METAVY BENIH MENTIMUN TAHAN VIRUS DARI CAP PANAH MERAH

Benih, Bibit, Unggul, Hibrida, Metavy, Panah Merah, Mentimun, Timun, Ketimun, Harga Murah, Toko Oline, LMGA AGRO, Petani, Pertanian
TIMUN F1 METAVY

Metavy Benih Mentimun Tahan Virus Dari Cap Panah Merah. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Tanaman Mentimun pada Indonesia sudah menjadi Komoditi  yang banyak tanam dan budidaya oleh petani kita.

Hal ini karena tanaman mentimun ini sudah menjadi kebutuhan untuk konsumsi baik secara langsung maupun menggunakannya untuk berbagai olahan makanan. (Rev 13/11/2020)

Kebutuhan pasar dan intesitas penanaman yang ada pada petani akan selalu bersamaan  dengan tingkat perkembangan Hama dan Penyakit yang semakin sulit dan komplek.

Apabila petani kita tidak pandai mengikuti perkembangan Teknologi Budidaya Tanaman Mentimun dan hama penyakitnya maka persentase kegagalan akan semakin tinggi.

Mentimun

Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat kita makan.

Buahnya biasanya dapat panen ketika belum masak benar untuk menjadikannya sebagai sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya.

Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan.

Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim, setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci).

Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik.

Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya membatasi jumlah buah untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.

Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo.

Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah panen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.

Manfaat mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi; vitamin A, B, dan C; serta mineral, seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika; membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit.

untuk mengencangkan kulit menggunakan Masker wajah yang mengandung sari mentimun. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan pada sekitar mata.

Hama Tanaman Mentimun

Hama yang pernah ada dan menyerang tanaman mentimun antara lain kutu daun Aphis gossypii (Hemiptera: Aphididae), trips Thrips parvispinus (Tysanoptera: Tripidae). kutu kebul Trialeurodes vaporariorum (Hemiptera: Aleyrodidae), lalat pengorok daun Liriomyza huidobrensis (Diptera: Agromyzidae). kumbang daun Aulacophora similis (Coleoptera: Chrysomelidae), dan ulat daun Diaphania indica (Lepidoptera: Pyralidae).

Selain itu gejala buah bengkok juga pernah menjumpainya, dengan dugaan penyebabnya oleh serangan kepik Leptoglossus australis (Hemiptera: Coreidae). 

Penyakit-penyakit penting yang terdapat pada lahan pertanaman mentimun adalah layu yang penyebabnya nematoda puru akar Meloidogyne arenaria, embun bulu yang penyebabnya Pseudoperonospora cubensis, bercak daun yang penyebabnya Alternaria sp. dan Colletotrichum sp. dan penyakit mosaik mentimun yang penyebabnya Cucumber Mosaic Virus (CMV).

Serangga hama yang banyak menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil panen adalah lalat pengorok daun L. huidobrensis dan kutu daun A. gossypii. Kehilangan hasil panen juga terjadi karena munculnya gejala buah bengkok, yang sebagian diduga disebabkan oleh serangan kepik L. australis. 

Virus pada tanaman Cucurbitaceae dapat menyebabkan kegagalan panen dan kerugian ekonomi yang tinggi. Salah satu virus yang terdapat pada Cucurbitaceae dan terbawa benih adalah Squash mosaic virus. SqMV berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat tinggi dan menjadi penghambat bagi negara penanam Cucurbitaceae seperti Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *