
Kunci Sukses Cegah Layu Bakteri dan Layu fusarium Pada Tomat dan Cabe. Hubungi P. Budi Telp.082141747141; SMS/WA:08125222117, Toko Pertanian Online LMGA AGRO, Jual Benih Berkualitas, harga terjangkau. Rev 27/11/21.
Kami juga menyediakan Jenis Pestisida (Fungisida, Insektisida, Herbisida, Bakterisida) dan Pupuk tanaman Hortikultura serta produk sarana pertanian lainnya. Kami juga melayani konsultasi seputar pertanian, termasuk penanganan serangan penyakit layu jamur dan bakteri.
Layu Jamur Dan Bakteri.
Layu jamur dan bakteri merupakan salah satu penyakit pada tanaman yang menjadi kekhawatiran petani menjadi gagal panen. Pada budidaya tanaman hortikultura, Layu jamur/Layu fusarium dan layu bakteri terlihat banyak menyerang. Tanaman yang termasuk kategori Hortikultura adalah : Bunga, Buah dan tanaman Sayur.
Layu jamur dan bakteri menyerang bermacam jenis tanaman sayur dan buah. Gejala serangan bakteri pada tanaman juga jamur yaitu bagian tanaman layu mendadak, mulai bagian atas daun, warna menjadi kecoklatan, mengering layu dan akhirnya mati.
Perbedaan layu fusarium dan layu bakteri adalah pada penyebabnya. Penyebab Layu fusarium oleh jamur (Fusarium Oxysporum) sedangkan penyebab layu bakteri oleh bakteri (Pseudomonas Solanacearum) yang terbawa vektornya.
Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tanaman Cabe Dan Tomat.
Petani Indonesia saat ini sudah banyak yang mengusahakan dan membudidayakan untuk budidaya Tanaman Hortikultura. Penyebabnya karena tanaman jenis Hortikultura ini mempunyai nilai jual yang tinggi dan cepat panen. Sehingga perolehan perputaran dana dan keuntungan juga semakin cepat dan besar.
Pada kesempatan ini kita akan mengulas sedikit mengenai serangan Layu jamur bakteri pada tanaman sayur. terutama tanaman cabe/tanaman cabai dan tomat yang sudah banyak pembudidayaanya, dan familiar kalangan masyarakat petani Indonesia.
Pembahasan kita fokuskan pada masalah bagaimana agar tanaman cabai dan tanaman tomat yang dibudidayakan tersebut tidak terserang penyakit layu jamur serta bakteri. terutama pada saat penanaman musim hujan seperti saat ini.
Potensi serangan layu bakteri pada cabai dan tomat, serta gejala layu fusarium pada tomat sangatlah tinggi. Layu jamur dan bakteri pada tanaman cabe dan Tomat meningkat disebabkan pada saat kondisi penghujan. tingkat kelembaban lingkungan budidaya semakin tinggi. Pengendalian air terkadang susah untuk jumlah dan waktunya.
Baca Juga : Budidaya Cabe Laba Panah Merah, Tanaman Terhindar Mati Layu
Penanganan Layu Jamur Dan Bakteri Pada Tanaman Cabe Dan Tomat.

Berdasarkan pengalaman ketika melakukan budidaya dan pendampingan ke Petani.
untuk mengatasi Serangan Layu pada Budidaya Cabai dan Tomat, harus melakukan beberapa tindakan penanganan yang berkaitan secara simultan.
Hal ini merupakan suatu paket Budidaya yang tidak bisa terpisahkan antar usaha yang satu dengan yang lainnya.
Perlakuan yang ada untuk layu jamur dan bakteri, akan memberikan respon dan hasil yang berbeda pada tanaman. dan itu akan memberi efek kesehatan pada tanaman cabai dan tomat yang kita Budidayakan.
Sehingga apabila paket Budidaya yang ada di terapkan secara Terpadu maka akan memberikan dampak kesehatan pada tanaman.
Sehingga apabila tanaman sehat, maka potensi penyakit layu jamur serta bakteri menjadi lebih kecil. Adapun Paket Budidaya Tanaman Cabai dan Tomat itu antara lain adalah :
1. Pemilihan Benih Cabe Dan Tomat Yang Tepat.
-
Menggunakan benih tanaman Cabai dan Tomat yang Varietasnya sudah tahan terhadap serangan Layu Bakteri dan Fusarium. Juga serangan hama tanaman lainnya. Penggunaan benih cabe tahan virus meminimasi dampak virus yang menyerang tumbuhan nantinya.
-
Benih tanaman Cabe dan tomat yang cukup tahan penyakit antara lain Tomat F1 Permata, F1 Servo, F1 Betavila, F1 Tantyna, F1 Lumina dan F1 Diamona. Sedangkan Benih Cabai yang cukup tahan terhadap layu antara lain Cabai F1 Dewata 43, F1 Bhaskara, F1 Flash, F1 Kiyo, F1 Rimbun 3, dan sebagainya.
2. Pengolahan Lahan Tanam Dengan Tepat.
-
Menggunakan kapur Pertanian (Kapur dolomit), penggunaan Dolomit ini bertujuan untuk meningkatkan kadar nilai PH tanah. Tanah wilayah Indonesia kebanyakan berkisar antara 4,5-5,5. Bahkan kalau itu lahan yang termasuk gambut lahannya, selain masam juga kandungan hara dan nutrisinya sangat miskin serta lapisan olahnya sangat Tipis.
-
Penggunaan Pupuk kandang yang sudah masak sempurna adalah sangat membantu petani dalam mengatasi serangan layu pada tanaman. Dosis Pupuk Kandang adalah 6 ton / Ha ( Berat Kondisi Kering ).
-
Penyebabnya, dengan adanya pemberian pupuk kandang tersebut akan memperkaya kandungan Nutrisi baik Makro maupun Mikro Tamaman. Dengan Nutrisi yang tercukupi tersebut maka tanaman akan sehat.
-
Selain itu pupuk Kandang juga akan memberikan lingkungan yang cocok bagi Mikroorganisme pengurai dan sebagainya sehingga proses penggunaan dan penyerapan pupuk yang kita berikan juga akan semakin mudah dan menekan jumlah Pupuk Kimia (Tambahan).
-
Jangan lupa setelah olah dan aplikasi pupuk dan dolomit, ukur tanah terlebih dahulu untuk kadar asamnya dengan menggunakan PH Meter . Nilai PH yang Ideal bagi tanaman agar dapat menghasilkan tanaman yang Optimal adalah kisaran 6.5 – 7.
3. Penggunaan Pupuk Dasar Yang Berimbang Dan Sesuai Dosis Pada Lahan Tanam.
-
Komposisi penggunaan Pupuk Dasar, pada pupuk cabe untuk pemupukan pada musim penghujan sangat baik dan rekomendasi. Dalam memberikan pupuk kandungan pupuk tidak tinggi dalam kandungan Nitrogennya.
-
Kandungan Nitrogen yang tinggi akan memacu pertumbuhan dan sebaliknya pembentukan serat akan rendah. Hal ini menyebabkan tanaman mudah terserang Penyakit tanaman.
-
Romendasi pupuk dasar pohon cabe dan tomat dalam 1 Ha adalah ZA150 Kg, TSP/SP 350Kg dan KCL 400Kg. Untuk pupuk susulannya bisa memakai NPK dengan menyesuaikan umur tanaman yang ada.
4. Menyesuaikan Pengaturan Jarak Tanam Dengan Lokasi Dan Musim Tanam.
-
Jarak Tanam Idealnya adalah 65 x 65Cm atau kalau pembudidayaanya pada Dataran Tinggi bisa menggunakan jarak tanam 70 x 70Cm. Pengaturan jarak tanam nantinya akan mempengaruhi asupan nutrisi agar buah cabe dan tomat lebat.
-
Jarak tanam akan mempegaruhi tingkat kelembaban dalam lingkungan Mikro Tanaman. Sehingga tanaman apabila cukup terkena sinar matahari maka kelembaban akan terjaga dan Jamur pun tidak akan masuk.
5. Pembuatan Dan Pengaturan Saluran Air Untuk Menghindari Kelebihan Air Pada Lahan.
-
Penataan Sistem Drainase (saluran Air) sehingga air bisa mengalir dengan normal dan tidak menimbulkan genangan pada saat hujan turun.
-
Kedalaman Saluran tengah bedengan adalah 40Cm dengan lebar 40Cm, sedangkan kedalaman saluran keliling Lahan (Saluran tepi) adalah 50Cm.
6. Pemeliharaan Dan Perawatan Tanaman Cabe dan Tanaman Tomat Secara Rutin.
-
Gulma (Rumput) yang ada dalam sekitar saluran air dan tanaman harus bersih agar mengurangi kelembaban dan serangan Virus tanaman. Karena rumput yang banyak dan rimbun akan menyebabkan menjadi inang bagi Vektor virus.
-
Potong dan buang untuk bagian pohon cabe atau tomat yang sudah terserang parah, atau ganti tanaman dengan bibit cabe atau tomat yang baru.
-
Menjaga sanitasi lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit layu. Lakukan pemupukan susulan pada tanaman cabai dan tanaman tomat sesuai dengan dosis dan tepat waktu.Gunakan juga pupuk daun untuk cabe dan tomat.
-
Apabila dengan cara seperti itu tanaman Cabai dan tomat yang ada usahakan masih ada serangan layu baik Jamur dan Bakteri maka pecegahan dan penggunaan Obat Anti layu sangat di anjurkan.
Note: Langsung Hubungi LMGA AGRO untuk mendapatkan Rekomendasi mengenai Benih tahan layu. Pestisida jenis Fungisida untuk layu Fusarium atau Bakterisida untuk layu bakteri.
Baca Juga : Hama Dan Penyakit Serta Pestisida Pengendalinya Pada Budidaya Cabai
Arashi Obat Anti Layu Jamur Dan Bakteri.
Obat Anti Layu Jamur dan Bakteri yang dipilih dan digunakan harus juga aman bagi lingkungan tanah dan petani aplikatornya. Penulis menyarankan menggunakan Obat Anti Layu ARASHI, produk dari Jepang ( Khushu Medical CO. LTD ) dengan lisensi jual oleh PT. Harvest Ariake Indonesia. Arashi sudah sangat terbukti dalam mencegah dan mengatasi layu Jamur dan Bakteri.
serangan Layu Jamur dan Bakteri di tanaman Cabe dan Tomat. Bahkan saat ini penggunaannya sudah mulai meluas di tanaman perkebunan seperti Lada. Bersarkan pengalaman penulis Obat Anti Layu ini akan sangat efektif bila di aplikasikan secara tunggal.
Cara melarutkan larutan 100 Gram Bubuk ARASHI (1 Sachet) ke dalam 200 Liter air (1 Drum) dan aplikasinya adalah dengan cara mengkocori 1 Batang Tanaman Cabe atau Tomat sebanyak 200 Cc / Tanaman. Lakukan aplikasi pada Pangkal Batang Tanaman dengan melakukannya pada saat tanaman berumur :
- Awal pindah tanah (dengan cara merendam akarnya).
- Saat tanaman berumur 20 HST.
- Saat tanaman berumur 70 HST.
Baca Juga : Tips Dan Kiat Sukses Menanam Cabe Dan Tomat Di Musim Penghujan

dimana arashi dijual.
Terima kasih bapak Nyapek sudah mampir di Blog kami, untuk mencari Arashi bapak bisa hubungi langsung Toko Pertanian LMGA AGRO di kontak Person : Budi Hp. 082 141 747 141, dengan senang hati kami akan melayani bapak dan mengirim ke manapun posisi bapak. Terima kasih.