Jual Pare Lipa F1 Murah Berkualitas

jual, murah, harga murah, berkualitas, jual pare lipa, jual pare lipa f1

Jual Pare Lipa F1 Murah Berkualitas. WA/SMS 08125222117 LMGA AGRO. LMGA AGRO adalah toko pertanian online yang jual dan menyediakan berbagai kebutuhan tani dengan harga murah dan stok terlengkap.

LMGA AGRO jual berbagai produk pertanian seperti benih tanaman, alat pertanian dan spare part, pupuk, zpt, pestisida, dll. Semua produk tersebut bisa Anda beli di LMGA AGRO.

Pare

Pare, peria atau paria merupakan tumbuhan merambat yang termasuk ke dalam suku labu – Labuan (Cucurbitaceae). Pare sering dimanfaatkan sebagai obat dan juga sayuran.

Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropis, yakni daerah India bagian barat. Tanaman ini tumbuh secara merambat dengan bentuk buah yang runcing dan panjang permukaan yang bergerigi.

 Tanaman paria bisa dengan mudah dijumpai di daerah tropis, terutama di sawah, pekarangan, tanah telantar, serta tegalan. Tanaman ini mampu tumbuh subur pada tempat yang agak teduh, sehingga menguntungkan untuk petani.

Bagian buahnya merupakan bagian yang sangat bermanfaat dan sering diolah. Pemanfaatan buahnya biasanya sebagai sayur, obat – obatan, dll.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi buah Pare. Beberapa manfaat yang dihasilkan dari mengkonsumsi peria diantaranya seperti :

  1. Melawan sel kanker

Buah pare memiliki kandungan zat anti kanker, sehingga mampu melawan berbagai sel kanker yang berbahaya bagi tubuh

  1. Mengatasi penyakit kulit

Buah paria memiliki kandungan senyawa anti bakteri dan anti fungi, sehingga sangat bermanfaat dalam mengatasi infeksi pada kulit (seperti kudis, kurap, atau bahkan psoriasis).

  1. Menyehatkan sistem pencernaan

Paria memiliki kandungan vitamin, serat, dan mineral yang banyak. Maka, dengan mengkonsumsi buah pare akan membuat kesehatan sistem pencernaan tetap terjaga.

  1. Memperkuat sistem imun tubuh

Sistem imun tubuh bisa ditingkatkan dengan mengkonsumsi pare. Peria yang kaya akan kandungan antioksidan akan menangkal radikal bebas dan tubuh pun terhindar dari penyakit

  1. Menjaga kesehatan mata

Kandungan flavonoid dalam paria bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata. Selain itu, paria juga mampu meningkatkan dan mempertajam kemampuan mata dalam melihat pada malam hari.

  1. Mengatasi penyakit asma

Paria cocok dikonsumsi oleh penderita asma karena memiliki sifat anti virus, anti inflamasi, dan anti histamin. Kandungan tersebut akan membantu penderita asma dalam mengurangi gejala asma

Baca Juga : Sukses Budidaya Melon

Pare Lipa F1

Pare Lipa F1 merupakan benih pare atau paria unggul Cap Panah Merah produksi PT East West Seed Indonesia, Tbk. Benih paria Lipa merupakan salah satu produk unggulan di kelasnya. Maka dari itu, jika Anda tertarik ingin membeli produk ini bisa menghubungi LMGA AGRO.

Pare Lipa F1 memiliki karakteristik seperti berikut :

  • Cocok ditanam di daerah dataran rendah baik pada musim hujan ataupun musim kemarau
  • Tahan terhadap serangan penyakit layu, embun tepung, dan hama Aphis dan Thrips
  • Memiliki vigor kokoh, ruas pendek, dan percabangan produktif
  • Pembentukan buah Paria hibrida Lipa cukup mudah sehingga Lipa F1 menjadi idola untuk budidaya paria petani Indonesia
  • Kulit buah pare Lipa F1 memiliki tekstur lentur, sehingga tahan terhadap proses pengemasan / pengepakan dan pengiriman jarak jauh
  • Jual Pare Lipa F1 harga murah dan berkualitas bisa Anda beli dan dapatkan di toko pertanian LMGA AGRO
  • Kebutuhan benih yang diperlukan untuk budidaya paria Lipa F1 adalah sebanyak 1500 gram per ha dengan diberikan jarak tanam sebesar ± 250 cm x 80 cm
  • Buahnya tiak memiliki kandungan serat sehingga jika dibuat dan diolah menjadi sayur sangat cocok
  • Lipa F1 memiliki kulit buah berwarna hijau segar dengan buah berbentuk silinder dengan ujungnya yang tumpul, dengan berat ± 200 – 250 gram, diameter ± 6 cm dan panjang ± 35 cm
  • Kulit buah pare hibrida Lipa tidak mudah retak dan tahan simpan, sehingga lebih tahan lama
  • Potensi hasil panen yang bisa dihasilkan dari budidaya paria Lipa F1 yaitu ± 35 – 40 ton per ha dan bisa dipanen setelah buah pare Lipa F1 berumur ± 42 – 45 hst
  • Tersedia dalam kemasan sachet berisi 50 butir

Budidaya Pare Lipa F1

budidaya, pare, lipa, f1, hibrida, cara menanam, budidaya pare, cara menanam pare. budidaya pare lipa f1, cara menanam pare lipa f1

Dengan melihat tingkat ketersediaan pare di lapangan yang sedikit, maka hal tersebut bisa dijadikan sebagai sebuah peluang usaha untuk meraih untung.

Dengan melakukan budidaya pare maka akan besar kemungkinan keuntungan yang dihasilkan akan semakin besar diraih. Terlebih lagi jika kita menanam benih peria Lipa F1.

Keunggulan – keunggulan yang dimilikinya tentu membuat kita ingin sekali untuk menanamnya. Namun, dalam proses pelaksanaan budidaya paria Lipa F1 ini perlu dilakukan secara baik dan benar agar menghasilkan buah peria dengan hasil sempurna.

Tahapan – tahapan cara budidaya pare Lipa F1 yang baik dan benar yaitu :

  • Persiapan Lahan Tanam

Olah lahan tanam terlebih dahulu sebelum lahan tanam digunakan untuk proses penanaman. Pengolahan lahan tanam dilakukan 3 – 4 minggu sebelum proses penanaman dilakukan. Lakukan pengolahan lahan tanam dengan cara dicangkul atau dibajak sampai tanah menjadi gembur.

Dengan melakukan pengolahan lahan tanam, maka sistem aeronasi tanah dan struktur tanah menjadi lebih baik serta lahan tanam menjadi lebih mudah untuk dibuat bedengan.

Setelah lahan tanam telah dibajak / dicangkul, bentuk bedengan pada lahan tanam. Bedengan dibuat dengan ukuran tinggi sekitar ± 30 – 50 cm, lebar sekitar ± 110 – 120 cm, dan berikan jarak antar bedengan sekitar ± 40 – 60 cm.

Setelah bedengan selesai dibentuk, berikan pupuk pada bedengan. Pupuk yang digunakan bisa menggunakan pupuk kandang ataupun pupuk kompos. Berikan pupuk kandang atau pupuk kompos di atas bedengan dengan dosis sebanyak 1 kg per lubang tanam.

Jika pH tanah kurang dari 6, maka berikan kapur pertanian / dolomite. Berikan dengan dosis sebanyak 6 ton per ha. Setelah itu, berikan pupuk dasar pada tanaman.

Pemberian pupuk dasar ini dilakukan pada 7 hst dengan menggunakan pupuk SP-36 dengan dosis sebanyak 20 g/tan, KCL dengan dosis sebanyak 10 g/tan, dan Urea dengan dosis sebanyak 20 g/tan.

  • Persemaian

Tahapan dalam melakukan persemaian benih pare yaitu :

  1. Sebelum proses persemaian dilakukan, pastikan bagian samping / bagian tepi kulit benih sudah dipotong. Kemudian, rendam benih pare Lipa F1 ke dalam air selama 24 jam.
  2. Setelah direndam selama 24 jam, peram benih dalam kain yang lembut atau bisa juga diganti dengan kertas koran.
  3. Buat media tanam untuk benih peria Lipa F1. Media tanam dibuat dari komposisi berupa campuran antara pupuk kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 2. Setelah itu masukkan campuran tersebut ke dalam polybag.
  4. Setelah kecambah mulai tumbuh, masukkan ke dalam media polybag sedalam 2/3 bagian benih atau bisa juga langsung dipindahkan ke lahan tanam.
  5. Tutupi media semai dengan menggunakan karung goni atau kertas hingga benih mulai berkecambah keatas dan jika di lahan tanam langsung ditutup.
  6. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari, yakni pada pagi dan sore hari
  7. Setelah bibit berumur sekitar ± 12 – 15 hari, maka bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lahan tanam
  • Penanaman

Setelah bibit memiliki 2 – 4 helai daun, maka bibit bisa dipindahkan ke lahan tanam. Masukkan bibit pare ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Lakukan pada sore hari. Hal ini bertujuan agar mencegah terjadinya layu pada bibit pare akibat paparan sinar matahari yang berlebih.

  • Pemeliharaan

Proses pemeliharaan dalam budidaya pare terdiri dari beberapa proses. Contohnya diantaranya yaitu :

  1. Penyiangan

Proses penyiangan dilakukan untuk meghindari terjadinya serangan gulma,hama serta penyakit dimana akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Lakukan secara rutin jika gulma dan rumput liar sudah mulai tumbuh kembali agar tidak mengganggu tanaman peria.

  1. Penyiraman

Untuk penyiraman, cukup lakukan secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali yaitu pada pagi dan sore hari

  1. Pemasangan Ajir

Buat ajir sebagai tempat merambat pare. Gunakan belahan bambu sepanjang 2 meter dan tancapkan ke bedengan. Setelah bibit peria tumbuh agak besar, ikatkan pada ajir agar tidak roboh dan tetap tegak.

Baca Juga : Jagung Manis Talenta Disuka Petani Dan Pedagang

  1. Pemupukan

Dalam proses pemupukan ini, pada umumnya kita bisa menggunakan pupuk organic ataupun pupuk anorganik. Untuk pengaplikasiannya, bisa dengan cara dikocor atau dibenamkan langsung dalam lubang tanam.

Waktu pengaplikasian pupuk dan dosis yang digunakan yaitu :

  1. Pemupukan pertama : Saat tanaman berumur 20 hst, gunakan pupuk NPK 15-15-11 dan berikan pada tanaman pare Lipa F1 dengan dosis sebanyak 5 gram per tanaman
  2. Pemupukan kedua : Saat tanaman berumur 40 hst, gunakan pupuk NPK 15-15-15 dan berikan pada tanaman pare Lipa F1 dengan dosis sebanyak 5 gram per tanaman
  3. Pemupukan ketiga : Saat tanaman berumur 60 hst, gunakan pupuk NPK 15-15-15 dan berikan pada tanaman pare Lipa F1 dengan dosis sebanyak 10 gram per tanaman
  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dalam budidaya pare terdiri dari banyak jenis. Hama dan penyakit dalam budidaya pare contohnya yaitu :

  1. Oteng – oteng

Oteng – oteng (Aulocophora similis Oliver)sering disebut juga dengan kutu kuya. Hama oteng – oteng memiliki ukuran tubuh sangat kecil dan berbentuk lonjong, ditambah dengan warna tubuh merah api.

Hama oteng – oteng termasuk ke dalam serangga perusak daun. Hama ini akan menyerang secara berkelompok sehingga menyebabkan bagian daun menjadi lebih cepat termakan habis oleh oteng – oteng.

Oteng – oteng menyerang dengan cara menyerang bagian akar dan bagian daun. Akibat serangan hama oteng – oteng tersebut, menyebabkan tanaman layu dan akhirnya lama – lama menjadi mati.

Untuk mengatasi serangan hama hama oteng – oteng, melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis, melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, dan menggunakkan predator alami oteng – oteng

  1. Lalat Buah

Lalat buah menjadi salah satu hama yang berbahaya bagi budidaya tanaman pare. Hama lalat buah memiliki siklus hidup selama 18 – 20 hari. Dalam sekali bertelur lalat buah betina menyuntikkan 50 – 100 butir telur ke dalam buah. Setelah 2 – 5 hari, telur tersebut akan menetas dan menjadi belatung sehingga buah akan rusak.

Setelah  4 – 7 hari, belatung akan mulai keluar dari buah dengan cara melubangi kulit buah peria. Setelah jatuh dari buah, belatung akan menjadi pupa di dalam tanah dan setelah 3 – 5 hari pupa tersebut akan berubah menjadi lalat dewasa.

Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan dan pertumbuhan lalat buah diantaranya seperti tingkat kelembaban, suhu, dan adanya tumbuhan inang.

Gejala serangan lalat buah pada tanaman peria yaitu terdapat bintik kecil berwarna hitam pada kulit buah, dan pada perkembangannya bagian buah akan dipenuhi dengan larva lalat buah / belatung sehingga menyebabkan buah paria menjadi busuk.

Untuk mengatasi serangan hama lalat buah, cara yang bisa dilakukan yaitu menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan pemeliharaan tanah, menggunakan perangkap lalat buah, menggunakan predator alami lalat buah, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis.

  1. Penyakit Embun Bulu

Embun bulu disebabkan oleh serangan cendawan Pernospora manshurica. Embun bulu akan menyebabkan tingkat produksi menjadi turun dan kualitas hasil panen juga ikut menurun.

Gejala serangan penyakit embun bulu diawali dengan daun memiliki bercak dengan warna kuning pucat, lalu berubah menjadi berwarna kuning kecoklatan dengan dikelilingi warna kekuningan di sekeliling bercak.

Di bagian bawah permukaan daun, terdapat kumpulan spora yang menyerupai bulu. Maka karena itulah penyakit ini disebut dengan embun bulu.

Penyakit embun bulu bisa diatasi dengan beberapa cara, yaitu dengan menjaga kebersihan lahan tanam, membuang dan memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis.

  1. Kepik

Kepik atau Hemiptera merupakan hewan serangga yang . Kepik sendiri terdiri dari 80 ribu jenis. Setiap jenisnya memiliki ciri – ciri khusus antara satu dengan yang lain.

Kepik memiliki ciri khas utama berupa bentuk struktur mulutnya yang seperti jarum. Struktur mulut berbentuk jarum tersebut digunakan kepik untuk menusuk jaringan tanaman dan menghisap cairan di dalamnya.

Kepik sendiri termasuk ke dalam golongan omnivora, sehingga mampu memakan hampir segala jenis makanan. Jika hama ini sudah menyerang tanaman pare, maka bisa dipastikan jika bekas serangan hama kepik akan ditumbuhi cendawan dan menyebabkan buah peria menjadi busuk.

Untuk mengatasi serangan hama kepik, cara yang bisa dilakukan diantaranya yaitu menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan penyemprotan insektisida kontak ampuh dengan dosis yang dianjurkan

  1. Antraknosa

Penyakit antraknosa disebabkan oleh serangan cendawan. Serangan penyakit antraknosa akan lebih parah pada musim hujan. Hal itu disebabkan karena penyebaran penyakit ini melalui air semakin mudah pada musim hujan. Gejala serangan penyakit antraknosa diantaranya seperti ranting dan dahan terinfeksi dan menyebabkan bagian cabangnya menjadi bengkok.

Untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, caranya bisa dengan melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis, melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, dan memusnahkan tanaman yang terserang dan membakarnya.

  1. Penyakit Embun Tepung

Penyakit embun tepung disebabkan oleh serangan cendawan. Gejala serangan penyakit embun tepung diantaranya yaitu pada bagian bawah daun terdapat jamur putih dalam jumlah banyak, sehingga terihat seperti serbuk tepung.

Untuk mengendalikan penyakit embun tepung, caranya bisa dengan memusnahkan tanaman yang terserang, menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis

  1. Ulat Grayak

Ulat grayak atau Spodoptera exigua L. merupakan hama dengan ukuran paling besar yang mampu menyerang tanaman pare. Hama ini biasanya menyerang pada malam hari dan pada siang hari akan bersembunyi di dalam tanah. Pada serangan yang parah akan menyebabkan pare yang terserang menjadi gundul.

Untuk mengendalikan serangan hama ulat grayak, cara yang bisa dilakukan yaitu memusnahkan telur dan hama secara langsung lalu membakarnya, melakukan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan tanam, serta melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis

  1. Siput

Siput (Pamarion pupillaris humb) biasanya menyerang tanaman biasanya pada saat persemaian benih. Dengan mengoyak tanaman, tanaman yang telah terkoyak tersebut nantinya akan menjadi mati.

Hama ini termasuk ke dalam anggota kelas moluska Gastropoda. Siput tidak memiliki tulang belakang / invertebrata. Selain itu, siput juga memiliki kulit cangkang yang cukup keras, tektur tubuh lentur dan cenderung lembek, memiliki sepasang mata cukup kecil, bergerak dengan lambat, terdapat lendir pada tubuhnya dan berkembang biak dengan bertelur.

Hama ini bisa ditemukan dengan mudah di berbagai tempat, seperti sawah, laut, parit, maupun gurun. Siput dewasa memiliki ukuran tubuh sepanjang 5 cm dan memiliki warna putih kecoklatan.

Biasanya, hama siput menyerang pada malam hari. Gejala serangan tanaman pare yang terserang hama diput diantaranya yaitu terdapat lubang tak beraturan, bekas kotoran dan bekas lendir yang mengkilat. Selain pada bagian daun, bagian akar, bunga, dan tunas juga bisa terserang hama siput. Akibatnya, secara perlahan maka tanaman akan mati.

Untuk mengendalikan serangan hama siput, cara yang bisa dilakukan yaitu menggunakan predator alami siput, menaburkan garam, memasang perangkap siput, mengambil secara langsung dan memusnahkannya, serta melakukan aplikasi moluskisida sesuai dengan dosis.

  • Pemanenan

Proses pemanenan pada pare Lipa F1 bisa dilakukan setelah berumur 45 hari setelah tanam. Potensi hasil panen yang bisa didapatkan dari budidaya pare Lipa F1 adalah sekitar 3 – 4 kg per tanaman atau 35 – 40 ton per ha.

Untuk memanen pare Lipa F1, caranya yaitu dengan memotong pada bagian tangkai buah pare menggunakan pisau atau gunting. Namun sebelum memotongnya, pastikan pisau atau gunting yang digunakan dalam kondisi bersih / steril. Proses pemanenan ini bisa dilakukan setiap 3 – 5 hari sekali.

Setelah selesai dipetik, masukkan buah pare Lipa F1 ke dalam wadah / karung. Bersihkan dengan air dan kemas kembali. Buah pare Lipa F1 pun siap untuk dipasarkan.

Baca Juga : Jual Benih Seledri Amigo F1 Murah Di LMGA AGRO Berkualitas Tinggi

Jual Benih Pare Lipa F1 Murah Unggul Berkualitas di LMGA AGRO

benih, bibit, unggul unggulan, cap panah merah, panah merah, east west, east west seed, eastwestseed

Jual Benih Pare Lipa F1 Murah Unggul Berkualitas di LMGA AGRO. LMGA AGRO jual dan menyediakan benih pare Lipa F1 berkualitas dengan harga murah. Kami siap mengirimkan produk ini dengan kualitas produk original dan terbaik.

LMGA AGRO bekerja sama dengan banyak perusahaan jasa pengiriman logistik di Indonesia yang berkualitas dan terpercaya. Perusahaan jasa pengiriman yang menjalin kerjasama dengan LMGA AGRO diantaranya yaitu Tiki, JNE, Pos Indonesia, Wahana, Indah Logistik, KI8, JNT, dll. Semua pesanan pasti akan sampai ke alamat tujuan.

Layanan konsultasi seputar masalah pertanian juga LMGA AGRO layani untuk memberikan kepuasan untuk Anda. Jadi, untuk Anda yang tertarik membeli produk – produk yang kami jual atau berkonsultasi seputar masalah pertanian bisa langsung menghubungi LMGA AGRO melalui no. telepon 082141747141 (Khusus Layanan Telepon) atau 08125222117 (Khusus Layanan WA/SMS).

Demikian artikel berjudul Jual Pare Lipa F1 Murah Berkualitas ini saya tulis dan sampaikan kepada Anda. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk pembaca semua. Jika masih terdapat hal – hal yang kurang jelas bisa langsung menghubungi LMGA AGRO melalui no. telepon yang tertera diatas. Sekian dan terima kasih.