BENIH VARIETAS HIBRIDA DAN BERSARI BEBAS

BENIH VARIETAS HIBRIDA DAN BERSARI BEBAS PARADE TAVI
BENIH BERSARI BEBAS

WWW.LMGAAGRO.COM – Pernahkah mendengar kata hibrida atau bersari bebas (non hibrida/OP)? Apa pengertian dari keduanya? Apa pula perbedaannya? Dalam pembahasan kali ini, akan diulas secara sederhana namun lengkap apa yang dimaksud dengan benih varietas hibrida dan bersari bebas. Kata hibrida dan bersari bebas seringkali muncul dalam istilah varietas. Jadi ada varietas hibrida dan varietas bersari bebas.

Mari kita kita bahas satu demi satu benih varietas hibrida dan bersari bebas yang di gunakan oleh petani indonesia saat ini, biar ada kejelasan.

  • Varietas Hibrida

Varietas hibrida adalah generasi pertama (F1) hasil suatu persilangan sepasang atau lebih tetua (galur murni), yang mempunyai karakter unggul. Varietas hibrida dapat terbentuk pada tanaman yang menyerbuk silang maupun menyerbuk sendiri. Jagung merupakan tanaman pertama yang dibentuk menghasilkan varietas hibrida secara komersial, dan telah berkembang di Amerika Serikat sejak 1930-an. Kini benih jagung hibrida telah ditanam di sebagian besar areal jagung di dunia.

Menurut Biro Pusat Statistik produksi jagung khususnya di Indonesia pada tahun 2008 sebesar 15.860.299 ton pipilan kering. Produksi tersebut meningkat 2.572.772 ton jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2007. Kenaikan produksi ini bukan disebabkan oleh alih lahan ke sektor pertanian, melainkan perubahan varietas yang ditanam petani dari varietas lokal ke varietas hibrida dan teknik budidaya yang semakin baik.

Kelemahan varietas hibrida  :

  • Penanaman benih varietas hibrida pada generasi berikutnya (generasi F2 dan selanjutnya) akan menghasilkan tanaman yang rata-ratanya tidak unggul lagi, akibat adanya segregasi tanaman F2. Dengan demikian, petani harus membeli benih baru setiap akan tanam.

  • Harga varietas hibrida jauh lebih mahal daripada benih bersari bebas (open pollinated)

Keunggulan varietas hibrida :

  • Varietas hibrida memiliki sifat heterosis (lebih unggul dibanding kedua tetuanya), sehingga produknya akan lebih baik dibanding dengan varietas bersari bebas.

  • Kualitas visual seragam, terjamin mutunya, dan umumnya mengandung zat gizi esensial yang lebih baik dibanding varietas bersari bebas.

  • Varietas hibrida memiliki potensi hasil yang lebih tinggi

  • Untuk beberapa jenis benih memiliki umur genjah/lebih cepat panen

    BACA JUGA : CARA STRATEGI JITU MENCEGAH LAYU TOMAT DAN CABAI

  • Varietas Bersari Bebas (Non Hibrida/Open Pollinated)

Varietas bersari bebas merupakan varietas yang umum dan digemari para  petani Indonesia. Mengapa varietas bersari bebas?

Yang dimaksud dengan varietas bersari bebas adalah varietas yang benihnya diambil dari pertanaman sebelumnya, atau dapat dipakai terus-menerus dari setiap pertanamannya dan belum tercampur atau diserbuki oleh varietas lain. Benih yang digunakan tentunya berasal dari tanaman yang mempunyai ciri-ciri dari varietas tersebut. Sehingga alasan inilah yang menjadikan petani menyukai benih  bersari bebas. Tidak  perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membeli benih karena cukup menyimpan benih dari pertanaman sebelumnya.

BENIH VARIETAS HIBRIDA DAN BERSARI BEBAS HARGA MURAH

Keunggulan benih bersari bebas (non hibrida/OP)

  • Harga benih relatif lebih murah

  • Penanaman benih bersari bebas pada generasi berikutnya akan menghasilkan tanaman yang rata-rata memiliki sifat yang sama dengan induknya, sehingga petani tidak harus membeli benih baru

Kelemahan benih bersari bebas (non hibrida/OP)

  • Benih bersari bebas secara visual kurang keseragamannya

  • Potensi hasilnya rata-rata lebih rendah dibandingkan benih hibrida

  • Memiliki masa panen dan umur yang panjang,sehingga pemeliharaannya lebih lama. Hal ini mempengaruhi waktu dan biaya pemeliharaan

Dengan kelebihan dan kekurangan diatas, petani yang bijak bisa memperhitungkan jenis benih apa yang akan dipilih. Pemilihan benih yang tepat sangat lah penting, dengan memperhatikan kondisi lingkungan, nilai ekonomis dan kondisi pasar. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, kelemahan yang ada bisa jadi menjadi keuntungan. Misalkan saat panen raya cabai, harga cabai akan anjlok. Bagi petani yang menanam cabai hibrida yang umurnya pendek, maka dia akan memanen dan segera habis, sedangkan harga pas anjlok. Sedangkan petani yang menanam cabai OP yang umurnya panjang, maka bisa jadi umur panen tanaman yang lama akan memberi keuntungan tersendiri. Karena bisa jadi saat harga mulai naik, tanaman cabai yang umurnya panjang masih berproduksi, sehingga masih bisa mendapatkan harga yang jual yang bagus.

BACA JUGA : PENANGGULANGAN PATEK PADA TANAMAN CABAI

Demikian ulasan singkat dari kami tentang Benih Varietas Hibrida dan Bersari Bebas, semoga yang sedikit ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kita di bidang pertanian.

Saat ini beraneka macam jenis benih varietas hibrida dan bersari bebas telah banyak beredar di pasaran dan tersedia dalam bentuk kemasan. Sehingga untuk mendapatkannya tidak lah sulit, cukup tersedia di toko-toko pertanian terdekat maupun secara online yang tidak merepotkan petani.

JUAL BENIH VARIETAS HIBRIDA DAN BERSARI BEBAS

Salah satunya LMGA AGRO. LMGA AGRO sebagai salah satu distributor pertanian berbasis online menyediakan fasilitas dan memberi kemudahan bagi para petani untuk memenuhi kebutuhan mereka. LMGA AGRO menyediakan bermacam-macam benih terutama tanaman hortikultura, pestisida atau obat-obatan, dan sarana pertanian dengan harga yang murah serta terjangkau.

Toko Online LMGA AGRO juga membuka jasa lanyanan konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura. Toko Pertanian Online LMGA AGRO keberadaannya telah dipercaya seluruh petani Indonesia. Bagi siapa saja yang berminat silakan hubungi kami Toko Pertanian LMGA AGRO CP. Bpk. Budi Telp. 082 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117 dan jangan lupa cek produk ter-update kami di website www.lmgaagro.web.id dan www.lmgaagro.wordpress.com. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *