Bibit terong Hitavi F1 produk Panah Merah. Toko pertanian Lmga Agro jual benih terong hijau Hitavi harga murah hingga diskon. Hubungi bapak Budi SMS/WA : 08125222117.
Melayani konsultasi gratis mengenai budidaya pertanian, cara budidaya tanaman sayur dan buah hortikultura.
Juga konsultasi mengenai cara menanam benih terong Hitavi F1 dan menanam bibit terong.
Konsultasi pertanian mengenai cara perawatan tanaman terong Hitavi F1, mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman terong hingga panen terong.
Terong Hitavi F1 adalah varietas terbaru dari terong yang menawarkan pengalaman unggul, keahlian, otoritas, dan kepercayaan dalam dunia pertanian.
Benih terong Hitavi F1 kini bisa beli harga murah hingga diskon lewat toko pertanian Lmga Agro. Kami siap kirim pesanan bibit terong Hitavi F1 murah ke seluruh Indonesia.
Dikembangkan oleh para ahli di bidang tanaman, terong Hitavi F1 menggabungkan keunggulan genetik untuk menghasilkan buah yang lebih besar, lebih tahan terhadap penyakit, dan dengan produktivitas tinggi.
Terong Hitavi F1 telah menjadi primadona petani dan penghobi tanaman karena kemampuannya untuk tumbuh dengan baik di berbagai kondisi tanah dan iklim.
Para petani yang telah menggunakan varietas ini melaporkan hasil panen yang mengesankan dan kualitas buah yang luar biasa.
Terlebih lagi, terong hijau Hitavi Panah Merah telah diuji dan terbukti dapat diandalkan dalam hal keamanan dan kepercayaan.
Petani dan konsumen dapat merasa yakin bahwa terong ini bebas dari bahan kimia berbahaya dan memenuhi standar kualitas yang ketat.
Dalam panduan ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang terong Hitavi F1, termasuk cara menanamnya, merawatnya, dan memanfaatkannya secara komersial.
Temukan bagaimana varietas ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian Anda dan membawa manfaat finansial yang signifikan.
Dengan kepercayaan dan reputasi yang solid, terong Hitavi F1 adalah solusi ideal untuk pertanian modern yang berorientasi pada hasil dan kualitas yang tinggi.
Toko Pertanian LMGA Agro siap mengirim pesanan benih Anda dengan cepat ke seluruh wilayah Indonesia.
Toko Pertanian terdekat LMGA Agro sudah berpengalaman dalam memenuhi kebutuhan sarana prasarana pertanian bagi petani hingga toko pertanian seluruh wilayah Indonesia.
Benih Terong Hitavi F1
Benih terong Hitavi F1 Panah Merah adalah hasil produksi perusahaan benih Nasional PT East West Seed Indonesia (EWINDO).
Hitavi adalah benih terong hijau, memiliki karakteristik sebagai berikut :
-
Benih terong Hitavi F1 rekomendasi untuk tanam pada dataran rendah.
-
Secara genetik benih terong Hitavi memiliki ketahanan terhadap penyakit layu bakteri dan virus gemini.
-
Tanaman terong hijau Hitavi sudah dapat panen pada umur 52 hari setelah tanam.
-
Terong Hitavi F1 menghasilkan buah dengan bobot 231 hingga 252 gram per buah.
-
Terong Hitavi F1 berbentuk silindris dengan warna kulit hijau, daging buah berwarna putih dan panjangnya 20 – 25 cm dan berdiameter 4 cm.
-
Potensi hasil panen terong antivirus terbaik Hitavi dapat mencapai 65 hingga 72 ton/ha.
Budidaya Terong

Budidaya terong ( Solanum melongena ) merupakan salah satu tumbuhan penghasil buah yang bermanfaat sebagai sayuran. Tanaman terong berasal dari negara India dan Srilanka.
Dahulu, tanaman terong merupakan jenis sayuran yang biasa tumbuh di hutan-hutan Indonesia.
Namun kini budidaya terong sudah berlokasi pada kebun. Bahkan mulai dapat kita kembangkan sendiri pada halaman rumah dengan menggunakan polybag.
Tanaman terong merupakan sayuran yang mampu berproduksi hingga 2 tahun dan memiliki produktifitas yang cukup tinggi.
Sehingga tanaman terong juga salah satu jenis sayuran yang memiliki prospek yang menjanjikan.
Di Indonesia, jenis terong banyak sekali ragamnya, yaitu terong manggis, terong lalap, terong hijau, terong pondoh, hingga terong ungu.
Tanaman terong dapat tumbuh dimana saja, dataran rendah, menengah atau tinggi. Tanaman terong dapat berproduksi maksimal pada suhu 22 – 30 °C dengan pH 6,5 – 7.
Cara Menyemai Bibit Terong
Setelah benih terong Hitavi F1 siap, cara menyemai dapat kita lakukan pada lahan semai ataupun polybag.
Berikut cara menyemai bibit terong Hitavi F1 :
-
Menyiapkan lahan semai yang berukuran 50 x 50 cm, tinggi lahan semai 30 – 40 cm, tanah pada lahan semai kita gemburkan dengan cara kita cangkul.
-
Setelah cukup gembur, untuk menambah kesuburan tanah dapat kita taburkan pupuk kandang/kompos.
-
Benih tebarkan merata ke media semai lalu tutup kembali dengan media tanah.
-
Jika memungkinkan, benih yang sudah tersebar kita tutup dengan tanah agar benih tidak bertebaran saat kita siram atau kena hujan.
-
Pertumbuhan benih kita tunggu beberapa minggu atau sampai bibit muncul 4 – 5 helai daun. Setelah itu bibit terong Hitavi F1 dapat anda pindah tanamkan ke polybag/pot atau pada lahan tetap.
Baca Juga : Terong Ungu F1 Sri Long Tahan Virus
Cara Menyemai Bibit Terong Hitavi dalam Polybag

-
Polybag yang kita gunakan berukuran 40 x 50 cm, media yang kita gunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Media campuran tersebut kita masukkan polybag dan diamkan selama 2 hari.
-
Setelah media siap, buat lubang tanam sedalam 5 – 10 cm dan benih dapat masukkan dengan hati-hati dan tutup tanah kembali.
-
Satu polybag kita isi satu benih. Bibit yang siap tanam pada lahan tetap adalah yang berumur 25 – 30 hari setelah semai.
Persiapan Cara Menanam Terong Hitavi Panah Merah
Selama menyiapkan bibit pada persemaian, kita dapat melakukan persiapan lahan penanaman.
Awali dengan pembajakan sekali untuk membalik lapisan tanah bawah ke atas begitu sebaliknya.
Selanjutnya tanah kita airi dengan cara leb secara merata. Penggenangan kita lakukan selama 3 – 5 jam.
Pupuk dasar menggunakan pupuk kandang 15 kg/10 m² dan dolomit 10 – 15 kg/ 10 m² ( bila pH tanah asam ).
Setelah pupuk kandang tersebar merata, maka tambahkan pupuk urea 2,5 kg/ 10 tanaman, SP-36 3 kg/ 10 tanaman, KCl 1,5 kg/ 10 tanaman. Jika menggunakan pupuk NPK dosisnya 3 kg/ 10 tanaman.
Setelah pupuk dicampurkan dengan tanah, barulah kita buat bedengan berberbentuk single row, yaitu satu baris satu tanaman.
Jarak antar lubang adalah 75 cm dan selanjutnya bedengan tutup mulsa hitam perak.
Baca Juga : Tanam Terong Hitavi Panen Bebas Virus
Penanaman Terong Hitavi Yang Baik
-
Bibit yang bisa kita tanam adalah yang berumur 25 hari setelah semai. Bibit yang kita pilih yaitu telah muncul 3 helai daun sempurna, telah mencapai tinggi ± 7,5 cm.
-
Penanaman kita lakukan sore hari setelah sebelumnya bedengan kita genangkan untuk memudahkan pemindahan dan masa adaptasi pertumbuhan awal.
-
Bibit terpilih kita tanam pada lubang tanam yang anda buat sebelumnya yang kedalamannnya 10 – 15 cm. Untuk mencegah serangan hama, dapat menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran.
-
Waktu tanam yang ideal saat musim kering tetapi air cukup tersedia. Pilih bibit yang normal. Tanam bibit secara tegak lalu tanah sekitarnya kita padatkan. Siram lubang tanam hingga cukup basah.
Perawatan Tanaman Terong Hitavi
-
Melakukan penyulaman terhadap tanaman yang tidak normal, mati atau terserang hama dan penyakit. Penyulaman dapat anda lakukan maksimal sampai berumur 15 hari.
-
Pemasangan ajir kita lakukan sedini mungkin agar tidak menggangu dan merusak sistem perakaran. Ajir/turus/lanjaran kita buat dari bambu atau kayu yang panjangnya 80 – 100 cm dan lebarnya 2 – 4 cm. Ajir kita tancapkan satu tanaman satu ajir, dan ikatkan batang/cabang pada ajir.
-
Penyiangan kita lakukan terhadap rumput liar atau gulma pada sekitar tanaman dengan cara cabut. Penyiangan kita lakukan saat tanaman berumur 15 dan 60 – 75 hari setelah tanam.
-
Pemangkasan kita lakukan terhadap tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama. Bunga pertama yang tumbuh juga kita pangkas. Pemangkasan bertujuan untuk merangsang tunas-tunas baru dan pertumbuhan bunga agar lebih produktif dan segera tumbuh.
-
Pemupukan susulan kita lakukan saat berumur 21 hari setelah tanam. Pupuk yang kita berikan yaitu ZA 2,5 – 3 g/ tanaman, SP-36 2,5 – 3 g/ tanaman, KCl 1 – 1,5 g/ tanaman.
-
Pupuk kita berikan pada pinggir tanaman, berjarak 10 cm dari pangkal batang.
-
Pupuk susulan ke-2 kita berikan saat berumur 50 hari setelah tanam. Pupuk yang diberikan adalah NPK Grand S-15 sebanyak 8 – 10 g/ tanaman.
-
Pupuk susulan terakhir kita berikan saat panen kedua. Pupuk yang diberikan adalah NPK Grand S-15 sebanyak 10 gram/ tanaman.
Hama-Hama Tanaman Terong
-
Kumbang daun ( Epilachna spp. ) menyerang permukaan daun dengan meninggalkan bekas gigitan pada bagian bawah. Serangan berat dapat merusak semua jaringan daun hingga tinggal tulan-tulang daunnya saja. Pengendalian dengan mengumpulkan lalu kumbang kita musnahkan, mengatur waktu tanam, dan bila perlu menggunakan insektisida yang sesuai.
-
Kutu Daun ( Aphis spp. ) meneyerang dengan cara menghisap cairan sel terutama pada bagian pucuk atau pada daun-daun yang masih muda. Sehingga daun yang terserang menjadi tidak normal, keriput, keriting atau menggulung. Aphis spp. merupakan vektor/ pembawa virusnya. Pengendaliannya dengan mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman. Jika populasi Aphis spp. banyak dapat kita kendalikan menggunakan insektisida tipe racun kontak, atau racun sistemik. Dapat juga menggunakan insektisida botani dengan menggunkan ekstrak bawang putih, cara ini tidak banyak berpengaruh pada penyemprotan ke-2 dan seterusnya.
-
Tungau ( Tetranychus spp. ) menyerang hebat pada musim kemarau, dengan cara menghisap cairan sel tanaman hingga tampak bintik merah sampai kecoklatan dan hitam pada permukaan atas atau bawah. Pengendalian menggunakan insektisida sistemik.
-
Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ) aktif pada senja atau malam hari, menyerang tanaman yang masih muda hingga terkulai dan roboh. Saat siang sulit menemukan ulat Agrotis karena bersembunyi. Pengendalian dengan cara anda kumpulkan dan musnahkan atau menggunakan insektisida pada pukul 17.00 atau pagi sebelum pukul 05.00. Menggunakan insektisida tipe racun perut. Jika menggunakan insektisida kontak sebaiknya pada malam hari saat ulat muncul dan cukup penerangan.
-
Ulat Grayak ( Spodoptera litura F. ) menyerang dengan cara merusak dan memakan daun hingga berlubang. Pengendalian dengan mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, mengumpulkan ulat dan insektisida bila perlu.
-
Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn. ) menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, hingga buah menjadi rusak dan mudah busuk. Pengendalian yaitu ulat kita kumpulkan dan musnahkan, buah yang terkena anda buang, melakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam serta sanitasi kebun.
Penyakit-Penyakit Tanaman Terong
-
Layu Bakteri. Penyebabnya Pseudomonas solanacearum yang dapat hidup lama dalam tanah. Serangan hebat terjadi saat suhu udara cukup tinggi. Gejala serangan terjadinya layu pada seluruh tanaman secara tiba-tiba. Pada dasarnya serangan bakteri ini bersifat lokal yaitu pada pembuluh angkut/ xylem. Namun karena menyerang pada akar/leher akar hingga menghambat aliran unsur hara dan air dari tanah menuju daun dan akibatnya terjadi kelayuan tanaman yang bersifat sistemik. Pengendalian dengan mengatur jarak tanaman agar tidak terlalu lembab, melakukan pergiliran tanaman dan tidak menanam tanaman dari suku Solanaceae berdekatan yang dapat memperparah serangan. Bila perlu gunakan bakterisida.
-
Busuk Buah. Penyebab : jamur Phytophtora sp. Phomopsis vexans, Phytium sp. Gejala serangan berupa bercak coklat yang basah pada buah hingga buah membusuk. Pengendalian menggunakan Fungisida.
-
Bercak Daun. Penyebab : jamur Cercospora sp. Alternaria solani. Gejala serangan adanya bercak kelabu, kecoklatan atau berwarna hitam pada permukaan daun.
-
Antraknose. Penyebab : jamur Gloesforium melongena. Gejala serangan adanya bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam.
-
Busuk Leher Akar. Penyebab : Sclerotium rolfsii. Gejala yaitu pangkal batang yang membesar dan berwarna coklat.
-
Rebah Semai. Penyebab : Rhizoctonia solani dan Phythium spp. Gejala serangan yaitu batang bibit muda yang kebasah-basahan, mengkerut, dan akhirnya roboh lalu mati. Pengendalian dengan menggunakan varietas tahan virus seperti benih terong Hitavi F1, mengatur jarak tanam agar tidak terlalu lembab, melakukan pergiliran tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman.
Baca Juga : Katalog Produk Benih Terong
Panen Tanaman Terong Hitavi

Panen tanaman terong Hitavi bisa mulai kita lakukan pada umur 52 – 53 hari setelah tanam.
Kriteria buah yang layak kita panen yaitu daging belum keras, warna buah mengkilap, ukuran buah tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil.
Panen tanaman terong Hitavi dapat kita lakukan 2x seminggu dengan total dalam 1 musim melakukan 8x panen.
Hasil terong Hitavi F1 mencapai 21 buah per tanaman. Setelah panen ke-8, produksi mulai menurun baik kualitas dan kuantitasnya.
Demikian ulasan kami tentang cara menanam terong, budidaya terong, perawatan terong hingga panen terong.
Jual benih Terong Hitavi F1 cap Panah Merah, kini bisa anda beli lewat toko pertanian LMGA Agro.
Anda dapat menghubungi bapak Budi 0821 4174 7141; khusus SMS/WA 0812 5222 117.
Toko LMGA Agro menyediakan benih sayuran dan buah, pestisida, alat sarana dan prasarana pertanian lengkap.
Kami siap mengirim dan mengantar pesanan benih, sarana dan prasarana pertanian, dan kebutuhan Anda dalam bercocok tanam pertanian Anda ke seluruh wilayah Indonesia.
Melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, JNT, TIKI, KI8 dan sebagainya dengan cepat dan tepat.
Dapatkan dan segera beli benih terong Hitavi segera lewat toko pertanian online LMGA AGRO. Selagi stok barang masih ada.

