BUDIDAYA TANAMAN SAYUR DI PEKARANGAN RUMAH

Beri Penilaian

Budidaya, Sayur, Buah, Tanaman, Perkotaan, Urban Farming, Vertikal, Lahan Sempit, LMGA AGRO, PenghijauanTanaman sayur adalah tanaman budidaya yang cepat untuk pengambilan hasil panennya. Dalam budidaya sayuran tidak terlalu rumit seperti jika kita merawat tanaman hias. (Rev. 11-01-2021).

Sayuran juga merupakan komoditi hortikultura yang konsumen banyak gemari sebagai salah satu sumber serat, vitamin, dan zat gizi lain.

Budidaya tanaman sayur tidak memakan waktu panjang, hanya butuh pemeliharaan yang sesuai dan cermat agar sayur dapat panen saat masaknya pas. Budidaya sayuran tidak memerlukan lahan yang luas agar dalam prakteknya, cukup menanamnya dalam botol bekas atau polybag saja sayuran sudah bisa tumbuh dengan baik.

Kadar masak sayuran berbeda – beda tergantung konsumsi. Misalnya saja pada jagung, terdapat perbedaan dalam tingkat konsumsi jagung yang konsumen minta yaitu masak fisiologis dan matang hortikultura. Perbedaan dari keduanya adalah jelas dari kepentingan konsumen dalam mengolah produk sayuran ini.

Jika kosumen ingin jagung sebagai bahan pembuatan pakan ternak, maka panen jagung ini pada tahap masak fisiologis. Yang mana jagung mencapai kemasakan yang sesungguhnya dan tertandai dengan adanya black layer pada biji jagung.

Sedangkan jika akan mengonsumsinya sebagai tumis, maka konsumen akan memilih jagung yang masih muda atau baby corn. Tahap inilah yang  kita namakan sebagai matang hortikultura.

Manfaat Sayuran Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Mengonsumsi Sayuran sehari – hari adalah sangat penting, mengingat sayuran sebagai serat dan nutrisi bagi tubuh manusia. Jika kekurangan serat dan nutrisi, maka metabolisme dalam tubuh akan terganggu dan berakibat buruk bagi kesehatan manusia.

Melihat pentingnya konsumsi sayuran maka perlu pengadaan bentuk usaha budidaya sayuran secara mandiri agar kebutuhan masing – masing rumah tangga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Pekarangan merupakan lahan dengan luasan tertentu yang letaknya pada depan, samping atau belakang rumah. Memaving pekarangan yang terjadi pada umumnya adalah contoh dari pekarangan yang tidak produktif.

Dalam usaha menunjang ketahanan pangan skala rumah tangga membutuhkan pekarangan yang produktif. Pekarangan yang produktif tidak harus luas karena ada beberapa metode dalam pemanfaatan pekarangan khususnya jika menanaminya dengan tanaman sayur.

Tanaman sayur yang umum tanam pada pekarangan adalah : bayam, sawi, caisim, cabai, tomat dan kangkung.

Berbagai cara budidaya sayuran pada pekarangan dapat menciptakan dan mendesainnya sesuai dengan keinginan. Cara budidaya sayuran pada pekarangan dapat melakukannya dengan menggunakan polybag maupun menanamnya langsung pada lahan pekarangan rumah.

Metode yang lebih modern untuk budidaya sayuran adalah menggunakan vertikultur apabila lahan pekarangan luasannya terbatas. Vertikultur merupakan salah satu metode pertanian pada lahan sempit dengan cara menyusun dan menumbuhkan tanaman secara vertikal (keatas).

Cara budidaya sayuran modern lainnya adalah bercocok tanam secara hidroponik. Metode hidroponik ini tergolong metode budidaya tanaman yang relatif mahal karena pada hidropnik ini tidak memakai tanah sebagai media tanam.

Tetapi memakai larutan hara dan nutrisi serta biasanya memerlukan instalasi khusus agar aerasi tetap terjaga pada daerah akar. Metode hidoponik terbedakan menjadi beberapa dan yang umum adalah metode air menggenang dan metode mist (kabut).

2 Comments on “BUDIDAYA TANAMAN SAYUR DI PEKARANGAN RUMAH”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.