PENANGGULANGAN PATEK ( ANTRAKNOSA ) PADA TANAMAN CABAI

Hama, Penyakit, Cacar, Antraknosa, Patek, Buah, Cabi
SERANGAN PATEK DI BUAH CABAI

Penyakit patek atau antraknosa merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang sering merepotkan petani atau pembudidaya. (Rev. 10-11-2020) 

Kerugian Akibat Serangan Patek

Kerugian yang timbul akibat serangan patek atau antraknosa ini terbilang sangat besar, bahkan tidak jarang penyakit patek atau antraknosa menimbulkan kegagalan panen, terutama pada tanaman cabai.

Penyakit ini banyak menyerang pada tanaman cabai terutama saat melakukan Budidaya pada sekitar bulan Pebruari sampai bulan Mei. Hal ini terjadi karena pada bulan tersebut lingkungan dengan curah hujan sudah mulai tinggi dengan disertai panas.

Sehingga Spora dari Jamur yang menyebabkan Antraknosa pada cabai banyak berkembang. Penyakit Patek (Antraknosa) ini sebenarnya banyak menyerang tanaman Hortikultura, namun yang paling sering dan parah apabila penyakit ini menyerang tanaman cabai.

1 – Tanaman yang Rentan  Terserang Patek Atau Antraknosa

Penyakit patek atau antraknosa menyerang berbagai jenis tanaman. Penyakit ini sangat sulit pengendaliannya, terutama jika kelembaban areal pertanaman sangat tinggi. Bagian tanaman yang terserang penyakit patek atau antraknosa pada umumnya adalah buah atau daun.

Penyakit patek atau antraknosa menyerang pada bagian daun terutama pada tanaman sansevieria, anggrek, bromelia, miracle, seledri, dan melon. Penyakit ini juga sering menyerang buah, terutama pada tanaman cabai, melon, apel, tomat, mangga, kopi, pepaya, alpukat, dan sebagainya.

2 – Jamur Penyebab Serangan  Penyakit Patek Atau Antraknosa

Penyakit patek atau antraknosa penyebabnya oleh serangan cendawan. Penyakit ini terutama menyerang pada saat kelembaban udara tinggi dan suhu rendah.

Pada musim hujan, penyakit patek atau antraknosa bisa menggagalkan areal pertanaman cabai hanya dalam waktu beberapa hari. Penyebaran miselium dan spora cendawan penyebab patek atau antraknosa sangat cepat.

Serangan sangat hebat terjadi pada saat kelembaban diatas 95% dan suhu udara dibawah 32° C. Beberapa jenis cendawan yang paling sering menyebabkan timbulnya penyakit patek atau antraknosa adalah Colletrotichum sp. dan Gloesperium sp.

Pada buah cabai, cendawan tersebut mampu bertahan dalam biji selama 9 bulan. Cendawan ini menjadi momok yang paling menakutkan terutama pada daerah subtropis dan daerah tropis seperti Indonesia.

3 – Gejala Serangan Patek Atau Atraknosa

Penyakit patek atau antraknosa sangat menakutkan terutama bagi petani cabai. Serangan patek atau antraknosa ini mampu membuyarkan impian petani tanam cabai untuk memetik hasil yang besar, bahkan tidak jarang justru menimbulkan kerugian meskipun harga cabai sedang tinggi.

Tanaman yang terserang penyakit patek atau antraknosa yang penyebabnya oleh infeksi cendawan Colletrotichum sp. menunjukkan gejala bercak cokelat kehitaman yang kemudian akan meluas menjadi busuk lunak.

Pada bagian tengah bercak terdapat kumpulan titik-titik hitam yang merupakan koloni cendawan. Sedangkan tanaman yang terserang patek atau antraknosa akibat infeksi cendawan Gloesperium sp. menunjukkan bercak cokelat dengan bintik-bintik berlekuk.

Pada bagian tepi bintik-bintik tersebut berwarna kuning membesar dan memanjang. Jika kelembaban tinggi, cendawan akan membentuk lingkaran memusat atau konsentris berwarna merah jambu. Awal serangan pada buah cabai biasanya dari bagian ujung buah yang mengakibatkan die back atau mati ujung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *