PENGARUH KELEBIHAN DAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO TANAMAN

Unsur Hara - Dampak Kelebihan Dan Kekurangannya
Unsur Hara – Dampak Kelebihan Dan Kekurangannya

www.lmgaagro.comPengaruh Kelebihan Dan Kekurangan Unsur Hara Makro Dan Mikro Tanaman. Toko Pertanian Online LMGA AGRO Hubungi P. Budi  Telp. 082141747141; SMS/WA : 08125222117, sedia Pupuk NPK, Pupuk Mikro, Pupuk Daun, ZPT, Pestisida, Benih Tanaman Hortikultura dan Tanaman Hidroponik, juga sarana pertanian lainnya.

Unsur hara merupakan zat yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan. Zat hara yang menyusun unsur tanah bertindak sebagai nutrien atau nutrisi tanaman dan hewan yang ada di dalam tanah. Memperkaya kandungan zat mineral tanah sehingga menjadi subur adalah menjadi fungsi unsur hara.

Unsur Hara Makro Dan Mikro

Unsur hara bisa berasal dari unsur makhluk hidup dan dari unsur elemen yang tak hidup seperti air, mineral, gas. Contoh unsur hara yang berasal dari udara dan juga berperan besar adalah Oksigen (O2), Karbon (C) dan Hidrogen (H).Pada kesempatan ini kami lebih mengulas mengenai pengertian unsur  hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Unsur hara adalah senyawa organik dan anorganik yang ada di dalam tanah atau dengan kata lain nutrisi yang terkandung dalam tanah. Zat hara sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang tanaman terutama yang mengasilkan buah dan umbi. Pertumbuhan generatif dan vegetatif tanaman sangat dipengaruhi oleh zat hara.

Pada dasarnya tanaman memerlukan unsur hara hingga mencapai 16 macam unsur anorganik. Dan berdasarkan tingkat kebutuhannya, unsur tanah ini dapat di golongkan menjadi 2 bagian yaitu unsur hara makro dan mikro.

Pengertian Unsur Hara Makro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar, yang termasuk unsur hara makro meliputi Nitrogen (N), Phospor (P), Kalium (K), Calsium (Ca), Sulfur (s), Magnesium (Mg).

Pengertian Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah kecil/sedikit, yang termasuk unsur hara mikro adalah Besi (Fe), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Mangan (Mn), Molibdenum (Mo), Boron (B), Natrium (Na), Chlor (Cl).

Penyusun Unsur Hara Makro Dan Mikro

Kebutuhan unsur hara ini mutlak bagi setiap tanaman dan tidak bisa digantikan oleh unsur yang lain, tentunya dengan kadar yang berbeda sesuai jenis tanamannya sebab jika kekurangan unsur hara akan menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman itu sendiri.

Unsur hara makro dan unsur hara mikro adalah dimaksud dengan pengertian unsur hara esensial. Yang mana kurangnya unsur penyusun bisa menyebabkan ketidak normalan pertumbuhan tanaman. Disamping unsur hara esensial, ada juga unsur hara non esensial. Pengertian unsur hara non esensial yaitu unsur hara yang berperan sedikit dan dapat digantikan pemenuhannya dengan unsur lainnya.

Tanaman yang mengalami kelebihan dan kekurangan Unsur Hara baik Makro maupun Mikro akan memberi Respon yang berbeda-beda. Berikut ini adalah ciri-ciri darai tanaman yang mengalami kelebihan dan kekurangan unsur zat hara.

1. Nitrogen (N)

Pengertian Nitrogen adalah unsur hara makro utama yang dibutuhkan semua tanaman dalam jumlah yang banyak. Fungsi Nitrogen bagi tanaman merupakanan unsur yang sangat penting untuk pembentukan protein, daun-daunan dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Nitrogen ditinjau dari berbagai sudut, mempunyai pengaruh positif sebagai berikut:

  1. Besar pengaruhnya dalam menaikkan potensi pembentukan daun-daun dan ranting. 
  2. Mempunyai pengaruh positif terhadap kadar protein pada rumput dan tanaman makanan ternak dan lainnya.
  3. Pada berbagai tanaman gandum menaikkan kadar protein pada butir gandum.

Gejala kekurangan unsur Nitrogen (N) :

  • Warna daun yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning.
  • Daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. 
  • Pada fase dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh terhadap pembuahan sehingga buahnya tidak sempurna, umumnya kecil dan cepat matang.

Gejala kelebihan unsur Nitrogen (N) :

  • Tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar.
  • Batang menjadi lunak dan berair (sekulensi) sehingga mudah rebah dan mudah diserang penyakit.
  • Penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.
2. Fosfor (P)

Gejala kekurangan unsur Fosfor (P) :

  • Warna daunnya akan tampak tua dan sering tampak mengkilap kemerahan.
  • Tepi daun bercabang.
  • Batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
  • Jika tanaman berbuah, buahnya kecil, tampak jelek dan lekas matang.

Gejala kelebihan unsur Fosfor (P) :

  • Tanaman tumbuhan kerdil.
  • Warna daun berubah menjadi ungu atau coklat mulai dari ujung-ujung daun.
3. Kalium (K)

Gejala kekurangan unsur Kalium (K) :

  • Daun terlihat lebih tua.
  • Batang dan cabang lemah dan mudah rebah.
  • Muncul warna kuning di tepi daun yang sudah tua yang akhirnya mengering dan rontok.
  • Daun keriting dimulai daun yang paling tua.
  • Kematangan buah terhambat.
  • Ukuran buah menjadi lebih kecil dan mudah rontok.
4. Kalsium (Ca)

Kalsium penting untuk tanaman dan tanah. Kalsium merupakan bagian dari semua sel Tanaman. Di dalam tanaman, ia bersifat immobial. Ia tidak bergerak dari daun-daun muda, sehingga menyediakan kalsium yang berkesinambungan sangat mutlak selama siklus hidup tanaman yang bersangkutan. Bagi tanah kalsium yang seimbang jumlahnya dapat memperbaiki struktur tanah.

Gejala kekurangan unsur Kalsium (Ca) :

  • Tepi daun muda yang mengalami klorosis.
  • Kuncup-kuncup muda akan mati karena perakarannya yang kurang sempurna.
  • Kalaupun ada daun yang muncul, warnanya akan berubah dan jaringan di beberapa tempat pada helai daun akan mati.

Gejala kelebihan unsur Kalsium (Ca) :

  • Akar tanaman tidak mampu tumbuh memanjang dengan cepat.
  • Menghalangi pertumbuhan serta mekarnya daun-daun muda dan pucuk-pucuk.
  • Menghalangi pertumbuhan bagian tepi daun, oleh karena itu daun-daunnya menjadi keriting.
5. Magnesium (Mg)

Gejala kekurangan unsur Magnesium (Mg) :

  • Daun mengalami klorosis dan tampak ada bercak-bercak coklat.
  • Daun yang semula hijau segar menjadi kekuningan dan tampak pucat.
  • Warna kekuningan ini pun timbul di antara tulang-tulang daun. 
  • Daun mengering dan kerap kali langsung mati.

Gejala kelebihan unsur Magnesium (Mg) :

  • Daun berwarna kuning, hal ini terjadi karena pembentukan klorofil terganggu.
  • Pada tanaman jagung kekahatan Mg terlihat pada daun adanya garis-garis kuning yang agak menonjol.
  • Sedangkan pada daun-daun muda keluar lender terutama bila kekahatan sudah berlanjut.
6. Belerang (S)

Belerang diserap oleh tanaman sebagai anion SO42-. Peranan fisiologisnya analog dengan nitrogen, sebab keduanya merupakan penyusun protein. Peranan unsur belerang (S) adalah :

  1. Sebagai koenzim yang terlibat dalam rantai transfer electron pada respirasi dan fotosintesis.
  2. Bahan produksi sekunder yang mudah menguap.

Gejala kekurangan unsur belerang (S) :

  • Daun muda yang berubah menjadi hijau muda, kadang-kadang tampak tidak merata, sedikit mengkilat agak keputihan lantas berubah menjadi kuning kehijauan.
  • Pertumbuhan tanaman akan terhambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus.
7. Besi (Fe)

Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme.

Gejala kekurangan unsur Besi (Fe) :

  • Pada daun muda, mula-mula secara bertempat-tempat daun berwarna hijau pucat dan hijau kekuningan.
  • Tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringannya tidak mati.
  • Pada tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi warna putih.
8. Mangan (Mn)

Gejala kekurangan unsur Mangan (Mn) :

  • Tanaman berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua.
  • Pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda.
9. Seng (Zn)

Gejala kekurangan unsur Seng (Zn) :

  • Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga menjadi  kerdil.
  • Ruas-ruas batang pohon memendek.
  • Pertumbuhan daun mengecil dan mengumpul (resetting). 
  • Klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.
10. Tembaga (Cu)

Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) antara lain : mengaktifkan enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase dan laktase. Sedang untuk peranan Tembaga (Cu) adalah :

  1. Berperan dalam metabolisme protein dan karbohidrat.
  2. Berperan terhadap perkembangan tanaman generatif.
  3. Berperan terhadap fiksasi N secara simbiotis dan penyusunan lignin.

Gejala kekurangan unsur Tembaga (Cu) :

  • Pembungaan dan pembuahan terganggu.
  • Warna daun muda kuning dan kerdil.
  • Daun-daun lemah, layu dan pucuk mengering serta batang.
  • Tangkai daun lemah.
11. Molibdenum (Mo)

Fungsi Mo dalam tanaman adalah mengaktifkan enzim nitrogenase, nitrat reduktase dan xantine oksidase.

Gejala kekurangan unsur Molibdenum (Mo) :

  • Pertumbuhan tanaman terhambat.
  • Daun menjadi pucat dan mati.
  • Pembentukan bunga terlambat.
12. Boron (B)

Fungsi boron dalam tanaman antara lain berperanan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin.

Gejala kekurangan unsur Boron (B) :

  • Pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik (pucuk akar).
  • Mati pucuk (die back).
  • Mobilitas rendah.
  • Buah yang sedang berkembang sangat rentan terserang penyakit.

13. Klor (Cl)

Klor berfungsi sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang, memperbaiki penyerapan ion lain,untuk tanaman kelapa dan kelapa sawit dianggap hara makro yang penting. Juga berperan dalam fotosistem II dari proses fotosintesis, khususnya dalam evolusi oksigen.

Gejala kekurangan unsur Klor (Cl) :

  • Pola percabangan akar abnormal.
  • Gejala wilting (daun lemah dan layu).
  • Warna keemasan (bronzing) pada daun.
  • Pada tanaman kol daun berbentuk mangkuk.
Baca Juga : Strategi Pengolahan Tanah Di Musim Penghujan
Baca Juga : Mengenal Manfaat Dan Jenis Pupuk
Baca Juga : Mengenal Jenis Pestisida

Demikian info dari tulisan  ini Semoga bermanfaat. Apabila mau berkonsultasi silakan Hubungi : LMGA AGRO, CP P.Budi melalui Telp. 082 141 747 141; SMS/WA : 0812 5222 117 / Website : www.lmgaagro.web.id, www.lmgaagro.wordpress.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *