BENIH CABAI SHYPOON CABAI BERANGKAI HALBANERO

BENIH CABAI SHYPOON
CABAI SHYPOON

WWW.LMGAAGRO.COMBenih Cabai Shypoon Cabai Berangkai Halbanero. Benih cabai Shypoon Halbanero bisa ada beli di toko pertanian on line LMGA AGRO harga murah Telepon Hp. 082141747141 atau layanan khusus SMS / WA : Hp. 08125222117. Tersedia Benih Cabai Shypoon dalam kemasan 10 gram/pack. Bagi pembaca yang berminat dengan benih cabai rawit shypoon dan membutuhkan informasi lebih lanjut serta konsultasi pertanian seputar budidaya tanaman cabai bisa langsung menghubungi kami.  Layanan kami menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan Jasa Ekspedisi yang ada dan terpercaya, kami yakin produk pesanan bisa sampai tangan anda. Kami juga menyediakan berbagai macam produk benih hortikultura, pestisida, pupuk dan sarana pertanian lainnya.

Benih cabai shypoon tergolong baru untuk dibudidayakan. Meskipun demikian potensi hasil yang ditawarkan cukup menjanjikan dan bisa dicoba. Benih cabai shypoon tergolong benih cabai kecil atau cabai rawit. Cabai rawit ( capsicum frutescens ) adalah tanaman berasal dari benua Amerika kemudian menyebar hingga Asia Tenggara. Tanaman bisa tumbuh optimal pada ketinggian kurang dari 500m dpl. Untuk ketinggian diatas 500m dpl akan mempengaruhi tingkat produksi buahnya, akan semakin berkurang. Budidaya cabai rawit  memerlukan kondisi sistem pengairan yang baik atau tingkat curah hujan yang tinggi berkisar 1.500-2.500 mm/tahun. Dengan kelembaban dan suhu antara 25-30 derajat celcius.

BENIH CABAI SHYPOON

Benih cabai shypoon merupakan benih unggul produk dari Halbanero. Halbanero merupakan salah satu perusahaan benih yang fokus dalam pengembangan benih tanaman utamanya cabai. Sudah ada beberapa jenis produk benih keluaran Halbanero yang bisa bersaing dengan produk benih perusahaan lainnya. Seperti contoh benih cabai Mhanu dan benih cabai Mhanu F1 atau Mhanu Prayit. Dari produk yang sudah ada tersebut walaupun tergolong masih baru, kualitas produk Halbanero sudah bisa diterima oleh petani sentra cabai di Indonesia. Mudah beradaptasi dan dikembangkan, hal ini menjadi ketertarikan bagi kalayak umum untuk mencoba menanam benih cabai shypoon. Baik petani yang sudah terbiasa dengan tanaman cabai maupun para pemula yang bukan profesi sebagai petani. Seperti halnya ibu-ibu rumah tangga dengan harapan bisa mencukupi kebutuhan cabai untuk konsumsi sehari-hari.

Benih cabai shypoon adalah benih cabai berangkai yaitu tanaman cabai yang mempunyai produksi buah sangat lebat dan serempak untuk tiap-tiap percabangannya. Rata-rata lebih banyak dibandingkan dengan tanaman cabai sejenis lainnya. Untuk membantu agar bisa lebih mengenal benih cabai shypoon, berikut deskripsi singkat mengenai benih cabai shypoon.

BENIH CABAI SHYPOON
  • Benih cabai shypoon merupakan benih cabai rawit unggul produk dari Halbanero Company yang berada di Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia.
  • Benih cabai shypoon bisa ditanam di lahan dataran rendah sampai dataran tinggi. Mempunyai daya tumbuh hingga mencapai 95% dengan kemurnian benih pada skala 98% dan pertumbuhan intermediate. Untuk kondisi pertumbuhan hasil optimal di bawah 500 mdpl. Benih cabai shypoon lebih tahan virus, memiliki ketahanan terhadap penyakit antraknosa dan retak buah ( cracking ).
  • Vigor tanaman yang kuat, tinggi, banyak cabang dan produktif. Tinggi tanaman bisa mencapi 1,6 – 2 meter dengan buah cabai yang lebat pada masing-masing cabang tanaman.
  • Buah cabai shypoon sama dengan buah cabai rawit pada umumnya,dengan tipe tumbuh tegak lurus, buah ramping, buah lebat dan seragam. Panjang buah cabai 6 – 7 cm dengan diameter buah cabai berkisar 0,9 – 1,3 cm. Berjenis cabai rawit berangkai, benih cabai shypoon menghasilkan buah cabai 5-10 dari masing-masing cabang tanaman. Dan  ini lebih banyak dibandingkan dengan tanaman cabai rawit jenis lainnya. Cabai shypoon memiliki rasa yang pedas, warna hijau muda cerah pada saat muda dan merah orange pada saat tua.
BENIH CABAI SHYPOON
  • Dari hasil budidaya benih cabai shypoon per pack benih bisa dihasilkan kisaran 1600 bibit cabai siap tanam. Dari segi potensi hasil mencapai 17 ton/Ha dengan kisaran berat per tanaman 600 – 900 gram. Untuk mencukupi kebutuhan benih diperlukan sekitar 100-110 gram/Ha.
  • Budidaya benih cabai shypoon memliki umur panen kisaran 85 Hari Setelah Tanam (HST). Untuk penggunaan pupuk dan pestisida pada saat proses tanam sampai dengan proses perawatan perlu diperhatikan. Untuk pupuk dasar diperlukan pada saat olah tanah untuk memenuhi kecukupan unsur hara tanah. Selanjutnya untuk tahapan perawatan setelah proses tanam dianjurkan menggunakan pupuk NPK 30-20-10 untuk 10-40 HST, NPK 10-20-30 untuk 40-80 HST dan NPK 16-16-16 untuk 90 HST.
  • Penggunaan pestisida pada budidaya benih cabai shypoon diperlukan dengan ketentuan sesuai kebutuhan. Apabila diamati terjadi gejala serangan segera diberikan pestisida dengan tepat waktu, tepat dosis dan benar caranya.

Tentunya budidaya benih cabai shypoon harus diimbangi dengan teknik budidaya cabai yang baik dan benar untuk mendapatkan hasil maksimal. Harus melalui tahapan-tahapan proses tanam yang benar dan membutuhkan ketelitian dalam pemeliharaanya. Seperti halnya pembahasan teknik budidaya cabai yang lainnya, dalam ulasan mengenai budidaya benih cabai shypoon ini perlu juga dicantumkan secara singkat mengenai tahapan teknik budidaya tanaman cabai rawit seperti berikut ini.

BUDIDAYA BENIH CABAI SHYPOON

PEMILIHAN BENIH CABAI

Benih cabai shypoon sebagai produk yang direkomendasikan mengingat kelebihannya sebagai benih cabai rawit berangkai. Hasil yang tinggi dan kualitasnya ditawarkan disini.

PEMBIBITAN DAN PENYEMAIAN BENIH CABAI

Polibag ukuran 5 x 10 cm, media semai campuran antara tanah, kompos dan arang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dan aduk rata. Benih direndam air hangat terlebih dahulu selama 6 jam untuk merangsang pertumbuhan. Kemudian benih ditanam kedalam polibag sedalam 0,5 cm dan ditutup dengan media yang sudah disiapkan. Penyiraman dilakukan pagi sore, pertumbuhan benih terjadi 1-2 minggu setelah tanam dan apabila sudah muncul 5 helai daun atau sekitar 1,5 bulan bibit tanaman dipindah ke lahan.

BACA JUGA : MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN SAPI

PENGOLAHAN LAHAN DAN PENANAMAN

Cangkul atau bajak lahan sedalam 30-50 cm, sehingga tanah menjadi gembur. Buat bedengan tinggi 30 cm dengan panjang sesuai lahan atau kebutuhan tanam dan jarak antar bedengan sekitar 60 cm. Untuk saluran irigasi dibuat baik untuk menghindari genangan yang mengenai tanaman. Dibutuhkan kadar pH tanah 6-7 apabila kurang maka perlu ditambahkan kapur sesuai takaran ( bisa mencapai 2-4 ton kapur tergantung pH awal ) dan dicampurkan pada saat pencangkulan atau pembajakan tanah diawal tadi. Pasang mulsa plastik untuk menutup bedengan. Lebih baik pada siang hari pada saat panas. Kegunaan mulsa untuk menjaga dari erosi, menjaga kelembaban, menjaga dari gulma dan bisa sebagai pemutus rantai hama dan penyakit. Kemudian lubangi mulsa yang sudah terpasang dibedengan tadi dengan pelubang mulsa 2 jalur dengan jarak 50 cm x 60 cm dan lubang tanah dibuat tidak sejajar lurus melainkan zig-zag. Dengan sudut zig-zag 30-45 derajat dari lubang pertama. Kedalaman lubang 10 cm.

BACA JUGA : STRATEGI PENGOLAHAN TANAH DI MUSIM PENGHUJAN

BUDIDAYA BENIH CABAI SHYPOON

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN

Pengaplikasian agen hayati, bio antagonis, bio dekompesor, bio katalisator, menguatkan daya tahan terhadap HPT/Organisme Penggangu Tanaman (OPT) dan lingkungan yang kurang mendukung. Disamping pupuk dasar di awal diperlukan juga penggunaan pupuk susulan. Bisa diberikan npk 1 sendok tiap lubang, pupuk organik cair dengan cara disemprotkan pada daun pada masa pertumbuhan. Dan dibutuhkan sekitar 4 kg/tanaman pupuk organik atau pupuk kandang pada saat tanaman sudah berbuah. Gejala kurang pupuk di cabai shypoon tunasnya berkembang agak lambat karena nutrisi dibagi antara pebentukan buah yang lebat dan pertumbuhan tunas. Penyiraman dilakukan pada saat terik pagi dan sore tidak pada saat siang hari. Proses pemangkasan dilakukan pada hari 20 setelah tanam untuk tunas yang ada di ketiak daun. Pengendalian terhadap hama dan penyakit bisa digunakan pestisida sesuai keperluan dengan mengamati terlebih dahulu penyakit yang menyerangnya. Baik dari gangguan gulma, jamur maupun bakteri.

BACA JUGA : RESEP PUPUK TANAMAN CABAI, HASIL TINGI, BEBAS VIRUS DAN LAYU

PROSES PANEN

Umur panen mencapai 85 hari setelah proses tanam. Tentunya juga bisa dilakukan beberapa kali panen tergantung jenis varietasnya dan faktor lainnya seperti kondisi lahan, perawatan dan pemeliharaannya serta iklim. Pemanenan bisa dilakukan dalam periode 3-5 hari sekali. Demikian deskripsi singkat mengenai benih cabai shypoon dan teknik sederhana sesuai kaidah yang benar mengenai budidaya tanaman cabai. Harapan kami deskripsi ini bisa membantu menambah informasi mengenai cabai berangkai shypoon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *