Cara Menanam Timun Panen Melimpah Hingga 60 Ton/Ha

Beri Penilaian

Mengenal Hama Tanaman Timun

Penting kiranya kita mengetahui hama-hama yang menyerang tanaman timun dan gejala yang terjadi bila tanaman terserang hama tersebut. Mengenai permasalahan hama dan penyakit pada tanaman timun, dapat Anda konsultasikan ke Toko Online Pertanian LMGA Agro.

1. Kutu Daun Aphis gossypii Clover adalah kutu berukuran 1 – 2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala hama menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, keriting dan menggulung.

Kutu Aphis juga penyebar virus. Pengendalian dengan sanitasi lahan atau menyempotkan insektisida yang sesuai dengan dosis sesuai pada kemasan.

2. Thrips kutu penghisap cairan tanaman. Menghisap pucuk tunas dan bunga sehingga daun mengeriting serta bentuk buah menjadi abnormal dan bercak coklat.

Pencegahan menggunakan mulsa plastik hitam perak, tidak menanam dekat dengan kebun timun yang umurnya lebih tua dan terserang penyakit dan tidak berdekatan dengan tanaman yang sefamili seperti melon, semangka dan waluh. Lakukan penyemprotan insektisida pada sore hingga malam hari.

3. Hama Aphids menghisap cairan tanaman dari pucuk hingga daun bagian bawah. Serangan Aphids lebih parah karena menyebabkan daun mengeras, menggulung ke bawah hingga muncul embun jelaga berwarna hitam.

Proses fotosintesis terganggu. Pengendalian teknis sama dengan hama Thrips. Hama Aphids petani semprot pada pagi atau sore hari.

4. Aulocophora similis oliver (oteng-oteng) adalah kumbang daun yang panjangnya sekitar 1 cm, bersifat pemangsa segala jenis tanaman atau polifag. Dapat berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain dengan cara terbang.

Hama ini merusak dan memakan daging daun hingga berlubang-lubang. Serangan yang berat menghabiskan semua jaringan daun hingga tinggal tulangnya saja. Pengendalian melakukan rotasi tanaman, waktu tanam serempak dan penyemprotan pestisida.

Baca Juga : Timun Monas Cap Bintang Asia

Mengenal Jenis Penyakit Penting Pada Timun

1. Embun bulu akibat serangan Pseudoperonospora cubensis. Gejala awal yang timbul berupa bercak kuning berbentuk kotak dan mengikuti alur daun. Serangannya berawal dari daun yang sudah tua. Semakin lama bercak kuning semakin lebar dan daun mengering.

Dapat petani cegah dengan cara tidak menanam dengan timun yang lebih tua, cara perbaikan saluran drainase terutama saat hujan dan melakukan cara sanitasi lahan secara rutin. Jika tanaman dari awal menunjukkan gejala terkena embun tepung, segera semprot dengan fungisida yang tepat. Penyemprotan petani arahkan ke permukaan daun atas dan bawah.

2. Powdery Mildew atau Embun Tepung gejala sama dengan Downey mildew bedanya hanya pada serbuk putih seperti tepung yang muncul di balik daun. Dapat petani cegah dengan cara tidak menanam dekat kebun timun yang berumur lebih tua, memperbaiki saluran drainase, menyemprot pada daun bagian atas dan bawah dan sanitasi lahan secara rutin. Semprotkan fungisida yang tepat, dosis sesuai anjuran.

3. Antraknosa disebabkan cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala awal bercak-bercak coklat pada daun, bercak agak bulat atau bersudut-sudut sehingga daun mati. Bercak juga dapat meluas ke batang, tangkai dan buah.

4. Bercak daun bersudut disebabkan oleh cendawan Pseudomonas lachrynmans yang menyebar saat musim hujan. Gejala berupa daun terdapat bercak kecil berwarna kuning dan bersudut. Serangan berat seluruh daun yang terkena bercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang.

Kehilangan hasil panen menanam timun juga terjadi akibat munculnya gejala buah bengkok yang terjadi karena serangan kepik L. australis. Virus-virus yang menyerang tanaman Cucurbitaceae dapat menyebabkan kegagalan panen dan kerugian secara ekonomi yang tinggi. Sehingga disinilah pentingnya menggunakan benih hibrida F1 karena tahan terhadap serangan virus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *