CABAI PELITA 8 LEBIH TAHAN HAMA PENYAKIT

Beri Penilaian

pelita 8, cabai rawit pelita 8, benih cabai, tahan virus, panah merah, f1 pelita 8, cabai rawitCABAI PELITA 8 LEBIH TAHAN HAMA PENYAKIT. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Cabai sebagai komoditi andalan pada berbagai sektor kebutuhan konsumsi masyarakat baik sektor kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan industri makanan. Hal ini tidak lepas dari kegunaan cabai sebagai salah satu bumbu yang selalu ada pada setiap menu/resep makanan terutama makanan Indonesia. (Rev. 03-02-21)

Tingginya permintaan cabai sebagai kebutuhan konsumsi masyarakat setiap harinya membuat hal ini membuka kesempatan besar bagi petani untuk meraih pundi-pundi rupiah melalui budidaya cabai. Memang budidaya cabai dapat menghasilkan keuntungan tinggi jika membudidayakannya secara baik dan benar.

Seperti halnya yang telah petani yang sukses dalam menanam cabai lakukan pada daerah-daerah sentra budidaya cabai misalnya daerah Wonogiri, Magetan, Boyolali, Magelang, Blitar, Kediri, dan Karang Anyar. Cabai terkhususnya cabai rawit, cabai yang memiliki ukuran kecil namun memiliki segudang manfaat dan keuntungan berlipat bagi masyarakat dan petani setempat.

Bagaimana tidak cabai ini meskipun kecil tapi mampu memikat hati sehingga masyarakat banyak yang memburunya. Cabai ini memiliki rasa yang lebih sedap dan pedas banding cabai jenis lainnya. Harganya juga sangat bervariatif tergantung varietas dan kualitas yang dihasilkannya. Tentu saja dengan banyak pilihan varietas serta harga yang akan meningkat pada saat hari raya/hari besar keagamaan membawa keuntungan tersendiri bagi petani cabe rawit.

BUDIDAYA CABAI RAWIT MULAI DILIRIK PETANI CABE

Karena hal tersebutlah tak heran jika para petani mulai melakukan budidaya cabai rawit secara intensif dan meluas. Meluas dari area penanamannya hingga pemasarannya. Bahkan potensi pasar cabai rawit sampai menembus pasar industri jika dulunya hanya pada pasar tradisional saja.

Cabai rawit yang telah menembus pasar industri biasanya terolah menjadi bentuk yang lebih tahan lama seperti cabai bubuk, cabai kering, dan saos cabai. Dengan membentuk produk semacam ini, pastinya harga cabai rawit jauh lebih tinggi membandingkannya dengan menjual ke pasar dalam bentuk buah.

Selain itu para petani juga bisa memanfaatkan area pemasaran cabai rawit pada beberapa tempat usaha kuliner yang telah menjamur pada Nusantara yang mana mereka pastinya membutuhkan pasokan cabai yang besar untuk bumbu olahan masakannya. Dengan begitu harapannya petani dapat meraup keuntungan dan bisa mengantongi puluhan juta rupiah dalam sekali panen.

Meningkatnya permintaan akan buah cabai membuat kebutuhan akan benih cabai rawit pun juga ikut meningkat. Benih menjadi faktor utama yang menentukan kelangsungan budidaya. Yang mana tidak ada benih, proses budidaya tak akan berjalan.

Dalam pemilihan benih tidak boleh sembarangan, pastikan benih yang petani pilih memiliki kualitas yang baik dan unggul. Untuk memenuhi kebutuhan akan benih unggul, para produsen benih akhirnya merespon dan memproduksi aneka benih cabai rawit unggul hibrida. Benih-benih cabe rawit tersebut antara lainnya ada benih cabe rawit F1 Dewata, F1 Raga 2, F1 Sonar, F1 Nirmala, F1 Pelita, F1 Bhaskara dan F1 Pelita 8.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.