SENYUM CERAH PETANI KOL BUNGA DI KEDIRI BERSAMA ORIENT

SENYUM CERAH PETANI KOL BUNGA DI KEDIRI BERSAMA ORIENT

petani, petani kol bunga

Bercocok tanam kol bunga di musim penghujan memang acapkali dinilai lebih sulit dibandingkan saat musim kering. Namun dengan menggunakan varietas yang secara genetik tangguh di segala musim, seperti bunga kol hibrida dataran rendah Orient, kerisauan itu bisa lebih mudah mengatasinya dan senyum petani pun akan tetap merekah meskipun berada pada musim yang dinilai sulit tersebut.(Rev.21-10-2020)

Bagi petani sayuran di kawasan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bercocok tanam bunga kol di musim penghujan sekarang ini bukanlah hal yang dirasa sulit lagi. Pasalnya, sebagian besar dari mereka telah menemukan varietas yang tepat untuk pengembangan pada segala musim. Baik itu saat hujan ataupun kemarau.

Alhasil, mereka merasa seperti tidak ada bedanya antara bercocok tanam bunga kol pada waktu hujan dengan pada waktu kemarau. “Paling yang beda ya hanya penyakitnya lebih banyak. Tapi dengan varietas yang tahan pada saat hujan, masalah itu bisa teratasi dengan lebih gampang. Selain itu, kalau pas penghujan kan harga jualnya biasanya lebih tinggi dibandingkan saat kemarau, karena pasokan dari petani ke pasar cenderung kurang,” kata Edi Sujono, petani sekaligus pemilik pembibitan sayuran di Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kediri.

ORIENT Benih Bunga Kol Unggul Pilihan Petani Pada Musim Hujan

kol

Jaminan hasil yang tetap optimal pada musim basah dan harga jual yang lebih tinggi itulah yang membuat petani bunga kol  wilayah Papar semakin menyukai usaha tani ini. Menurut Edi, ‘kecintaan’ para petani itu semakin besar saat mereka mulai mengenal salah satu varietas bunga kol hibrida baru bernama Orient.

Varietas bunga kol produksi PT BISI International, Tbk. itu ternilai lebih ‘bandel’ pada segala musim, terutama saat musim hujan. Edi mengatakan, bunga kol Orient lebih tahan dari serangan penyakit yang kerap menyapa pada musim hujan. Misalnya, serangan bercak daun dan busuk lunak.

“Tanamannya bagus, dan memang lebih tangguh pada musim hujan. Pertumbuhannya tetap normal, daunnya subur nggak ada bercak. Yang penting lagi, meskipun pada musim hujan, bunganya tetap bagus, putih mulus, nggak ada trothol-trotholnya (bercak-bercak cokelat),” ungkap Edi.

Hal yang sama juga Jamiatun sampaikan, petani sayuran yang juga tetangga Edi. Dari pengalamannya menanam bunga kol, baru sekarang inilah ia mengaku puas dengan hasil yang ia peroleh. Berkat menanam Orient-lah ia bisa mendapatkan hasil yang optimal meskipun pada musim yang basah.

“Memang sae tandurane (bagus tanamannya-red.), kuat saat hujan. Kalau jenis lain yang dulu saya pernah tanam itu kurang kuat kalau kena hujan. Orient ini buahe tetep apik tur subur daune (buahnya tetap bagus dan subur daunnya-red.),” ujar Jamiatun yang saat Adi Tani menemuinya, baru saja memetik hasil panen Orient dari lahannya.

Sementara itu, Joko Sumarwan, petani asal Desa Pati, Kecamatan Papar juga turut senang dengan hasil yang Joko dapatkan dari bercocok tanam Orient. Dari 4.200 tanaman yang tertanam saat musim penghujan, ia mampu mendapatkan hasil hingga 1,8 ton bunga kol segar.

Potensi Untung Budidaya Bunga Kol Orient

bunga

Bukan hanya hasilnya yang melimpah, tapi Joko juga mendapatkan harga bagus saat itu. Ia mengaku mendapatkan harga jual berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Alhasil, ia pun bisa mendapatkan hasil lebih dari Rp. 25 juta. Padahal, modal yang telah ia gunakan tidak lebih dari Rp. 4 juta. Sehingga keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp. 21 juta.

Selain tangguh pada musim hujan, ukuran bunga Orient juga lebih seragam. “Rata-rata bobotnya setengah kiloan,” terang Edi yang sudah berulang kali menanam Orient dan terakhir kalinya menanam sebanyak 3.200 tanaman pada musim kemarau dan mampu menghasilkan 2 ton bunga kol.

Pun demikian dengan pasarnya. Dengan kondisi fisik bunganya yang ciamik pada segala musim dan ukuran yang seragam itulah akhirnya menjadi lebih mudah pasar menerimanya.

“Pasarnya nggak ada masalah dan juga lebih pedagang sukai. Karena bunganya bagus dan padat, sehingga juga tahan simpan,” lanjut Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dengan segala kelebihan itulah kini para petani daerahnya lebih memilih Orient setiap kali mereka hendak menanam bunga kol. “Sekarang hampir semua petani pada tempat ini tanam (Orient), karena sudah terbukti kuat saat hujan dan bunganya bagus,” sambung Edi yang juga menjadi penyedia bibit bunga kol bagi para petani pada desanya.

 Sumber : Majalah ABDI TANI