BUDIDAYA TANAMAN TIMUN YANG BAIK DAN BENAR

timun,tanaman,hasil budidaya, lmga agro
HASIL BUDIDAYA TIMUN

BUDIDAYA TANAMAN TIMUN YANG BAIK DAN BENAR. 08125222117 WA/SMS LMGA AGRO. Timun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman sayuran yang banyak mafaat dan  kegunaannya antara lain sebagai bahan makanan ( diolah sebagai Acar Timun, Es Timun ), bahan obat-obatan dan bahan kosmetika.(Rev:9-10-2020)

Budidaya tanaman timun memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai bahan makanan. Timun mengandung zat gizi antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin, B2, vitamin C, serat, niacin dan air.

Timun bukanlah tanaman asli Indonesia, tetapi tanaman yang berasal dari daerah subtropis. Pada mulanya tanaman timun tumbuh liar pada lereng gunung Himalaya dan sebagian terdapat pada Afrika. Timun menyebar ke negara-negara Asia dan kini telah menyebar ke seluruh dunia.

Timun adalah tanaman sayuran buah semusim atau berumur pendek seperti terong, labu dan tomat. Dan tanaman ini tumbuh menjalar, berbentuk semak atau perdu hingga bisa mencapai tinggi 2 meter.

Akar berbentuk tunggang dan berair, batang lunak dan berair, daun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda, berbulu halus dan tulang daun menjari.

Bunga terdiri dari bunga jantan dan betina dengan perbandingan jumlah yang relatif sama. Buah panjang silindris dengan bentuk beragam tergantung varietasnya.

Saat ini jenis varietas timun yang ada pada pasaran dan sudah banyak petani Indonesia tanam antara lainnya adalah : Timun F1 Harmony, F1 Hercules, F1 Monza, F1 Magic, F1 Bandana, F1 Mercy,  F1 Galaxy, Mikro 203, F1 Roman, Asian Star, Phuket, Ninja, Titan, Hijau Roket, Putih Roket, F1 Si Putih untuk jenis timun yang sudah tahan Virus antara lain Timun F1 Harmony Plus, F1 Metavy, F1 Bhakti, F1 Tirta, F1 Zatavy, F1 Monas, F1 Manggala, F1 Pesona 20, F1 Warrior, F1 Harmony Plus, F1 Hercules Plus.

Agroklimat (tanah dan iklim)

Faktor penting dalam setiap penanaman adalah Agroklimat (tanah dan iklim). Lokasi yang cocok untuk budidaya tanaman timun adalah di tempat dengan ketinggian 200 – 800 m dpl (dari permukaan laut) dan masih toleran sampai 1.000 m dpl atau kurang dari 200 m dpl.

Ketinggian tempat ini sangat terkait dengan iklim setempat. Jenis tanah yang cocok adalah regosol dan latosol yaitu lempung ringan berdrainase baik. Selain itu juga tanah yang gembur, banyak mengandung bahan organik dengan solum (kedalaman tanah) dalam. pH tanah 5,5 – 7,5.

Iklim yang cocok adalah suhu udara 20 – 32 derajat C, kelembaban udara 50% – 85%, curah hujan 200 – 400 mm/bulan, cahaya matahari 350 – 400 cal/mm2 setiap hari.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman untuk budidaya tanaman timun dimulai ketika tanaman berumur 5 – 10 hari. Pada umur 5 HST biasanya petani melakukan penyulaman pada lubang-lubang tanam yang kosong (tidak tumbuh) dan penjarangan pada lubang tanam yang berisi 3 tanaman/lebih.

Setelah kegiatan penyulaman dilanjutkan dengan penyiangan terhadap rumput dan penutupan rongga tanah disekitar lubang tanam untuk memperkokoh tegaknya batang timun.

Kegiatan selanjutnya adalah pemopokan. Pemopokan tujuannya untuk menutup rerumputan yang tumbuh pada atas bedengan serta memberi efek dingin pada media tumbuh sehingga akar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Setelah pemopokan selesai dilanjutkan dengan pemasangan lanjaran/teturus. Kebutuhan lanjaran/teturus adalah 45.000 – 50.000 batang/hektar. Harga teturus Rp. 25,00 – Rp. 30,00/batang.

Pada umur 12 HST dilakukan pemupukan susulan dengan cara dikocor. Pupuk susulan yang dikocorkan ini terdiri dari Urea : ZA : SP-36 : DAP : KNO3 dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1 : 1/4 atau 100 gram Urea + 100 gram ZA + 100 gram DAP + 25 gram KNO3 dilarutkan dalam 10 liter air.

Pupuk susulan ini dilakukan sebanyak 5 – 6 kali, yaitu umur 12 HST, 15 HST, 18 HST, 19 HST, 22 HST dan 25 HST. Perawatan tanaman lainnya adalah pengikatan lanjaran dan cabang timun. Penyemprotan insektisida dan fungisida mulai umur 10 HST dengan interval 3 hari.

Penyemprotan pupuk daun, insektisida, fungisida serta ZPT biasanya dijadikan satu. Agar pemakaian tenaga kerja lebih efisien dan pelaksanaannya juga disesuaikan dengan keadaan dan umur tanaman serta serangan hama dan penyakit.

Pemupukan susulan selanjutnya diberikan secara kering dengan ditugalkan diantara 4 lubang tanam atau dengan hanya ditabur ditengah bedengan. Pupuk susulan kering ini terdiri dari ZA: SP-36 : KCl dan NPK dengan perbandingan 2 : 1/2 : 1/2 : 1 diberikan pada umur 26 HST.

Hama dan Penyakit Timun

Hama dan penyakit pada timun sebenarnya tidak terlalu banyak. Segera lakukan pemberantasan hama dan penyakit setelah terlihat tanda-tanda serangannya. Cara pemberantasannya antara lain dengan cara mekanis atau eradiksi/pemotongan daun, maupun dengan cara kimia atau penyemprotan pestisida. Perlakuan terbaik adalah dengan jalan pencegahan atau preventif.

HAMA PADA TIMUN

1. HAMA THRIPS
Nimfa dan imago thrips dari ordo Thysamoptera sama-sama merusak tanaman, yaitu meraut dan mengisap cairan sel. Tanda kerusakan awal adalah apabila menghadapkan daun pada sinar matahari akan terlihat bintik berwarna putih sebesar tubuh hama itu sendiri.
Selanjutnya bintik ini meluas dan akhirnya daun menguning dan mengering. Pengendalian serangan hama ini dengan melakukan cara mekanis, yaitu membunuh binatangnya bila terlihat pada batang tanaman.
Untuk cara lainnya adalah dengan jalan memasukkan larutan insektisida ke sarangnya atau lakukan penyemprotan insektisida pada tanaman. Dapat menggunakan Winder 100 EC dengan dosis 1 Cc / Liter atau tambahkan dengan Demolis 18 EC 0.5 Cc/ Liter.
2. JANGKRIK
Pada budidaya tanaman timun jangkrik dari ordo Ortoptera menyerang tanaman timun gherkin muda pada lapangan. Jangkrik ini memotong batang tanaman dan kemudian meninggalkan potongannya pada tempat atau membawanya ke sarangnya.
Pengendaliannya sama dengan pengendalian pada thrips.
3. ULAT TANAH (Agrotis ipsilon)
Ulat tanah ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Dengan gejalanya batang tanaman terpotong pada sekitar leher akar.
Lakukan pengendalian ulat tanah ini dengan menggunakan Insektisida Biologi TUREX yang tercampur dengan Dedak halus yang tercampur dengan irisan daun pepaya.
Untuk Dosisnya TUREX 100 Gram campur dengan dedak halus 1 Kg campur rata dengan Irisan daun pepaya sampai rata.
Selanjutnya berikan campuran pada pangkal Tanaman 1 sendok per tanaman. Lakukan pemberian pada sore hari karena sifat dari ulat tanah ini keluar dan makan pada malam hari.
4. OTENG-OTENG atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).
Berupa hewan Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala serangannya dengan merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong. Dan pada serangan berat, daun akan tinggal tulangnya.
Pengendaliannya bisa menggunakan STOPPER + PROMECTIN 60 EC.
5. LALAT BUAH  (Dacus cucurbitae Coq.)

Berupa hewan Lalat dewasa berukuran 1-2 mm yang menyerang mentimun muda untuk sebagai tempat bertelur. Gejala serangannya dengan memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk.

Lakukan pengendalian Lalat Buah dengan menggunakan BA. Metamidofos (META ) atau Raydent dengan sekaligus bareng dengan pemasangan perangkap Lalat Buah ( YELLOW TRAP ).

6. KUTU DAUN (Aphis gossypii Clover)
Merupakan hewan Kutu yang berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala serangannya yaitu dengan menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung.
Kutu ini juga sebagai penyebar virus. Pengendalian penyakit oleh kutu ini bisa menggunakan SAMITE 135 EC + PROMECTIN 60 EC 
timun,tanaman, virus, tahan virus, LMGA AGRO, toko online,dealer,agen7. VIRUS 
Jenis virus yang menyebabkan penyakit adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV), Potato virus mosaic (PVM), Tobacco Etch Virus (TEV), tomato Bushy Stunt Virus (TBSV).
Sedangkan serangga yang menjadi vektornya adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov.
Gejala penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil.
Untuk pengendaliannya bisa dengan mengendalikan serangga vektor menggunakan  Winder 100 EC + Samite 135 EC + Promectin 60 EC. Atau dengan mengurangi kerusakan mekanis seperti mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili yang bukan Cucurbitaceae.
8. KUDIS (Scab)
Penyebab kudis adalah cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejalanya dengan  adanya bercak basah yang mengeluarkan cairan, yang jika mengering akan seperti karet. Dan bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus.

 PENYAKIT PADA TIMUN

Penyebab Downy Mildew adalah Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt, yang menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16-22°C dan berembun atau berkabut. Gejala penyakit ini yaitu daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk.
Awal serangan penyakit Downy mildew atau Pseudomonas cubensis Berk dan Curt dengan adanya bintik hitam pada permukaan daun yang kemudian berubah menjadi kuning. Selanjutnya bintik ini meluas menjadi bercak kotak-kotak berwarna kuning atau cokelat mengikuti besarnya jala atau tulang daun, yang menghubungkan cabang-cabang pada tulang daun.
Tanda yang lain adalah terdapatnya jamur berwarna hitam pada bagian bawah daun. Pengendalian dan pemberantasan penyakit ini melakukannya dengan penyemprotan fungisida seperti Magenta, Victory Mix  atau Victory 80 WP  + Starmil 25 WP .
2. POWDERY MILDEW  
Penyebab penyakit ini adalah Erysiphe cichoracearum, yang berkembang jika tanah kering pada musim kemarau dengan kelembaban tinggi. Gejala serangannya yaitu pada permukaan daun dan batang muda tertutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering.
Pengendalian penyakit ini melalui pemberian atau Pengocoran dengan larutan ARASHI saat tanaman masih pada Persemaian sebelum pindah tanam.
Awal serangan penyakit ini tertandai dengan terdapatnya serbuk halus berwarna putih pada permukaan atas dan bawah daun. Selanjutnya spora jamur ini akan meluas merata pada helaian daun sehingga menyebabkan daun menguning, menebal, kaku, dan melipat ke atas.
Pengendalian dan pemberantasannya sama seperti pada penyakit Downy mildew. Pengendalian POWDERY MILDEW dapat menggunakan Promefon dengan dosis 1 CC / Liter.
3. ANTRACNOSE
Penyebab dari Antraknose adalah cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala serangan berupa bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati. Dan gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah.
Bila udara lembab, pada tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian terhadap penyakit ini bisa menggunakan Starmil 25 WP + Victory ata Victory Mix.
4. BERCAK DAUN BERSUDUT
Penyebab bercak daun bersudut adalah cendawan Pseudomonas lachrymans dan cendawan ini menyebar pada saat musim hujan. Gejala serangannya yaitu daun berbercak kecil kuning dan bersudut.
Dan pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendaliannya bisa menggunakan Victory Mix + Starmil 25 WP.
5. BUSUK BUAH
Penyebab Busuk Buah antara lain adalah cendawan Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt, Phytopthora sp, Fusarium sp, Rhizophus sp, Erwinia carotovora pv Carotovora. Dengan terjadinya Infeksi saat pada kebun atau tempat penyimpanan.
Gejala serangan dari Phytium aphinadermatum menyebabkan buah busuk basah dan jika tertekan buah akan pecah. Untuk Gejala dari Phytopthora yaitu muncul bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut.
Gejala oleh Rhizophus menyebabkan bercak agak basah, kulit buah lunak tertumbuhi jamur dan buah mudah pecah. Gejala dari Erwinia carotovora yaitu buah membusuk, hancur dan berbau busuk.

Untuk pengendaliannya yaitu dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C. Bisa dengan menggunakan Victory Mix + Starmil 25 WP.

Pemanenan

Panen dan pemasaran hasil panen budidaya timun biasanya berlangsung secara bersamaan mulai pada umur 33-35 HST. Hal ini tergantung tingkat kesuburan tanah dan varietas yang tertanam. Sebaiknya dalam melakukan pemanenan buah timun bisa setiap hari agar bisa memenuhi permintaan pasar sayur setempat dalam kondisi buah masih fresh.
Pemasaran timun saat ini sangatlah mudah, karena petani hanya perlu panen dan biasanya pedagang langsung ambil langsung pada lokasi tanam.
Keuntungan optimal akan dengan mudah tercapai apabila petani timun memakai modal pribadi. Karena mereka bisa menjual dengan harga yang lebih mahal tanpa terpotong komisi dari para bandar yang membeli hasil panennya.
Panen
Ciri dan umur panen buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acara umumnya dapat petik 2-3 bulan setelah tanam. Dan mentimun hibrida dapat panen 42 hari setelah tanam , sedangkan mentimun Suri dapat panen setelah matang.

Cara Panen
Lakukan proses panen buah timun pada pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

Periode Panen
Mentimun sayur bisa panen 5-10 hari sekali tergantung dari varietas dan ukuran/umur buah yang terkehendaki.

Demikian pengalaman dari Budidaya Tanaman Timun  ini kami tulis. Apabila ada yang kurang jelas dan ingin berkonsultasi serta membutuhkan Benih yang saya sebutkan tadi dan Cara Budidayanya silahkan memghubungi kami.

Toko Online LMGA AGRO ( Dealer, Agen, Distributor resmi ), CP Budi melalui Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117. Mana pun anda berada kami siap membantu dan mengirim sampai tujuan.

2 Comments on “BUDIDAYA TANAMAN TIMUN YANG BAIK DAN BENAR”

  1. Sarana produksi dari Timun bisa Berupa Pupuk, Mulsa,Obat untuk tanaman, ZPT, Tali Salaran DLL.Untuk lebijh jelasnya Ibu Lyca bisa menghubungi bapak BUDI HP : 082 141 747 141. terima kasih

Comments are closed.