CARA BUDIDAYA BUNCIS LEBAT 3 BENIH UNGGUL CAP KAPAL TERBANG

Cara Budidaya Buncis Lebat-3 Benih Unggul Cap Kapal Terbang. Jual Benih Buncis Lebat-3 murah di Toko Online Pertanian LMGA AGRO. Hubungi bapak Budi Telp. 082141747141 atau SMS/WA No: 08125222117, bagi yang berminat dan ingin konsultasi pertanian kami juga melayani.Menjual Benih, Pupuk, Obat dan Hormon Pertanian serta sarana pertanian dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin. Pengiriman barang pesanan bisa menjangkau seluruh pelosok wilayah Indonesia.

BUDIDAYA BUNCIS LEBAT-3
BENIH LEBAT-3

Buncis merupakan jenis sayuran yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Tanaman buncis banyak dikembangkan baik di pertanian lahan luas maupun di kebun rumahan.

Sehingga dari segi pemasaran atau market jualnya tidak perlu dikhawatirkan. Banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional dan gerai sayuran retail diseluruh wilayah Indonesia membuat mudah untuk mendapatkannya.

Harga ekonomis dengan manfaat buncis yang bagus buat kesehatan tubuh yang mengkonsumsinya, membuat buncis tetap laku. Kandungan vitamin dan protein pada buncis mampu membantu menurunkan tekanan darah dan metabolisme gula dalam darah.

Sehingga baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi dan diabetes. Selain itu buncis juga mengandung serat tinggi yang baik untuk program penurunan berat badan. Banyak olahan masakan sayuran menggunakan pelengkap buncis sebagai bahan bakunya.

Melihat kondisi demikian perlu adanya pengembangan budidaya buncis menggunakan benih unggul berkualitas, seperti budidaya buncis Lebat-3.

BUDIDAYA BUNCIS LEBAT-3

Budidaya buncis Lebat-3 merupakan upaya pengenalan terhadap benih buncis unggul produk dari PT. BISI International Tbk dengan merek dagangnya Cap Kapal Terbang kepada petani hortikultura. Juga sebagai upaya untuk memperkaya varian benih unggul hortikultura yang sudah ada di pasaran khususnya buncis.

Produk  benih buncis Lebat-3 ini sudah melewati uji kelayakan tanam dan hasil panennya bagus. Hal ini untuk merekomendasikan pengembangan budidaya buncis menggunakan benih Lebat-3 di wilayah sentra tanaman buncis dan kawasan lainnya.

Berikut ini kami coba berikan deskripsi mengenai cara budidaya buncis Lebat-3 untuk hasil yang optimal. Meliputi cara menanam, pengolahan lahan, persemaian, pemeliharaan, pemupukan dan penyiraman, serta masa panennya.

Persiapan dan semai benih budidaya buncis Lebat-3

Siapkan benih buncis Lebat-3. Ciri benih buncis unggul adalah biji kondisi utuh, bernas, mengkilat, bentuk seragam, tidak ada bekas serangan hama dan penyakit serta bersih dari kotoran. Berasal dari indukan unggulan dengan daya tumbuh mencapai 80%.

Lakukan persemaian benih pada tray semai dengan terlebih dahulu biji benih direndam sehari pada larutan air. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus nantinya. Media semai bisa menggunakan pupuk kandang matang, sekam dan arang dengan komposisi 1:1:1, penyiraman secukupnya untuk menjaga kondisi persemaian tetap terjaga kelembabannya.

Biji akan berkecambah sekitar 3 – 5 hari, pertahankan pertumbuhan daun hingga mencapai 4 – 5 helai baru siap pindah tanam ke lahan yang disediakan. Atau juga bisa langsung dilakukan tanam benih pada lubang tanam di lahan tanam tanpa melalui persemaian terlebih dahulu.

PENGOLAHAN DAN PEMELIHARAAN

Olah lahan dan tanam bibit budidaya buncis Lebat-3

Olah lahan sampai gembur, kondisikan sampai pH tanah mencapai 6 bantuan kapur tanah/dolomit ( apabila tanah terlalu asam atau pH kurang dari 5,5 ). Buat dan atur drainase sesuaikan dengan kondisi geografis lahan.untuk pupuk siapkan pupuk Za 50 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCL 100 kg/ha dan pupuk kandang 2 -5 ton /ha.

Usahakan memilih lahan di kawasan dengan ketinggian 1.000 -1.500 mdpl, untuk pertumbuhan yang baik budidaya buncis membutuhkan kondisi kelembaban 5,5% dengan suhu 20-25 derajat celcius. Tebar pupuk kandang ke lahan secara merata 1000kg/ha.

Buat bedengan lebar 1 m, tinggi 30 – 40cm, panjang menyesuaikan lahan, jarak antar bedengan 50 cm. Gunakan mulsa plastik untuk lebih memaksimalkan pengendalian terhadap pertumbuhan gulma dan menjaga suhu serta kelembaban lahan tanam.

Buat lubang kedalaman 10cm, sistem tanam double row, jarak tanam 50 cm x 40 cm. Berikan pupuk Urea, SP36, KCL dengan komposisi 25 kg : 75 kg : 50 kg dan bagi merata pada lubang pupuk masing-masing lubang tanam.

Jarak lubang pupuk dengan lubang tanam sekitar 10cm dengan kedalaman 5 – 10 cm. Pindahkan bibit tanaman dari persemaian ke lubang tanam dan tutupi dengan tanah dan dipadatkan seperlunya. Atau apabila tidak melalui persemaian masukkan benih sebanyak 3 benih per lubang tanam. Kebutuhan benih mencapai 35kg/ha.

Pemeliharan bibit tanaman budidaya buncis Lebat-3

Lakukan penyulaman tanaman dengan mengganti bibit tanaman yang mati atau rusak dengan bibit yang baru setelah disemai. Penyiangan dilakukan secara rutin untuk menghilangkan rumput liar yang mungkin masih tumbuh meskipun sudah memakai mulsa.

Pada umur tanaman masuk 7hari, pasang lanjaran tinggi 2m untuk media perambatan. Lakukan pemangkasan apabila tanaman sudah masuk usia 15HST s/d 35HST untuk menjaga tanaman dari serangan hama penyakit dan menjaga kelembaban.

BACA JUGA : CARA SEDERHANA MENGHITUNG KEBUTUHAN KAPUR PERTANIAN
PEMUPUKAN SUSULAN HINGGA MASA PANEN

Pemupukan dan penyiraman budidaya buncis Lebat-3

Pemupukan dilakukan pada usia tanaman 35 HST dengan komposisi Urea 25 kg, SP36 75 kg, KCL 50 kg. Penyiraman dilakukan 2 x sehari pada saat kemarau. Untuk mempercepat pertumbuhan semprotkan MAMIGRO SUPER N 25-6-6 sebanyak 2 gr/ltr.  Hal itu dilakukan pada tanaman umur 10HST dan diulang tiap interval 7hari.

Untuk meningkatkan hasil panen gunakan semprotan pupuk daun MAMIGRO SUPER P 12-27-23 atau GARDENA B 2 gr/ltr. Hal itu dilakukan pada saat tanaman pada fase pengisian polong dan diulang tiap interval 7hari. Jarak antar bedengan jadikan parit pembuangan air apabila tanam pada musim hujan.

Drainase yang baik akan menjaga unsur hara tanah tidak ikut larut terbuang oleh air yang terlalu menggenang pada bedengan. Gunakan semprotan yang tidak terlalu kencang atau alat kocor, usahakan seluruh bagian tanaman terkena air.

Masa Panen budidaya buncis Lebat-3

Panen tanaman buncis pada saat tanaman mencapai umur  40 HST dengan masa panen 90 hari. Ciri-ciri umum siap panen yaitu warna polong hijau dan belum berserat, permukaan polong sedikit kasar, biji dalam polong belum menonjol.

Apabila dipatahkan polongnya akan bersuara seperti letupan kecil. Panjang polong bisa mencapai 20 cm. Pemetikan buah buncis disarankan langsung menggunakan tangan tanpa alat bantu apalagi yang tajam.

Karena penggunaan alat yang tajam akan merusak tanaman dan bisa menimbulkan kemungkinan besar terserang penyakit akibat luka pada tanaman.

BACA JUGA : MENANAM SAYUR SUKSES BERKAT ANTI LAYU ARASHI
HAMA DAN PENYAKIT

Hama dan Penyakit pada budidaya buncis Lebat-3

Seperti halnya budidaya kacang-kacangan lainnya, pada budidaya buncis Lebat-3 juga memungkinkan adanya serangan hama dan penyakit. Pada budidaya buncis Lebat-3 perlu diwaspadai apabila terjadi serangan hama dan penyakit.

Segera lakukan penanganan dan pengendalian tanaman yang terserang parah dan yang mengalami gejala serangan. Untuk jenis hama yang biasa menyerang pada tanaman buncis antara lainnya.

HAMA TANAMAN
  • Hama Ulat Penggerek Polong. Gejalanya permukaan polong seperti terselubungi benang-benang putih dan terddapat larva diadalamnya. Pada permukaan kulit polong muncul titik-titik hitam yang merupakan tempat masuknya larva. Pengendalian bisa dilakukan dengan pergiliran tanaman dengan tanaman selain buncis, bakar tanaman yang rusak, tanam serempak atau jeda tanam kurang dari 30hari. Gunakan Insektisida Curracron 500EC, Cypermax 100EC, Stopper 25EC.

  • Hama ulat penggulung daun. Gejalanya menyebabkan daun menggulung. Terdapat lubang-lubang pada daun akibat termakan ulat daun dari dalam daun. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan pergiliran tanaman dengan tanaman selain buncis, bakar tanaman yang rusak. Gunakan Insektisida Raydock 28EC, Total 10/40EC, Cypermax 100EC, Direct 25EC, Stopper 25EC, Promectin 18EC, Matrix 200EC, Crumble 10EC.

  • Hama lalat kacang. Menyebabkan daun berbintik putih selanjutnya berangsur kuning dan terdapat titik coklat ditengahnya. Kemudian tanaman menjadi layu kering. Pengendaliannya Pengendalian bisa dilakukan dengan pergiliran tanaman dengan tanaman selain buncis, bakar tanaman yang rusak, tanam serempak atau jeda tanam kurang dari 30hari. Gunakan Insektisida Metha 400EC.

  • Hama kumbang daun. Gejalanya daun menjadi lubang-lubang dan apabila meluas akan menyisakan kerangka daun aja. Pengendaliannya dengan membunuh langsung kumbang. Gunakan Insektisida Winder 100EC, Promectin 18EC, Cronus 18EC.

  • Hama kutu daun. Gejalanya menyebabkan tanaman menjadi kerdil dengan kondisi daun mengering dan memilin. Pengendaliannya dengan menggunakan insektisida Winder 100EC, Promectin 18EC, Cronus 18EC.

  • Hama ulat jengkal semu. Gejalanya merusak daun, daun menggulung, dalam gulungan terdapat ulat yang terbungkus benang putih. Pengendaliannya bunuh langsung ulat, buang bagian yang rusak. Gunakan Insektisida Curracron 500EC, Cypermax 100EC, Stopper 25EC.

PENYAKIT TANAMAN

Untuk jenis penyakit tanaman yang mungkin bisa menyerang pada budidaya buncis Lebat-3 antara lainnya.

  • Embun tepung, disebabkan cendawan. Gejalanya terdapat bercak putih pada bawah daun, kemudian daun layu dan rontok. Bisa mengenai batang dan polong. Muncul kuat serangan pada saat kemarau. Pengendalian dengan cabut tanaman dan bakar yang sudah terserang. Gunakan fungisida Daconyl 75WP, Promefon 250EC.

  • Bercak daun Cercospora, disebabkan cendawan. Gejalanya muncul bercak bulat pada kedua sisi permukaan daun disertai warna kuning disekitar bercak. Pengendalian dengan pergiliran tanaman . Gunakan fungisida Copcide 77WP, Victory 80WP, Promefon 250EC.

  • Pathek, disebabkan cendawan. Gejalanya munculnya warna putih keabu-abuan pada batang, daun, bunga dan polong seperti tertutup tepung warna coklat. Pengendalian dengan potong dan bakar tanaman yang terserang.  Gunakan fungisida Copcide 77WP, Topsin 70WP

  • Karat, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya muncul bintik-bintik coklat pada jaringa daun dan dikelilingi jaringan klorosis. Pengendaliannya cabut dan bakar tanaman yang terserang berat. Gunakan fungisida Copcide 77WP, Promefon 250EC.

  • Dumping off, disebabkan oleh cendawan penyebarannya bisa dari tanah atau biji. Gejalanya tanaman mengkerut dan mengecil kemudian roboh. Sedang untuk bagian tanaman yang didalam tanah akan berwarna pucat karena klorofil rusak. Pengendaliannya dengan sterilisasi dahulu pada lahan tanam sebelum ditanami. Gunakan fungisida Starmyl 25WP, Saromyl 35SD.

  • Layu fusarium, disebabkan cendawan yang menyerang akar. Gejala tulang pada daun menguning kemudian meluas  ke tangkai daun dan akhirnya layu. Pengendalian dengan cabut tanaman dan bakar yang sudah terserang. Gunakan fungisida Copcide 77WP, Arashi.

BACA JUGA : HAMA DAN PENYAKIT SERTA PESTISIDA PENGENDALINYA  BUDIDAYA CABAI
PENYAKIT TANAMAN
  • Layu bakteri, disebabkan oleh bakteri yang hidup ditanah dan disebarkan melalui aliran air. Gejalanya pertumbuhan kerdil, terlihat layu. Bagian yang terserang bila dipotong tampak warna coklat dan keluar lendir bila dipijit. Pengendaliannya pada saat olah tanah lakukan fumigasi dengan methyl bromide. Gunakan fungisida Copcide 77WP, Arashi, Agrept 20WP.

  • Hawar daun, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya munculnya bercak kuning pada bagian pinggir daun, kemudian daun layu menguning dan rontok. Pengendaliannya bisa lakukan desinfektan terlebih dahulu pada lahan semai. Gunakan fungisida Copcide 77WP, Victory 80WP, Promefon 250EC, Topsin 70WP, Score 250EC.

  • Busuk lunak, penyebabnya oleh bakteri. Gejalanya muncul bercak berair dengan warna coklat dan menyebabkan tanaman menajdi berlendir, lunak dan bau busuk. Pengendaliannya dengan cabut tanaman yang terserang dan bakar. Untuk tanah bekas tanaman yang terserang dipisahkan dan digantikan. Gunakan bakterisida Agrept 20WP, Arashi.

  • Ujung kriting, penyebabnya oleh virus yang dibawa hama kutu loncat. Gejalanya muncul kerusakan pada bagian daun muda keriting menguning, daun tua menggulung, batang tanaman muda tidak tumbuh, menjadi kerdil. Pengendalian dengan cabut dan bakar tanaman yang terserang. Semprotkan insektisida Movento 240SC, Pegasus 500SC, Tenchu 20SG untuk mengatasi hama kutu yang membawa virusnya.

BACA JUGA : CARA MENANAM KACANG PANJANG YANG BAIK DAN BENAR

Perlu diperhatikan penggunaan pestisida baik Insektisida, Fungisida maupun bakterisida dalam pengendalian hama penyakit sesuai aturan. Dosis, waktu dan cara aplikasinya perlu diperhatikan. Apabila masih belum jelas untuk penggunaan pestisida bisa hubungi LMGA AGRO, bapak Budi Telp. 082141747141 atau SMS/WA No : 08125222117. Kami juga melayani konsultasi seputar pertanian khususnya pembahasan seputar budidaya buncis Lebat-3.

.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *