Usahakan menanam bibit yang telah berumur 17 – 20 hari setelah semai (hss) pada daerah dataran tinggi dan 14 – 17 hss pada daerah dataran rendah. Siram bibit terlebih dahulu sebelum petani melakukan proses pindah tanam.
Lakukan proses pindah tanam pada sore hari. Lakukan proses pindah tanam dengan cara melepas bibit Permata F1 dari polybag.
Berikan jarak tanam sekitar 50 cm dalam 1 baris dan sekitar 60 – 70 cm antar barisan.
Lakukan pemeliharaan dengan baik dan benar. Hal ini agar tanaman selalu dalam keadaan baik dan kesehatannya tetap terjaga. Salah satu yang harus petani lakukan adalah proses pemupukan susulan.
Pemberian pemupukan susulan petani lakukan dengan cara pengocoran dengan dosis takaran sekitar 1 ember air (±13 Liter) untuk 50 tanaman dengan rincian seperti berikut :
Siramkan larutan pupuk sebanyak 1 gelas (±240 ml) per tanaman.
Pemenuhan unsur hara makro menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan tanaman tomat. Salah satu unsur hara makro yang harus terpenuhi adalah Kalsium.
Ini karena kalsium merupakan zat penting yang berperan dalam menghasilkan daging buah yang baik serta mengatasi masalah rontok buah. Dan juga bisa meningkatkan ketahanan simpan buah tomat.
Setelah pemupukan susulan selesai petani lakukan, yang harus petani akukan selanjutnya adalah melakukan perempelan.
Proses perempelan petani lakukan dengan cara menghilangkan tunas bakal percabangan pada bawah ketiak daun bawah cabang “V”. Perempelan sebaiknya petani lakukan pada waktu pagi hari saat tunas atau batang mudah petani patahkan.
Baca Juga : Pentingnya Rotasi Tanaman Untuk Meningkatkan Hasil Tanam
Banyak sekali hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman tomat. Berikut ini terdaapt beberapa hama penyakit budidaya tomat, yaitu :
Kutu kebul adalah salah satu hama utama tanaman tomat. Hama kutu kebul berwarna putih dan diselimuti serbuk putih seperti lilin. Hama ini mampu menyebabkan sel dan jaringan tanaman tomat menjadi rusak dengan cara menghisap cairan sel daun tanaman tomat.
Untuk mengendalikan hama ini bisa dengan cara melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, lamda sihalotrin, sipermetrin, asetamiprid, dll. Untuk dosis bisa petani sesuaikan dengan yang tertera pada kemasan agar mendapatkan hasil maksimal
Jenis ulat grayak yang menyerang tanaman tomat adalah Spodoptera litura. Hama ini biasanya menyerang secara beramai – ramai pada malam hari dengan cara memakan buah dan daun tomat. Bercak – bercak berlubang dan berwarna putih pada daun merupakan gejala dari serangan hama ini.
Cara pengendalian hama ini salah satunya yaitu dengan memberikan insektisida berbahan aktif klorpirifos, metomil, profenofos, deltametrin, kartophidroklorida, sipermetrin, dan dimehipo. Dosisnya petani sesuaikan dengan yang tertera pada kemasan.
Ulat tanah merupakan jenis ulat yang hidup dalam tanah. Hama ini biasanya menyerang tanaman tomat pada malam hari. Hama ini pada siang hari berlindung di dalam tanah atau di balik mulsa agar terhindar dari sinar matahari. Jenis hama ini banyak menyerang batang tanaman dan terkenal dengan sebutan ulat pemotong.
Cara pengendalian hama ini salah satunya yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam.
Manfaat Ultradap Untuk Cabe Yang Sedang Petani Budidayakan. 082141747141 (telfon) 08125222117 ( WA ). Toko… Read More
Ketahui Kandungan MKP Pak Tani Untuk Penuhi Nutrisi Tanaman. 082141747141 (Telepon) 0812-522-2117 (SMS/WA). Toko Pertanian… Read More
Keunggulan Cabe Tangguh F1 Potensi Tinggi Untungkan Petani. 082141747141 (Telp) 081-252-221-17 (via SMS/WA). Toko Lmga… Read More
Menentukan Dosis Gandasil D Per Tangki Sesuai Kebutuhan Tanaman. 082-141-747-141 (Telephone) 081-2522-2117 (SMS/WA). Toko Online… Read More
Cara Analisa Tanam Cabe Rawit 1000 Pohon Yang Tepat Dan Akurat. 082141747141 (Telp) 081-252-221-17 (via… Read More
Jual Bibit Semangka Non biji Yang bagus Kualitas Panen Super. 082141747141 (Telp) 081-252-221-17 (via SMS/WA).… Read More