Cara menanam cabe rawit di polybag halaman rumah. Toko pertanian Lmga Agro jual benih sayur, buah hingga benih cabe. Hubungi bapak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ).
Ingin menanam cabe rawit di polybag halaman rumah? Berikut adalah panduan lengkap cara menanam cabe rawit secara efektif dan praktis.
Pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki dalam budidaya cabe rawit memastikan keberhasilan tanaman Anda.
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan langkah-langkah dalam menyiapkan polybag, memilih varietas yang cocok, teknik penanaman yang tepat, serta perawatan yang diperlukan.
Dapatkan informasi terperinci dan navigasi yang mudah untuk memulai petualangan menanam cabe rawit di halaman rumah Anda.
Cara menanam cabe rawit atau cara menanam cabe di polybag bisa petani konsultasikan ke toko pertanian online Lmga Agro.
Selain itu, hobiis tanaman juga bisa berkonsultasi perawatan budidaya cabe rawit dalam polybag. Rev. 07/07/23.
Seperti cara pemupukan cabe rawit dalam polybag, jarak tanam cabe polybag, cara menanam cabe rawit di polybag agar berbuah lebat, hingga cara merawat cabe rawit dalam polybag.
Kami juga menyediakan berbagai jenis pupuk dan pestisida juga alat-alat pertanian kebutuhan bercocok tanam pertanian.
Segera beli!! Benih cabe rawit serta polybag harga murag hingga diskon lewat toko pertanian Lmga Agro. Kami siap kirim ke seluruh Indonesia jaminan barang pasti datang.
Tanam cabe rawit juga dapat petani lakukan pada halaman rumah atau pekarangan kita dan menggunakan wadah polybag.
Polybag plastik berwarna hitam dapat Anda beli pada toko pertanian online LMGA Agro.
Polybag plastik tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk ukuran polybag untuk menanam cabe rawit dan tergantung dari kebutuhan kita.
Cara menanam cabe di polybag dapat juga dilakukan oleh masyarakat biasa atau ibu-ibu rumah tangga pada pekarangan atau halaman rumah.
Sehingga, penggunaan cara ini juga berguna untuk mensiasati harga cabe yang sangat tinggi atau bila keberadaan cabe langka.
Cara Menanam Cabe Rawit | Benih Hibrida
Cabe atau cabai rawit merupakan buah sayur anggota genus Capsicum. Cabai merupakan sayuran populer pada wilayah negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan lain-lain.
Cabe berguna sebagai bumbu masakan berbagai masakan khas setiap negara.
Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat telah matang. Sehingga, ukuran dari cabe rawit ini lebih kecil dari varietas cabe lainnya.
Namun demikian tingkat kepedasannya mencapai 50.000 – 100.000 skala Scoville.
Manfaat cabe bagi kesehatan antara lain : meningkatkan sirkulasi darah, membantu mengurangi nyeri otot dan berfungsi sebagai detoksifikasi.
Nama latin cabe rawit adalah Capsicum frutescens merupakan tanaman sayur yang cocok petani tanam pada daerah tropis sekitar garis khatulistiwa.
Tanaman cabe rawit menghendaki ketinggian tempat 0 – 500 m dpl. Cara menanam cabe rawit yang petani lakukan pada lokasi yang tepat akan tinggi produksinya.
Tanaman cabe masih dapat tumbuh pada ketinggian 1000 mdpl namun pertumbuhan tanaman tidak dapat maksimal.
Sehingga hasil produksi pun tidak dapat maksimal, ukuran buah dan jumlah buah cabe hasil panen berjumlah sedikit.
Pabrik-pabrik benih terkemuka banyak meproduksi benih hibrida cabai kecil untuk petani Indonesia. Seperti PT BISI International Tbk ( BISI ) dan PT East West Seed Indonesia.
Cabe rawit adalah sayuran buah yang saat muda berwarna putih gading, hijau muda atau kekuningan dan akan menjadi merah mengkilap saat tua.
Berikut ini kami uraikan benih cabe rawit hibrida dan unggul yang tersedia pada toko pertanian LMGA Agro, antara lain :
1. Benih Cabe Rawit Produk Panah Merah
RAWITA kuat dan cocok pada daerah dataran tinggi, tahan serangan Bacterial Wilt ( Layu bakteri ), bobot buah 3 – 4 g/buah, umur panen 109 – 113 hst dan potensi hasil 10 – 14 ton/ha.
Benih DEWATA cocok petani tanam pada daerah dataran rendah – tinggi, tanaman tegak, kokoh, ruas pendek dan buah lebat.
Ukuran buah 5,5 cm, diameter 0,6 cm dan dapat petani panen pada umur 65 hst. Potensi hasil 20 ton/ha.
Benih NIRMALA mudah dalam perawatannya, tanaman tegak, kokoh dengan ruas pendek dan buah lebat.
Ukuran panjang buah 5,5 cm dan berdiameter 0,6 cm. Umur panen 75 hst dan potensi hasil 24 ton/ha.
Benih PELITA 8 tahan penyakit Antraknosa, layu bakteri ( BW ) dan virus Gemini. Sehingga, cukup memudahkan petani dalam perawatannya.
Adaptasi benih luas, bobot buah 2 – 4 g/buah. Umur panen 75 – 85 hst dengan potensi hasil 10 – 12 ton/ha.
Benih PELITA mudah perawatannya dan cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi. Tanaman tegak dengan ruas yang pendek dan buah lebat.
Ukuran panjang cabe 5 cm dan diameter 0,5 cm. Umur panen 73 hst dan toleran penyakit layu bakteri. Potensi hasil 23 ton/ha.
Benih cabe unggul BARA adaptasi luas, mudah perawatannya, buah lebat, tanaman tegak dengan ruas yang pendek.
Ukuran panjang buah 4 cm dan diameter 0,5 cm. Umur panen 100 hst dan tahan penyakit layu bakteri. Potensi hasil 15 ton/ha.
Benih cabe unggul TARUNA memiliki adaptasi luas dan mudah perawatannya. Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat.
Panjang buah 3 cm dengan diameter 0,4 cm. Umur panen 85 hst dan tanaman tahan penyakit layu bakteri. Potensi hasil 8 ton/ha.
Baca Juga : Jual Benih Cabe Keriting TM 999 Tahan Layu di LMGA Agro
2. Bibit Cabe Rawit Produk PT Bisi International Tbk
Benih RAGA memiliki adaptasi luas dan mudah perawatannya. Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat.
Buah menghadap ke bawah sehingga mudah petani petik saat panen. Ukuran panjang 6 cm dan diameter 0,8 cm. Umur panen 66 hst dengan potensi hasil 20 ton/ha.
Benih SONAR cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya. Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah yang lebat.
Ukuran panjang 5,5 cm dan diameter 0,6 cm. Umur panen 73 hst dan memiliki potensi hasil 20 ton/ha.
Benih BHASKARA dapat petani panen cepat yaitu 65 hst, ukuran panjang 5 – 6 cm dan diameter 0,5 cm. Potensi hasil 1 kg/batang pohon.
3. Benih Cabe Rawit Produk PT Agri Makmur Pertiwi
Benih MARUTI dari PT Agri Makmur Pertiwi. Beradaptasi baik pada dataran menengah dengan ketinggian 200 – 775 m dpl.
Jumlah buah 300 – 400/tanaman. Mudah petani petik dan rasa pedas. Umur panen 85 – 90 hst dengan panjang 5,6 – 6,5 cm dan diameter 1 cm. Potensi hasil 2,5 – 3 ton/ha.
Benih CENTIL dari Known-You Seed Taiwan. cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya.
Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah yang lebat. Panjang buah 4,5 cm dan diameter 1,2 cm. Umur panen 70 hst dan tahan terhadap penyakit layu bakteri. Potensi hasil 23 ton/ha.
Benih RINTA dari Bintang Central Asia, buah lebat menggantung dengan panjang 7 – 8 cm dan diameter 0,9 cm.
Tanaman tahan iklim panas dan cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi. Tahan terhadap layu, antraknosa dan thrips. Umur panen 75 hst.
4. Varietas Benih Cabe Rawit Unggul Terbaik
Benih Unggul VINOTY dari PT Agrindo Hartha Mekar, tipe buah menggantung. Cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi, buah lebat, panjang 4 – 6 cm dan diameter 1 – 1,2 cm. Tahan terhadap layu dan patek.
Benih TANJUNG tipe buah menggantung, cocok pada lingkungan dataran rendah-tinggi. Tanaman kuat, percabangan yang banyak dan pembungaan kontinue.
Tahan penyakit layu, antraknosa dan thrips. Ukuran panjang 4 – 5 cm dan diameter 1 – 1,2 cm. Tanaman sangat produktif dan buah lebat. Umur panen 80 – 95 hst dengan potensi hasil 1,2 – 1,5 kg/tanaman.
Benih unggul MAHAMERU cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya.
Tanaman tegak, ruas pendek dan buah lebat. Panjang buah 3,5 cm dan diameter 0,75 cm. Umur panen 85 hst dan tahan layu bakteri. Potensi hasil 12 ton/ha.
Benih unggul MADUN dari Mutiara Bumi. Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat menggantung.
Panjang buah 5 cm dan diameter 0,5 cm. Umur panen 85 hst dan tanaman tahan layu bakteri. Potensi hasil 10 ton/ha.
Benih unggul TM RAWIT produk Tani Murni, cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya.
Tanaman tegak dengan ruas pendek, buah lebat dan tegak keatas. Panjang buah 4 cm dan diameter 0,5 cm. Umur panen 85 hst dan toleran layu bakteri. Potensi hasil 8 ton/ha.
Benih Cabe Rawit Andalan Petani
Benih unggul BRENGGALA dari Aura Seed cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya.
Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat posisi menggantung. Ukuran panjang 5 cm dan 0,5 cm dan umur panen 85 hst. Tanaman toleran layu bakteri dan potensi hasil 10 ton/ha.
Benih unggul NATURAL produk cap Sebelas. Cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya.
Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat posisi buah menggantung, Ukuran buah panjang 5 cm dan diameter 0,5 cm. Umur panen 85 hst, tahan layu bakteri dan potensi hasil 15 ton/ha.
Benih unggul SRET produk Bintang Citra Asia cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya.
Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat. Panjang buah 4 cm dan diameter 1 cm, panen pada umur 85 hst. Toleran terhadap layu bakteri dan potensi hasil 1,2 kg/tanaman.
5. Benih Cabe Rawit Produk Halbanero
Benih MHANU cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan mudah perawatannya. Tanaman tegak dengan ruas pendek dan buah lebat. Panjang buah 3 cm dan diameter 0,3 cm. Umur panen 85 hst dan tanaman toleran penyakit layu bakteri. Potensi hasil 10 ton/ha.
Benih F1 MHANU PRAYIT merupakan tipe buah yang tegak, panjang buah 5 – 6 cm dan diameter -+ 2 cm. Pohon kokoh dan banyak cabang.
Dapat petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan tahan antraknosa dan cracking ( kulit retak/pecah-pecah ). Potensi hasil tinggi 17 ton/ha ( 600 – 800 g/tanaman ). Umur panen 85 hst.
Benih SHYPOON petani kenal dengan cabe rawit berangkai. Tipe buah tegak dan ramping dengan panjang 5 – 6 cm dan diameter 1,2 – 1,9 cm.
Pohon tinggi dengan percabangan banyak, produktif dan hasil 5 – 10 buah/tangkai buah. Cocok petani tanam pada dataran rendah – tinggi dan tahan antraknosa dan cracking. Potensi hasil 17 ton/ha dan umur panen 85 hst.
Baca Juga : Tanam Cabai Rawit Tanjung Dijamin Untung
Polybag : Untuk Menanam Cabe Rawit

Plastik Polybag adalah kantong plastik khusus untuk menanam. Fungsinya sama dengan pot tanam.
Polybag memiliki banyak lubang pada sekelilingnya untuk memudahkan aerasi akar tanaman.
Polybag pada cara menanam cabe di polybag berguna untuk hobiis tanaman yang menanam tanaman pada halaman rumah atau sekedar memanfaatkan lahan yang sempit.
Sehingga, cocok untuk menanam sayuran yang rata-rata berumur 3 – 6 bulan. Daya tahan polybag juga rata-rata sampai 6 bulan saja.
Berikut analisa budidaya cabe rawit dalam polybag dan keuntungan menggunakan polybag untuk cara menanam cabe di polybag, antara lain :
-
Memudahkan dalam perawatan tanaman.
-
Memudahkan kita dalam menyeleksi tanaman.
-
Dapat menghemat lahan.
-
Memudahkan kita dalam memindahkan atau mengangkut tanaman ke areal lain/lahan sesungguhnya.
-
Dapat menghemat pemakaian pupuk dan air.
Cara menanam cabe di polybag atau pun pada pot tanam keduanya merupakan wadah dengan luas yang terbatas.
Perbedaan terletak pada bahan, bobot, bentuk, harga, sifat fisik pot dan polybag.
Wadah polybag murah, tahan karat dan mudah memperolehnya. Sistem aerasi, drainase dan sifat porous ( menyerap air ) wadah ini sangat baik sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Menggunakan wadah polybag cara menanam cabe rawit, tanaman dapat terhindar dari penyakit tular tanah.
Toko Pertanian Online LMGA Agro menyediakan dan jual polybag untuk kebutuhan budidaya tanaman. Ukuran polybag untuk menanam cabe rawit juga tersedia dengan harga murah dan terjangkau
Media Tanam Cabe Rawit Di Polybag
Media tanam salah satu hal yang penting dalam hal cara menanam cabe rawit pada polybag.
Hal ini karena, penggunaan jenis media tanam menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman sehingga berimbas pada hasil panennya nanti.
Untuk tanaman sayur, media yang petani butuhkan haruslah gembur dan mudah ditembus oleh akar.
Selain itu, media tanam cara menanam cabe rawit juga bersifat solid, menyatu sehingga dapat menahan tegaknya tanaman, memberikan nutrisi yang baik bagi tanaman.
Media tanam cara menanam cabe rawit dalam polybag atau pot merupakan pengganti tanah pada lahan yang sesungguhnya.
Sehingga media tanam harus menggantikan fungsi tanah sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman.
Media tanam juga harus bersifat solid dan menyatu sehingga sanggup menopang tanaman agar tidak mudah roboh.
Alasan penggunaan media tanam bersifat gembur adalah agar akar dapat berkembang dengan baik dan tumbuh leluasa menembus tanah dan menjangkau unsur hara dalam tanah.
Media tanam cara menanam cabe rawit harus memiliki porositas yang baik.
Artinya dapat menyimpan air dan mampu mengalirkan ( sifat drainasenya ) dengan baik. Media yang baik juga dapat melakukan aerasi ( mengalirkan oksigen ) dengan baik.
Jenis media tanam cara menanam cabe rawit yang baik harus memiliki sifat dapat mempertahankan kelembaban namun juga dapat membuang kelebihan air dengan baik.
Media tanam juga mengandung unsur hara makro dan mikro yang cukup dan penting bagi pertumbuhan tanaman.
Unsur hara petani tambahkan lewat pemupukan atau aktivitas mokroorganisme dalam tanah.
1. Tanah : Sebagai Media Tanam Cabe Rawit
Tanah yang baik untuk media tanam adalah bagian atas ( top soil ). Jenis tanah secara umum terbagi atas 2 jenis yaitu tanah pasir dan tanah lempung.
Tanah berpasir memiliki drainase yang baik, cepat mengalirkan air namun tidak dapat menyimpan air sebagai cadangan.
Sedangkan tanah lempung, air mudah tergenang. Sehingga tanah yang cocok untuk media tanam cara menanam cabe rawit adalah gabungan keduanya yaitu yang gembur.
2. Kompos/Humus : Sebagai Media Tanam Cabe Rawit
Fungsi pupuk kompos dalam cara menanam cabe rawit adalah sebagai penyedia unsur hara bagi tanaman.
Kompos yang digunakan adalah dalam bentuk padat. Penambahan kompos bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.
Kompos sebagai pupuk organik harus petani gunakan dalam bentuk matang. Bila belum matang berpotensi mendatangkan hama dan penyakit, juga unsur haranya sulit terserap oleh tanaman karena belum terurai sempurna.
Selain kompos, tanah humus yang berasal dari hutan juga dapat petani gunakan untuk cara menanam cabe rawit.
Karena tanah humus memiliki kandungan hara yang tinggi. Humus juga terdapat pada sekitar tanaman pakis-pakisan.
Pupuk kandang dan pupuk hijau sebagai pupuk organik juga dapat petani pakai sebagai media tanam.
Pupuk kandang/hijau cara menanam cabe rawit yang dapat petani pakai adalah yang telah matang dan berubah wujud menjadi tanah.
Baca Juga : Jual Benih Cabe Rawit Dewata F1 Potensi Hasil Tinggi
3. Arang Sekam dan Sabut Kelapa Untuk Media Tanam Cabe Rawit
Arang sekam adalah hasil dari pembakaran sekam padi yang tidak sempurna. Penggunaan arang sekam dapat meningkatkan kemampuan porositas tanah.
Petani tambahkan dalam tanah dapat memperbaiki struktur media karena mempunyai partikel-partikel yang berpengaruh pada pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban tanah.
Manfaat arang sekam pada cara menanam cabe rawit dapat menetralkan keasaman tanah, menetralisir racun, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air.
Arang sekam juga berfungsi merangsang pertumbuhan mikroba. Dapat menggemburkan tanah sehingga dapat memperbaiki drainase dan aerasi tanah.
Arang sekam lebih baik dari sekam padi itu sendiri karena arang sekam sudah melalui pembakaran sehingga hama dan bibit penyakit hilan dan mati.
Sisa sabut kelapa ( coco peat ) memiliki sifat yang sama dengan arang sekam.
Sabut kelapa cocok petani gunakan pada daerah yang kering dan curah hujannya rendah. Sabut kelapa berasal dari kulit kelapa yang sudah tua.
Menanam Cabe Rawit Menggunakan Media Tanam Organik
Media tanam cara menanam cabe rawit yang baik menggunakan bahan-bahan yang telah diuraikan di atas.
Jenis media tanam yang baik memerlukan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara.
Siapkan tanah yang berasal dari top soil, tampak gembur dan subur.
Ayak hingga menjadi butiran-butiran halus. Usahakan tanah dalam kondisi kering dan tidak menggumpal agar dapat mencampur rata.
Siapkan kompos yang telah matang, bisa kompos biasa atau bokashi. Ayak kompos atau humus menjadi butiran halus.
Siapkan arang sekam. Campur 3 bahan tadi dalam wadah cara menanam cabe rawit dengan komposisi tanah : kompos : arang sekam = 2 : 1 : 1 dan aduk rata.
Komoditi sayuran cabai merupakan tanaman polybag yang menguntungkan untuk petani perbanyak.
Setelah media tanam siap, maka petani bisa menyiapkan pot dan polybag lalu campuran bahan media petani masukkan dan media tanam siap petani gunakan.
Metode penanaman pada polybag cocok petani terapkan pada lahan terbatas atau sempit dan pada halaman rumah kita.
Persemaian Benih Cabe Rawit Di Polybag

Cara menanam cabe rawit sebaiknya benih cabe harus melewatai proses persemaian lebih dahulu.
Penanaman pada polybag sebaiknya tidak langsung petani lakukan dari benih atau biji cabe.
Proses penyemaian dalam cara menanam cabe rawit bertujuan untuk menyeleleksi pertumbuhan benih, memisahkan bibit cabe yang tumbuh kerdil, cacat atau layu karena penyakit.
Pembibitan juga petani lakukan untuk menunggu kesiapan bibit hingga cukup umur, kuat dan kokoh di tanam di media yang lebih besar dan kompleks.
Tempat untuk penyemaian benih cabe memakai polybag ukuran kecil ( 8 x 9 cm ), selain menggunakan polybag plastik juga bisa menggunakan daun pisang, tray semai ( baki ) atau pada petakan tanah.
Pemilihan cara menyemai benih biasanya petani sesuaikan dengan biaya dan faktor teknis atau tempat tergantung dari kemampuan petani cabe itu sendiri.
Media persemaian yang petani buat pada petakan memang yang paling ekonomis dari segi biaya dan tenaga.
Langkah-langkah yang harus petani lakukan adalah membuat petakan dengan ukuran secukupnya.
Campur bahan kompos dan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah semai petani ayak sehalus mungkin agar perakaran bibit cabe dapat menembus dengan mudah.
Persiapan Persemaian Benih Cabe Rawit Yang Benar
Petakan semai bibit cabe dibuat dengan tebal 5 – 10 cm dan pada permukaan petakan petani buat larikan dengan jarak antar larikan 10 cm.
Letakkan benih cabe pada larikan dengan rapi dan tidak berhimpitan dengan jarak 7,5 cm.
Kemudian basahi larikan cara menanam cabe rawit pelan-pelan dan tutup dengan tanah atau abu ( bila ada ).
Siapkan karung goni atau kertas koran yang basah dan pertahankan agar penutup tersebut basah.
Biarkan benih cara menanam cabe rawit tertutup selama 3 – 4 hari sampai benih berkecambah.
Pada hari ke-4 biasanya benih akan berkecambah setelah itu penutup dapat petani buka.
Petani perlu membuat naungan yang terbuat dari plastik transparan atau jaring untuk melindungi dari paparan sinar matahari secara langsung, air hujan dan serangan hama. Naungan ini bersifat fleksibel untuk memudahkan perawatan.
Naungan cara menanam cabe rawit petani buka pagi dan menjelang siang petani tutup kembali dan petani buka lagi menjelang sore, petani tutup kembali saat matahari sudah terbenam.
Perawatan bibit berupa penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore atau sesuai cuaca. Beri tiap polybag dengan 1 sendok teh NPK dan campurkan pada tanah.
Baca Juga : Benih Cabe Rawit Tahan Antraknosa Dewata 76 F1 Terbaru Murah
Persiapan Menanam Cabe Rawit Di Polybag
Bibit cabe rawit yang telah petani persiapkan dapat petani pindahkan ke tempat wadah yang lebih besar setelah berumur 3 – 4 minggu atau tanaman telah ada 3 – 4 helai daun.
Wadah polybag cara menanam cabe rawit yang petani siapkan adalah yang berukuran besar, diatas 30 cm.
Dengan maksud agar media tanam ini dapat kuat menahan dan menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rata-rata cukup rimbun.
Sebagai saran, selain menggunakan polybag, Anda dapat menggunakan pot plastik, semen, tanah atau keramik sesuai selera atau keinginan kita.
Ember plastik atau wadah lain yang tidak terpakai lagi dapat menjadi wadah asalkan pada bagian dasar wadah petani lubangi dulu untuk mengalirkan air.
Media cara menanam cabe rawit yang digunakan sama yaitu campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, azolla atau bahan yang lain.
Asalkan bahan-bahan organik tersebut dalam kondisi matang dan berubah wujud seperti tanah.
Campuran bahan-bahan tersebut petani masukkan wadah secukupnya karena separuh bagian dari media semai juga ikut masuk nantinya.
Saran komposisi media tanam cara menanam cabe rawit yang dapat Anda pakai adalah campuran tanah + kompos perbandingan 2 : 1, campuran tanah + pupuk kandang + arang sekam perbandingan 1 : 1 : 1 dan campuran tanah + pupuk kandang perbandingan 2 : 1.
Setiap polybag diberi 3 sendok makan pupuk NPK dan aduk hingga benar-benar rata.
Bagian dalam atau bawah polybag petani beri sabut kelapa atau pecahan genteng agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.
Pemindahan Bibit Cabe Rawit Di Polybag
Setelah bibit sudah cukup umur untuk proses pemindahan ( sekitar 4 minggu ) maka lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati.
Usahakan bahwa akar tanaman tidak terluka dan media tanamnya tidak rusak/pecah. Perakaran bibit yang terluka dapat mendatangkan penyakit yang menyebabkan tanaman gagal tumbuh.
Pemindahan bibit petani lakukan serempak dalam satu hari dan sebaiknya petani lakukan pada pagi hari dan bila belum selesai dapat petani lanjutkan sore harinya.
Sebelum pemindahan bibit, media petani siram hingga lembab untuk mencegah stress tanaman.
Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5 – 7 cm. Lalu masukkan bibit beserta medianya ke dalam lubang tanam yang telah petani buat sebelumnya.
Setelah bibit sudah petani tanam, tekan-tekan dengan menambahkan tanah secukupnya agar bibit dapat berdiri kuat.
Siram tanaman kembali hingga cukup lembab dengan mengucurkan air langsung ke pangkal batangnya.
Perawatan Tanaman Cabe Rawit Di Polybag
Perawatan tanaman cabe dalam cara menanam cabe rawit pada polybag atau pot meliputi penyiraman, penyiangan, pemasangan ajir dan perempelan/pemangkasan.
Penyulaman tanaman petani lakukan bila ada bibit yang tiba-tiba mati atau tampak layu dan petani lakukan paling lama 1 minggu setelah pemindahan bibit.
Penyiraman cara menanam cabe rawit petani lakukan secukupnya saja bila tanah tampak kering.
Pemberian air usahakan jangan terlalu banyak karena bila media tanam terlalu basah maka tanaman mudah terserang penyakit akibat jamur/bakteri.
Penyiraman petani lakukan sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Namun apabila matahari bersinar terik, penyiraman petani lakukan setiap hari.
Pemasangan ajir/lanjaran cara menanam cabe rawit dilakukan agar tanaman tidak mudah rebah/roboh terkena hujan atau angin.
Pemasangan ajir setelah tinggi tanaman cabe sekitar 20 cm. Ajir terbuat dari bilah bambu dan dipasang sekitar 3 hari setelah pemindahan bibit.
Penyiangan cara menanam cabe rawit petani lakukan secara teratur dengan cara mencabut rumput-rumput yang tumbuh pada sekitar tanaman.
Perempelan/pemangkasan/perompesan petani lakukan terhadap tunas-tunas bawah atau tunas yang tumbuh pada setiap ketiak daun tanaman cabe.
Tunas-tunas muda yang petani rompes sebanyak 4 – 5 tunas dan letaknya pada bagian paling bawah dekat akar.
Pemangkasan cara menanam cabe rawit dimulai pada hari ke-20 setelah tanam dan biasanya dilakukan sebanyak 3 kali sampai terbentuk cabang.
Maksud dari proses ini adalah agar tanaman tidak tumbuh ke samping ketika batang belum terlalu kiat menopang tanaman.
Pemupukan Susulan Cara Menanam Cabe Rawit
Pemupukan cabe setelah pemindahan bibit lebih efektif menggunakan pupuk NPK. Pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos juga tetap petani berikan.
Pemupukan cabe dalam polybag atau pot sebaiknya menggunakan pupuk yang cepat larut dan mudah tersedia bagi tanaman.
Pupuk TSP merupakan kategori pupuk yang sukar larut sehingga sebaiknya petani hindari. Gantilah dengan menggunakan pupuk NPK yang kandungan unsur makronya sudah lengkap.
Pemberian pupuk mikro ( pupuk daun ) cara menanam cabe rawit juga penting sebagai penyedia unsur mikro yang tanaman perlukan meskipun dalam jumlah yang sedikit.
Pupuk mikro petani berikan selang 2 minggu setelah pemberian pupuk makro. Dosis pupuk mikro sesuai jenis pupuknya dan anjuran pada kemasan.
Pemberian pupuk mikro petani sesuaikan juga dengan pertumbuhan tanaman. Pada awal pertumbuhan, pupuk mikro yang petani berikan adalah yang mendukung pertumbuhan vegetatif.
Pemupukan Berdasarkan Umur Tanaman Cabe
Umur tanaman cabe 15 – 20 hst ( pemupukan pertama / pupuk cabe rawit baru tanam ) taburkan ½ sendok makan NPK pada sekeliling batang dan jangan sampai mengenai batang. Pemupukan susulan ini petani ulangi setiap 10 hari sekali.
Sebelum pemberian pupuk untuk cabe baru tanam sebaiknya media tanam petani siram dulu sampai basah agar pupuk segera terserap oleh tanaman. Pemupukan petani lakukan pagi atau sore hari.
Selain pemberian pupuk anorganik, berikan juga pupuk organik agar seimbang.
Taburkan 2 genggam pupuk organik pada media tanam bergantian dengan pemberian pupuk anorganik.
Misalnya pada pemupukan pertama menggunakan pupuk anorganik, pemupukan kedua menggunakan pupuk kandang begitu seterusnya hingga panen.
Agar tanaman cabe lebih awet dan berumur panjang sebaiknya kurangi penggunaan pupuk anorganik terutama pupuk Nitrogen, namun perbanyak pupuk organik.
Pemupukan cabe menggunakan Urea dapat menyebabkan tanaman mati atau keriting.
Umur tanaman Cabe 30 – 40 hari setelah tanam, pupuk cara menanam cabe rawit yang diberikan terdiri dari larutan 5 liter air yang dicampur dengan 50 gram pupuk NPK dan 5 gram KNO3.
Pemberian pupuk dilanjutkan 1 bulan sekali dengan penambahan sebanyak 25 gram NPK dan 5 gram pupuk KNO3. pemberian pupuk terus dilakukan sampai tanaman berhenti berproduksi.
Pemberian pupuk susulan cara menanam cabe rawit dengan cara lain yaitu : dengan diberikan pupuk NPK 16 : 16 :16 sebanyak 10 gram dilarutkan dalam 1 liter air.
Pupuk dikocorkan sebanyak 200 ml per polybag, berarti dalam 1 liter untuk 5 polybag. Pemberian setiap 10 hari sekali.
Baca Juga : Hama Dan Penyakit Serta Pestisida Pengendalinya Pada Budidaya Cabai
Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Cabe Rawit di Polybag

Pengendalian hama dan penyakit cara menanam cabe rawit menggunakan pestisida dilakukan bila tanaman terlihat sudah terserang hama dan penyakit tanaman.
Hal ini karena, serangan hama dan penyakit adalah tantangan cukup berat dalam budidaya cabe rawit karena sangat kompleks jenisnya.
Hama yang banyak menyerang tanaman cabai antara lain : ulat ( tanah, grayak dan buah ), kutu ( kebul dan daun ), thrips dan tungau.
Sedangkan penyakit yang banyak menyerang adalah virus Gemini ( penyakit Bulai ), busuk buah Antraknosa, penyakit layu ( layu akibat fusarium/jamur dan layu bakteri ), bercak daun dan rebah kecambah.
Usaha pengendalian hama dan penyakit cara menanam cabe rawit menerapkan prinsip pengendalian hama dan penyakit terpadu. Yaitu melakukan budidaya sehat dan teknik yang tepat. Diantaranya adalah :
-
Pemilihan benih yang tepat dan benih varietas yang tahan hama penyakit.
-
Perlakuan terhadap benih, seperti perendaman benih sebelum disemaikan.
-
Persiapan media untuk menyemaikan benih.
-
Rutin melakukan penyiraman.
-
Bila penanaman di lahan luas lakukan cara pengolahan tanah yang tepat.
-
Kebun dalam keadaan bersih dari gulma dan sampah plastik.
-
Pemupukan dasar dan susulan yang baik dan tepat serta berimbang, baik unsur makro dan mikro.
-
Melakukan pengamatan rutin setiap pagi dan sore hari, karena beberapa hama muncul berkeliaran pada sore menjelang malam saja.
Cara pengendalian yang tepat dan jenis pestisida apa yang digunakan dalam cara menanam cabe rawit, dapat Anda berkonsultasi dengan Toko Pertanian Online LMGA Agro.
Kami dapat membantu mengatasi permasalahan Anda sesuai gejala yang tampak dan dosisnya yang tepat.
Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati. Pestisida digunakan jika serangan sudah parah.
Bila ada tanaman terserang hama dan penyakit, cukup dihilangkan bagian yang terserang tersebut ( daun, pucuk tanaman atau batangnya).
Seluruh bagian tanaman dipangkas, dikumpulkan ditempat agak jauh dan dibakar. Bila ada tanaman yang mati, segera dicabut dan dimusnahkan dengan cara dibakar.
Baca Juga : Cara Menanam Cabe Bhasakara F1 Hasil 15 Ton
Hama Utama Tanaman Cabe Rawit
-
Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) berwarna hijau, berukuran kecil, dan jumlahnya banyak. Hama menyerang daun, tunas dan batang muda.
-
Daun menjadi berlubang dan tunas muda mati. Serangan yang hebat menyebabkan tanaman menjadi gundul dan tersisa tulang-tulang daun. Pertumbuhan menjadi terhambat.
-
Thrips menyebabkan daun mengeriting dan menggulung ke atas. Hama thrips sangat kecil. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun. Serangan awal terjadi pada pucuk daun/daun muda. Serangan parah terjadi pada musim kemarau. Hama thrips ini juga merupakan hama vektor pembawa virus yang menyebar dengan cepat.
-
Tungau menyebabkan daun keriting dan menggulung ke bawah. Daun bagian bawah berwarna kecoklatan. Serangan yang hebat menyebabkan daun rontok.
-
Kutu Daun ( Myzus persicae ) menyebabkan daun keriting dan pertumbuhan terhambat. Kutu daun menyerang batang muda, daun dan tunas muda. Hama kutu daun menghisap cairan daun muda dan daun menjadi kering dan keriting. Bila terdapat semut-semut pada tanaman tersebut, pasti terdapat kutu daun. Hal ini karena kutu mengeluarkan gula yang mendatangkan semut. Kutu daun juga pembawa virus Kuning/Gemini.
-
Lalat Buah menyerang dengan cara menaruh telurnya, telur menetas dan menjadi larva. Larva-larva akan menggerogoti isi buah sehingga buah menjadi rontok dan busuk. Jika dibelah maka tampak bagian dalam buah yang banyak larvanya.
-
Ulat tanah berwarna coklat atau hijau, berukuran besar ( sebesar pensil ), menyerang seluruh bagian tanaman namun lebih menyukai pada buahnya. Ulat aktif di malam hari sedangkan di siang hari ulat bersembunyi di dalam tanah atau di bawah mulsa. Serangan parah dapat merusak berhektar-hektar tanaman cabe dalam semalam.
Penyakit Tanaman Cabe Rawit
-
Bercak Daun berupa bercak warna hitam dan berbentuk bulat. Daun menjadi menguning dan rontok. Penyebabnya adalah jamur Cercospora capsici. Biasanya terjadi pada lingkungan dengan kelembaban tinggi ( musim hujan ). Spora jamur biasanya terbawa oleh angin, air hujan dan manusia.
-
Antraknosa/Patek menyebabkan bibit layu saat di persemaian, mati pada pucuk, busuk kering pada batang dan daun, busuk pada buah yaitu bulatan hitam seperti terbakar. Penyebabnya adalah jamur Colletotrichum capsici.
-
Layu Fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Gejala tanaman yang tampak adalah tanaman yang tampak segar di pagi dan sore hari, namun tanaman akan layu di siang hari. Fenomena ini akan berlangsung beberapa hari hingga akhirnya tanaman menjadi mati.
-
Busuk batang dan busuk kuncup disebabkan oleh jamur Phytophtora ( busuk batang ) dan Choanosearum sp ( busuk kuncup ). Penyakit busuk terjadi di musim hujan dan kondisi kelembaban yang tinggi. Jamur dapat menyebar dengan cepat. Busuk kuncup menyebabkan kuncup berwarna hitam dan lama-kelamaan tanaman akan mati. Kedua jenis penyakit busuk ini dapat diminimalisir dengan cara mengurangi pemberian pupuk unsur N ( Urea dan ZA ) dan jarak tanam tidak terlalu rapat.
-
Layu bakteri penyebabnya adalah bakteri Pseudomonas solanacearum. Jika terjadi pada tanaman tua, kelayuan terjadi pada daun yang paling bawah. Jika pada tanaman muda, bagian atas tampak layu. Padahal daun berwarna hijau, tetapi tanaman layu.
-
Busuk Buah ditandai munculnya bercak agak mengkilap, sedikit terbenam dan berair. Buah berwarna hitam, oranye ( jika lingkungan lembab) dan coklat. Bercak semakin melebar dan membentuk lingkaran, Penyakit dapat menyerang buah cabe yang muda dan tua. Penyakit ini dapat menyebar melalui percikan air. Penakit dapat menyebar cepat pada suhu rendah dan musim hujan.
Baca Juga :Benih Cabe Cap Panah Merah Dewata F1 Hasil Tinggi
Proses Panen Cabe Rawit Di Polybag

Proses pemanenan cara menanam cabe rawit dilakukan saat tingkat kematangan buah 90%, yaitu berumur 70 – 120 hst.
Saat terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah dan masih ada sedikit warna hijau.
Umur panen tergantung dari varietas tanaman dan ketinggian tempat budidaya cabe.
Pada dataran rendah, umur panen cabe yaitu 70 hst sedangkan di dataran tinggi lebih lama.
Buah cabe yang dipanen dengan tingkat kematangan demikian dapat bertahan hingga 3 hari sebelum dijual di pasar/pembeli.
Panen cara menanam cabe rawit dilakukan berkali-kali dengan interval 3 – 7 hari sekali.
Waktu panen yang tepat adalah saat cuaca cerah dan embun telah kering. Untuk panen tanaman cabe yang masih hijau dilakukan saat buah telah mengeras atau 1 bulan sebelum panen saat merah.
Satu batang cabe dapat dipanen hingga 20 kali dengan hasil per panen 0,7 – 1,5 kg/batang.
Sehingga dengan demikian, dengan cara menanam cabe rawit di polybag halaman rumah sudah dapat memenuhi kebutuhan akan cabe rawit sendiri.
Demikian artikel tentang bagaimana cara menanam cabe rawit di polybag yang dapat dilakukan di halaman rumah kita.
Jual benih hibrida sayur dan buah lewat toko pertanian online LMGA Agro, hubungi bapak Budi 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( SMS/WA ).
Toko pertanian online LMGA Agro juga menyediakan berbagai pupuk cair, pupuk mikro dan pestisida yang Anda butuhkan.
Juga menyediakan alat-alat pertanian seperti alat kocor, alat pelubang mulsa, polybag dan sparepart pertanian.
Kami siap mengirim pesanan Anda menggunakan jasa ekspedisi seperti JNE, POS Biasa maupun Ekspress, TIKI, KI8 dan lain-lain, dengan cepat dan barang dijamin sampai ditempat tujuan.
Toko pertanian LMGA AGRO juga siap mendapingi serta memberi cara menanam cabe rawit di polybag kepada hobies, petani di seluruh Indonesia.

