BENIH VINOTY CABE RAWIT PUTIH UNGGUL TAHAN VIRUS

BENIH VINOTY, CABE RAWIT VINOTY, BENIIH CABE RAWIT VINOTY, CABE VINOTY HARGA MURAH, LMGA AGROLMGAAGRO.COM – Benih Vinoty cabe rawit putih Unggul tahan virus. Jual  benih VINOTY cabe rawit putih unggul di Toko Pertanian Online LMGA Agro, hubungi P. Budi 0821 4174 7141 ( telp ) dan 0812 5222 117 (SMS/WA). Benih VINOTY  cabe rawit tahan virus penyakit layu dan patek.

LMGA Agro melayani konsultasi pertanian gratis cara budidaya benih VINOTY, cara persemaian bibit benih VINOTY, cara merawat yang tepat hingga bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang benih VINOTY.

LMGA Agro menyediakan juga benih sayur dan buah hibrida F1 dari berbagai varietas produksi pabrik-pabrik benih terkemuka di indonesia.

Selain itu juga menyediakan alat-alat pertanian penunjang budidaya pertanian Anda, sarana dan prasana pertanian Anda. Kami siap mengantarkan pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia.

BENIH VINOTY : BENIH CABE RAWIT TAHAN VIRUS

Cabe rawit benih VINOTY di produksi oleh PT. Agrindo Hartha Mekar sedangkan pemasarannya di lakukan oleh PT. Visi Karya Agritama. Cabe rawit Vinoty merupakan cabe rawit putih dengan buahnya yang menggantung.

Bentuk buah cabe rawit benih VINOTY memiliki panjang 4 – 6 cm dan diameternya 1 – 1,2 cm. Benih VINOTY tahan virus, toleran terhadap penyakit Layu dan Patek. Kemasan benih berat 10 gram.

BENIH VINOTY TAHAN PENYAKIT LAYU

Benih  VINOTY toleran terhadap penyakit layu, begitu penting penyakit ini karena dapat menyebabkan gagalnya panen hingga 80%. Dibawah ini akan diulas mengenai penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan.

Penyakit layu, sesuai namanya menyebabkan kelayuan pada tanaman. Penyebab penyakit layu adalah cendawan patogen yaitu cendawan Fusarium oxysporumJenis cendawan ini sangat kuat terhadap fungisida jenis apapun sehingga penyakit layu ini menjadi sangat ditakuti oleh petani.

Cendawan Fusarium oxysporum berkembang biak melalui sporanya. Spora yang dihasilkan ada 3 jenis yaitu spora mikrokonidia, spora makrokonidia dan spora klamidospora.

Spora yang mikrokonidia disebarkan dalam jaringan tanaman yang sudah diinfeksinya, sedangkan spora makrokonidia disebarkan di permukaan tanaman yang mati karena sudah terinfeksi.

Spora klamidospora disebarkan dalam tanah sekitar perakaran tanaman, menjadikan jenis spora ini yang paling berbahaya karena sulitnya dijangkau oleh fungisida.

Dari hasil penelitian, spora jenis klamidospora mampu bertahan 30 tahun dalam tanah sampai menemukan tanaman inang untuk diinfeksi.

BACA JUGA : BENIH CABE BESAR UNGGULAN TAHAN VIRUS

Cendawan Fusarium oxysporum memiliki banyak tanaman inang, terutama dari keluarga terong-terongan. Penyakit layu juga dapat menyerang tanaman dari keluarga Cucurbitaceae yaitu semangka, melon, pisang, jeruk, kopi, kubis dan timun.

Karena memiliki tanaman inang yang begitu banyak, maka cendawan ini cepat sekali menyebar ke areal budidaya tanaman kita.

Penyakit layu fusarium pada budidaya cabe sering dijumpai pada tanaman muda hingga yang sudah dewasa. Gejala yang tampak yaitu tanaman tampak layu saat pagi pukul 10.00 hingga siang hari, sedangkan pagi dan sore hari kembali segar selam proses fotosintesis berkurang.

Gejala ini mirip dengan layu akibat bakteri, namun tanaman langsung mati kering dalam 2 – 3 hari, sedangkan layu fusarium tanaman akan tampak layu, semakin parah dan mati dalam waktu 7 – 10 hari.

CARA MENCEGAH PENYAKIT LAYU TANAMAN CABE

Penyakit layu memang sulit dikendalikan juga oleh berbagai jenis fungisida, namun perkembangbiakan cendawan ini tetapi bisa dikendalikan populasinya. Cara mencegah perkembangan cendawan penyebab penyakit Layu antara lain :

  • Usaha pencegahan awal yaitu memilih benih yang tahan penyakit layu, benih hibrida unggul seperti benih VINOTY.

  • Melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yang tahan penyakit layu fusarium untuk mengendalikan populasi dan perkembangan cendawan penyebab penyakit layu.

  • Melakukan penyiangan gulma secara rutin dan mengatur jarak tanam yang tepat dan jangan terlalu rapat.

  • Lanjaran/ajir yang ditancapkan harus lebih awal dan jangan sampai melukai akar tanaman.

  • Menyemprotkan fungisida sistemik setiap 10 hari sekali untuk mencegah infeksi dari cendawan.

  • Memanfaatkan Trichoderma sp. sebagai cendawan baik untuk melawan cendawan patogen, cara ini dinilai yang paling efisien mencegah layu fusarium. Cara penerapannya yaitu saat pemberian pupuk dasar menggunakan fermentasi Trichoderma sp. serta dikocorkan ke setiap lubang tanam.

  • Jika kita mendapati tanaman cabe rawit terserang layu fusarium maka segera cabut tanaman tersebut kemudian dibakar. Bila perlu sebagian tanah bekas tanaman yng sudah terkena layu fusarium tadi dibuang juga, terutama akar-akarnya yang tertinggal. Disemprotkan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil atau tembaga hidroksida.

  • Hampir tidak mungkin untuk menyelamatkan tanaman yang sudah terinfeksi penyakit layu, karena itu lebih baik dicabut kemudian dibakar agar tidak menulari tanaman lain.

Penyakit layu bakteri menunjukkan gejala yang sama dengan layu Fusarium, namun fase serangannya berlangsung cepat.

Hanya dalam waktu 3 hari saja, tanaman akan kering dan seluruh daun akan meranggas rontok hingga tanaman mati kering.

Layu bakteri disebabkan oleh bakteri patogen dalam tanah yang menginfeksi area perakaran tanaman. Serangan layu bakteri cukup mengerikan namun bila kita rutin mengontrol tanaman dapat diatasi dengan bakterisida sistemik berbahan aktif streptomycin.

Kerja bakterisida secara sistemik dan dapat menghentikan infeksi bakteri pada area perakaran.

BENIH VINOTY TAHAN PENYAKIT PATEK

Penyakit patek atau antraknosa juga merupakan penyakit yang ditakuti dalam budidaya cabe rawit. Serangan parah penyakit patek pada tanaman cabe terjadi pada musim hujan.

Diantara semua jenis cabe, cabe rawit adalah yang paling rentan terkena antraknosa terutama buahnya. Gejala Patek adalah buah yang membusuk dengan jaringan abnormal ( lesi ) kehitaman dan melingkar.

Lesi ini nantinya akan menyebar dan busuk di seluruh bagian buah. Penyakit patek atau Antraknosa disebabkan infeksi jamur dan pada beberapa kasus disebabkan oleh infeksi bakteri.

Penyebab timbulnya infeksi adalah kelembaban area pertanaman cabe rawit yang kadang tinggi saat musim hujan.

BACA JUGA : JUAL CABE KERTING LAJU HARGA MURAH

Saat menanam tanaman cabe di musim hujan, selain menggunakan benih VINOTY yang tahan penyakit patek kita juga harus melakukan usaha-usaha teknik pertanian untuk meminimalisir serangan parah peyakit patek.  Usaha-usaha tersebut antara lain :

  • Langkah awal yaitu lahan yang digunakan untuk menanam cabe rawit dimana harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa tanaman sebelumnya. Sisa tanaman dikumpulkan lalu dibakar untuk memutus siklus hidup organisme pengganggu tanaman.

  • Meninggikan tinggi bedengan saat musim hujan. Jarak tanam yang tepat saat musim hujan yaitu jangan terlalu rapat.

  • Mengurangi penggunaan pupuk Nitrogen saat musim hujan.

  • Memberi pupuk Kalium dan Kalsium saat penanaman di musim hujan.

  • Memberi perlakuan trichoderma pada bedengan.

BUDIDAYA CABE RAWIT BENIH  VINOTY

  1. PENGOLAHAN TANAH. Bertujuan agar tanah menjadi gembur, menggunakan cara dibajak atau dicangkul. Dilakukan 1 minggu sebelum bibit ditanam dengan tujuan untuk menjemur tanah di bawah sinar matahari dan mematikan siklus hidup patagen dalam tanah.

  2. Begitu selesai menggemburkan tanah, pH tanah dicek untuk memastikan bahwa pH tanah sudah ideal bagi tanaman cabai kita. Apabila pH tanah dibawah 5,5  maka taburkan dolomit sampai didapatkan pH yang ideal untuk tanaman cabai kita. Tanah yang memiliki pH rendah disukai oleh jamur dan bakteri pembawa penyakit layu.

  3. Jika pH tanah sudah ideal selanjutnya membuat bedengan. Pembuatan bedengan dimaksudkan agar air hujan tidak menggenang dan tanah tidak lembab dan becek karena hal ini dapat menyebabkan jamur dan bakteri berkembang biak dengan cepat. Saat musim hujan, bedengan  dibuat lebih tinggi dibandingkan saat musim kemarau.

  4. Untuk pupuk dasar tanaman cabe sebaiknya menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi sebelumnya. Untuk mencegah cabai terkena penyakit layu, pupuk kandang difermentasi menggunakan Trichoderma sp. yang bermanfaat dapat menekan perkembangan patogen penyebab layu fusarium.

  5. Menggunakan PGPR untuk mencegah penyakit layu bakteri. PGPR adalah bakteri pemacu pertumbuhan, sekumpulan bakteri yang bermanfaat bagi tanaman. Manfaat PGPR dapat menekan perkembangan penyebab penyakit akar yaitu Pseudomonas solanacearum penyebab layu bakteri.

  6. Cara aplikasi PGPR dapat diberikan disemua fase pertumbuhan tanaman, baik pada benih maupun dikocorkan pada tanaman. PGPR dikocorkan pada lahan atau di atas bedengan sebelum bibit ditanam dan dikocorkan lagi setelah tanam.

PEMUPUKAN TANAMAN CABE RAWIT BENIH VINOTY

Pemupukan yang berimbang pada budidaya cabe dapat mencegah serangan jamur dan bakteri penyebab penyakit.

Penyemprotan fungisida dan bakterisida terkadang kurang mampu mengatasi serangan jamur dan bakteri penyebab penyakit layu.

Ternyata pemberian pupuk Nitrogen yang tepat sesuai takaran dapat mengatasi dan mencegah serangan jamur dan bakteri.

Pemberian unsur hara dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman, adalah melalui pemberian pupuk. Pupuk yang digunakan untuk tanaman cabai adalah TSP, KCl dan pupuk Nitrogen. Pupuk Nitrogen tidak harus menggunakan Urea tetapi juga bisa pupuk cantik dan ZA.

BACA JUGA : SONAR CABE SETAN CAP KAPAL TERBANG

Pupuk cantik terkandung 27% Nitrogen ( 23,5% Nitrat dan 13,5% amonium ) jadi dalam pupuk Cantik terdapat 2 unsur yaitu Nitrogen dan Kalsium. Pupuk ZA memiliki kandungan nitrogen sebesar 28,8% dan belerang 23,8%.

Komposisi pupuk untuk tanaman cabai yakni TSP : KCl : pupuk Cantik : ZA dengan perbandingan 4 : 2 : 1 :1. Kebutuhan pupuk tanaman cabai untuk luasan 1 ha yaitu ± 1 ton, dengan rincian sebagai berikut 500 kg + 250 kg + 12 kg ZA + 125 kg pupuk Cantik.

Unsur Boron dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi bila tanaman cabe kekurangan unsur Boron dapat berdampak buruk untuk pertumbuhan tanaman cabai kita. Untuk 1000 tanaman cabai, unsur Boron yang diberikan 1 kg dan dicampurkan pada pupuk KCl dan ZA.

Unsur kalsium juga dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun penting bagi pertumbuhan tanaman. Tanaman cabai yang kekurangan unsur Kalsium ( Ca ) rentan terkena penyakit layu.

Penyemprotan pupuk daun pada budidaya cabai diberikan untuk memenuhi unsur hara mikro. Interval penyemprotan setiap 7 – 10 hari sekali.

PANEN TANAMAN CABE RAWIT BENIH VINOTY

Tanaman cabe rawit dapat dipanen mulai umur 80 – 90 hari setelah tanam. Cabe rawit benih VINOTY dapat dipanen hingga tanaman mencapai 6 bulan dan maksimal berumur 24 bulan.

Panen cabe rawit dapat dilakukan 15 – 18 kali dalam sekali tanam. Semakin tua umur cabe rawit maka kuantitas dan kualitas buah cabe rawit yang dipanen semakin menurun.

Panen cabe rawit benih VINOTY sebaiknya dilakukan pagi hari. Cara panen yaitu memtik buah cabe beserta tangkainya. Cabe rawit benih VINOTY buahnya menggantung, buah yang baik ramping dan padat berisi.

BACA JUGA : JUAL BIBIT CABE RAWIT BHASKARA UMUR GENJAH

Tipe inilah yang rasanya peadas dan dihargai tinggi saat dipasarkan dibandingkan buah yang besar namun kopong.

Demikian ulasan kami tentang benih VINOTY cabe rawit unggul tahan virus. Benih VINOTY dapat dibeli di Toko Pertanian Online LMGA Agro, hubungi P. Budi 0821 4174 7141 ( telp ) dan 0812 5222 117 ( SMS/WA ).

Juga melayani konsultasi gratis mengenai cara menanam benih  VINOTY, cara merawat cabe rawit dan panen cabe rawit VINOTY.

LMGA Agro menyediakan juga benih Vinoty cabe rawit adndalan petani serta sayur dan buah hibrida lain yang dikeluarkan oleh produsen benih terkemuka. Juga menyediakan alat-alat pertanian dan sarana prasarana untuk menunjang aktivitas budidaya tanaman Anda. Kami siap mengantarkan pesanan Anda ke seluruh wilayah Indonesia dengan cepat.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *