MENGENAL LALAT BUAH (BACTROCERA SP)

lalat buah, hama, lalat, perangkap lalat buah, lmga agro, toko pertanianMENGENAL LALAT BUAH (BACTROCERA SP). 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Pengendalian hama pada budidaya tanaman sangatlah penting kita lakukan untuk mencapai keberhasilah dalam budidaya. Hama pada tanaman yang tidak terkendali bisa mengakibatkan petani gagal panen yang tentunya sangat merugikan.(Rev. 30-01-21)

Serangan hama tanaman yang paling banyak salah satunya adalah lalat buah. Hama ini banyak kita jumpai menyerang tanaman-tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, melon, gambas, labu, dll. Lalat ini hampir tersebar pada seluruh benua. Lalat buah termasuk ordo Diptera. Famili Tephtritidae yang terdiri dari 160 genus.

Dari genus-genus tersebut terdapat spesies asli dari daerah tropika yang sangat merusak buah sehingga menjadi hama yaitu dari spesies Bactrocera sp. Serangan hama lalat ini cukup membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi petani.

Serangan hama ini perkiraannya mencapai 4.790 ha dengan kerugian mencapai Rp 21,99 miliar. Sungguh itu bukan angka kerugian yang sedikit melainkan dengan serangan hewan perusak buah ini petani bisa rugi besar/gagal panen total.

SIKLUS HIDUP HAMA LALAT

Siklus hidup

Hama ini memiliki siklus hidup dengan metamorfosis sempurna yang awalnya dari telur, larva, pupa, dan imago (lalat dewasa).  Lalat yang telah dewasa akan melakukan perkawinan. Lalat betina yang telah terbuahi akan meletakkan telur ke dalam buah dengan ovipositornya (alat peletak telur).

Ovipositor ini akan ditusukan menembus kulit buah sehingga pada kulit buah akan timbul noda/titik hitam akibat bekas dari tusukan tersebut. Dalam sekali bertelur lalat betina dapat menghasilkan 100-120 butir. Telurnya berbentuk lonjong dan berwarna putih.

Telur dapat menetas hanya dalam kurun waktu yang singkat yaitu 2-3 hari. Setelah menetas telur berubah menjadi larva. Larva berwarna putih keruh atau putih kekuningan, dengan bentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva terdiri dari 3 instar.

Instar pertama dan kedua larva akan menghabiskan hidupnya dalam buah dengan memakan daging buah. Pada saat inilah daging buah mulai membusuk. Setelah larva menjadi instar ketiga berkisar 14-20 hari, larva akan keluar dari buah lalu melompat ke tanah untuk menjalani siklus hidup berikutnya yaitu menjadi pupa.

Lama masa pupasi terjadi berkisar 8-11 hari. Setelah masa pupasi selesai, lalat buah akan muncul dan telah menjadi lalat dewasa. Lalat dewasa kemudian akan menyelesaikan siklus hidupnya selama 30-35 hari pada suhu optimum (20-30°C).

GEJALA SERANGAN HAMA LALAT PADA TANAMAN

Gejala serangan

Munculnya gejala umum serangan ini penyebabnya oleh lalat betina. Lalat betina dengan ovipositornya menusuk kulit buah dan meletakkan telurnya dalam daging buah. Bekas tusukan tersebut akan meninggalkan noda/titik hitam pada permukaan kulit buah. Selanjutnya telur akan menetas menjadi larva.

Larva tersebut berada dalam buah dan memakan daging buah sehingga menyebabkan buah menjadi busuk basah. Hal tersebut dapat terjadi karena larva hama ini bersimbiosis dengan bakteri yang menyebabkan pembusukan.

Bila buah yang terserang masih muda, buah akan rontok. Buah yang rontok tersebut akan menjadi biang serangan generasi berikutnya jika tidak segera memusnahkannya.

Akibat serangan

Akibat dari serangan hama ini menyebabkan kerugian yang amat besar bagi petani baik secara kuantitas maupun kualitas. Kerugian secara kuantitas terjadi karena kerontokan yang terjadi pada buah muda/buah yang belum matang sehingga mengurangi dan menurunkan kuantitas/jumlah hasil panen. Sedangkan kerugian secara kualitas terjadi karena buah yang terserang lalat menjadi busuk.

Buah yang memiliki gejala terserang hama ini sudah tentu kualitasnya turun yang menyebabkan harga jualnya rendah dan bahkan buah bisa jadi tidak laku terjual. Hal ini karena sifat konsumen yang cenderung memilih buah yang segar dan sehat serta penampilan fisiknya baik tidak ada bekas tusukan hitam pada buah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *