TEKNIK BUDIDAYA CABE UNTUK MENCEGAH SERANGAN CACAR BUAH (ANTRACKNOSA ) PADA TANAMAN CABE

Teknik Budidaya Cabe
Teknik Budidaya Cabe

Teknik Budidaya Cabe Untuk Mencegah Serangan Cacar Buah (Antracknosa ) Pada Tanaman Cabe. Informasi langsung bisa hubungi kontak person P. Budi Telp : 082 141 747 141; SMS/WA : 081 252 221 17. Toko Pertanian Online LMGA AGRO Jual benih cabe berkualitas, pestisida, pupuk dan sarana pertanian. Buka website LMGA AGRO : www.lmgaagro.web.id, www.lmgaagro.com.

Teknik budidaya cabe meliputi cara menanam cabe, lahan tanam dan sarana penunjang budidaya lainnya perlu disiapkan oleh para petani. Baik disaat musim penghujan, ataupun dimusim lainnya kesiapan sangat diperlukan disini untuk mendapatkan keberhasilan dalam budidaya cabe. Kondisi musim saat tanam sangat berpengaruh pada perawatan tanaman cabe dan jenis tanaman hortikultura lainnya disamping kondisi lahan tanamnya.

Teknik Budidaya Cabe – Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan.

Selain teknik budidaya cabe yang tepat untuk tanaman cabe, perlakuan persiapan juga harus dilakukan untuk petani tanaman hortikultura lainnya. Lahan tanam untuk budidaya tanaman cabe dan jenis sayuran serta buah lainnya  yang airnya sepenuhnya mengandalkan dari hujan (Tadah Hujan), perlu perhatian khusus. Pengelolaan daerah tadah hujan diperlukan teknik budidaya cabe yang tepat, mengingat tanam di musim penghujan sangat sulit memprediksi debit air hujan yang turun.

Untuk mendapatkan hasil panen cabe Optimal di musim penghujan diperlukan trik dan teknik Budidaya Cabe secara khusus. Yang intinya adalah untuk memberikan lingkungan yang sesuai dengan kondisi curah hujan yang ada. Memodifikasi lahan, pengolahan lahan dan penggunaan pupuk cabe dan cara pemupukan cabe, varietas tanaman cabe yang cocok perlu di usahakan seawal mungkin. Pemilihan benih cabe atau benih tanaman sayur dan buah harus disesuaikan dengan musim tanam, kondisi dan lahan tanam tempat budidaya.

Selain itu perlu juga memperhatikan mengenai pengaturan jarak tanam antar bibit cabe/pohon cabe, semisal pengaturan jarak tanam cabe rawit. Hal ini bertujuan untuk mencegah kelembapan berlebih akibat tingkat kerapatan pohon cabe yang bisa mengganggu kesuburan pertumbuhan. Teknik budidaya cabe untuk hal preventif dan kuratif dalam pemeliharaan pohon cabe terutama pada musim penghujan, perlu untuk meminimalisir munculnya serangan hama penyakit. Cara menanam cabe  ini berlaku pada budidaya semua varietas jenis cabe yang ada.

Baca Juga : Jual Benih Sayuran Tomat Dan Cabe Berkualitas | LMGA AGRO
Teknik Budidaya Cabe – Penyakit Patek (Antracknosa)
Teknik Budidaya Cabe-Antraknosa
Teknik Budidaya Cabe-Antraknosa

Serangan cacar buah pada tanaman cabe atau disebut penyakit patek/Antracknosa bersifat merusak bahkan menyebabkan kegagalan panen hingga 80%. Antracknosa  pada tanaman cabe menyerang semua varietas jenis cabe. seperti cabe besar/cabe merah besar, cabe keriting/cabe merah keriting, cabe rawit/cabe rawit merah, jenis paprika.

Penyebab Penyakit cacar buah/patek oleh jamur patogen yaitu Colletotricum Capsici dan Gleosporium sp. Pada musim penghujan serangan penyakit patek pada tanaman cabe akan menjadi lebih mengganas. Hal ini terjadi apabila hujan terus menerus dan secara tiba-tiba terdapat panas. Pada kondisi tersebut spora jamur akan pecah dan banyak tumbuh serta berkembang karena dukungan suhu yang hangat.

Faktor kelembapan yang yang tinggi, jarak tanam yang rapat, benih yang sudah terinfeksi, lingkungan pertanaman kurang bersih mendorong perkembangan jamur menjadi pesat. Pada teknik budidaya cabe, penanggulangan penyakit ini bisa menggunakan Pestisida Fungisida yang bersifat Sistemik dan Kontak. Meskipun juga memiliki dampak negatif apabila penggunaan berlebih dan tidak sesuai dosis serta aturan yang berlaku.

Selain penggunaan jenis Fungisida yang bersifat mengobati, tentunya perlu mengetahui juga teknik budidaya cabe yang bersifat preventif. Yaitu bagaimana tata cara pencegahan serangan penyakit patek dan melokalisir tanaman cabe yang sudah terkena yang efektif.  Sehingga bisa menekan biaya perawatan pertanian cabe dari penggunaan pestisida. Dan mengurangi efek bahan kimia dari penggunaan fungisida pada hasil tanaman cabe dan lingkungan budidaya. Adapun tindakan pencegahan yang sifatnya budidaya itu antara lain :

Baca Juga : Mengenal Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai
TINDAKAN PENCEGAHAN PENYAKIT PATEK PADA TEKNIK BUDIDAYA CABE.
1. Pemilihan Benih Cabe Dan Cara Menyemai Cabe Pada Teknik Budidaya Cabe.
  • Pilih benih cabe sehat untuk persemaian benih cabe nantinya. Atau lakukan perendaman terlebih dahulu pada larutan air hangat, dengan tambahan fungisida berbahan mancozeb sekitar 2jam. Kukus terlebih dahulu media semai sekitar 30 menit, untuk mencegah muncul cendawan patogen. Usahakan PH media semai pada 6-7, bila belum ideal gunakan kapur pertanian/dolomit. Lakukan penyiraman teratur sangat tunas sudah muncul jangan terlalu lembab.

  • Ciri-ciri varietas tanaman cabe yang mempunyai ketahanan terhadap serangan cacar buah ( Antracknose ). Buah berwana hijau terang ( bukan hijau gelap ), buah lentur, Kadar air cabe rendah ( biasanya kulit daging buah tipis ). Tanaman mempunyai ruas yang agak panjang sehingga sirkulasi udara semakin lancar.

2. Pengaturan Jarak Tanam Bibit Cabe Pada Teknik Budidaya Cabe.  
  • Jarak tanam yang ideal tanaman cabe pada musim penghujan adalah 70cm x 70cm. Dengan cara penanaman secara Zig – Zag (Gigi Walang). Perlu melakukan pengurangan cabang – cabang lateral pada bawah cabang utama (cabang Y). Dan apabila perlu, maka segera lakukan perompesan daun yang ada pada bawah cabang Y. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi udara yang lancar sehingga menguragi kelembaban lingkungan yang akan memancing serangan cacar buah

  • Teknik budidaya cabe dengan menggunakan mulsa plastik juga bisa membantu untuk mengatur kelembapan tanah pada musim penghujan. Dan apabila memungkingkan gunakan lahan tanam untuk budidaya yang bukan bekas tanaman inang yang terpapar hama penyakit. Seperti tanaman inang tomat, terung atau tanaman cabe sendiri.

3. Pemberian Kapur Dolomit dan Pupuk Dasar Pada Teknik Budidaya Cabe. 

4. Teknik Budidaya Cabe apabila ada tanaman yang terserang Cacar. 
  • Apabila terlanjur ada tanaman yang terserang cacar buah/patek (Antracknosa) maka segera lakukan pemetikan pada buah yang terdapat serangan cacarnya. Kemudian segera siapkan lubang  dan tutup  dengan tanah / tanam, sehingga jamur tidak terbawa oleh udara dan air. Bisa juga melakukan pemetikan dan pemotongan pohon yang terpapar, kemudian lakukan pembakaran.

  • Kombinasi penggunaan Fungisida Sistemik dan Kontak pada teknik budidaya cabe. Fungisida yang digunakan berbahan Mancozeb dan Propineb, jangan lupa gunakan perekat yang bagus (terlebih dahulu bisa di cobakan di daun Talas). Melakukan pemakaian fungisida dengan Interval 4 hari sekali. Namun bila curah hujan tinggi dan panas menyertai, maka rapatkan interval penyemprotan fungisida menjadi 2 hari sekali.

5. Pengaturan Saluran Drainase/Irigasi Pada Teknik Budidaya Cabe. 
  • Pembuatan saluran drainase pada musim hujan perlu perlukuan khusus, terutama berkaitan dengan kedalaman saluran. Idealnya saluran mempunyai lebar 50cm dengan kedalaman saluran 40cm pada bagian tengan dan Saluran keliling lahan mempunyai kedalaman 50cm. Pada musim penghujan, buat parit antar bedengan agak dalam.

  • Dengan adanya saluran drainase/parit irigasi yang baik, dapat mengalirkan genangan air berlebih pada musim penghujan. Karena air berlebih juga bisa mempercepat munculnya hama dan penyakit pada tanaman cabe. Maka dari itu perlu untuk mengatur masalah kebutuhan air untuk budidaya cabe.

CARA MERAWAT TANAMAN CABE DARI SERANGAN PATEK PADA TEKNIK BUDIDAYA CABE

Pada saat serangan cacar sudah mulai masuk menyerang tanaman cabe, perlu melakukan pengobatan/perawatan  antara lain :

  • Segera kurangi aplikasi pupuk yang mengandung Nitrogen tinggi baik yang lewat tanah maupun lewat daun. Segera ubah kombinasi pupuk dengan aplikasi pupuk Phoshat dan Kalium yang tinggi sehingga kadar air pada tanaman dan buah cabe menjadi rendah.

  • Menerapkan aplikasi Fungisida gabungan antara Sistemik dan Kontak, dengan memilih bahan aktif yang berbeda-beda. Sehingga bisa mengurangi efek resistensi. Pilihan pestisida fungisida yang berbahan aktif Mancozeb dan Propineb.

  • Lakukan Sanitasi lingkungan secara rutin dengan cara mengilangkan rumput liar yang tumbuh sekitar tanaman. Untuk mengurangi kelembaban kondisi lingkungan tanaman. Binasakan tanaman cabe/pohon cabe yang sudah parah terserang penyakit.

Baca Juga : Penanggulangan Patek ( Antracknosa ) Pada Tanaman Cabai

Demikian sekilas ulasan mengenai teknik budidaya cabe terutama untuk musim penghujan. Tentunya perlu juga kami ulas nantinya mengenai budidaya cabe sesuai varietas jenis cabe. Seperti budidaya cabe rawit, budidaya cabe keriting dan budidaya cabe merah besar pada artikel lainnya. Agar bisa bermanfaat dan membantu menambah informasi pembaca seputar budidaya cabe. Untuk informasi lebih detil bisa langsung menghubungi pihak kami, Toko Pertanian Online LMGA AGRO. Buka website LMGA AGRO : www.lmgaagro.web.id,lmgaagro.com atau hubungi kontak person P.Budi Telp: 082141747141; SMS/WA: 08125222117. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *