengganggu kesehatan pada tubuh manusia.

Kelebihan Pestisida Anorganik

Pestisida anorganik merupakan bahan yang terbuat dari senyawa kimia sintetis yang digunakan untuk membasmi organisme pengganggu tanaman.

Pestisida anorganik atau pestisida kimia memiliki beberapa kelebihan. Berikut adalah kelebihan penggunaan pestisida anorganik :

– Dosis racun tinggi
– Daya simpan lama
– Zat yang terkandung lebih cepat bereaksi
– Lebih praktis dan dapat dibeli di toko pertanian

Kekurangan Pestisida Anorganik

Selain memiliki kelebihan, pestisida anorganik juga memiliki beberapa kekurangan dalam penggunaannya. Berikut adalah kekurangan dari pestisida anorganik atau kimia :

– Tidak ramah lingkungan
– Residu dari bahan kimia dapat mencemari lingkungan dan menempel di hasil panen
– Resistensi hama
– Mematikan musuh alami dari organisme pengganggu tanaman

OrganoFosfat

Organofosfat merupakan zat kimia sintesis yang biasanya terkandung di dalam pestisida. Fungsinya adalah untuk membunuh organisme pengganggu tanaman seperti serangga, jamur dan gulma.

Organofosfat juga biasa dimanfaatkan dalam produk rumah tangga untuk pembasmi kecoa dan nyamuk.

Keracunan yang ditimbulkan oleh organofosfat terjadi akibat terhambatnya enzim kolinesterase.
Jika terkena kulit maka segera cuci bagian yang terkena organofosfat dengan sabun dan air atau bisa juga dengan mandi.

Jika terkena organofosfat pada bagian mata maka segera cuci dengan air mengalir selama kurang lebih 15 menit.

Baca Juga :  Petunjuk Menggunakan Pestisida Secara Bijak dan Benar

Jenis Pestisida Berdasarkan Cara Kerja

Jenis pestisida berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi beberapa jenis seperti sistemik, kontak, racun pernapasan, racun lambung, racun metabolisme dan racun protoplasma. Berikut ini adalah beberapa jenis pestisida berdasarkan cara kerjanya :

Sistemik

Pestisida dengan cara kerja sistemik umumnya di aplikasikan dengan cara disemprotkan atau di tebar ke tanaman.

Senyawa kimia yang disemprotkan akan terserap ke dalam tanaman dan dapat membunuh organisme pengganggu.

Kontak

Pestisida yang bekerja dengan cara kontak bekerja dengan cara masuk ke tubuh serangga melalui kulit dan mengalir pada tubuh serangga.

Racun Pernapasan

Pestisida jenis ini bekerja dengan membunuh organisme panggangu dengan cara menyerang sistem pernafasan.

Salah satu contohnya adalah dengan cara memasukkan asap ke dalam lubang – lubang tempat tikus bersembunyi disawah.

Racun Metabolisme

Pestisida dengan cara kerja racun metabolisme bekerja dengan cara membunuh serangga dengan mengintervensi proses metabolismenya.

Racun Lambung

Pestisida dengan cara kerja racun lambung bekerja dengan cara masuk ke dalam organ pencernaan serangga dan dapat membuat serangga terbunuh.

Racun Protoplasma

Pestisida dengan cara kerja ini bekerja dengan mengganggu fungsi sel dan merusaknya. Racun protoplasma sering digunakan untuk mengendalikan gulma.

Tips Mengilangkan Sisa Pestisida Pada Sayur dan Buah

tips, menghilangkan, sisa, pestisida, pada, sayur, buah

Tips menghilangkan sisa pestisida pada sayur dan buah perlu diketahui agar sayur dan buah yang akan dikonsumsi bersih dari pestisida.

Sisa – sisa pestisida yang menempel pada sayur dan buah dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan pencucian sayur dan buah hingga benar – benar bersih.

Mengupas kulit dari buah juga dapat dilakukan untuk menghilangkan sisa dari pestisida yang menempel pada kulit buah.

Selain itu mencuci sayur dan buah dengan menggunakan baking soda yang dilarutkan juga dapat membantu menghilangkan sisa pestisida yang menempel.

Baca Juga : Tips Menggunakan Pestisida Yang Baik dan Benar

Pestisida Alami Untuk Basmi Hama Ulat Grayak

Ulat grayak dengan nama latin Spodoptera exigua adalah salah satu jenis hama yang merusak tanaman dan merugikan petani.

Ulat grayak sering merusak daun tanaman jagung, bawang, padi, selada, sawi, kacang – kacangan, kedelai.

Ciri – ciri dari tanaman yang terserang ulat grayak adalah daun yang terlihat berwarna putih. Ulat grayak menyerang saat malam hari.

Hama ulat grayak dapat dibasmi dengan cara penyemprotan pestisida. Selain menggunakan pestisida dengan bahan kimia dapat juga menggunakan pestisida alami.

Berikut adalah bahan dan cara pembuatan pestisida untuk membasmi ulat grayak yang menyerang tanaman :

Bahan :

– Air (20 Liter)
– Serai (5 kg )
– Laos (5 kg)
– Kipait (7 kg)

Pembuatan Pestisida Alami :

– Haluskan serai, laos dan kipait dengan cara di cincang lalu di tumbuk hingga halus
– Masukkan ke dalam air dan aduk hingga merata
– Kemudian saring bahan – bahan tersebut agar ampas tidak ikut tercampur
– Jika sudah disaring, air ekstrak serai, laos dan kipait siap digunakan sebagai pestisida alami
– Masukkan ke dalam tanki penyemprotan
– Lakukan pemyemprotan pada tanaman yang terserang ulat grayak maupun yang masih belum terserang agar terhindar dari serangan ulat grayak.

Jika ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi Toko Pertanian LMGA AGRO melalui SMS / WA 0812 5222 117. Demikian sekilas pembahasan dari kami tentang Jenis Pestisida Pada Pertanian Di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *