Jual Benih Melon Hibrida Monalisa F1 Murah. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. LMGA AGRO adalah toko pertanian online lengkap yang menyediakan dan jual berbagai kebutuhan bercocok tanam.
LMGA AGRO menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan jasa pengiriman logistik Nasional terpercaya. Mitra pengiriman kami contohnya seperti Indah Logistik, JNE, JNT, Wahana, Tiki, Pos Indonesia, KI8, dll.
Melon Monalisa
LMGA AGRO jual benih melon hibrida Monalisa murah dengan kualitas terbaik. LMGA AGRO jual benih melon hibrida Monalisa dan siap kirim sampai ke tujuan.
Melon Monalisa merupakan benih melon unggulan tahan virus Cap Kapal Terbang produk PT Bisi International, Tbk. Melon Monalisa Chia Tai Seed sangat cocok dikonsumsi karena manis dan memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi tubuh.
Melon Monalisa memiliki beberapa karakteristik seperti :
- Cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran menengah pada musim kemarau
- Tahan terhadap penyakit kresek dan virus Gemini
- Cara menanam melon Monalisa yang baik dan benar bisa menghasilkan 2 – 3 buah per tanaman dengan ukuran sama besar
- Jual Benih Melon Hibrida Monalisa F1 murah bisa Anda beli di toko pertanian LMGA AGRO
- Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, suhu rata – rata yang diperlukan adalah sekitar 24 – 30° C
- Bisa dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik
- Buah Melon Monalisa berbentuk bulat oval, net buahnya mudah untuk terbentuk dengan warna kulit buah hijau dan daging buahnya berwarna hijau keputihan
- Berat buahnya 2 kg dengan rasa yang manis (tingkat kemanisan buah melon Monalisa sekitar 13 % / brix)
- Kebutuhan benih melon Monalisa F1 per ha adalah 500 – 550 gram
- Bisa dipanen setelah tanaman melon Monalisa berumur ± 65 hst
- Potensi hasil panennya mencapai ± 45 ton per ha
- Tersedia dalam kemasan sachet ukuran 12,5 gram
Baca Juga : Semangka Inul Kuning Garnis Panah Merah Jadi Idola Petani
Cara Menanam Melon Monalisa

Cara menanam melon Monalisa yang baik dan benar perlu dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal serta terhindar dari serangan hama maupun penyakit yang bisa mengakibatkan kerugian.
Budidaya Melon Monalisa secara baik dan benar yaitu :
-
Persemaian
Meskipun benih melon Monalisa F1 ini sudah memiliki ketahanan virus terhadap virus Gemini, namun harus tetap memperhatikan kebersihan media tanam yang digunakan pada saat persemaian ini dilakukan.
Buat media tanam berupa tanah yang subur dan tidak ditumbuhi rumput liar. Ayak tanah tersebut terlebih dahulu sampai halus agar bibit lebih mudah tumbuh.
Setelah itu, buat polybag semai. Polybag semai tersebut dibuat dengan ukuran 6 x 8 cm. Masukkan tanah yang sudah halus ke dalam polybag semai, lalu atur polybag tersebut secara rapi dan berjajar. Berikan naungan / sungkup pada tempat persemaian, untuk bagian penyangga bisa menggunakan bambu setengah lingkaran.
Tempat persemaian tersebut dibangun dengan ukuran panjang 5 – 10 meter, tinggi 60 cm dan lebar 1 – 1,2 meter. Gunakan plastik transparan atau plastik UV sebagai atap tempat persemaian.
Rendam benih melon selama 4 – 6 jam ke dalam air hangat, campurkan dengan pupuk Vitaflora sebanyak 5 liter / 200 cc air dan Saromyl sebanyak 1 gram per liter. Setelah direndam, ambil il benih tersebut dan keringkan.
Setelah kering, masukkan benih ke dalam kardus bekas minuman mineral. Pasang lampu 10 watt di dalamnya, lalu biarkan benih melon Monalisa selama 1 – 2 malam.
Setelah kecambah muncul, maka pindahkan ke polybag semai. Setelah kecambah telah berumur sekitar 8 – 10 hari, maka kecambah bisa dipindahkan ke lahan tanam.
-
Persiapan Lahan Tanam
Bersihkan lahan tanam dari gulma atau rumput liar, lalu lakukan pengolahan lahan tanam dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sekitar 10 – 20 cm . Lakukan sampai tanah menjadi gembur.
Setelah tanah dibajak / dicangkul, buat bedengan dengan panjang disuaikan dengan lahan dan lebar sekitar 1,2 meter. Namun ukuran panjang idealnya yaitu sekitar 10 – 15 meter.
Sedangkan untuk tinggi bedengan dibuat dengan tinggi 40 cm. Berikan jarak antar bedengan dengan lebar 40 cm. Berikan jarak tanam melon sekitar 60 x 60 cm pada musim kemarau atau 70 x 70 cm pada musim hujan.
Jika semua itu sudah dilakukan semua, biarkan bedengan selama 10 sampai 14 hari. Proses ini bertujuan agar semua organism seperti cendawan / jamur, bakteri, serta hama bisa mati sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Bedengan diberikan pemupukan dasar berupa campuran 150 kg/ha pupuk ZA, 300 kg/ha pupuk KCl, dolomit 2 ton/ha, 6 ton/ha pupuk kandang, serta 350 kg/ha pupuk TSP. Berikan pupuk dasar ini jika pH tanah netral (berangka 7).
Berikan campuran pupuk tersebut pada bedengan secara merata dan balikkan tanah pada bedengan agar campuran pupuk tersebut meresap dengan sempurna dan merata.
Setelah itu, tutup bedengan menggunakan mulsa hitam perak. Bagian perak menghadap ke arah matahari sedangkan bagian berwarna hitam menghadap ke tanah.
Lakukan pemasangan mulsa ini pada waktu siang hari. Setelah itu, bedengan yang sudah tertutupi mulsa secara sempurna tersebut dibuatkan lubang tanam . Setiap bedengan dibuat lubang tanam sebanyak 2 baris.
Biarkan selama 7 hari agar pupuk yang telah diberikan sebelumnya menyatu sempurna pada tanah bedengan dan tidak bersifat panas pada tanaman melon.
-
Penanaman
Setelah bibit melon Monalisa berumur 8 – 12 hari, maka bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lahan tanam. Biasanya saat sudah berumur 8 – 12 hari bibit akan memiliki 3 sampai 5 helai daun. Pindahkan ke lahan tanam bersama dengan tanah yang menjadi media tanamnya saat dalam proses persemaian.
Sobek plastik polybagnya terlebih dahulu secara hati – hati, lalu keluarkan bibitnya bersama dengan tanahnya. Masukkan ke lubang tanam dan tutup dengan tanah. Lakukan penyiraman setelah bibit ditanam.
-
Pemeliharaan
Penyulaman bibit dilakukan jika terdapat bibit yang mengalami pertumbuhan yang tidak maksimal atau terserang penyakit. Lakukan proses penjarangan dan penyulaman ini saat bibit berumur 1 minggu.
Cabut bibit yang berkualitas kurang baik dan gantikan dengan bibit baru. Lakukan penyulaman pada sore hari agar proses adaptasi tanaman menjadi lebih cepat. Setelah itu lakukan proses penyiraman setelah penyulaman bibit selesai.
Melon menyukai kondisi lahan yang lembab dan basah, namun tidak tergenang oleh air. Hal itu karena akan mengakibatkan tanaman melon menjadi cepat busuk.
Penyiraman dilakukan secara rutin, namun air yang digunakan harus bersih. Siramkan air pada lahan tanam atau bisa dengan melakukan penggenangan got / saluran air maksimal setinggi 25 cm dari permukaan bedengan.
Untuk pemupukan susulan bisa dilakukan setelah tanaman berumur 7 hari setelah tanam (hst). Gunakan pupuk KNO3 Merah sebanyak 1 kg dan pupuk ZA sebanyak 2 kg. Larutkan dengan 100 liter air, lalu larutan pupuk tersebut dicampurkan. Siramkan sebanyak 250 ml per lubang pupuk.
Untuk selanjutnya, pemupukan susulan bisa diberikan tiap 10 hari sekali hingga tanaman melon Monalisa berumur 60 hari dimana tanaman melon Monalisa memasuki fase pembentukan dan pematangan buah.
Pupuk yang digunakan untuk proses pemupukan susulan ini yaitu 1 kg KNO3 Putih + 1 kg Calcium + 1 kg KNO3 Merah + 4 kg NPK 16:16:16. Larutkan campuran pupuk tersebut dengan 130 liter air. Siramkan larutan pupuk tersebut per lubang pupuk sekitar 250 ml.
-
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan Penyakit mungkin masih bisa menyerang selama fase pertumbuhan tanaman ini. Oleh karena itu untuk mencegahnya beberapa hal yang bisa kita lakukan. Diantaranya yaitu menjaga kebersihan lingkungan, mengatur jarak tanam, melakukan rotasi tanaman, dll.
Beberapa hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman melon contohnya seperti :
-
Penyakit antraknosa
Penyakit antraknosa atau patek merupakan penyakit yang sering menyerang tanaman melon. Penyakit ini sering disebut juga hawar pada akar, daun maupun ranting.
Penyebab penyakit antraknosa ini adalah cendawan Collectricum capsi. Cendawan ini akan berkembang pesat pada lingkungan lembab dan basah. Semua bagian tanaman melon bisa terserang penyakit antraknosa ini.
Gejala serangan penyakit antraknosa biasanya seperti munculnya bercak – bercak berwarna coklat pada daun, lalu berubah menjadi kemerahan. Pada bagian buah, akan muncul bulatan merah jambu dan ukurannya lama – lama akan semakin membesar.
Untuk mengendalikan penyakit ini, cara yang bisa digunakan yaitu membuang tanaman yang terserang serta membakarnya, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis
-
Tungau
Tungau merupakan salah satu hewan invertebrata kecil berkaki 8 dan termasuk ke dalam anggota Acarina. Adaptasi hama tungau cukup bagus dalam berbagai keadaan lingkungan, sehingga sangat berbahaya bagi perkembangan tanaman melon.
Gejala serangan hama tungau diantaranya yaitu terdapat titik – titik halus pada daun, berwarna kuning dan lama – kelamaan akan berubah menjadi hitam.
Daun yang terserang berwarna kuning atau coklat, lalu akan terpelintir dan melengkung. Bagian bawah daun berwarna abu – abu dengan terdapat jaringan – jaringan halus. Selain itu, terdapat juga sekumpulan hama yang terlihat seperti titik – titik berwarna orange, merah atau kuning.
Untuk mengatasi hama tungau, cara yang bisa dilakukan contohnya seperti membersihkan gulma di sekitar area lahan tanam, mencabut dan membakar tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi akarisida sesuai dengan dosis
-
Ulat Grayak
Ulat grayak merupakan salah satu hama utama melon. Serangannya sangat merugikan petani melon karena membuat perkembangan tanaman menjadi tidak optimal. Gejala serangan hama ulat grayak seperti rusaknya tulang daun, adanya lubang tidak beraturan pada daun serta tanaman melon menjadi gundul.
Cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama ulat grayak diantaranya seperti menjaga kebersihan lahan tanam,melakukan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis serta memusnahkan hama ulat grayak secara langsung dengan cara diambil dan dibakar
-
Penyakit busuk batang
Penyakit busuk batang disebabkan oleh cendawan Phoma Cucurbitacearum. Penyakit ini juga sering menyerang tanaman hortikultura. Gejala serangan penyakit busuk batang contohnya seperti adanya bercak – bercak hitam pada batang dan daun, batang dan daun menjadi pucat, kering, keriput, dan layu serta jika menyerang buah maka buahnya akan busuk sebelum buah menjadi besar.
Cara pengendalian penyakit busuk batang diantaranya seperti menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan lingkungan lahan tanam dari gulma, memusnahkan tanaman yang terserang dengan cara dibakar, serta melakukan aplikasi fungisida sesuai dengan dosis (apabila diperlukan).
-
Mosaik
Penyakit mosaik disebabkan oleh Virus Cucumber Mosaic Virus (CMV). Penyakit CMV virus ini menyerang berbagai tanaman, tak terkecuali tanaman melon.
Gejala serangan penyakit mosaik contohnya seperti adanya mosaik hijau tua – hijau muda pada daun dan memiliki bentuk berkerut, kerdil serta bagian tepinya menggulung ke bawah atau mengeriting. Pada bagian buah yang terserang terdapat gejala seperti munculnya bercak – bercak berwarna putih atau hijau pucat.
Untuk mengatasi penyakit mosaik, caranya dengan melakukan rotasi tanaman, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang, serta melakukan aplikasi pestisida sesuai dengan dosis
-
Kutu Kebul
Kutu kebul (Bemisia tabaci) merupakan hama utama dari berbagai tanaman hortikultura. Kutu kebul biasanya berdiam dibawah daun atau dibalik daun. Panjang tubuh kutu kebul dewasa sekitar 1 – 1,5 mm, dengan warna putih dan sayapnya yang juga berwarna putih dan dilapisi lapisan lilin.
Lama siklus kehidupan dari telur sampai menjadi kutu kebul dewasa adalah sekitar 21 – 24 hari. Dalam sebagian besar siklus hidupnya kutu kebul akan berdiam diri di bagian bawah daun.
Selain merusak tanaman yang diserang secara langsung, serangan kutu kebul juga bisa memberikan dampak tidak langsung akibat serangannya.
Kerusakan langsung yang diakibatkan oleh serangan kutu kebul contohnya seperti terjadinya klorosis (menguning), daun menjadi keriting, serta tanaman menjadi kerdil dan tidak produktif.
Kotoran yang dihasilkan kutu kebul mengandung cairan madu. Cairan madu ini secara tidak langsung mengundang jamur embun jelaga hitam untuk tumbuh. Proses fotosintesis pun juga menjadi terganggu akibat adanya cairan madu ini.
Dampak tidak langsung yang dihasilkan oleh kutu kebul yaitu sebagai vektor pembawa virus Gemini. Jika virus Gemini ini pernah menyerang tanaman yang mengandung virus kuning, maka tanaman yang terserang tersebut sampai kapanpun tetap bisa menularkan virus kuning / virus Gemini.
Hal inilah yang justru lebih berbahaya dibandingkan dengan kerusakan langsung akibat serangan kutu kebul. Jika sudah terserang virus mosaik ditambah dengan virus Gemini maka tanaman yang terserang tidak akan bisa disembuhkan.
Untuk mengendalikan hama kutu kebul yang berbahaya ini, caranya bisa dengan melakukan penyiangan gulma, menjaga kebersihan lahan tanam, melakukan rotasi tanaman, serta melakukan aplikasi pestisida berbahan aktif Imidakloprid dan Abamectin sesuai dengan dosis
-
Lalat buah
Lalat buah menyerang buah saat masih berukuran kecil. Lalat betina memasukkan telurnya ke dalam buah, lalu telur tersebut menetas dan memakan daging buah melon. Akibatnya, buah melon menjadi busuk dan menguning, dan lama – kelamaan akan rontok.
Untuk mengatasi serangan lalat buah, cara yang bisa dilakukan yaitu memasang perangkap lalat buah atau bisa juga menerapkan aplikasi insektisida sesuai dengan dosis
-
Pemanenan
Saat tanaman melon Monalisa telah berumur ± 65 hst, maka buahnya sudah bisa dipanen. Untuk memanennya, potong tangkai buanya menggunakan pisau atau gunting.
Sisakan tangkai sepanjang 2 cm agar masa penyimpanan buahnya menjadi lebih lama. Lakukan proses pemanenan buah melon Monalisa secara bertahap dan secara hati-hati.
Buah melon Monalisa F1 juga bisa dipanen saat tingkat kematangan buah yang telah mencapai sekitar 90 persen atau sekitar 3 – 7 hari sebelum panen.
Lakukan proses pemanenan di waktu pagi hari, yakni pada jam 8 sampai jam 11. Masukkan buahnya ke dalam keranjang dan lapisi dengan menggunakan alas berupa kertas atau bahan lainnya agar buah tidak kotor.
Sortir buah agar buah yang memiliki kualitas baik terpisah dari buah berkualitas kurang baik. Buah melon hibrida Monalisa pun siap untuk dipasarkan.
Baca Juga : Cabai Keriting Unggul Bersama Benih Hibrida F1 Tahan Penyakit
Belanja Online dan Jual Benih Melon Hibrida Monalisa F1 Cap Kapal Terbang Murah

Belanja Online Benih Melon Monalisa Cap Kapal Terbang Murah bisa Anda beli di toko pertanian online terpercaya LMGA AGRO. LMGA AGRO merupakan agen, supplier, distributor, reseller, dropshipper kebutuhan pertanian terlengkap dengan harga murah dan promo.
LMGA AGRO jual produk pertanian seperti pupuk, zpt, pestisida, alat pertanian dan spare part, benih tanaman, dll. Semua tersedia lengkap di toko pertanian online LMGA AGRO.
Untuk mengirim pesanan produk tersebut, LMGA AGRO menggandeng mitra pengiriman terpercaya di Indonesia. Mitra pengiriman kami contohnya seperti JNE, JNT, KI8, Pos Indonesia, Tiki, Wahana, Indah Logistik, dll. Semua pesanan dijamin pasti akan sampai ke alamat tujuan.
Konsultasi seputar masalah pertanian juga LMGA AGRO berikan untuk menambah kepuasan Anda. Untuk Anda yang tertarik membeli produk pertanian yang kami jual atau ingin berkonsultasi seputar masalah pertanian bisa langsung menghubungi LMGA AGRO melalui no. telepon 082141747141 (Khusus Layanan Telepon) atau 08125222117 (Khusus Layanan WA/SMS).
Sekian artikel seputar Jual Benih Melon Hibrida Monalisa Murah ini saya tulis dan sampaikan. Semoga memberikan manfaat yang positif untuk pembaca semua.
Apabila masih terdapat hal – hal yang kurang jelas bisa langsung menghubungi LMGA AGRO melalui no. telepon yang tertera diatas. Salam sukses.

