Ewindo Pameran Nasional Perkenalkan Benih Unggul Baru

ewindo
Direktur Utama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede (kanan) bersama Direktur Penjualan dan Pemasaran Afrizal Gindow (ketiga kanan) memberikan penjelasan kepada petani mengenai varetas unggul melon tahan serangan virus disela Expo Nasional yang dihadiri 250 petani dari seluruh Indonesia, di Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (21/5). Selain meluncurkan melon tahan virus yang merupakan varietas baru dan satu-satunya di dunia, produsen benih sayuran Cap Panah Merah juga mengenalkan beragam varietas baru sayuran unggul yang tahan virus dan mampu berproduksi tinggi, kepada para petani. FOTO ANTARA/Audy Alwi/ed/ama/13

Perusahaan produsen benih sayuran tropis PT East West Seed Indonesia (Ewindo) mengadakan pameran nasional untuk memperkenalkan benih-benih baru yang unggul dan tahan terhadap berbagai penyakit termasuk virus. Rev 24/10/2020.

“Kami mengundang sekitar 250 orang petani dari seluruh Indonesia menghadiri expo ini agar mereka dapat melihat secara langsung benih-benih baru yang kami hasilkan yang memiliki berbagai keunggulan baik dalam hal produktivitas yang lebih tinggi maupun daya tahan terhadap penyakit yang lebih baik,” kata Dirut Ewindo Glenn Pardede, di Purwakarta, Selasa.

Beberapa benih baru yang tahan terhadap virus Gemini antara lain tomat, timun, kacang panjang dan melon. “Selain tahan virus, benih kacang panjang juga mampu berproduksi 25 persen lebih tinggi banding kacang panjang lainnya,” katanya.

Menurut Pardede, pihaknya mengundang petani karena mereka adalah pengguna benih. Petani harapannya bisa melakukan “getok tular” yakni menceritakan informasi benih tersebut kepada petani yang lain sehingga memasyarakat.

Pada acara expo yang pengadaannya sekitar lokasi perusahaan PT Ewindo pada Purwakarta pada 21-22 Mei 2013 itu, para ahli dan peneliti Ewindo memberikan kesempatan berdiskusi dengan para petani. Para petani mengharapkan juga bisa bertukar pengalaman untuk menambah wawasan.

“Kami berharap para petani yang ikut expo dapat menularkan ilmu yang mereka dapat kepada petani lain pada daerah masing-masing,” kata Pardede.

Tuk Tuk Benih Bawang Merah Unggul Cap Panah Merah

Selama expo, perusahaan penghasil benih dengan merek “Cap Panah Merah” itu juga memperkenalkan benih bawang merah yang berasal dari biji. Yang kita beri nama Tuk Tuk. Selama ini  bibit bawang merah berasal dari umbi (siung bawang).

Pardede menjelaskan, penggunaan benih varietas Tuk Tuk akan memberi berbagai keuntungan bagi petani. Antara lainnya biaya produksi per hektare yang jauh lebih murah namun produksi lebih tinggi.

“Biaya produksi benih Tuk Tuk sekitar Rp10 juta per hektare, jauh lebih murah banding sistem konvensional yang bisa mencapai Rp. 45 juta per hektare,” katanya.

Sementara itu hasil panen Tuk Tuk bisa mencapai 20-25 ton/ha, sedangkan dengan benih konvensional berkisar 8-12 ton/ha.

Namun Pardede mengingatkan, kehadiran Tuk Tuk harus terikuti dengan adopsi teknologi pertanian yang baru. Antara lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *