-
Sawi
Sawi yang digunakan untuk bercocok tanam di Indonesia ada beberapa jenis. Contohnya seperti sawi daging / pak coy, sawi hijau / sawi bakso, dan sawi putih / petsai.
Kandungan nutrisi pada sawi cukup banyak dan menyehatkan bagi tubuh. Nutrisi – nutrisi tersebut seperti vitamin K dan zat besi bermanfaat dalam mengubah protein matriks pada tulang serta meningkatkan kalsium dalam tubuh, vitamin C berfungsi untuk membentuk kolagen dan vitamin A berfungsi untuk memproduksi sebum.
Budidaya sawi cukup mudah dilakukan Proses – proses budidaya sawi yaitu :
a) Pembenihan bibit sawi
Pembenihan sawi merupakan hal yang penting. Pembenihan merupakan hal pertama yang harus dilakukan dalam budidaya sawi untuk memperoleh benih sawi unggul.
Untuk memperoleh benih sawi unggul, sebelum ditanam rendam biji sawi terlebih dahulu. Jika biji sawi mengapung, maka biji sawi tersebut memiliki kualitas jelek / kurang baik.
Dengan hasil tersebut, maka biji sawi yang tenggelam memiliki kualitas yang baik untuk ditanam dan cocok untuk digunakan dalam bercocok tanam.
b) Penyemaian
Penyemaian biji sawi merupakan proses yang bertujuan dalam mendapatkan tunas tanaman sawi berkualitas baik.
Hal pertama yang harus dilakukan dalam penyemaian benih adalah persiapkan bahan – bahannya seperti media tanamnya yaitu tanah dan pupuk. Setelah itu saring tanah dan pupuk menggunakan seringan agar terpisah dari kotoran dan sampah serta batu yang terdapat dalam tanah.
Setelah itu campurkan tanah, arang sekam dan pupuk dengan menggunakan perbandingan 2 : 1 : 1. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam nampan, atau bisa menggunakan daun pisang dibentuk corong. Atau bisa juga menggunakan plastik berukuran kecil (1 ons).
Masukkan biji sawi ke media tanam. Lubangi sedikit media tanam lalu tutup dengan tanah. Siram agar tanah menjadi basah.
Untuk mendapatkan hasil penyemaian yang maksimal, gunakan tempat teduh. Cukup berikan penyinaran yang cukup di waktu pagi hari saja.
Setelah bibit berumur 2 – 3 minggu maka bibit sawi pun siap dipindahkan ke lahan.
c) Mengolah lahan pertanian
Pengolahan lahan sebelum ditanami tanaman sawi sagat penting demi melakukan agar mendapatkan bibit sawi unggul. Mengolah tanah untuk lahan pertanian bisa dilakukan dengan mudah.
Caranya pertama gemburkan tanah secara merata. Tambahkan dengan pupuk kandang atau kompos dan campurkan dengan sempurna dalam tanah. Setelah itu diamkan selama 2 bulan sebelum sawi ditanam.
Jika pH tanah cukup tinggi, lakukan proses pengapuran agar pH tanah sesuai untuk ditanami sawi. Proses pengapuran bisa dilakukan dengan menggunakan dolomit ataupun kapur kolsit. Setelah dilakukan pengapuran diamkan tanah selama 2 minggu sebelum ditanami sawi.
Setelah semua hal itu selesai, buat bedengan dengan rincian tinggi 30 cm, lebar 120 cm dan panjang yang disesuaikan dengan ukuran lahan. Berikan jarak tanam anter lubang sekitar 30 x 30 cm.
Terakhir, buat lubang sedalam 5 – 10 cm pada bedengan media tanam sawi.
d) Penanaman
Proses penanaman sawi ini menggunakan benih dengan kondisi yang baik. Pindahkan bibit sawi pada lubang. 1 lubang cukup diisi dengan 1 bibit. Pindahkan dengan hati – hati. Usahakan agar tanaman tidak rusak selama pemindahan ke lubang.
Setelah dipindah di lubang, tutup dengan tanah tipis – tipis. Tekan bagian tepi tanah agar tidak roboh.
e) Pemeliharaan dan Perawatan
Pemeliharaan dan perawatan tanaman sawi harus dilakukan dengan benar dan hati – hati. Pemeliharaan dan perawatan sawi tergolong sulit karena jika dilakukan dengan cara yang salah maka pertumbuhan tanaman akan terhambat atau bahkan mati.
Tanaman ini memerlukan cahaya matahari yang cukup yakni sekitar kurang dari 8 jam setiap hari. Penyiraman dilakukan dengan teratur. Lakukan 2 kali sehari pada musim kemarau. Namun jika pada musim penghujan sesuaikan penyiraman dengan intensitas curah hujan.
Lakukan penjarangan pada sawi saat berumur 14 – 16 hari setelah penanaman. Lalu setelah itu lakukan proses penyulaman tanaman.
Penyulaman sawi ini dapat dilakukan 2 hingga 4 kali sebelum masa tanam dengan catatan bahwa sawi mengalami kerusakan ataupun tidak. Jika ada yang rusak maka segera ganti dengan tanaman sawi dengan kondisi lebih baik.
Setelah itu lakukan penyiangan sekitar 2 hingga 4 kali pada masa tanam. Selesai melakukan penyiangan, lahan harus digemburkan. Jangan lupa diberikan pupuk setiap pagi dan sore hari. Pemupukan tersebut bisa menggunakan pupuk urea dengan takaran 1 sendok teh urea dicampurkan dengan 25 liter air.
Untuk pengendalian hama dan penyakit, gunakan pestisida untuk membasmi hal tersebut. Hama dan penyakit yang biasa menyerang sawi diantaranya yaitu ulat tanah, ulat grayak dan ulat perusak daun.
Penggunaan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan jangka waktu selama 2 minggu sebelum masa panen sawi.
f) Pemanenan Sawi
Pemanenan dilakukan pada saat tanaman telah berumur sekitar 50 – 80 hari setelah tanam. Pemanenan ini dilakukan dengan beberapa cara. Bisa dengan mencabutnya hingga akar, memotong bagian daunnya saja, dan memotong pangkal batangnya.
-
Tomat
Tomat. Banyak orang yang masih berdebat tentang argumen bahwa tomat masuk kedalam jenis sayuran atau buah. Namun hal itu tidak usah terlalu dipusingkan. Baik sayur ataupun buah tanaman tomat tetap memberikan manfaat yang baik bagi kita semua.
Menurut sejarah, tomat diperkirakan berasal dari daerah dataran tinggi di pantai barat Amerika Selatan. Saat Spanyol menguasai daerah tersebut, mereka lalu menyebarkan tomat ke koloni – koloni mereka di daerah Karibia. Dan akhirnya menyebar ke seluruh penjuru dunia
Buah tomat pada umumnya berwarna kuning, hijau, dan merah. Tumbuhan ini memiliki batang dan daun yang tidak bisa dikonsumsi tubuh. Hal itu dikarenakan tomat masih merupakan keluarga dari tumbuhan kentang dan terong yang mengandung Alkaloid.
Baca Juga : Jenis, Kegunaan dan Manfaat Mulsa Plastik Pertanian