KUBIS CR ACE, SI TAHAN AKAR GADA DARI SAKATA SEED

Benih, Bibit, Kubis, Dataran menengah, Dataran Tinggi, CR ACE, Harga Murah, Tahan, Akara Gada, Club Root, LMGA AGRO, Sakata Seed, JepangKubis CR Ace, Si Tahan Akar Gada Dari Sakata Seed. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Kubis, kol atau kobis adalah nama sayuran daun yang populer.

Tanaman kubis tumbuh pada daerah tropis dan biasanya penanamannya pada dataran menengah hingga tinggi. (Rev 26/12/2020)

Kubis Dan Manfaatnya

Kubis biasa mengomsusinya sebagai sayur dengan mengambil bagian daunnya. Daun kubis bisa terkonsumsi segar untuk lalapan ataupun terkonsumsi sebagai makanan olahan seperti sup, cap jay, orak arik dan lain sebagainya.

Kubis memiliki kandungan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Sayuran kubus merupakan sumber nutris bagi manusia, terutama yang mengandung vitamin C, K, E, A serta asam Folat, selain itu juga mengadung Belerang, Kalsium, Zat Besi, Kalium dan Magnesium.

Selain itu kubis juga terkenal sebagai sumber nutrisi sayuran yang tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan dan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki rendah kalori.

Kubis dengan berat 70 Gram mengandung 15 Kalori, 4,3 Gram Karbohidrat, 2,2 Gram Serat serta 0,1 Gram Lemak. Dalam 70 Gram Kubis mengandung 21,7 Mg Vitamin C, 48,2 Mcg Vitamin K, O,1 Mg Vitamin E, 700 IU Vitamin A. Juga mengandung 56 Mcg Folat, 24,5 Mg Kalsium, 19,6 Mili gram Magnesium, 0,3Mg Besi dan 161 Mg Kalium.

Tanaman Kubis mempunyai Karakter membentuk Crop (kepala), Pertumbuhan kubis pada fase awal adalah dengan membentuk daun secara Normal seperti tanaman sayur yang lain.

Seiring bertambahnya umur tanaman, daun yang terbentuk akan melengkung ke atas dan akhirnya akan sangat rapat dan kuat membentuk semacam gumpalan. Calon ini yang nantinya akan menjadi Head dari kubis yang mengalami panen. Untuk pembentukan Crop ini membutuhkan suhu yang dingin sehingga perubahan pemebentukan Head ini akan baik.

Seiring dengan perkembangan Ilmu pengetahuan terutama dalam Bidang Pemulian Tanaman, sudah banyak penemuan Kubis yang bisa tumbuh dan berkembang dengan baik pada dataran rendah.

Perkembangan Budidaya Tanaman Kubis

Perkembangan permintaan panen tanaman kubis yang tinggi menyebabkan Budidaya Tanaman kubis melakukannya dengan cara Produktif. Perlakuan Budidaya ini pada sentra produksi sayur baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi.

Penanaman kubis yang perlakukannya secara terus-menerus dengan tidak memperhatikan pergiliran tanaman akan merugikan. Karena terus memacu banyak munculnya Hama dan Penyakit baru yang menyerang tanaman kubis.

Saat ini penyakit utama yang banyak petani keluhkan adalah meningkatnya serangan Akar Gada (Club Root). Akar Gada merupakan penyakit yang penyebabnya oleh Jamur Plasmodiosphora brassicae. Penyakit Akar Gada ini sangat menakutkan karena sudah terbukti menyerang tanaman kubis seluruh dunia.

Penyakit serangan Akar Gada (Club Root) ini pada Indonesia sudah banyak menyerang pada sentra tanaman kubis. Baik yang pembudidayaannya pada dataran rendah maupun pada dataran tinggi.

Penyakit Akar Gada (Club Root) ini tidak hanya menyerang tanaman kubis. Namun sangat merugikan karena juga banyak menyerang pada tanaman jenis kubis-kubisan. Seperti misal Sawi Putih, Sawi Sayur, dan semua jenis tanaman sawi.

Kondisi lingkungan yang mendukung untuk berkembangan Penyakit Akar Gada adalah pH tanah lokasi penanam asam berkisar di 5,7. Serangan Akar Gada ini akan menurun secara nyata dan drastis bila pH tanah 5,7-7,5.

Serangan Akar Gada akan mati dan tidak berkembang bila tanah dalam kondisi Basa (pH 8). Spora Plasmodiosphora brassicae memerlukan suhu lingkungan untuk berkembang sekitar 17,8-25 derajat Celcius.

Serangan Akar Gada (Club Root) pada tanaman kubis menyebabkan tanaman tumbuh tidak Normal. Selain itu juga menyebabkan absorsi dan translokasi air serta nutrisi dari dan menuju akar menjadi terganggu.

Hal ini yang menyebabkan budidaya tanaman kubis menjadi kerdil pertumbuhannya dan akan layu dan mati bila serangan parah.

Tanda tanaman Kubis yang terserang akar Gada (Club Root) bisa terlihat pada akar tanaman. Biasanya terbentuk gumpalan dan lingkaran yang apabila parah akan besar dan berkoloni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *