Hama Tanaman, Gangguan Meresahkan Usaha Budidaya Tanaman

hama tanaman,hama,budidaya tanaman,pertanian,pestisida,petani,lmga agro

Jenis Hama Tanaman Merugikan Usaha Petani

hama,hama tanaman,usaha pertanian,pertanian,budidaya tanaman,petani,lmga agro

Hama tanaman telah terkenal sebagai organisme pengganggu yang sangat merugikan bagi usaha budidaya tanaman pada lahan pertanian.

Sehingga, petani sebagai pelaku usaha pertanian memerlukan cara yang tepat dalam mencegah dan membasmi hama tanaman pada lahan pertanian.

Sebelum melakukan langkah pencegahan hama, petani sebagai pelaku usaha pertanian sebaiknya mengetahui dengan jelas jenis-jenis hama.

Sehingga, langkah pencegahan hama budidaya tanaman dapat petani lakukan dengan lebih efektif dan menguntungkan bagi tanaman budidaya.

Dibawah ini terdapat beberapa hama budidaya tanaman yang sering mengganggu usaha petani di lahan pertanian.

Ulat Tanah

Ulat tanah menjadi jenis hama yang sering menyerang usaha budidaya tanaman pada lahan pertanian.

Hama ulat tanah biasa menyerang jenis tanaman seperti jagung, timun, melon, tomat, cabe, kubis, dan kacang panjang.

Serangan hama ulat tanah menimbulkan banyak kerugian bagi kualitas pertumbuhan tanaman budidaya pada lahan pertanian.

Ulat tanah menjadi hama yang sering menyerang bagian tanaman tertentu seperti batang tanaman muda pada lahan pertanian.

Serangan ulat tanah mampu membuat batang tanaman muda menjadi patah atau tangkai daun tanaman menjadi terpotong.

Cara pengendalian hama ulat tanah pada usaha budidaya tanaman dapat petani lakukan dengan cara manual maupun secara kimia.

Cara manual dapat petani lakukan dengan mengumpulkan ulat tanah pada lahan pertanian dan dimusnahkan dengan berbagai cara.

Sedangkan penggunaan pestisida insektisida dapat petani lakukan dengan dosis tepat untuk mencegah serangan hama ulat tanah.

Thrips

Thrips menjadi jenis hama tanaman yang sering menyerang usaha budidaya tanaman yang petani lakukan pada lahan pertanian.

Hama thrips merupakan jenis hama yang berperan sebagai vektor penyebaran virus terhadap tanaman budidaya. Sehingga serangan hama thrips memiliki potensi besar untuk menyebarkan penyakit tanaman.

Hama thrips memiliki gejala serangan yang mencolok pada bagian daun dan bunga tanaman yang sedang petani budidayakan pada lahan pertanian.

Bagian bunga pada tanaman menjadi kering dan rontok sehingga pembentukan bunga tanaman menjadi terhambat.

Selain itu, serangan thrips pada daun tanaman mengakibatkan daun menguning dan menggulung ke atas dan berakibat pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.

Thrips seringkali menyerang beberapa jenis budidaya tanaman sayur dan buah, seperti melon, timun, pare, cabe, hingga terong.

Pengendalian secara kimia seperti penggunaan insektisida cukup efektif untuk mencegah serangan thrips.

Kutu Daun

Hama tanaman lain yang sangat meresahkan dan merugikan bagi usaha budidaya tanaman milik petani adalah hama kutu daun.

Hama ini memiliki 2 jenis berbeda, yaitu kutu daun persik dan kutu daun kapas. Ciri fisik kutu daun adalah memiliki ukuran tubuh 1 sampai 2 mm dengan warna hijau atau kuning.

Hama ini termasuk dalam jenis hama yang membawa virus dan berpotensi menginfeksi tanaman budidaya pada lahan pertanian.

Jenis kutu daun membawa virus yang mengakibatkan tanaman budidaya mengalami penyakit keriting yang berasal dari virus mosaik.

Apabila tanaman terserang hama kutu daun dan terinfeksi penyakit keriting, maka pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, layu, hingga mati.

Sehingga perlu pencegahan secara efektif untuk membasmi serangan kutu daun pada usaha budidaya tanaman pada lahan pertanian.

Penggunaan insektisida dengan dosis tepat bisa menjadi pilihan utama petani dalam mencegah serangan hama kutu daun pada lahan pertanian.

Toko Pertanian Online LMGA Agro menyediakan dan jual insektisida kualitas terbaik untuk kebutuhan usaha budidaya tanaman petani.

Insektisida yang tersedia memiliki harga murah dan terjangkau bagi petani dan pelaku usaha pertanian.

Baca Juga : Mengenal Hama dan Penyakit Utama Tanaman Semangka

One Comment on “Hama Tanaman, Gangguan Meresahkan Usaha Budidaya Tanaman”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *