Urban Farming dan Perkembangannya di Indonesia

urban, farming, urban farming, indonesia, pertanian
Beri Penilaian

Urban Farming dan Perkembangannya di Indonesia. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. LMGA AGRO jual berbagai kebutuhan petani lengkap dan murah.

LMGA AGRO jual berbagai kebutuhan petani lengkap. Mulai dari benih, alat pertanian, pupuk, zpt, dll. Semua tersedia lengkap dengan harga murah dan promo.

LMGA AGRO bekerjasama dengan jasa logistik terpercaya di Indonesia seperti JNE, JNT, Pos Indonesia, KI8, Indah Logistik, dll untuk mengirimkan semua pesanan. Kami memberikan jaminan pesanan Anda pasti akan sampai ke alamat tujuan

Urban Farming dalam beberapa tahun berakhir makin diminati oleh masyarakat – masyarakat di perkotaan. Konsep urban farming sendiri mulai berkembang beberapa waktu terakhir karena inisiasi dari segelintir komunitas pecinta lingkungan dimana terus bergerak untuk mempopulerkan konsep Urban Farming di Indonesia.

Daerah perkotaan di Indonesia kebanyakan memiliki ciri – ciri yaitu memiliki tanah terbuka serta air permukaan yang bisa digunakan untuk kegiatan pertanian

Urban Farming

Apa itu Urban Farming? Urban Farming merupakan sebuah konsep pertanian dengan praktik budidaya pemrosesan, dan distribusi bahan pangan dan dilakukan di daerah kota / perkotaan. Urban Farming memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam di tengah padatnya daerah perkotaan.

Urban Farming secara umum dilakukan untuk meningkatkan aktivitas produksi bahan pangan untuk dikonsumsi masyarakat, meningkatkan pendapatan serta sebagai tempat untuk relaksasi dan rekreasi.

Penyediaan lahan hijau di daerah perkotaan akan memberikan manfaat sangat baik bagi masyarakat. Lahan hijau untuk Urban Farming bisa ditempatkan di tempat – tempat tidak terlalu luas seperti atap rumah, teras, dll.

Sejarah

sejarah, urban, farming, pertanian, pertanian urban, urban farming

Sejarah Urban Farming dimulai sejak zaman Mesir kuno. Di zaman Mesir kuno, sampah – sampah dari masyarakat Mesir Kuno dikumpulkan dan dimanfaatkan pada urban farming.

Di daerah Maccu Picchu (Maccu Pichu merupakan sebuah lokasi dimana merupakan sebuah reruntuhan Inca pra – Columbus dan terletak di wilayah pegunungan. Maccu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru pada ketinggian 2350 m diatas permukaan laut, sekitar 70 km barat laut Cusco), sumber daya berupa air sangat dilestarikan dengan cara memanfaatkan arsitektur secara bertingkat.

Sehingga air yang jatuh nantinya bisa digunakan tanaman yang berada di bawahnya. Pada awal abad ke 19 di Jerman sebuah kebun individu (allotment garden) dibangun akibat dari kondisi kerawanan pangan dan kemiskinan yang terjadi pada waktu itu.

Setelah itu di masa perang dunia 1 dan 2, kebun Victoria mengalami perkembangan di beberapa Negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Kanada.

Kebun Victoria ini diisi dengan berbagai tanaman seperti tanaman sayuran, buah dan rempah – rempah daun. Hal tersebut dilakukan karena di waktu itu masyarakat sipil ingin mengurangi tekanan produksi pangan untuk kebutuhan perang pada masanya.

Kegiatan berkebun selanjutnya makin banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Masyarakat menanam tanaman sesuai keinginan mereka untuk menghasilkan bahan pangan serta sebagai tujuan rekreasi.

Kegiatan tersebut dilakukan seperti dalam program P – Patch seperti yang sudah dilakukan di kota Seattle (Amerika Serikat). Lalu, gerakan permakultur semakin mendorong perkembangan sistem pertanian ini di seluruh dunia.

Baca Juga : Pupuk Kualitas Unggul

Dampak Urban Farming

Pemanfaatan Urban Farming dalam bercocok tanam di perkotaan mampu memberikan dampak yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat kota. Dampak – dampak dari Urban Farming diantaranya yaitu :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.