CARA MENCAMPUR PESTISIDA PERTANIAN YANG BAIK DAN BENAR

Beri Penilaian
Bahan, Pestisida, Cara Mencampur, Pertanian, Petani, Residu, Limbah, Harga, Murah, LMGA AGRO, Ulat, Hama, Penyakit
PESTISIDA PERTANIAN

PESTISIDA PERTANIAN DAN CARA MENCAMPURNYA YANG BAIK DAN BENAR. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO.

Perkembangan pertanian baik dari jenis tanamannya, hama penyakit, tantangan biaya, tenaga kerja, harga hasil pertaniannya dan kompetisi pasar semakin hari akan semakin komplek, luas dan bervariasi.

Apalagi pada tahun 2015 ini akan ada tantangan baru yaitu dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ). (Rev.23-11-2020)

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkatkan daya saing cara dan strategi jitu bertani kita agar produk yang dihasilkan semakin bisa bersaing.

Tidak saja dengan pasar dalam Negeri tapi  juga harus bisa menang bersaing  dengan pasar dari Luar Negeri (Minimal Negara Asean) pada saat resmi Masyarakat Ekonomi Asean terbuka tahun 2015.

Pada saat Masyarakat Ekonomi Asean dibuka tentunya pesaing kita dalam Bidang Produk pertanian yang paling berat adalah Negara Thailand dan Vietnam. Yang selama ini barangnya seringkali membanjiri negara kita.

Tantangan Produk Pertanian Di ASEAN

Selain tantangan berupa produk pertanian Negara ASEAN yang membanjiri kita juga harus berkompetisi dengan Tenaga Kerja Ahli dari warga Negara Anggota Asean dalam memperebutkan dan mengisi Tenaga Kerja pada Indonesia.

Kembali ke Masalah Produk pertanian tentunya agar produk pertanian baik berupa buah maupun sayur yang kita hasilkan bisa berkompetisi dan laku terjual pada Negara ASEAN.

Tentunya salah satu syarat utamanya adalah kandungan Bahan Kimia (Residu Pestisida) produk yang kita tidak boleh terlalu tinggi.

Kandungan Residu Pestisida yang terlalu tinggi akan menyebabkan negara-negara ASEAN tidak bisa menerima barang kita (Saat MEA dibuka) dan bahkan menyebabkan gangguan penyakit seperti Kanker, Liver DLL.

Residu pestisida adalah pestisida yang masih tersisa pada bahan pangan setelah pengaplikasian ke tanaman pertanian. Lembaga yang berwenang pada berbagai negara mengawasi dan menetapkan batas aman tingkat residu pada bahan pangan umumnya.

Paparan populasi secara umum dari residu ini lebih sering terjadi melalui konsumsi bahan pangan yang penanamannya dengan perlakuan pestisida. Penanaman atau pemrosesan pada tempat yang dekat dengan area berpestisida.

Banyak dari residu pestisida ini merupakan pestisida sintetik berbahan dasar klor. Yang menunjukan sifat bioakumulasi  yang dapat terkumpul dan menumpuk dalam tubuh dan lingkungan hingga pada jumlah yang membahayakan. 

Senyawa kimiawi yang persisten dapat terakumulasi dalam rantai makanan tanpa terurai, dan telah terdeteksi pada berbagai produk hewan mulai dari daging sapi, daging ayam, telur ayam dan daging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.