TOKO PERTANIAN DI GENGGAMAN PETANI INDONESIA

Beri Penilaian

toko pertanian di genggaman petani indonesia, Benih, bibit, tanaman, Kubis, Budidaya, LMGA AGRO, Harga Murah, informasi pertanianToko Pertanian Di Genggaman Petani Indonesia. 08125222117 WA/SMS (Bp. Budi). Petani Indonesia saat ini sudah banyak perubahan baik itu cara budidaya, cara mendapatkan barang, cara mendapatkan informasi juga cara menjual barang. Rev.(26/02/21)

Secara umum perbaikan ke arah menjadi petani mandiri menjadi lebih cepat dan maju. Komposisi umur petani yang semakin muda dan umur produktif.  

Serta sudah menguasai informasi menyebabkan petani bisa bekerja lebih cepat, ekonomis dan produktif dalam menghadapi kemajuan lingkungan. (Rev. 19-02-21)

Karena itu perlu support pemerintah khususnya untuk membekali petani dengan penguasaan teknologi pertanian dan Informasi agar mudah mendapatkan akses informasi. Selain itu kementrian Informasi bisa mengusahakan akses internet murah dan terjangkau agar semua daerah juga mudah mengakses infomasi lewat Internet.

Kesenjangan informasi untuk daerah sentra pertanian pada daerah pelosok akan bisa keluar dari perbagai masalah hanya dengan akses internet pada “GOOGLE”. Ditengah potensi Iklim dan keragaman sumber Hayati yang melimpah pada Indonesia.

Pertanian merupakan salah satu peluang besar yang perlu kita gerakkan sehingga petaninya bisa jaya dan merdeka pada negeri sendiri. Berdasarkan sensus BPS tahun 2014 jumlah penduduk Indonesia yang bergerak pada bidang pertanian ada 40.83 % (48 Juta Jiwa).

Bisa kita bayangkan kalau penduduk dan tenaga kerja sebesar itu sudah bisa menguasai Teknologi pertanian dan Informasi maka perkebangan Ekonomi di Indonesia akan semakin cepat. Apalagi kalau produk yang petani hasilkan sebanyak itu sudah bisa berhasil kita proses sehingga bisa menghasilkan produk yang di Export.

Namun amat kita sayangkan bahwa peluang itu belum bisa kita manfatkan dan menjadi alat pendongkrak perekonomian. Karena salah satunya adalah belum terintegrasinya informasi pertanian dari seluruh Indonesia.

Sehingga usaha pertanian belum banyak porsi yang besar dalam pengembangan perekonomian pada Indonesia. Data petanian yang belum terintegrasi ini menyebabkan petani sudah berhasil produksi barang tapi terhantam oleh harga panen komoditi yang murah dan seringkali pada bawah BEP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.