BUDIDAYA MELON ALINA F1 CAP PANAH MERAH TAHAN VIRUS

BENIH MELON ALINA F1,LMGA AGRO, budidaya melon, toko online
Budidaya Melon ALINA F1

Budidaya Melon ALINA F1 Cap Panah Merah Tahan Virus. Hubungi HP 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( Khusus WA/SMS ). Toko Pertanian Online LMGA Agro jual benih, bibit, pupuk, pestisida dan alat pertanian harga promo. Tersedia segala keperluan untuk budidaya melon ALINA F1.

Kami juga melayani konsultasi seputar budidaya melon ALINA F1 dan juga budidaya tanaman sayur dan buah lain. Budidaya melon ALINA F1 benih unggulan hibrida produk dari East West Seed Indonesia ( EWINDO ).

Siap kirim produk ke seluruh wilayah Indonesia. Toko Pertanian LMGA Agro melayani bisnis online, dropship, online shop, reseller, petani dan toko pertanian. Dengan dukungan dari pabrik pabrik benih terkemuka seperti BISI, BCA, Takii, Sakata dan lain-lain.

Budidaya melon ALINA F1 mudah dilakukan. Daging buah melon ALINA F1 halus dan lunak. Bisa dinikmati sebagai hidangan penutup, buah meja atau sebagai campuran es buah.

Deskripsi Melon Alina F1

Budidaya melon ALINA F1 idealnya dilakukan di dataran rendah dan musim kemarau. Budidaya melon ALINA F1 memiliki ketahanan dari virus Gemini, virus paling ditakuti petani.

Budidaya melon ALINA F1 panen dilakukan pada umur 70 HST. Bobot buah mencapai 1,5 – 2,5 kg per melon Alina F1. Potensi hasil panen budidaya melon ALINA F1 mencapai 40 – 50 ton/ha. Produk benih melon ALINA F1 Cap Panah Merah berisi 500 benih.

Budidaya melon ALINA F1 adalah varietas melon dari PT East West Seed Indonesia ( EWINDO ). Budidaya melon ALINA F1 tanaman tumbuh kuat dan kokoh, tahan Downy Mildew dan Gemini virus.

Budidaya melon ALINA F1 ideal dilakukan di musim kemarau dan produksi maksimal di musim tersebut. Paling cocok dilakukan di dataran rendah dan musim kemarau. Buah melon ALINA F1 mudah jadi dan sebanyak 2 – 3 buah dapat dibesarkan.

Budidaya melon ALINA F1 menghasilkan buah berbentuk bulat-oval. Net melon ALINA F1 mudah terbentuk, kulit warna hijau. Daging buah berwarna hijau keputihan.  Rasa melon ALINA F1 manis dan kadar gula mencapai 14% ( Brix ).

Baca Juga : MELON MADESTA, MELON ORANGE TAHAN VIRUS

Manfaat Buah Dalam Budidaya Melon Alina F1

budidaya melon, melon alina f1, lmga agro, jual benih
Tanaman Melon

Melon ALINA F1 memiliki banyak manfaat, buahnya kaya kandungan zat dan vitamin. Satu buah melon mengandung 60 kalori dan 14 gram kandungan gula alami. Manfaat buah melon dapat memberikan energi bagi tubuh. Melon juga mengandung kadar lemak rendah.

Melon ALINA F1 tinggi akan kandungan kalium. Tubuh kekurangan Kalium menyebabkan detak jantung tidak teratur. Aliran darah tubuh juga tidak lancar. Melon ALINA F1 mengandung Kalium dapat membantu mencegah tekanan darah naik.

Budidaya melon ALINA F1, buah kaya akan vitamin C. Satu cangkir melon dapat memenuhi kebutuhan harian vitamin C tubuh kita. Vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Melon ALINA F1 banyak mengandung serat buah dan penting bagi sistem pencernaan dan penurunan kadar kolesterol. Pencernaan menjadi lancar berhubungan dengan buang air secara teratur.

Budidaya melon ALINA F1 merupakan buah yang rendah kalori. Jadi cocok untuk program diet, membantu menjaga kestabilan berat badan. Melon ALINA F1 dapat mencegah hipertensi hingga penyakit kanker.

Buah melon ALINA F1 kaya akan vitamin B. Terutama untuk vitamin B6, untuk mengaktifkan proses kimia. Sebagai koenzim berfungsi untuk metabolisme protein, merangsang sistem saraf serotonin yaitu saraf pengatur perasa/mood. Serta dapat membuat tidur lebih nyenyak. Melon ALINA F1 mengandung vitamin B1 dan B3 bermanfaat pula bagi kesehatan tubuh.

Kalium melon ALINA F1 untuk menjaga kesehatan jantung dan vitamin C terutama untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk janin sehat, disarankan bagi ibu hamil mengkonsumsi 100 gr melon setiap hari.

Syarat Tumbuh Budidaya Melon Alina F1

Melon ( Cucumis melo L. ) merupakan tumbuhan merambat dan menjalar memiliki daun bentuk menjari. Tanaman melon memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga jual melon Alina F1 cukup tinggi.  Namun karena manfaatnya banyak dan rasanya nikmat, permintaan melon tetap tinggi.

Budidaya melon ALINA F1 tumbuh baik pada ketinggian 250 – 800 meter di atas permukaan laut. Iklim hujan cocok antara 1500 – 2500 mm/tahun. Kelembaban udara antara 50 – 70%. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah liat berpasir ( tanah andosol ). Tanah mengandung bahan organik dengan kadar tinggi.

Melon termasuk dalam suku timun-timunan dan masih satu kerabat dengan semangka, blewah dan timun suri. Karena tumbuhnya merambat, tidak bisa memanjat maka perlu diberi lanjaran sebagai penopang batangnya. Agar tidak tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.

Bila budidaya melon dilakukan pada ketinggian < 250 meter, buah melon cenderung kecil-kecil. Sedangkan bila budidaya melon di dataran tinggi dan suhu < 18 °C maka perkembangan tanaman lambat.

Perbedaan suhu siang dan malam yang signifikan dapat meningkatkan kualitas melon semakin baik. Lokasi ideal adalah memilki udara sejuk-kering ( 25 – 30 °C ). Tidak banyak angin berhembus kencang karena dapat merusak tanaman melon. Tidak juga memiliki kelembaban udara tinggi karena dapat menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit.

Pilihlah jenis tanah liat berpasir karena jenis tanah demikian banyak mengandung hara yang baik untuk budidaya melon ALINA F1. Tanah basah tidak baik untuk budidaya melon ALINA F1. Memiliki nilai pH 5,8 – 7,2. Lahan juga dekat dengan sumber air karena budidaya melon sangat memerlukan air untuk melarutkan nutrisi dalam tanah.

Baca Juga : BUDIDAYA MELON PERTIWI ANVI POTENSI PANEN HINGGA 54 TON

Cara Pembibitan Budidaya Melon Alina F1

tary semai, tray pembibitan, toko pertanian, lmga agro
Tray Semai Benih Melon Alina F1

Budidaya melon ALINA F1 untuk luasan 1 hektar diperlukan bibit sekitar 16.000 sampai 20.000 bibit. Atau setara dengan 500 – 700 gram benih.

Budidaya melon ALINA F1 harus melalui proses menyemaikan benih terlebih dahulu. Sebelum benih ditanam, harus dikecambahkan dulu. Benih sebaiknya direndam dulu dalam air hangat 6 – 8 jam.

Setelah direndam, benih ditiriskan dan ditebarkan di atas kain basah atau koran basah. Biarkan selama 2 hari atau sampai benih berkecambah. Kain atau kertas koran harus selalu lembab sehingga bila tampak kering, percikkan air secukupnya hingga basah.

Siapkan polybag atau baki/tray semai untuk menyemaikan benih kecambah tadi. Isi wadah untuk semai benih tadi dengan tanah dicampur kompos/pupuk kandang ( 2 : 1 ). Benamkan benih sampai sedalam 1 – 2 cm.

Tempat untuk menyemaikan dilindungi oleh atap terbuat dari plastik bening atau jaring. Sungkup atau naungan ini digunakan untuk melindungi persemaian dari teriknya sinar matahari dan bila hujan turun.

Pengamatan dan kontrol rutin dilakukan setiap hari untuk menjaga kelembaban tanaman. Penyiraman dilakukan teratur namun tidak terlalu basah.

Proses penyemaian budidaya melon ALINA F1 dilakukan selama 10 – 14 hari. Atau bila sudah tumbuh 2 – 3 helai daun. Pertanda bibit sudah siap dipindahkan ke lokasi penanaman tetap.

Persiapan Lahan Budidaya Melon Alina F1

Sambil menunggu bibit tumbuh kuat sampai tumbuh 4 helai daun, persiapkan dulu lahan menanam bibit melon ALINA F1. Lahan budidaya melon ALINA F1 dibajak dulu untuk menghaluskan bongkahan tanah.

Bila tanah sudah dibajak, kemudian dibuat bedengan lebar 100 – 120 cm dan tinggi 30 – 50 cm. Panjang maksimal 15 meter dan disesuaikan luas lahan. Antar bedeng dibuat jarak 50 – 60 cm untuk tempat mengalirnya air/drainase.

Tambahkan pupuk kandang/kompos sebagai pupuk dasar untuk menambah unsur hara dalam tanah. Pupuk kandang diberikan sebanyak 15 – 20 ton/ha. Bila tampak kurang subur, bisa ditambahkan pupuk kimia ZA, KCl dan TSP/SP-36 masing-masing adalah 375 kg, 375 kg dan 250 kg setiap hektarnya.

Pupuk tersebut dicampur dan sebarkan di atas bedengan. Aduk hingga merata dengan tanah bedengan. Lalu dibiarkan selama 2 – 4 hari.

Untuk mengetahui nilai pH tanah, lakukan pengecekan menggunakan pH-meter. Bila nilai pH < 5, sebarkan dolomit/kapur pertanian sebanyak 2 ton/ha. Sebaiknya pemberian Dolomit dilakukan 2 – 3 hari sebelum pemupukan dasar.

Agar perawatan dapat efektif, bedengan bisa ditutupi dengan mulsa plastik hitam perak. Letakkan warna hitam menghadap ke tanah dan warna perak bagian luar.

Setelah mulsa terpasang kuat, saatnya membuat lubang tanam dipermukaan mulsa. Untuk setiap bedeng dibuat 2 baris lubang tanam. Jarak antar baris 60 cm dan jarak antar lubang dalam satu baris adalah 50 – 60 cm. Pemasangan mulsa paling lambat 2 hari sebelum pemindahan bibit ke lahan tetap.

Setelah lahan siap dan bibit juga telah cukup umur, saatnya bibit dipindahkan. Setiap lubang ditanam satu bibit. Siram air pada lubang begitu bibit sudah ditanam agar tanaman tidak kekeringan. Penanaman budidaya melon ALINA F1 tepatnya dilakukan saat matahari tidak panas. Di waktu pagi atau sore hari dan sebaiknya selesai dalam satu hari.

Baca Juga : HASIL MELIMPAH DARI BUDIDAYA TANAMAN MELONF1 AMANTA

Proses Penanaman Bibit Budidaya Melon Alina F1

alat kocor,, toko pertanian, lmga agro, harga murah
Alat Kocor Budidaya Melon

Sebelum pemindahan tanam bibit, pastikan bahwa bibit sudah berumur 2 minggu dan sudah tumbuh daun 2 – 3 helai daun. Media semai bibit yang akan dipindah harus disiram air. Begitu juga lubang tanam bedeng meskipun ada mulsanya, tanah harus basah.

Cara memindahkan bibit yaitu ambil bibit secara hati-hati dari wadah semainya. Sertakan pula tanah media semainya agar akar bibit tidak rusak. Untuk wadah polybag, sobek bungkus polybag lalu akar beserta tanahnya tanam di lubang tanam.

Setelah akar bibit ditanam dalam lubang tanam, tutup dengan tanah dan beri pupuk kandang kering. Siram seluruh bibit dengan air secukupnya. Pilihlah bibit yang sehat dan segar untuk dipindahkan ke lahan tetap.

Perawatan Dan Pemeliharaan Budidaya Melon Alina F1

Pemasangan Ajir

Tujuan pemasangan ajir pada budidaya melon ALINA F1 agar tanaman merambat ke ajir. Sehingga buah melon dapat besar dan tidak bersentuhan dengan permukaan tanah. Pemasangan ajir juga menyebabkan penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman.

Pemasangan ajir budidaya melon ALINA F1 dilakukan 3 hari setelah bibit ditanam. Pemasangan ajir harus dilakukan secepat mungkin sebelum tanaman tinggi. Bila tanaman masih kecil, akar juga belum banyak sehingga ajir yang ditancapkan tidak mengenai akar.

Ajir dibuat dengan panjang 1,5 meter. Ditancapkan secara menyerong/miring, bagian atas mengarah ke dalam bedeng. Ajir-ajir saling bersilangan membentuk huruf X. Lalu siapkan bilah bambu yang lebih panjang. Letakkan secara horisontal diantara ajir-ajir yang bersilangan. Ikat erat menggunakan tali agar saling memperkuat satu sama lain.

Dianjurkan untuk menggunakan tali salaran, berwarna putih dan halus. Khusus untuk mengikat batang tanaman dan tidak melukai kulit batang. Tali salaran dapat dibeli di Toko Pertanian Online LMGA Agro.

Penyulaman

Penyulaman atau mengganti bibit mati atau sakit setelah dipindahkan ke lahan tetap. Penyulaman dilakukan maksimal sampai satu minggu setelah penanaman bibit. Agar panen melon ALINA F1 nanti bisa dilakukan bersamaan dan serentak. Bila lebih dari 7 hari terdapat bibit mati, tidak perlu diganti. Hanya bibit mati/sakit dicabut dan dimusnahkan.

Penyiangan dan Penyiraman 

Penyiangan dengan membersihkan lahan dari gulma rumput-rumput liar pengganggu budidaya melon ALINA F1. Keberadaan gulma bisa sebagai pesaing merebut unsur hara dan tanaman inang hama dan penyakit. Penggunaan mulsa palstik hitam perak dapat menekan pertumbuhan gulma. Sehingga penyiangan tidak sering dilakukan.

Penyiraman harus teratur dilakukan dalam budidaya melon ALINA F1. Terutama di musim kemarau, tanaman membutuhkan air untuk melancarkan penyerapan unsur hara. Penyiraman dilakukan setiap sore sampai tanaman berumur 1 minggu. Untuk selanjutnya, penyiraman bisa dilakukan 2 hari sekali.

Bila turun hujan, pastikan saluran drainase antar bedeng berjalan baik. Air juga harus cepat meresap, jangan biarkan ada air menggenang. Tanaman melon tidak menyukai tanah terlalu basah.

Pupuk Susulan Budidaya Melon Alina F1

Pupuk susulan budidaya melon ALINA F1 dimulai saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam. Pupuk diberikan dalam bentuk cair adalah pupuk padat yang dilarutkan terlebih dahulu. Bila ingin menambah kesuburan biologis tanah, bisa ditambahkan pupuk organik pada budidaya melon ALINA F1. 

Secara umum, pupuk susulan budidaya melon ALINA F1 diberikan dalam 3 tahap dengan masing-masing dosisnya. Mulai pemberian pada umur 7 hari setelah tanam.

Pupuk susulan pertama budidaya melon ALINA F1 dengan membuat larutan pupuk ½ kg NPK 16-16-16. Pupuk dilarutkan dalam 20 liter air dan diberikan pada umur 7, 12, 17, 22 dan 27 HST. Selanjutnya larutan pupuk dikocorkan sebanyak 200 ml untuk satu tanaman.

Pupuk susulan tahap kedua budidaya melon ALINA F1 diberikan dalam bentuk padat umur 20 HST. Campurkan pupuk NPK 15-15-15, ZA dan KCl dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Pupuk ditaburkan sebanyak 1 sendok makan per tanaman.

Pupuk susulan tahap ke-3 budidaya melon ALINA F1 dalam bentuk larutan. Pupuk diberikan pada umur 30, 35, 45 dan 50 HST. Cairkan 1,5 kg NPK 16-16-16 kedalam 20 liter air. Selanjutnya pupuk dikocorkan sebanyak 200 ml per tanaman.

Jika menginginkan kualitas melon semakin bertambah, sebaiknya berikan pupuk Kalium. Manfaat pupuk Kalium membantu membentuk bunga, membantu terbentuknya buah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Pupuk Kalium untuk budidaya melon ALINA F1 umumnya dalam bentuk NPK, KCl dan dalam bentuk KNO3.

Saat pembentukan bunga dan buah, berikan pupuk fosfor. Pemberian unsur hara Fosfor budidaya melon ALINA F1 dalam bentuk NPK dan TSP atau SP-36.

Pupuk Nitrogen penting untuk budidaya melon ALINA F1 terutama pada fase awal pertumbuhan. Jika Nitrogen tidak diberikan maka pertumbuhan tidak bisa sempurna. Untuk budidaya melon ALINA F1, Nitrogen yang banyak diberikan dalam bentuk NPK, ZA dan KNO3.

Baca Juga : UNTUNG BESAR BUDIDAYA BENIH MELON TAHAN VIRUS

Polinasi Buatan Budidaya Melon Alina F1

Tanaman Melon LA-02 F1,LMGA AGRO, toko pertanian, budidaya melon
Budidaya Melon Hibrida

Budidaya melon ALINA F1 juga terdapat proses polinasi ( penyerbukan ) buatan. Budidaya melon di musim kemarau, penyerbukan dilakukan oleh serangga penyerbuk. Sedangkan budidaya melon di musim hujan, populasi serangga penyerbuk tidak begitu banyak. Sehingga agar kualitas buah bisa maksimal, perlu dilakukan penyerbukan buatan.

Proses polinasi buatan budidaya melon ALINA F1 dilakukan pagi hari, yaitu sebelum pukul 10.00. Bila terlewat siang, kuncup bunga sudah agak layu dan menutup.

Polinasi buatan budidaya melon ALINA F1 dilakukan pada bunga betina. Dipilih bunga betina pada cabang ke-9 hingga ke-13. Dalam satu batang, dapat ditumbuhkan sebanyak 3 – 4 calon buah.

Selanjutnya dari calon buah tersebut dilakukan seleksi lagi hingga panen cukup 1 – 2 per pohon saja. Hal ini tergantung dari ukuran besar buahnya. Bila ukuran buah besar, hanya 1 buah dibesarkan sudah cukup.

Penyerbukan oleh serangga seringkali gagal bila dilakukan di cuaca yang kurang baik. Petani juga seringkali melakukan penyerbukan sendiri bila di kebun tidak banyak serangga. Seperti pada penyerbukan alami, penyerbukan buatan juga melibatkan bunga jantan dan bunga betina. Penyerbukan buatan dilakukan pagi hari karena saat itu bunga betina sedang mekar sempurna.

Cara mengetahui itu bunga jantan adalah bahwa bunga jantan memiliki benang sari di bagian tengah kelopak bunga. Sedangkan untuk bunga betina berupa bulatan kecil di bawah kelopak bunga.

Langkah pertama penyerbukan buatan adalah : pertama-tama letakkan bunga jantan ditempat tersendiri. Siapkan pula bunga betina pada batang. Serbuk sari bunga jantan disapukan ke putik bunga betina menggunakan kuas berukuran kecil.

Setelah serbuk berada pada mahkota bunga betina, mahkota dijepit dengan kertas aluminium foil. Untuk mengetahui apakah penyerbukan berhasil, bisa dilihat keesokan harinya. Apabila keesokan harinya, tampak mahkota bunga layu, berarti penyerbukan buatan berhasil.  Ditandai juga denga membesarnya bakal buah.

Budidaya Melon Alina F1 Dalam Polybag

Budidaya melon ALINA F1 dalam polybag menyenangkan bagi Anda yang mempunyai hobi bercocok tanam. Anda dapat mencoba budidaya melon ALINA F1 sendiri di halaman rumah. Yaitu menggunakan pot atau polybag.

Keberadaan tanaman melon di halaman rumah dapat memberikan penghijauan dan kesegaran di lingkungan rumah. Menikmati buah melon dari hasil kebun dan menanam sendiri, dapat memberikan kepuasan tersendiri. Mengamati dan menunggu melon dari ukuran kecil lalu membesar dan siap dipetik, sangat membahagiakan.

Budidaya melon ALINA F1 dalam polybag tidak jauh berbeda dengan menanam di lahan terbuka dan luas. Persiapkan polybag ukuran 40 x 50 cm ( ukuran sedang ) atau 37 x 40 cm. Persiapkan juga lahan pekarangan rumah, bersihkan dari kotoran, sampah atau gulma.

Siapkan juga lanjaran untuk ditancapkan. Lanjaran dibuat dengan panjang 1,5 – 2 m. Paku 2 inch, tali salaran, gunting dan pisau untuk memotong.

Budidaya melon ALINA F1 dalam polybag juga perlu melakukan proses menyemai benih. Benih disemaikan selama 12 – 14 hari dan muncul 4 helai daun. Benih dikecambahkan di dalam kertas koran basah lalu diletakkan di tempat gelap. Setelah muncul 4 daun, dapat dipindah ke media semai polybag.

BACA JUGA : BUDIDAYA MELON ACTION 88 KAPAL TERBANG JUAL HASIL 45 TON

Media Polybag Budidaya Melon Alina F1

Media untuk menyemaikan benih berkecambah berupa campuran tanah dan pupuk kandang ( 2 : 1 ). Lalu masukkan pada polybag untuk semai. Tancapkan benih berkecambah dengan arah runcing menghadap ke bawah.

Lakukan penyiraman 2 hari sekali agar tanah tidak kekeringan. Letakkan di tempat teduh dan hindarkan dari sinar matahari langsung.

Persiapan membuat media tanam budidaya melon ALINA F1 berbeda dengan media untuk menyemai. Begitu juga dengan tempatnya juga tidak sama. Untuk media penanaman membutuhkan polybag baru. Media tanahnya merupakan campuran tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam ( 3 : 2 : 1 ).

Media tanah campuran tadi, segera masukkan dalam polybag. Tambahkan 5 gram Furadan, 20 gram NPK, 1 liter humic acid dan aduk rata. Pemakaian pupuk kandang bisa diganti Trichoderma dan ZPT organik.

Pemangkasan Dan Pemilihan Buah Budidaya Melon Alina F1

Pemangkasan budidaya melon ALINA F1 berupa pemangkasan cabang. Bertujuan untuk mendapatkan bakal buah yang akan dibesarkan. Pemangkasan budidaya melon ALINA F1 harus dilakukan segera agar pertumbuhan cabang tidak terlalu besar.

Tidak semua cabang melon ALINA F1 dipangkas. Pemangkasan menyisakan 20 – 24 helai daun. Daun-daun hasil pangkasan juga jangan dibuang karena dapat dipakai membuat pupuk organik.

Pemangkasan cabang diawali dari ruas pertama sampai ruas ke-6. Pelihara satu cabang utama saja agar sirkulasi udara lancar di sekitar areal kebun. Untuk cabang di ruas ke-7 sampai ke-10 dipelihara sebagai tempat calon buah.

Tujuan dari pemangkasan budidaya melon ALINA F1 adalah agar hasil fotosintesis tersalurkan dan terarah ke pembesaran buah. Budidaya melon ALINA F1 bisa tumbuh 10 – 20 buah bila tidak dilakukan pemangkasan. Setiap cabang dari tunas lateral menghasilkan 1 – 2 buah. Dan dalam 1 pohon bercabang 15 – 20 cabang.

Namun tidak semua calon buah akan berhasil menjadi buah besar. Beberapa buah akan rontok bila tidak diserbuki atau beberapa rontok karena kalah persaingan unsur hara. Sehingga perlu pemilihan buah dan menyisakan 2 – 3 buah terbaik dan dibesarkan. Buah yang tidak dipilih sebaiknya dibuang.

Calon buah melon yang dibesarkan biasanya mulai cabang ke-7 sampai ke-12. Pilih satu buah yang akan dibesarkan. Sedangkan cabang di luar itu, sebaiknya dipangkas. Calon buah melon yang pantas dibesarkan adalah berbentuk bulat agak lonjong. Ukuran buah saat itu adalah sebesar telur.

Cabang muncul dari ketiak daun pertama sampai ke-8, harus dipotong. Baru daun ke-9 sampai ke-13, dipertahankan dan dipelihara agar muncul calon buah. Cabang pada daun setelah daun ke-13 sampai ke-17, tidak perlu dipelihara atau lebih baik dipangkas saja.

Cabang dimana ada calon buah dipelihara, disisakan 3 helai daun di atasnya. Sedangkan cabang tidak ada calon buah, daunnya disisakan 1 helai saja. Pemangkasan sebaiknya dihentikan bila sudah ada cabang ke-20 sampai ke-25.

Hama Penyakit Budidaya Melon

Budidaya melon daerah tropis seperti Indonesia cukup rentan serangan hama dan penyakit. Hama pada budidaya melon umumnya adalah serangan kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips dan tungau. Untuk penyakit budidaya melon adalah serangan antraknosa, busuk buah, busuk batang dan mosaik.

Langkah-langkah kultur teknis dapat mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit. Yaitu seperti rotasi tanaman, pemupukan berimbang dan sanitasi kebun. Bila ada serangan hama dan muncul penyakit, dapat dilakukan penyemprotan pestisida yang tepat. Penyemprotan sesuai dosis anjuran.

Ulat Grayak pada Budidaya Melon

Ulat grayak menyerang daun melon bersama-sama dalam jumlah banyak. Ulat grayak biasanya menyerang malam hari.

Pengendalian cara kultur teknis yaitu memangkas cabang-cabang sekunder. Pemangkasan hanya mempertahankan batang utama untuk dipelihara. Daun yang terserang hama dan berdekatan dengan buah, sebaiknya dipangkas lalu dibuang.

Pengendalian mekanis dengan cara membuang ulat grayak pada daun. Pemasangan perangkap dan diberi methyl eugenol untuk Spodoptera litura. Secara kimiawi menggunakan insektisida pirethroid sintesis. Seperti Decis 2,5 EC.

Baca Juga : BUAH MELON LA-02 F1 PRODUKTIFITAS TINGGI DAN TAHAN VIRUS

Thrips pada Budidaya Melon

Thrips menyerang daun budidaya melon. Thrips juga menyerang bagian tunas, bunga dan buah budidaya melon. Thrips menyerang di pagi hari dan cukup banyak populasinya saat musim kemarau. Daun-daun yang diserang akan berubah bentuk menjadi keriting.

Thrips bekerja dengan menghisap cairan pada bagian tanaman yang diserangnya hingga bagian tersebut menjadi keriting.

Pengendalian secara kultur teknis bila tanaman yang diserang masih sedikit. Cabut tanaman yang diserang hama thrips. Lalu dibakar di tempat agak jauh.  Penyemprotan insektisida dilakukan sore hari, menggunakan Agrimec 18 EC, Curacron 500 EC dan lain-lain.

Kutu Kebul pada Budidaya Melon

Kutu kebul hama berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu menyerang dengan cara menghisap cairan sel daun hingga sel dan jaringan daun menjadi rusak.

Pengendalian kutu kebul cara mekanis adalah melakukan penyiraman sistem curah. Karena percikan air dari sprinkel membuat kutu tercuci. Telur-telur hama di permukaan daun juga menjadi rusak.

Pemasangan perangkap kuning yellow trap dengan memasang kayu dicat kuning. Atau menggunakan kertas berwarna kuning dan diolesi minyak olie. Penyemprotan insektisida berbahan aktif Abamectin sebanyak 18 g/liter.

Lalat Buah pada Budidaya Melon

Lalat buah menyerang buah melon dengan cara menyuntikkan dan memasukkan telur-telur ke dalam buah. Telur-telur kemudian berubah menjadi larva dan didalam buah menggerogoti hingga buah busuk.

Buah melon terinfeksi harus segera diambil dan dibuang/dimusnahkan jauh dari kebun. Sebaiknya tidak menanam tanaman satu famili dan berdekatan karena dapat menjadi inang lalat. Rutin melakukan sanitasi kebun dan menjaga kebersihan lahan. Pemanenan lebih awal dapat mencegah serangan lalat buah.

Pengendalian lalat buah juga bisa dengan membuat perangkap dari larutan methyl eugenol. Diteteskan sedikit pada kapas, lalu dimasukkan dalam botol air mineral. Letakkan perangkap tadi pada lokasi strategis.

Penyemprotan insektisida menggunakan Curacron 500 EC atau Hostathion 40 EC dosis sesuai anjuran. Penyemprotan dilakukan sore hari menjelang petang atau disemprot pada pagi hari sebelum matahari terbit.

Tungau pada Budidaya Melon

Tungau ( Tetranicus cinnabarinus ) gejala serangannya muncul titik-titik halus pada daun. Awalnya berwarna kuning, lama kelamaan menjadi hitam. Daun lalu akan melengkung, terpelintir.

Bagian bawah daun berwarna abu-abu dan terdapat jaringan halus  berisi sekumpulan tungau. Penampakannya seperti titik kecil-kecil berwarna kuning, oranye atau merah.

Pengendalian secara kultur teknis dengan selalu memberihkan kebun dari gulma. Tanaman yang diserang tungau, sebaiknya dicabut lalu dimusnahkan. Cara kimiawi, menyemprotkan akarisida seperti Mitac 200 EC dan Meothrin 50 EC.

Ulat Tanah Hama Budidaya Melon

Ulat tanah menyerang malam hari. Siang harinya, ulat tanah bersembunyi dalam tanah atau di balik mulsa plastik hitam perak. Ulat tanah menyerang batang muda dengan cara memotongnya.

Pengendalian secara teknis dapat dilakukan saat pengolahan tanah. Yaitu dengan menggali tanah lebih dalam dan menghilangkan rumput-rumput atau sisa tanaman sebelumnya. Pengendalian kimiawi dengan menyemprotkan insektisida di malam hari.

Antraknosa pada Budidaya Melon

Penyakit antraknosa pada budidaya melon sering disebut penyakit patek. Penyebabnya adalah jamur Collectroticum capsi cepat berkembang bila lingkungan lembab dan basah. Menyerang seluruh bagian tanaman.

Gejala serangan ditandai dengan munculnya bercak bulat berwarna coklat muda. Lama kelamaan berubah menjadi coklat tua sampai kehitaman. Bercak lalu akan melebar hingga menyebabkan daun mengering.

Buah terinfeksi akan muncul bercak agak bulat dan berlekuk berwarna coklat tua. Jamur penyebabnya akan membentuk massa spora berwarna merah jambu.

Pengaturan jarak tanam dapat mencegah serangan jamur. Penentuan jarak tanam jangan terlalu berdekatan. Cara lainnya adalah dengan merendam benih yang akan ditanam dalam cairan fungisida sesuai dosis. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik dengan bahan aktif benomil, metil tiofanat dan lain-lain.

Busuk Phytophtora pada Melon

Penyakit ini menyerang seluruh bagian tanaman. Bila terkena batang, tampak bercak coklat kehitaman dan basah. Serangan berat menyebabkan kelayuan. Dan bila menyerang buah timbul adanya bercak coklat kehitaman, tampak basah dan lunak.

Pengendalian mekanis yaitu rutin melakukan kebersihan/sanitasi kebun. Pemangkasan secara tepat yaitu mengurangi tunas-tunas lateral dan tumbuh berlebihan.

Layu Fusarium pada Budidaya Melon

Layu fusarium disebabkan cendawan Fusarium oxysporum menimbulkan gejala layu tanaman pada siang dan malam harinya. Namun tanaman tampak segar di pagi dan sore hari. Gejala akan terjadi untuk beberapa hari hingga kemudian tanaman mati.

Pengendalian dari penyakit layu hanya bisa dengan pemakaian benih hibrida tahan penyakit seperti cendawan fusarium. Pemakaian mulsa plastik digunakan untuk kestabilan suhu lingkungan. Pengaturan drainase yang baik dan melakukan rotasi tanaman. Tanaman terkena infeksi harus segera dicabut dan dimusnahkan.

Cara Mencegah Penyakit Pada Budidaya Melon

Perkembangan melon menjadi buah tentu harus dijaga agar tidak rusak atau busuk karena serangan hama atau penyakit. Usaha ini diharapkan dapat melindungi buah melon dari serangan hama atau penyakit. Yaitu dengan menutup buah melon menggunakan karung goni/plastik.

Penutup melon ini dilakukan saat buah melon muda dan penutup harus dibuka saat buah mulai tumbuh besar. Tujuannya agar penutup ini tidak mengganggu perkembangan melon. Pembungkusnya jangan terlalu rapat karena dikhawatirkan buah melon akan berkeringat dan buah akan menjadi busuk.

Batang/cabang disekitar buah melon yang dibungkus, sebaiknya dipangkas. Hal ini dilakukan agar cabang dan batang tidak mengganggu perkembangan buah melon. Daun atau bagian tanaman yang terinfeksi sebaiknya juga dipangkas.

Panen Budidaya Melon Alina F1

Budidaya melon ALINA F1 dipanen umur 70 HST. Umumnya memasuki umur 20 HST, petani mulai menyeleksi bakal buah melon ALINA F1. Buah melon kemudian dipelihara sampai panen.

Ciri-ciri melon ALINA F1 siap panen adalah warna kulit mulai putih kekuningan, tangkai buah terdapat cincin. Terdapat lingkaran retak-retak dan tercium aroma harum khas buah melon. Serat jala dipermukaan kulit tampak jelas dan kasar.

Pemetikan melon ALINA F1 sebaiknya pada tingkat kematangan 90% atau diperkirakan 3 – 7 hari lagi melon matang sepenuhnya. Hal ini dilakukan untuk memberi waktu selama pengangkutan melon ke pasar atau konsumen.

Cara memetik yaitu memotong tangkai buah menggunakan pisau/gunting tajam. Tangkai dipotong seperti huruf T. Jadi tangkai yang dipotong adalah yang mengarah ke daun bukan ke buah. Waktu panen sebaiknya pagi hari pukul 8 – 11 dan dilakukan bertahap.

Demikian artikel kami judul Budidaya Melon ALINA F1 Cap Panah Merah Tahan Virus. Hubungi di nomer 082141747141 ( telepon ) dan 08125222117 ( khusus SMS/WA ). Toko Pertanian Online LMGA Agro jual benih melon ALINA F1 dan benih sayur maupun buah. Jual pupuk, pestisida, ZPT dan alat pertanian harga promo.

Toko Pertanian Online LMGA Agro menerima konsultasi pertanian gratis tentang budidaya melon. Konsultasi segala hal tentang bercocok tanam mulai awal hingga panen. Kami siap membantu menjawab permasalahan Anda selama di lapangan.

Toko Pertanian Online LMGA Agro siap kirim pesanan Anda untuk Budidaya Melon ALINA F1 di seluruh wilayah Indonesia. Bersama jasa ekspedisi mitra Kami bertahun-tahun yaitu JNE, KI8, TIKI dan POS INDONESIA. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan salam sukses…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *