Cara Menanam Hidroponik Mudah dan Menguntungkan

cara, menanam, hidroponik, mudah, menguntungkan

Cara Menanam Hidroponik Mudah dan Menguntungkan. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Kebutuhan bahan pangan di masyarakat sangat beragam mulai dari sayur dan buah – buahan. Hal ini menjadi peluang usaha untuk membudidayakan beberapa bahan pangan seperti sayur dan buah – buahan.

Budidaya bahan pangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari menanam di lahan persawahan, kebun, halaman rumah maupun dengan cara hidroponik. Budidaya tanaman hidroponik sudah meluas dan dikenal oleh kalangan petani maupun masyarakat.

Menanam hidroponik bisa dilakukan dengan beberapa sistem hidroponik. Menanam hidroponik tidak memerlukan tempat yang terlalu luas.

Menanam hidroponik bisa dilakukan di lahan seadaanya. Menanam hidroponik bisa dilakukan disekitar halaman rumah.

Cara menanam hidroponik bisa dengan menggunakan sistem wick, sistem nft, sistem drip, sistem dft, sistem ebb and flow, sistem deep water culture.

Pengertian Hidroponik

Hidroponik adalah cara budidaya tanaman menggunakan media tanam air yang menekankan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada tanaman.

Budidaya hidroponik membutuhkan air lebih sedikit dibanding dengan budidaya menggunakan tanah. Penggunaan air sebagai media tanam ini menjadikan hidroponik jadi efisien.

Hidroponik dapat dilakukan untuk membudidayakan berbagai macam jenis sayur – sayuran dan juga buah – buahan.

Budidaya dengan sistem hidroponik sudah banyak dikenal dan dilakukan baik petani maupun masyarakat umum.

Budidaya sistem hidroponik ini dapat dijadikan sebagai peluang usaha budidaya yang menguntungkan bagi petani.

Hidroponik juga dapat dilakukan di rumah oleh masyarakat. Masyarakat bisa menanam sayur dan buah di halaman rumah dengan sistem hidroponik.

Dengan demikian masyarakat mempunyai stok ketersediaan bahan pangan sendiri yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari – hari.

Kelebihan Hidroponik

Kelebihan hidroponik dalam usaha budidaya dapat menguntungkan petani hidroponik. Berikut ini adalah kelebihan dari budidaya hidroponik :

– Menghemat penggunaan lahan
– Mudah dan Praktis
– Bebas Hama
– Hasil Panen Melimpah

Kekurangan Hidroponik

Selain memiliki kelebihan dalam budidaya, hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini adalah kekurangan budidaya hidroponik :

– Perlengkapan masih langka
– Modal cukup besar
– Harus teliti mengontrol nutrisi dan keasaman pH

Tanaman Hidroponik

Tanaman hidroponik sudah banyak dikenal oleh masyarakat maupun petani. Tanaman hidroponik seperti sayur dan buah sudah banyak ditemui di lahan budidaya hidroponik.

Sayuran dan buah merupakan tanaman hidroponik yang banyak dibudidayakan. Hal ini dikarenakan sayur dan buah merupakan sumber vitamin yang diperlukan untuk memenuhi gizi masyarakat.

Jenis sayur yang sering dibudidayakan dengan cara hidroponik adalah pakchoy, sawi, kangkung, selada, cabe, seledri, bawang merah dll.

Buah juga dapat dibudidayakan dengan sistem hidroponik seperti stroberi, semangka, melon, blueberry, anggur, tomat dll.

Baca Juga : Budidaya Semangka Merah dan Kuning Peluang Usaha Menguntungkan

Sistem Hidroponik

Sistem hidroponik sangat beragam dengan berbagai cara masing – masing. Berikut ini adalah sistem menanam hidroponik :

Sistem Deep Water Culture

Sistem deep water culture termasuk sistem hidroponik yang sederhana. Sistem deep water culture juga dikenal dengan sistem rakit apung.

Sistem ini berkerja secara pasif, tanaman terendam oleh air nutrisi yang terdapat di dalam bak penanaman. Pada sistem ini ditambah air stione sebagai penambah oksigen.

Sistem DFT

Sistem DFT atau Deep Flow Technique merupakan sistem hidroponik yang menggunakan genangan nutrisi.

Tanaman pada sistem ini direndam nutrisi dengan kedalaman 3 – 5 cm. Sehingga akar tanaman pada netpot akan menyentuh genangan nutrisi.

Sistem Deep Flow Technique memiliki kelebihan ketika listrik padam maka tanaman akan tetap mendapat nutrisi dari cadangan nutrisi di wadah.

Sistem Drip

Sistem drip merupakan sistem hidroponik yang sering dilakukan oleh petani. Sistem ini bekerja dengan cara meneteskan nutrisi ke akar tanaman.

Nutrisi yang menetes ke akar tanaman dan tersisa maka sisa nutrisi ini akan menetes ke tendon penampungan nutrisi.

Sistem Ebb and Flow

Sistem Ebb and Flow merupakan sistem hidroponik yang bekerja dengan cara mengalirkan nutrisi ke bak tanaman dan kemudian pada waktu tertentu nutrisi surut dan mengalir ke tendon.

Sistem ini juga dikenal dengan sebutan sistem pasang surut. Sistem Ebb and Flow bekerja dengan pompa yang diberi timeri.

Sistem NFT

Sistem NFT atau nutrient film technique adalah sistem hidroponik dengan cara kerja mengalirkan air dangkal agar tidak merendam akar tanaman.

Pemasangan sistem NFT dibuat sedikit miring agar tidak ada genangan air. Dan air yang mengalir ke bawah di teteskan ke bak nutrisi.

Dari bak nutrisi dipompa ke atas dengan menggunakan pompa agar nutrisi mengaliri tanaman tanpa harus menggenang.

Sitem Wick

Sistem wick bekerja dengan bantuan dari sumbu. Sumbu pada sistem ini berfungsi untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman.

Hidroponik dengan menggunakan sistem wick sangat mudah dibuat. Hanya dengan wadah untuk menampung air, netpot, sumbu dari kain flannel dan styrofom.

Wadah diisi air dan nutrisi kemudian diatasnya diletakkan styrofoam yang telah diberi lubang untuk tempat netpot.

Kemudian netpot diberi sumbu dibawahnya dari kain flannel. Kemudian netpot diletakkan dilubang netpot dan pastikan sumbu mengenai cairan nutrisi pada bak air.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan bisa juga menambahkan air stone sebagai penyuplai oksigen pada bak nutrisi.

Baca Juga : Aquaponik, Budidaya Tanaman Sambil Memelihara Ikan

Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik sangat bermacam – macam jenisnya dan penggunaanya juga tergantung sistem yang digunakan. Berikut adalah media tanam hidroponik :

Arang Sekam

Arang sekam merupakan limbah dari kulit padi yang dibakar. Arang sekam juga mengandung unsur hara nitrogen, fosfor, kalsium dan magnesium.

Arang sekam mempunyai tingkat keasaman netral dengan kisaran 6,5 – 7. Arang sekam sering dimanfaatkan untuk campuran kompos, media tanam, media penyemaian dll.

Rockwool

Rockwool adalah salah satu media tanam yang banyak digunakan untuk budidaya dengan sistem hidroponik.

Rockwool terbuat dari batuan basalt, batu bara dan batu kapur yang dilelehkan dengan cara dipanaskan. Media tanam rockwool sangat mudah menyerap nutrisi cair pada sistem hidroponik.

Hidrogel

Hidrogel terbuat dari kristal polimer. Hidrogel juga memiliki kemampuan untuk menyerap air dalam jumlah yang cukup banyak.

Hidrogel banyak dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik. Hidrogel berbentuk butiran kristal kecil.

Cocopeat

Cocopeat merupakan media tanam yang terbuat dari serabut kulit kelapa yang telah dihaluskan. Cocopeat ada yang masih berbentuk kasar dan juga ada yang berbentuk halus.

Cocopeat sering digunakan sebagai media tanam. Cocopeat dapat menampung air dengan kapasistas tinggi sehingga membuatnya lebih efisien.

Perlite

Perlite merupakan salah satu media tanam yang sering digunakan pada sistem hidroponik. Perlite terbuat dari batuan vulkanik alami.

Perlite memiliki kemampuan untuk menyimpan unsur hara dan nutrisi dengan baik. Media tanam perlite berwarna putih.

Vermiculite

Vermiculite adalah media tanam yang terbuat dari mineral filosilikat hidro yang dipanaskan dan mengalami ekspansi.

Vermiculite sering dijadikan sebagai media tanam maupun media penetasan telur pada reptil. Perlite memiliki kemampuan peneyerapan air yang lebih tinggi daripada perlite.

Serbuk Kayu

Serbuk kayu juga bisa digunakan sebagai media tanam. Serbuk kayu bisa didapatkan di toko kayu atau meubel.

Serbuk kayu juga memiliki kemampuan untuk menyerap air yang cukup baik. Serbuk kayu juga bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Kerikil

Kerikil juga bisa dijadikan sebagai pilihan untuk media tanam. Media tanam kerikil sering digunakan pada sistem hidroponik.

Kerikil memiliki kekurangan tidak dapat menyerap air sehingga air atau nutrisi hanya bisa mengalir di akar.

Cara Menanam Hidroponik Sayuran

cara, menanam, hidroponik, sayuran

Cara menanam hidroponik sayuran disekitar rumah dapat dilakukan dengan mudah dan dapat dijadikan sebagai stok bahan pangan yang menyehatkan.

Menanam hidroponik sayuran disekitar rumah tidak memerlukan lahan yang terlalu luas yang terpenting tempatnya tersinari oleh matahari.

Menanam hidroponik sayuran dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memenuhi ketahanan pangan rumah tangga.

Sebelum melakukan penanaman hidroponik sayuran hendaknya memilih dan membeli benih sayuran yang berkualitas dahulu.

Jika sudah selanjutnya bisa menyiapkan alat dan bahan tergantung sistem yang akan digunakan untuk menanam sayuran hidroponik.

Sistem hidroponik yang paling mudah dilakukan adalah sistem wick. Sistem wick mengandalkan sumbu sebagai penyalur nutrisi ke tanaman.

Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk sistem wick kain flannel, gunting, netpot, baskom, styrofoam, nutrisi cair dan benih sayuran.

Bercocok Tanam Hidroponik Sistem Wick

Bercocok tanam hidroponik sistem wick adalah cara menanam hidroponik yang paling mudah dilakukan dan sederhana.

Sistem wick juga dikenal dengan sistem sumbu. Disebut sistem sumbu karena memang pada media netpot/potnya diberi sumbu yang terbuat dari kain. Bisa menggunakan kain flannel.

Bercocok tanam hidroponik dengan sistem wick tidak terlalu membutuhkan alat dan bahan yang terlalu banyak.

Bahkan bisa menggunakan alat dan bahan sederhana dari limbah botol plastik, Styrofoam dll. Selain memanfaatkan barang bekas juga ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Sebelum melakukan penanaman hidroponik dengan sistem wick diperlukan alat dan bahan sebagai berikut :

– Kain flannel
– Gunting
– Netpot
– Baskom
– Air Nutrisi
– Styrofoam

Cara membuat media tanam :

– Potong kain flannel dengan gunting menjadi beberapa bagian kecil
– Letakkan kain flannel bada bagian bawah netpot
– Selanjutnya lubangi Styrofoam sesuai diameter dari netpot
– Letakkan netpot menggantung di lubang Styrofoam
– Masukkan air nutrisi ke dalam baskom
– Letakkan Styrofoam di baskom
– Pastikan bagian bawah netpot terkena air nutrisi
– Jika sudah tinggal menyiapkan benih yang akan ditanam dan kemudian pindahkan ke netpot.

Baca Juga : Hidroponik Sayuran Organik Sebagai Peluang Usaha Baru

Pemupukan Hidroponik

Pemupukan hidroponik dilakukan dengan memberi nutrisi cair atau pupuk cair. Pemberian pupuk berguna agar tanaman hidroponik dapat tumbuh dengan optimal.

Pemupukan dilakukan untuk memenuhi unsur hara agar tanaman dapat menunjang pertumbuhan dari tanaman.

Dosis kepekatan pemupukan pada sistem hidroponik bisa dilihat dengan menggunakan alat ukur TDS meter.

Nutrisi Hidroponik

Nutrisi hidroponik pada tanaman didapatkan dari pemberian pupuk yang dilarutkan atau nutrisi cair.
Komposisi pemberian nutrisi hidroponik disesuaikan dengan umur dari tanaman hidroponik itu sendiri sesuai dosis.

Nutrisi yang diberikan pada tanaman hidroponik dapat menggunakan pupuk AB MIX. Pupuk AB mix dapat menutrisi tanaman hidroponik agar dapat tumbuh dengan optimal.

Pupuk AB MIX

Pupuk AB MIX adalah pupuk yang terdiri dari pupuk A dan pupuk B. Kandungan dari pupuk A adalah kalium. Kandungan pada pupuk B adalah fosfat dan sulfat.

Pupuk AB MIX harus dilarutkan dengan sempurna agar bisa diserap tanaman dengan baik dan tidak terjadi penyumbatan pada pipa hidroponik.

Saat awal pindah tanam nutrisi Ab Mix diberikan 300 sampai 500 PPm. Nutrisi awal diberikan hingga tanaman hidroponik berumur 5 hari setelah pindah tanam.

Selanjutnya dosis nutrisi Ab mix bisa ditingkatkan dengan memberikan 800 sampai 1.000 PPm pada hari ke 7 sampai 15 setelah pindah tanam.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian nutrisi pada hari ke 15 sampai 25 dengan dosis 1.200 sampai 1.400 PPm. Dosis ini diberikan sampai tanaman hidroponik panen.

Selain kebutuhan nutrisi, tanaman hidroponik juga membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan juga oksigen yang terlarut di dalam air.

Hidroponik Sederhana Menggunakan Botol Plastik Bekas

hidroponik, sederhana, botol, plastik, bekas

Menanam hidroponik sedergana menggunakan botol plastik bekas dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan biaya yang banyak.

Dengan memanfaatkan botol bekas kita juga ikut mengurangi pencemaran akibat sampah yang terbuat dari plastik.

Menanam dengan cara hidroponik sederhana menggunakan botol plastik bekas lebih mudah dengan menerapkan sistem sumbu atau sistem wick.

Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah benih tanaman, botol plastik bekas, gelas air mineral bekas, kain flannel, nutrisi cair, spons.

Pertama, potong botol plastik menjadi dua bagian. Pada sisi bagian atas botol yang sudah dipotong masukkan kain flannel melalui lubang yang terdapat tutup botol.

Kemudian pada sisi bagian bawah botol bekas diberi nutrisi cair. Jika sudah gabungkan potongan atas dengan posisi sisi yang terdapat kain flannel ada di bawah dan mengenai nutrisi cair.

Jika sudah masukkan benih ke dalam spons yang telah dilubangi tengahnya. Lalu letakkan pada media botol plastik. Kemudian siram dengan sedikit nutrisi cair.

Letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari tetapi tidak terkena air hujan jika nantinya terjadi hujan.

Kangkung Hidroponik

Menanam kangkung hidroponik dapat dilakukan dengan mudah di lahan sederhana disekitar rumah menggunakan alat dan bahan yang tidak terlalu mahal.

Dengan menanam kangkung kita bisa mempunyai stok kangkung yang dapat digunakan sebagai bahan pangan dirumah maupun dijadikan sebagai pakan hewan peliharaan seperti kelinci, kura – kura, iguana dll.

Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk menanam kangkung adalah benih kangkung, nutrisi cair, kain, saringan plastik dan baskom.

Isi baskom dengan air lalu tuangkan benih kangkung ke dalamnya dan biarkan selama 24 jam. Jika terdapat benih yang mengapung maka jangan digunakan. Gunakan benih yang tenggelam.

Kemudian bungkus benih yang baik tadi menggunakan kain dan basahi dengan air secukupnya. Letakkan benih pada saringan plastik. Tunggu hingga benih berkecambah untuk kemudian dipindah ke baskom berisi nutrisi cair.

Masukkan nutrisi cair ke dalam baskom yang berisi air. Kemudian pindahkan saringan plastik yang berisi benih dan sudah berkecambah tadi ke dalam baskom.

Letakkan media tanam di tempat yang tersinari cahaya matahari agar memperlancar proses fotosintesis. Tetapi tetap teduh dari air hujan.

Lakukan penambahan nutrisi cair jika nutrisi di dalam baskom sudah mulai berkurang atau surut. Kangkung hidroponik siap untuk dipanen ketika berumur 4 sampai 6 minggu.

Pemanenan kangkung hidroponik bisa dilakukan dengan cara memotong batangnya dan membiarkannya tumbuh lagi atau bisa dengan mencabut sampai ke akarnya.

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi Toko Pertanian Online LMGA AGRO melalui SMS / WA 0812 5222 117. Demikian pembahasan dari kami tentang Cara Menanam Hidropodik Mudah dan Menguntungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *