MENGENAL HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN SEMANGKA

Beri Penilaian

buah semangka kuning,lmga agro, hama dan penyakit semangka, benih semangka, toko pertanian, LMGA AGROHama dan penyakit merupakan kendala penting dalam usaha tani semangka. Hal ini ikut menentukan keberhasilan maupun kegagalan budidayanya. Munculnya serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) adalah sesuatu yang dinamis, saling terkait antara tanaman (inang)-OPT-lingkungan.

Lingkungan pertanaman yang sesuai sangat mendukung serangan OPT terhadap tanaman inang. Inang yang rentan memudahkan OPT menyerang inang sehingga terjadilah penyakit/serangan hama. (Rev. 10-02-21)

Pada daerah tropika, siklus hidup hama dan penyakit berlangsung terus menerus. Sedangkan pada daerah subtropika dan daerah dingin, OPT tanaman ini mengalami masa istirahat pada saat musim dingin. Akibatnya, kerusakan oleh hama dan penyakit semangka pada daerah tropis berlangsung terus sepanjang tahun.

Penanaman semangka pada musim kemarau cenderung memerlukan insektisida lebih banyak dari fungisida karena cuaca panas akan mendukung perkembangan hama. Sebaliknya pada musim hujan, kebutuhan fungisida lebih besar karena keadaan lembab akan merangsang perkembangan penyakit tanaman.

HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA

HAMA (JENIS DAN PENGENDALIAN)

1. Gangsir (Brachytripes portentosus Licht)

Hama ini menyerang batang tanaman muda. Hama gangsir melakukan serangan pada malam hari, dengan cara memotong batang tanaman semangka tetapi tidak memakannya. Untuk hama ini bersembunyi dalam tanah dengan membuat liang. Keberadaan gangsir cirinya terdapat onggokan tanah pada muka liang.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan sanitasi lingkungan, melindungi tanaman kecil menggunakan gelas plastik berlubang; (2) kimiawi dengan pemberian insektisida berbahan deltamethrin 25 g/ l (sesuai anjuran)

2. Thrips (Thrips parvispinus Karny)

Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas dan Hama ini juga sebagai vektor virus. Cara penularan, hama mengembara pada malam hari, menetap dan berkembang biak. Gejala serangan: daun muda atau tunas baru menjadi keriting. Tanaman keriting dan kerdil (yang kemungkinan penyebabnya virus) serta tidak dapat membentuk buah secara normal.
Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan rotasi tanaman yang bukan famili Cucurbitaceae, mengatur waktu tanam serentak, menjaga kebersihan kebun, menggunakan musuh alami; (2) kimiawi dengan menyemprotkan larutan insektisida berbahan aktif karbosulfan, formrtanat hidroklorida, piraklorofos dan imidakloprid sampai tanaman basah dan merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.