CABAI BESAR TAHAN VIRUS BAJA F1, KUAT DI MUSIM KEMARAU

cabai baja f1, baja f1, cabai merah besar, benih cabai, lmga agro,panah merahMusim penghujan sebentar lagi akan berakhir dan berganti dengan musim kemarau. Datangnya musim kemarau  inilah yang sedang ditunggu-tunggu oleh petani cabai. Pada musim kemarau petani dapat menanam cabai tanpa perlu khawatir akan kegagalan panen seperti pada musim penghujan. Di musim penghujan, tanaman cabai sangat rentan terserang busuk buah karena kelembaban yang terlalu tinggi. Selain itu bakteri maupun cendawan mudah tumbuh dan menyebar di musim ini.

Tak jarang di musim penghujan, petani cabai sering mengalami gagal panen. Hal ini berdampak buruk terutama bagi masyarakat selaku konsumen. Kegagalan panen pada tanaman cabai mengakibatkan harga cabai melonjak tajam di pasaran. Bahkan harga sekilonya hampir melebihi harga daging sapi di pasar. Kenaikan harga cabai seperti saat ini membuat masyarakat semakin cemas, apalagi bagi mereka yang mempunyai usaha kuliner yang mengandalkan cabai sebagai bumbu utamanya.

Kelonjakan harga cabai di musim penghujan ini juga sangat dieluh-eluhkan oleh para ibu rumah tangga. Bagaimana tidak jika mereka biasanya membeli cabai Rp 4000/harinya maka akan mendapat 1 ons cabai tapi kini bisa dihitung hanya 20 biji saja yang didapat. Tentu hal ini membuat pusing kepala ditambah harga kebutuhan pokok lainnya juga ikut merangkak naik seiring melonjaknya harga cabai. Bahkan dari beberapa sumber, kenaikan harga cabai ini turut menyumbang inflansi besar di negara kita.

Berbagai upaya pun tentu juga telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi harga cabai agar kembali ke kondisi normal mulai dari inspeksi pasar, peninjauan ke sentra penanaman cabai hingga imbauan kepada masyarakat untuk menanam cabai sendiri di rumah. Namun, nyatanya upaya ini belumlah mendapatkan hasil. Harga cabai terus melambung tinggi hingga saat ini menembus angka Rp 160 ribu/kilonya dan pasokan dari petani cabai pun cenderung menurun.

Beberapa faktor penyebab naiknya harga cabai ini antara lain karena kegagalan panen yang dialami oleh petani di musim penghujan. Cabai yang akan panen tak jarang mulai busuk dan sebagian buahnya rontok. Kelembaban serta kandungan air pada buah yang tinggi membuat buah cabai mudah terserang penyakit seperti patek/antraknosa.

Daya simpan buahnya pun sangat rendah dan bahkan belum sampai di pasaran buah cabai sudah mulai membusuk. Sehingga membuat pasokan cabai segar dari petani menurun dan menjadikan harga cabai semakin mahal. Harga cabai yang mahal juga menyebabkan daya beli masyarakat juga menurun. Hal ini tentu membuat petani semakin mengalami kerugian dan tidak dapat merasakan untung walaupun harga cabai sedang melambung.

Selain itu, pada musim ini biaya produksi yang dikeluarkan petani juga semakin besar terutama untuk membeli obat-obatan agar tanaman terhindar dari serangan penyakit sekaligus perawatan yang dilakukan harus super ekstra.

Kekhawatir petani akan musim penghujan ini pun akan segera berakhir dan musim kemarau akan segera tiba. Berbagai persiapan tanam untuk menyambut datangnya musim kemarau mulai dilakukan petani. Diantaranya mulai dari pemilihan benih-benih cabai yang baik di musim kemarau, persiapan pupuk dan obat, hingga persiapan lahan dan sarana pengairan.

Di musim kemarau, cabai mudah tumbuh dan tidak mudah terserang penyakit. Namun, pemilihan benih cabai yang tepat tetap harus dilakukan karena pemilihan benih yang tepat menjadi faktor utama yang akan menunjang keberhasilan dalam budidaya cabai.

Hingga saat ini banyak sekali benih cabai yang beredar di pasaran. Mulai dari benih OP hingga benih-benih hibrida. Produsen benih berlomba-lomba memproduksi benih yang ditunjukan untuk memudahkan petani cabai dengan cara memproduksi benih dengan sifat-sifat tertentu (spesifik). Seperti benih cabai yang disesuaikan dengan ketinggian tempat dan benih cabai yang disesuaikan dengan musim.

Panah merah sebagai salah satu produsen benih besar di tanah air, mengeluarkan varietas benih baru yaitu benih cabai Baja F1 yang direkomendasikan untuk dataran rendah dan musim kemarau. Berikut deskripsi dari benih Cabai Baja F1 dari Panah Merah diantaranya:

  1. Cabai F1 Baja direkomendasikan untuk ditanam di dataran rendah dan pada musim kemarau
  2. Tanaman Cabai Baja F1 kuat dan tahan terhadap serangan virus (Gemini Virus)/bulaiserta jamur dan bakteri penyebab penyakit patek atau Antraknosa
  3. Tanaman dapat dipanen pada umur 80-82 HST
  4. Buah cabai Baja F1 berwarna hijau saat muda dan merah menyala saat tua
  5. Buah memiliki bobot 6-7 gram/buah
  6. Cabai F1 Baja memiliki potensi hasil hingga 25-29 ton/ha

Cabai Baja F1 dari Panah Merah ini layak menjadi pilihan petani cabai dataran rendah yang ingin menanam cabai jenis cabai merah besar di musim kemarau. Selain itu potensi hasil Cabai Baja juga tinggi bisa mencapai 29 ton/ha serta ketahanannya terhadap virus menjadi salah satu kelebihannya tersendiri.

Karena seperti kita ketahui serangan virus menjadi acaman utama petani terutama di sentra-sentra penanaman cabai. Di beberapa daerah sentra yang sudah endemik virus, virus sangat mudah menyebar dan dengan cepat menghancurkan tanaman cabai sehingga kerugian panen yang besar dapat terjadi. Untuk itu penanggulangan yang tepat salah satunya dengan menggunakan benih yang memiliki ketahanan terhadap virus seperti Baja F1 ini menjadi pilihan bijak petani.

Cabai besar tahan virus Baja F1, kuat di musim kemarau dapat Anda dapatkan di benihnya di Toko Pertanian Online LMGA AGRO. Toko Online LMGA AGRO menyediakan benih, pupuk, pestisida, dan sarana pertanian dengan harga murah dan terjangkau. LMGA AGRO siap mengirimkan pesanan ke seluruh wilayah Indonesia melalui jasa ekspedisi terpercaya seperti JNE, POS, TIKI, KI8, dsb. Kami juga menyediakan layanan konsultasi gratis budidaya tanaman hortikultura. Silakan hubungi Toko Pertanian LMGA AGRO di CP Bpk. Budi melalui Telp. 081 141 747 141 atau SMS/WA 0812 5222 117.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *