CARA DAN STRATEGI JITU UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI LAYU JAMUR DAN BAKTERI PADA TANAMAN TOMAT DAN CABAI

Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tomat
Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tomat

www.lmgaagro.comCara Dan Strategi Jitu Untuk Mencegah Dan Mengatasi Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tanaman Tomat Dan Cabai. Hubungi P. Budi Telp.082141747141; SMS/WA:08125222117, Toko Pertanian Online LMGA AGRO, Jual Benih Berkualitas, harga terjangkau.

Kami juga menyediakan Jenis Pestisida (Fungisida, Insektisida, Herbisida, Bakterisida) dan Pupuk tanaman Hortikultura serta produk sarana pertanian lainnya.Kami juga melayani konsultasi seputar pertanian, termasuk penanganan serangan penyakit layu jamur dan bakteri.

Layu Jamur Dan Bakteri.

Layu jamur dan bakteri merupakan salah satu penyakit pada tanaman yang menjadi kekhawatiran petani menjadi gagal panen. Layu jamur/Layu fusarium dan layu bakteri banyak ditemui menyerang budidaya tanaman hortikultura. Tanaman yang termasuk kategori Hortikultura adalah : Bunga, Buah dan tanaman Sayur.

Layu jamur dan bakteri menyerang bermacam jenis tanaman sayur dan buah. Gejala serangan bakteri pada tanaman juga jamur yaitu bagian tanaman layu mendadak, mulai bagian atas daun, warna menjadi kecoklatan, mengering layu dan akhirnya mati.

Perbedaan layu fusarium dan layu bakteri adalah di penyebabnya. Layu fusarium disebabkan oleh jamur (Fusarium Oxysporum) sedangkan penyebab layu bakteri oleh bakteri (Pseudomonas Solanacearum) yang dibawa vektornya.

Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tanaman Cabe Dan Tomat.

Budidaya Tanaman Hortikultura saat ini sudah banyak di usahakan dan di Budidayakan oleh petani  di Indonesia. Hal ini di sebabkan karena tanaman jenis Hortikultura ini mempunyai nilai jual yang tinggi dan cepat panen. sehingga perputaran dana dan keuntungan yang diperoleh juga semakin cepat dan besar.

Pada kesempatan ini kita bahas serangan Layu jamur dan bakteri pada tanaman sayur. terutama tanaman cabe/tanaman cabai dan tomat yang sudah banyak di budidayakan dan Familiar di mata masyarakat petani di Inonesia.

Pembahasan kita fokuskan pada masalah bagaimana agar tanaman cabai dan tanaman tomat yang  dibudidayakan tersebut tidak terserang penyakit layu Jamur dan Bakteri. terutama pada saat penanaman musim hujan seperti saat ini. 

Potensi serangan layu bakteri pada cabai dan tomat, serta gejala layu fusarium pada tomat sangatlah tinggi. Layu jamur dan bakteri pada tanaman cabe dan Tomat meningkat disebabkan pada saat kondisi penghujan. tingkat kelembaban lingkungan budidaya semakin tinggi. Air terkadang susah untuk dikendalikan jumlah dan waktunya.

Penanganan Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tanaman Cabe Dan Tomat.
Layu Jamur Dan Bakteri Pada Cabe
Layu Jamur Dan Bakteri Pada Cabe

Berdasarkan pengalaman kami, ketika melakukan budidaya dan pendampingan ke Petani yang Budidaya Cabai dan Tomat.  untuk mengatasi Serangan Layu harus melakukan beberapa tindakan penanganan yang berkaitan secara simultan.

Hal ini merupakan suatu paket Budidaya yang tidak bisa terpisahkan antar usaha yang satu dengan yang lainnya. Perlakuan yang ada untuk layu jamur dan bakteri, akan memberikan respon dan hasil yang berbeda di tanaman. dan itu akan memberi efek kesehatan pada tanaman cabai dan tomat yang kita Budidayakan.

Sehingga apabila paket Budidaya yang ada di terapkan secara Terpadu maka akan memberikan dampak kesehatan pada Tanaman sehingga apabila tanaman sehat penyakit Layu Jamur dan Bakteri yang biasa menyerang tersebut akan bisa terhindar. Adapun Paket Budidaya Tanaman Cabai dan Tomat itu antara lain adalah :

1. Pemilihan Benih Cabe Dan Tomat Yang Tepat.
  • Menggunakan benih tanaman Cabai dan Tomat yang Varietasnya sudah tahan terhadap serangan Layu Bakteri dan Fusarium. Juga serangan hama tanaman lainnya. Penggunaan benih cabe tahan virus meminimasi dampak virus yang menyerang tumbuhan nantinya.

  • Benih tanaman Cabe dan tomat yang cukup tahan penyakit antara lain Tomat F1 Permata, F1 Servo, F1 Betavila, F1 Tantyna, F1 Lumina dan F1 Diamona. Sedangkan Benih Cabai yang cukup tahan terhadap layu antara lain Cabai F1 Dewata 43, F1 Bhaskara, F1 Flash, F1 Kiyo, F1 Rimbun 3, dan sebagainya. 

2. Pengolahan Lahan Tanam Dengan Tepat.
  • Menggunakan kapur Pertanian (Kapur dolomit), penggunaan Dolomit ini bertujuan untuk meningkatkan kadar nilai PH tanah. Tanah di Indonesia kebanyakan berkisar antara 4,5-5,5. Bahkan kalau itu lahan yang termasuk gambut lahannya selain masam juga kandungan hara dan nutrisinya sangat miskin dan lapisan olahnya sangat Tipis.

  • Penggunaan Pupuk kandang yang sudah masak sempurna adalah sangat membantu petani dalam mengatasi serangan layu pada tanaman.Dosis Pupuk Kandang adalah 6 ton / Ha ( Berat Kondisi Kering ).

  • Hal ini disebabkan dengan adanya pemberian pupuk kandang tersebut akan memperkaya kandungan Nutrisi baik Makro maupun Mikro Tamaman. Dengan Nutrisi yang tercukupi tersebut tanaman akan sehat.

  • Selain itu pupuk Kandang juga akan memberikan lingkungan yang cocok bagi Mikroorganisme pengurai dan sebagainya sehingga proses penggunaan dan penyerapan pupuk yang kita berikan juga akan semakin mudah dan menekan jumlah Pupuk Kimia (Tambahan).

  • Jangan lupa setelah olah dan aplikasi pupuk dan dolomit tanah di ukur terlebih dahulu kadar asamnya dengan menggunakan PH Meter  . Nilai PH yang Ideal bagi tanaman agar dapat menghasilkan tanaman yang Optimal adalah kisaran 6.5 – 7.

3. Penggunaan Pupuk Dasar Yang Berimbang Dan Sesuai Dosis Pada Lahan Tanam.
  • Komposisi penggunaan Pupuk Dasar, pada pupuk cabe  untuk pemupukan di musim penghujan sangat di anjurkan. Kandungan pupuk yang di berikan tidak tinggi dalam kandungan Nitrogen.

  • Kandungan Nitrogen yang tinggi akan memacu pertumbuhan dan sebaliknya pembentukan serat akan rendah. Hal ini menyebabkan tanaman mudah terserang Penyakit tanaman.

  • Romendasi pupuk dasar pohon cabe dan tomat dalam 1 Ha adalah ZA150 Kg, TSP/SP 350Kg dan KCL 400Kg. Untuk pupuk susulannya bisa memakai NPK di sesuaikan dengan umur tanaman yang ada.

4. Pengaturan Jarak Tanam Disesuaikan Dengan Lokasi Dan Musim Tanam.
  • Jarak Tanam Idealnya adalah 65 x 65Cm atau kalau di Budidayakan di Dataran Tinggi bisa menggunakan jarak tanam 70 x 70Cm. Pengaturan jarak tanam nantinya akan mempengaruhi asupan nutrisi agar buah cabe dan tomat lebat.

  • Jarak tanam akan mempegaruhi tingkat kelembaban dalam lingkungan Mikro Tanaman. Sehingga tanaman apabila cukup terkena sinar matahari maka kelembaban akan terjaga dan Jamur pun tidak akan masuk.

5. Pembuatan Dan Pengaturan Saluran Air Untuk Menghindari Kelebihan Air Pada Lahan.
  • Sistem Drainase (saluran Air) di tata sehingga air bisa mengalir dengan normal dan tidak menimbulkan genangan pada saat hujan turun.

  • Kedalaman Saluran tengah bedengan adalah 40Cm dengan lebar 40Cm, sedangkan kedalaman saluran keliling Lahan (Saluran tepi) adalah 50Cm.

6. Pemeliharaan Dan Perawatan Tanaman Cabe dan Tanaman Tomat Secara Rutin.
  • Gulma (Rumput) yang ada dalam sekitar saluran air dan tanaman harus bersih agar mengurangi kelembaban dan serangan Virus tanaman. Karena rumput yang  banyak dan rimbun akan menyebabkan menjadi inang bagi Vektor virus.

  • Untuk bagian pohon cabe atau tomat yang sudah terserang parah dipotong dan dibuang, atau tanaman digantikan bibit cabe atau tomat yang baru.

  • Menjaga sanitasi lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit layu. Lakukan pemupukan susulan pada tanaman cabai dan tanaman tomat sesuai dengan dosis dan tepat waktu.Gunakan juga pupuk daun untuk cabe dan tomat.

  • Apabila dengan cara seperti itu tanaman Cabai dan tomat yang ada usahakan masih ada serangan layu baik Jamur dan Bakteri maka pecegahan dan penggunaan Obat Anti layu sangat di anjurkan.

    Note: Langsung Hubungi LMGA AGRO untuk mendapatkan Rekomendasi mengenai Benih tahan layu. Pestisida jenis Fungisida untuk layu Fusarium atau Bakterisida untuk layu bakteri.

Arashi Obat Anti Layu Jamur Dan Bakteri.

IMG-20160517-WA0251

Obat Anti Layu Jamur dan Bakteri yang di pilih dan di gunakan harus juga aman bagi lingkungan tanah dan petani aplikatornya. Penulis menyarankan menggunakan Obat Anti Layu ARASHI, produk dari Jepang ( Khushu Medical CO. LTD ) atau di Indonesia di Jual oleh PT. Harvest Ariake Indonesia sudah sangat terbukti dalam mencegah dan mengatasi layu yang disebabkan layu karena

serangan Layu Jamur dan Bakteri di tanaman Cabe dan Tomat.  Bahkan saat ini penggunaannya sudah mulai meluas di tanaman perkebunan seperti Lada. Bersarkan pengalaman penulis Obat Anti Layu ini akan sangat efektif bila di aplikasikan secara tunggal.

Cara melarutkan larutan 100 Gram Bubuk ARASHI (1 Sachet) ke dalam 200 Liter air (1 Drum) dan aplikasinya adalah dengan cara di Kocorkan 1 Batang Tanaman Cabe atau Tomat sebanyak 200 Cc / Tanaman. Aplikasi dilakukan di Pangkal Batang Tanaman dengan an dilakukan pada saat tanaman berumur :

  1. Awal pindah tanah (dengan cara di rendam akarnya).
  2. Saat tanaman berumur 20 HST.
  3. Saat tanaman berumur  70 HST.
Baca Juga : Penyebab Dan Cara Mengatasi Keriting Daun Pada Tanaman Cabe
Baca Juga : Hama Dan Penyakit Serta Pestisida Pengendalinya Pada Budidaya Cabai
Baca Juga : Tips Dan Kiat Sukses Menanam Cabe Dan Tomat Di Musim Penghujan
 Demikian sekilas informasi dari kami, semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada yang kurang jelas dapat dilanjutkan dengan Konsultasi lewat Contack yang ada. Silakan kunjungi website kami www.lmgaaro.wordpress.com, www.lmgaagro.web.id. Atau hubungi CP P. Budi melalui Telp. 082141747141 atau SMS/WA : 08125222117.

 

2 Comments on “CARA DAN STRATEGI JITU UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI LAYU JAMUR DAN BAKTERI PADA TANAMAN TOMAT DAN CABAI”

    1. Terima kasih bapak Nyapek sudah mampir di Blog kami, untuk mencari Arashi bapak bisa hubungi langsung Toko Pertanian LMGA AGRO di kontak Person : Budi Hp. 082 141 747 141, dengan senang hati kami akan melayani bapak dan mengirim ke manapun posisi bapak. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *