Manfaat Buah Melon Dan Rahasia Cara Praktis Menanamnya

Media Tanam Melon Untuk Pembesaran

Media tanam untuk membesarkan bibit berbeda bila digunakan menyemaikan benih. Sebaiknya menggunakan polybag baru. Media menggunakan campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam ( 3 : 2 : 1 ).

Media kita masukkan pot/polybag, anda tambahkan 5 gr Furadan, 20 gr NPK dan 1 liter Humic Acid. Campur rata dan aduklah.

Beberapa bahan kita tambahkan dalam media tanah menanam melon. Hal tersebut bertujuan mencegah agar kecambah tumbuh nanti tidak terserang penyakit tanaman.

Pemakaian pupuk kandang bisa kita ganti Trichoderma dan Zat Pengatur Tumbuh  ( ZPT ) organik, ditambah ketiga bahan tambahan tersebut.

Memulai Menanam Bibit Melon di Halaman

Bibit kita semai sampai berumur 2 – 3 minggu dan tunas sudah setinggi ± 10 cm. Bibit siap pindah ke pot pembesaran yang lebih kokoh. Sebelum penanaman, sirami air hingga basah. Penanaman lebih baik anda lakukan pagi atau sore hari.

Ajir kita siapkan untuk menopang saat batang melon sudah merambat dan menjalar. Yaitu pada umur 5 – 8 hari setelah tanam. Ajir lebih baik anda tancapkan segera setelah penanaman dan sebelum akar menjadi lebat.

Hal ini untuk menghindari ajir merusak akar saat kita tancapkan. Karena bila akar ada luka, jamur dan bakteri mudah masuk dan menyerang akar tanaman.

Batang lalu kita rambatkan pada ajir yang sudah anda tancapkan sambil diatur arah rambatannya. Pengikatan pada ajir menggunakan tali salaran.

Baca Juga : Melon Tahan Virus STR 11

Pemeliharaan Dan Perawatan Tanaman Dalam Pot

  • Pemangkasan cabang. Bermanfaat memilih bakal buah yang akan kita besarkan. Pemangkasan bermanfaat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemangkasan dapat kita lakukan setiap hari karena pertumbuhan melon sangat cepat. Hal tersebut agar cabang tumbuh tidak terlalu besar.
  • Memilih calon buah dari cabang ke-7 sampai ke-12. Buah kita pilih satu, bentuknya paling bagus  untuk dibesarkan. Sedangkan cabang selain tersebut sebaiknya anda pangkas.
  • Pemangkasan terhadap cabang yang muncul dari ketiak daun pertama sampai ke-8. Selanjutnya daun ke-9 sampai daun ke-13, cabang tumbuh kita biarkan besar dan kita pelihara agar tumbuh buah. Setelah daun ke-13 sampai ke-17, cabang yang muncul harus kita potong.
  • Pemupukan kita lakukan setelah melakukan pemangkasan. Pupuk untuk melon menggunakan pupuk Mutiara 15 gr pot polybag dan dilakukan saat mengisi media ke pot.
  • Pupuk susulan juga dilakukan mendapatkan tanaman melon subur. Menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan KNO3. Pemberian pupuk dengan cara kita taburkan pada sekeliling tanaman. Atau bisa juga dicampurkan dengan air dahulu baru anda kocorkan. Pengocoran jangan langsung kena tanaman.
  • Pemupukan susulan pupuk NPK mulai kita berikan hari ke-14, selanjutnya hari ke-24, ke-34, ke-44 dengan dosis masing-masing 10 gr/polybag. Masuk hari ke-54 diberikan pupuk KNO3 sebanyak 1 g/liter setiap pot polybag tanaman.

Menanam Melon Di Musim Kemarau

Memasuki musim kemarau, petani umumnya sulit sekali menggunakan lahan untuk digunakan menanam padi. Karena cuaca panas dan hujan tidak turun menyebabkan petani kesulitan memberi air bila harus menanam padi.

Karena itu agar lahan sawah tetap produktif dan menghasilkan maka petani memanfaatkannya dengan menanam melon atau semangka.

Terutama bila petani tersebut sudah mendapatkan pesanan dan permintaan dari pasar-pasar buah berkapasitas besar.

Menanam di musim kering dengan kondisi air terbatas, lebih cocok untuk menanam melon dan semangka. Biasanya memasuki musim kemarau, petani sudah mendapatkan pemesanan dan banyak permintaan.

Pesanan berupa menyediakan buah menyegarkan seperti melon, semangka, blewah dan lain-lain. Sehingga kadang beberapa pasar kekurangan pasokan buah tersebut dikarenakan permintaan yang meningkat. Sedangkan kiriman buah dari petani minim dari sejumlah daerah.

Dengan meningkatnya permintaan namun ketersediaan buahnya minim maka menyebabkan harga jual melon menjadi mengalami kenaikan.

Harga jual melon dari dibawah Rp. 6000 per kilogramnya bisa meningkat menjadi diatas Rp. 7000 per kilogramnya.

Petani biasanya memiliki lahan tadah hujan. Memasuki musim kemarau sangat beresiko bila memaksakan menanam padi. Selain resiko besar, juga membutuhkan biaya tinggi.

Sehingga petani memilih menanam melon saat musim kemarau. Juga karena tergiur tingginya harga dan meningkatnya permintaan pasar. Musim panas sangat mendukung perkembangan tanaman dan diharapkan hasil panen juga bisa melimpah.

Baca Juga : Jual Bibit Melon Noni Kualitas Terbaik Dan Berharga Murah

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Pengendalian hama petani lakukan dengan menyemprotkan insektisida. Atau secara manual dengan cara membuang hama pada bagian tanaman yang dihinggapi. Mencegah serangan penyakit bisa menggunakan fungisida sistemik maupun kontak.

Penyemprotan fungisida petani lakukan secara berselang-seling. Penyemprotan fungisida bisa ditambahkan perekat sebagai daya rekat ke daun untuk penanaman di musim hujan.

Hama dan penyakit yang sering menghampiri tanaman melon antara lain :

1. Lalat Buah

Lalat buah melon adalah Batrocera cucurbitaceae. Hama lalat buah menyuntikkan telurnya ke dalam buah. Lalu telur berubah menjadi larva dan larva-larva inilah akan bergerak menggerogoti buah melon. Hingga buah menjadi busuk.

Pengendalian secara kultur teknis, dapat petani lakukan dengan memetik dan membuang buah yang terserang lalat buah. Membuangnya ketempat yang jauh dari lahan.

Juga dengan cara menanam tanaman bukan inang lalat buah. Lakukan sanitasi kebun secara rutin. Anda bisa memulai panen melon lebih awal sebelum lalat buah datang.

Pengendalian secara mekanik, dengan cara membuat perangkap dari metil eugenol  dan dipasang pada sedkit kapas. Lalu kapas kita masukkan pada botol air mineral dan kemudian botol kita letakkan pada lokasi strategis.

Pengendalian secara kontrol biologi adalah menggunakan agen kontrol biologi seperti predator dan parasitoid. Yaitu laba-laba, semut, kumbang, kepik penghisap, kumbang penjelajah.

Pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida Curacron 500 EC atau Hostathion 40 EC sesuai dosis anjuran pada kemasan botol. Waktu penyemprotan tepat adalah sore hari menjelang petang. Atau pagi hari sebelum matahari terbit.

Baca Juga : Tips Menggunakan Pestisida Yang Baik Dan Benar

2. Layu Fusarium

Disebabkan oleh cendawan F. oxysporum. Gejala serangan tampak pada tanaman bila tampak segar saat pagi hari dan layu pada siang harinya.

Tanaman kembali tampak segar saat sore hari dan malam hari kembali tampak layu. Gejala tanaman layu ini akan berlangsung beberapa hari sampai kemudian tanaman mati.

Pengendalian serangan penyakit layu ini antara lain : menggunakan benih tahan jamur Fusarium, penggunaan mulsa plastik hitam perak, pengaturan drainase air. Melakukan rotasi tanaman, membuang tanaman terserang, menggunakan bakteri antagonis Trichoderma. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *