BENIH VINOTY CABE RAWIT PUTIH UNGGUL TAHAN VIRUS

  • Usaha pencegahan awal yaitu memilih benih cabe rawit tahan penyakit, bibit cabe unggul tahan penyakit, varietas cabai rawit unggul, benih hibrida unggul seperti benih VINOTY.

  • Melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yang tahan penyakit layu fusarium untuk mengendalikan populasi dan perkembangan cendawan penyebab penyakit layu.

  • Melakukan penyiangan gulma secara rutin dan mengatur jarak tanam yang tepat dan jangan terlalu rapat.

  • Lanjaran/ajir harus tertancap lebih awal dan jangan sampai melukai akar tanaman.

  • Menyemprotkan fungisida sistemik setiap 10 hari sekali untuk mencegah infeksi dari cendawan.

  • Memanfaatkan Trichoderma sp. sebagai cendawan baik untuk melawan cendawan patogen, cara ini termasuk paling efisien mencegah layu fusarium. Cara penerapannya yaitu saat pemberian pupuk dasar menggunakan fermentasi Trichoderma sp. serta dikocorkan ke setiap lubang tanam.

  • Jika kita mendapati tanaman cabe rawit terserang layu fusarium maka segera cabut tanaman tersebut kemudian bakar. Bila perlu sebagian tanah bekas tanaman yang sudah terkena layu fusarium tadi dibuang juga, terutama akar-akarnya yang tertinggal. Semprotkan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil atau tembaga hidroksida.

  • Hampir tidak mungkin untuk menyelamatkan tanaman yang sudah terinfeksi penyakit layu, karena itu lebih baik cabut kemudian bakar agar tidak menulari tanaman lain.

Penyakit layu bakteri menunjukkan gejala yang sama dengan layu Fusarium, namun fase serangannya berlangsung cepat.

Hanya dalam waktu 3 hari saja, tanaman akan kering dan seluruh daun akan meranggas rontok hingga tanaman mati kering.

Layu bakteri terjadi karena serangan bakteri patogen dalam tanah yang menginfeksi area perakaran tanaman. Serangan layu bakteri cukup mengerikan namun bila kita rutin mengontrol tanaman dapat teratasi dengan bakterisida sistemik berbahan aktif streptomycin.

Kerja bakterisida secara sistemik dan dapat menghentikan infeksi bakteri pada area perakaran. Inilah pentingnya petani menggunakan benih cabe rawit unggul tahan penyakit seperti Vinoty.

Benih Vinoty Tahan Penyakit Patek

Penyakit patek atau antraknosa juga merupakan penyakit yang merugikan bagi budidaya cabe rawit. Serangan parah penyakit patek pada tanaman cabe terjadi pada musim hujan.

Dari semua jenis cabe, cabe rawit adalah yang paling rentan terkena antraknosa terutama buahnya. Gejala Patek adalah buah yang membusuk dengan jaringan abnormal ( lesi ) kehitaman dan melingkar.

Lesi ini nantinya akan menyebar dan busuk pada seluruh bagian buah. Penyakit patek atau Antraknosa akibat infeksi jamur dan pada beberapa kasus disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penyebab timbulnya infeksi adalah kelembaban area pertanaman cabe rawit yang kadang tinggi saat musim hujan. Menggunakan benih cabe rawit tahan penyakit dan benih cabe tahan patek menjadi hal yang wajib bagi petani.

Baca Juga : Merawat Pohon Cabe Agar Berbuah Lebat dan Subur

Saat menanam tanaman cabe pada musim hujan, selain menggunakan benih cabai rawit tahan penyakit seperti benih VINOTY yang termasuk cabe tahan patek atau varietas cabai rawit tahan antraknosa kita juga harus melakukan usaha-usaha teknik pertanian untuk meminimalisir serangan parah penyakit patek. Usaha-usaha tersebut antara lain :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *