3 Fungisida Sistemik Untuk Layu Fusarium Laris Diburu Petani

fungisida sistemik untuk layu tanaman,budidaya tanaman,layu fusarium,petani,penyakit tanaman,lmga agro

3 Fungisida Sistemik Untuk Layu Fusarium

Fungisida sistemik untuk layu fusarium menjadi salah satu sarana pertanian yang penting bagi petani dalam usaha budidaya tanaman. Hal ini karena, fungisida sistemik ini bermanfaat untuk proses pencegahan dan pengendalian penyakit layu fusarium.

Produk fungisida sistemik untuk layu fusarium saat ini telah banyak dan mudah untuk petani temukan dan beli. Hal ini karena, saat ini juga terdapat toko pertanian online yang memudahkan bagi petani dalam memesan produk tani seperti fungisida.

Fungisida sistemik untuk layu fusarium memiliki jenis produk yang bermacam-macam dan bisa petani pilih secara bebas. Berikut ini terdapat beberapa produk fungisida sistemik untuk proses pencegahan dan pengendalian layu fusarium pada tanaman.

Fungisida CabrioTop 60 WG

fungisida cabrio,fungisida sistemikFungisida CabrioTop 60 WG merupakan pestisida jenis fungisida hasil produksi PT BASF Indonesia untuk kebutuhan petani Indonesia. Produk fungisida CabrioTop 60 WG termasuk dalam jenis fungisida sistemik dan mampu berperan sebagai ZPT.

Fungisida CabrioTop 60 WG memiliki bentuk butiran yang mampu petani dispersikan ke dalam air. Selain itu, fungisida CabrioTop 60 WG memiliki kandungan bahan aktif Piraklostrobin 5% dan Metiran 55%.

Penggunaan fungisida CabrioTop 60 WG pada tanaman bermanfaat untuk pengendalian jenis penyakit akibat jamur patogen. Salah satu jenis penyakit akibat jamur patogen yang bisa CabrioTop 60 WG kendalikan adalah layu fusarium pada bawang merah.

Dosis penggunaan CabrioTop 60 WG untuk bawang merah adalah sebanyak 0.75-1 g/l. Selain itu, juga berfungsi untuk meningkatkan tinggi tanaman, jumlah bobot umbi, hingga meningkatkan hasil per tanaman.

Fungisida Nativo

fungisida nativo,fungisida padi,produk bayerFungisida Nativo adalah salah satu produk fungisida hasil produksi PT Bayer Indonesia untuk kebutuhan pertanian. Dalam kandungan fungisida Nativo terdapat bahan aktif Tebukonazol 50% dan Trifloksistrobin 25%.

Produk fungisida Nativo memiliki bentuk fisik seperti butiran yang dapat petani larutkan ke dalam air untuk proses aplikasi. Selain itu, fungisida Nativo juga memiliki peran sebagai ZPT pada tanaman tertentu seperti padi dan kentang.

Fungisida Nativo merupakan jenis fungisida sistemik yang bisa petani manfaatkan untuk proses pengendalian penyakit tanaman akibat jamur. Beberapa penyakit tersebut adalah layu fusarium, antraknosa, bulai, cacar daun, hingga hawar.

Penggunaan fungisida Nativo sebagai fungisida sistemik bisa petani gunakan pada budidaya tanaman buah, sayur, hingga tanaman hias. Sehingga, fungisida Nativo menjadi salah satu jenis fungisida sistemik andalan bagi petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *