MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN SAPI YANG BAIK DAN BENAR

MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN SAPI YANG BAIK DAN BENAR. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Kotoran sapi bagi sebagian orang adalah hal yang menjijikkan, namun tahukah bahwa kotoran sapi sangat bermanfaat terutama bagi para petani karena dapat menjadi kompos.(Rev.24-10-2020)

Pupuk Kompos

KOMPOS, PUPUK

Proses pengomposan adalah proses menurunkan C/N bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (< 20). Selama proses pengomposan, terjadi perubahan-perubahan unsur kimia yaitu : 1) karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak dan lilin menjadi CO2 dan H2O, 2) penguraian senyawa organik menjadi senyawa yang dapat terserap tanaman.

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya pemanfaatannya sebagai pengganti pupuk buatan.

Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan penciriannya oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang.

Proses pembuatan dan pemanfaatan kompos rasanya masih perlu peningkatan lagi agar dapat termanfaatkan secara lebih efektif, menambah pendapatan peternak dan mengatasi pencemaran lingkungan.

Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama.

CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI

Mengingat pentingnya pupuk kompos dalam memperbaiki struktur tanah dan melambungnya harga pupuk buatan maka perlu menyusun buku petunjuk teknis pembuatan kompos organic berbahan kotoran sapi.

Hal ini untuk memudahkan petani dalam memanfaatkan kotoran sapi, sekaligus memproduksi pupuk organic yang akhirnya akan menambah pendapatan.

Manfaat penggunaan kompos organik antara lainnya adalah :

  1. Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan.
  2. Memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai.
  3. Menambah daya ikat tanah terhadap air dan unsureunsur hara tanah.
  4. Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah.
  5. Mengandung unsur hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organik).
  6. Membantu proses pelapukan bahan mineral.
  7. Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia.
  8. Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan (Yovita, 2001).

Pengolahan kotoran sapi yang mempunyai kandungan N, P dan K yang tinggi sebagai pupuk kompos dapat mensuplai unsur hara yang tanah butuhkan dan memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik (Iwan, 2002).

Pada tanah yang baik/sehat, kelarutan unsur-unsur anorganik akan meningkat, serta ketersediaan asam amino, zat gula, vitamin dan zat-zat bioaktif hasil dari aktivitas mikroorganisme efektif dalam tanah akan bertambah, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi semakin optimal (Rully, 1999).

PRODUKSI DAN KANDUNGAN KOMPOS ORGANIK

Seekor sapi mampu menghasilkan kotoran padat dan cair sebanyak 23,6 kg/hari dan 9,1 kg/hari (Tauscher et al. sitasi Iwan, 2002). Undang (2002) melaporkan bahwa seekor sapi muda kebiri akan memproduksi 15-30 kg kg kotoran per hari.

Kotoran yang sapi baru hasilkan tidak dapat langsung kita berikan sebagai pupuk tanaman, tetapi harus mengalami proses pengomposan terlebih dahulu.

Beberapa alasan mengapa bahan organik seperti kotoran sapi perlu pengomposan terlebih dahulu sebelum memanfaatkannya sebagai pupuk tanaman, antara lain adalah :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *