Benih Cabai Rawit Tahan Hujan Yang Resisten Terhadap Penyakit

Saat melakukan kegiatan budidaya tanaman cabe rawit di musim hujan, beraneka jenis penyakit sangat rentan menyerang tanaman, yang akan mengacaukan proses pertumbuhannya.
Untuk memberantas penyakit tanaman cabe pada musim hujan, umumnya petani memanfaatkan fungisida, yang terbukti ampuh untuk memberantas penyakit tanaman berbahaya.
Akan tetapi, selain memakai fungisida, petani juga bisa memanfaatkan benih cabai rawit tahan hujan, yang biasanya resisten terhadap serangan penyakit.
Berikut adalah beberapa contoh benih cabai rawit tahan hujan yang resistan terhadap serangan penyakit, serta menjadi idola petani saat melaksanakan budidaya.
Ori 212
Benih cabai rawit tahan hujan yang pertama merupakan Ori 212, yang merupakan produksi dari pabrik unggulan, yakni Aura Seed Indonesia.
Selain bisa tahan terhadap cuaca hujan, benih cabe Ori 212 juga terkenal resisten terhadap serangan penyakit busuk batang serta layu bakteri.
Proses budidaya dari benih cabe rawit Ori 212 dapat petani lakukan pada semua jenis dataran, baik pada dataran tinggi maupun rendah.
Fase pemanenan dari tanaman cabe rawit Ori 212 adalah saat umur tanaman sudah mencapai sekitar 91 sampai 96 hari setelah tanam.
Untuk ukuran panjang buah cabai rawit dari bibit Ori 212 adalah sekitar 4 – 4.5 cm, berdiameter 1 – 1.2 cm dan beratnya sekitar 3 – 3.5 gram.
Bibit cabe rawit Ori 212 yang harganya terjangkau bisa petani beli dalam Toko Pertanian LMGA AGRO, yang tersedia pada kemasan 10 gram.
Kaliber
Benih cabai rawit tahan hujan yang kedua adalah Kaliber, salah satu produk bibit produksi dari pabrik populer, yakni Jogja Horti Lestari.
Tidak hanya terbukti tahan hujan, bibit cabai Kaliber juga resisten penyakit patek atau antraknosa, layu sampai virus kuning serta keriting.
Petani dapat menanam benih cabe Kaliber pada segala jenis dataran, baik pada daerah dataran rendah sampai tinggi.
Untuk usia pemanenan dari tanaman cabai Kaliber adalah ketika sudah mencapai sekitar 95 – 100 hari setelah petani tanam.
Potensi hasil panen dari benih cabai Kaliber adalah 700 – 750 untuk setiap satu pohon tanaman, dengan rasa yang cukup pedas.
Dalam kegiatan budidaya pada lahan seluas satu hektar, petani memerlukan bibit cabe Kaliber sekitar 70 – 80 gram.
Petani dapat membeli bibit cabe rawit Kaliber dengan harga murah pada Toko Pertanian LMGA AGRO, yang ada dalam kemasan 10 gram.
Pusaka 18
Benih cabai rawit tahan hujan yang ketiga merupakan Pusaka 18, suatu produk bibit produksi dari pabrik terbaik, yaitu Cap Tiga Bintang.
Selain terkenal dapat beradaptasi dengan baik saat musim penghujan, bibit cabe rawit Pusaka 18 juga terbukti resisten terhadap serangan penyakit berbahaya.
Contohnya seperti bisa resisten terhadap penyakit antraknosa, layu bakteri, tahan serangan virus yang umumnya menyerang tanaman cabai saat hujan.
Ukuran panjang buah cabai dari benih Pusaka 18 adalah sekitar 4 – 6.5 cm, dengan diameter 1.2 cm dan beratnya sekitar 3.5 gram per buahnya.
Waktu yang tepat untuk pemanenan dari tanaman cabe rawit Pusaka 18 adalah saat umur tanaman mencapai sekitar 80 – 85 hari setelah tanam.
Bibit cabe rawit Pusaka 18 berharga terjangkau bisa petani dapatkan dalam Toko Pertanian LMGA AGRO, yang tersedia pada kemasan 10 gram.
Mhanu F1
Benih cabai rawit tahan hujan yang keempat adalah Mhanu F1, produk bibit produksi dari salah satu pabrik unggulan, yakni Halbanero.
Tidak hanya terbukti tahan hujan, bibit cabe rawit Mhanu F1 juga resistan pada serangan penyakit, seperti patek, busuk batang serta banyak lainnya.
Pohon tanaman cabe dari benih cabai Mhanu F1 lumayan kokoh, dengan percabangan yang banyak dan produktif, sehingga mampu memproduksi panen tinggi.
Hasil panen dari cabai rawit Mhanu F1 pada budidaya menggunakan lahan seluas satu hektar adalah sekitar 17 – 20 ton.
Untuk umur pemanenan dari cabai rawit Mhanu F1 adalah ketika sudah mencapai sekitar 85 – 90 hari setelah petani tanam.
Petani dapat membeli bibit cabe rawit Mhanu F1 dengan harga murah pada Toko Pertanian LMGA AGRO, yang ada dalam kemasan 10 gram.
Selain beberapa benih tersebut, masih banyak lagi benih cabai rawit tahan hujan, yang dapat petani gunakan.
Contohnya seperti Saka Geni, Shypoon, Ponirun, Dewata F1, Prentul F1, Mahameru, serta ada banyak lagi beberapa benih yang lain.
Baca Juga : Harga Benih Cabe Columbus Murah Tarik Minat Petani